The Dark Sapphire Eyes

The Dark Sapphire Eyes
Tekad Alvin 3


__ADS_3

Hotel New York Garden terlihat ramai, mobil-mobil mewah terparkir dengan teratur di pelataran hotel. Pertemuan itu diadakan di lantai 67 gedung hotel garden yang nampak menjulang tinggi. Xaphier baru saja tiba di hotel itu, salah satu pengawal membukakan pintu mobil untuknya. Paulo dan yang lainnya seperti biasa mengikuti kemanapun tuannya itu pergi.


Mereka memasuki ball room, di sana sudah hadir para petinggi-petinggi yang sedang berkumpul dan berbincang, tak lama setelah Xaphier masuk bersama Pengawal-pengawalnya, orang-orang menatap kehadiran Xaphier, tidak jarang dari para pengusaha terkenal itu memperkenalkan putri-putri mereka atau wanita-wanita yang hadir di pesta itu untuk mendekati Xaphier.


Mereka memberikan senyum termanisnya kepada Xaphier, mereka hendak mendekati Xaphier untuk sekedar mendapatkan koneksi untuk dekat dengan keluarga caesaar.


"Selamat datang tuan Caesaar, pertemuan ini sudah saya tunggu-tunggu, apalagi pertemuan kali ini melibatkan seluruh pengusaha terkenal di New York." Dia adalah Tuan Alfred kim Huang dia adalah blasteran Amerika dan korea, pria tua yang selalu mengambil kesempatan untuk menjalin hubungan kerja sama kepada keluarga caesaar.


"Oh ya, Nyonya Melda Caesaar mengatakan kepadaku bahwa anda masih mencari-cari seorang pendamping hidup, bagaimana jika aku memperkenalkan dengan putri kenalanku, dia gadis cantik dengan latar belakang keluarga yang juga terpandang, aku bisa mengatur janji temunya jika anda mengizinkan dan...


"Sepertinya Melda sudah membohongi Anda tuan Huang, saya telah menikah, dan satu lagi yang perlu anda ketahui, jangan pernah mendengar omongan yang tidak benar dari Melda tuan Huang." Ucapaan Xaphier membuat pria tua itu bingung. Dia mengerutkan sedikit alisnya.


"Anda sudah menikah? Tapi nyonya Melda caesaar mengatakan anda masih lajang? Bagaimana mungkin dia tidak tahu pernikahan anda?" Tanyanya dengan penasaran.


Xaphier terkekeh. "Cukup panggil dengan nama Melda anda tidak perlu menambahkan dengan Nama Caesaar di belakangnya karena wanita itu sudah bukan bagian dari keluarga caesaar jadi, aku sarankan hati-hati jika memiliki koneksi pekerjaan dengannya, Keluarga Caesaar tidak akan tahu menahu dengan urusan perusahaan Melda." Ucap Xaphier dengan enteng, dia tersenyum lalu segera meninggalkan tuan Huang dengan segala kebingungannya.


Xaphier sedang berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya tidak lama kemudian Daren serta Evan hadir di sana, kemudian dia menghampiri Xaphier .


"Kau datang Daren?" Tanya Xaphier mengangkat gelasnya tinggi-tinggi memberikan satu kepada Daren.


"Aku sempat ragu ingin datang kemari, kau tahu? Wanita tua itu datang ke kantorku dan ingin datang bersama denganku kemari, dia sungguh gila, bagaimana bisa pamanmu mengangkatnya jadi Putri angkatnya, lagi pula kemarin dia menyusup ke dalam mansion."


"Benarkah?" Wajah Xaphier terlihat marah, ada kilatan mengerikan terpancar dari matanya.


"Ya, dia berani menyusup, menurut Thomas dia masuk dengan berpura-pura menjadi pelayan dan mencoba masuk ke dalam kamarku, karena tidak berhasil akhirnya dia lebih memilih masuk ke dalam kamarnya yang lama, untung saja di kamarnya di pasangi cctv sehingga Thomas dengan cepat meringkusnya."


Xaphier menyesap minumannya. Dia kemudian menyimpannya di atas meja di sampingnya.


" Wanita tua tidak tahu diri itu sedang menuju kemari Daren, dan coba tebak apa yang dia katakan kepada orang-orang?"


"Dia mengatakan apa?" Tanyanya.


"Bahwa aku masih mencari pendamping dan aku masih lajang, dia benar-benar mencari mati, lihat saja apa yang akan aku lakukan untuk menghancurkan seluruh aset perusahaan miliknya." Senyum miring menakutkan menghiasi wajah Xaphier.


Langkah itu perlahan mendekat ke tempat Xaphier dan Daren berdiri.

__ADS_1


"Kalian semua ada di sini? Apakah anda tidak tahu jika tadi siang aku bermaksud menjemput anda tuan Burchard agar kita dapat pergi bersama?" Ucapnya dengan memberikan senyum sensual.


Daren memandang sambil mengerutkan alisnya dan segera mengambil ponselnya yang berdering.


"Kau sungguh wanita tua tidak tahu malu melda, kesalahan terbesar pamanku yaitu karena dia mengasuhmu, sekali lagi kau bicara, aku pastikan kau akan menyesal berurusan denganku, aku tidak perduli kau anak angkat atau apapun hubunganmu dengan pamanku, secepatnya aku akan mengeyahkanmu dari keluarga Caesaar." Ucapan Xaphier membuat Melda geram apalagi ketidakpedulian daren, dia sedang menelepon istrinya mengabaikan keberadaannya.


"Apa maksudmu mengenyahkanku Xaphier? Kau jelas tahu aku bagian dari keluarga caesaar, kau tidak bisa memungkiri itu darling." Senyumnya merekah.


Xaphier tersenyum miring menakutkan, seringai dari wajahnya sempat membuat Melda menutup bibirnya rapat-rapat. "C'mon darling lupakan tentang masalah hubungan keluarga kita, biarkan aku memperkenalkanmu dengan wanita-wanita cantik di sana, kau bisa bersenang-senang dengan wanita-wanita itu, meskipun well kau sudah menikah tetapi diluar rumah, mana ada yang tahu bukan?" Dia terkekeh mengerikan kerutan di wajahnya semakin mengerikan.


Saat itu orang-orang menatapnya heran, karena Melda berbicara seorang diri disana, Xaphier betul-betul mengabaikannya terang-terangan Xaphier dan Daren Segera pergi meninggalkannya setelah Xaphier berbicara.


Melda tersenyum kecut, dia terlihat geram, dia betul-betul di buat malu oleh Xaphier, mereka pergi meninggalkannya saat dia sedang berbicara.


"Kau betul-betul wanita pembohong Melda, apa Maksudmu tuan Xaphier belum menikah? Dia sudah memiliki istri, apakah kau akan bilang dia bisa saja meninggalkan istrinya dan menjalin hubungan dengan wanita yang akan kukenalkan?"


Melda menaikkan alisnya lalu mencoba menguasai dirinya yang masih terlihat malu. "Erm bisa saja kan dia tertarik, lagi pula pria-pria menyukai wanita yang cantik dan seksi bukan? dia dengan mudah bisa meninggalkan istrinya yang kurus itu." Ucapnya.


Tuan Huang memandang jijik kepada Melda. Sebelum dia pergi dia menggumamkan sesuatu yang membuat Melda sangat geram.


~


Kediaman Burchard,


Sore itu lovelia dikejutkan dengan munculnya ajudan kakeknya dia tentu saja mengenal pria yang sedang berdiri di depan pintu rumahnya, dia sedikit menunduk ketika bertemu dengan lovelia.


"Nona silahkan ikut saya ke Oklahoma, kakek anda ingin bertemu dengan anda hari ini juga, saya akan menunggu anda Sekarang selama anda bersiap-siap." Ucap Sebastian ramah Dengan senyum sopannya.


Lovelia mengangguk dan mempersilahkan Sebastian duduk di ruang tamunya sementara lovelia tengah bersiap-siap. Lovelia sedang mengemasi pakaiannya dan hendak keluar dari kamarnya, tiba-tiba tangan besar menariknya dan menutup mulutnya kemudian membawanya di salah satu kamar tersembunyi.


" Paman Alvin, maksudku Alvin? Apa yang kau lakukan di sini?" Bisik lovelia kepada Alvin yang menaruh jari telunjuknya ke bibirnya agar lovelia tidak berisik.


"Ikut denganku sekarang Lovelia." Ucap Alvin.


"Tetapi kakek Robert ingin bertemu denganku, dia menyuruh Sebastian menjemputku, sekarang dia ada di ruang tamu sedang menungguku." Ucap lovelia terheran melihat sikap Alvin.

__ADS_1


"Jangan ikut dengannya, kau percaya denganku bukan? Jadi ikut denganku dan aku akan menjelaskan semuanya kepadamu, kau mau kan mendengarkan aku?" Ucap Alvin dengan wajah begitu dekat dengan lovelia membuatnya menahan napas karena dia bisa merasakan aroma napas dari Alvin.


Lovelia mengangguk patuh, dia tersenyum menatap pria yang dicintainya berada begitu dekat dengannya. "Pegang tanganku, kita akan pergi dari sini tanpa diketahui oleh Sebastian." Bisik Alvin. Mereka berdua mengendap-endap dan berlari menuju pintu belakang di dapur tempat biasa lexia beberapa kali melarikan diri, setelah memanjat tembok yang tidak tinggi itu Alvin membantu lovelia untuk melompat karena pengawal ayahnya ada di mana-mana dia tidak mungkin hanya mengutus Sebastian untuk menjemput lovelia.


Setelah mereka melompat, mereka berdua berlari dan masuk ke mobil sport yang di tunjuk oleh Alvin. Tidak lama mobil sport berwarna hitam itu melaju dengan kecepatan tinggi menembus jalanan yang cukup lengang di Manhattan.


Lovelia menatap heran Alvin, dia sedang menyetir gila-gilaan, seakan mereka sedang dikejar oleh seseorang. Dan mengapa mereka harus lari dari tuan Robert?


Mereka sudah berkendara lebih dari 1 setengah jam dan mobil sport Alvin sudah berada di salah satu kota kecil di pinggiran Manhattan letaknya cukup jauh dari pusat kota, Alvin segera memarkirkan mobilnya di salah satu rumah makan yang sederhana dan memarkirkan mobilnya lebih tersembunyi agar tidak ada seorangpun yang dapat melihatnya.


Alvin keluar dari mobil begitupun lovelia. Tanpa ragu Alvin memegang tangannya dan segera masuk ke dalam restaurant kecil itu. Mereka memesan tempat agak jauh dari keramaian, cukup privat untuk mereka berdua.


"Alvin ada apa? Mengapa kita harus lari dari kakek?" Tanyanya.


"Untuk sekarang sebaiknya kita tidak bertemu dengan ayahku lovelia, aku akan menjelaskan ketika kita sudah tiba di tempat yang aman." Ucapnya. Lovelia yang penurut mengangguk dengan ucapan Alvin kepadanya, selama pria ini bersamanya dia tidak memperdulikan apapun, dia sangat senang bepergian dengan Alvin.


~


Daren sudah pulang dari kantor sore itu tetapi Xaphier sepertinya akan pulang malam karena masih banyak kesibukan yang harus di kerjakannya.


Daren membuka pintu kamar dan mendapati Ax seorang diri ditengah-tengah tempat tidur berukuran king size, dia sedang bermain-main dengan mainannya. Daren tersenyum melihat putranya, dia melepas jasnya dan melonggarkan dasinya kemudian menghampiri Ax yang bermain seorang diri.


"Dimana mommy Axton? Kenapa kau sendirian di sini pria kecil?" Ucap Daren sambil memberikan Kecupan di pipi tembemnya, dia menggapai-gapai kemeja Daren dan mencoba memasukkannya ke dalam mulutnya.


"Kenapa pria tampan ini memakan dasi ayah?? Kau belum makan yaa??" Daren mengangkat Ax tinggi-tinggi dan mendaratkannya di atas dadanya hingga tubuh kecilnya memeluk tubuh ayahnya. Lexia baru saja keluar dari kamar mandi sambil melilitkan handuk kecil di tubuhnya. Rambutnya di bungkus handuk kerena basah.


"Kau pulang sayang? Aku tidak mendengarmu." Ucapnya. Dia menghampiri Daren dan memberikan kecupan di bibirnya.


"Ya, aku pulang karena merindukan pria kecil ini." Ucap Daren memeluk punggung Ax yang masih berbaring di atas tubuhnya. Lexia tersenyum sambil membaringkan tubuhnya di samping daren dan memberikan pelukan hangat.


"Kau tidak mengenakan pakaianmu?"


"Erm sebentar, aku ingin seperti ini sebentar saja." Ucap lexia.


Daren tersenyum miring tangannya mulai menjelajah di tubuh lexia. "Cepatlah berpakaian sayang Sebelum tanganku masuk lebih dalam dan aku tidak akan membiarkanmu mengenakan pakaianmu lagi." Bisik daren membuat lexia berjengit merasakan tangannya sudah ada di bawah sana. Lexia kemudian bangun dan memukul wajah Daren dengan bantal. "Kau tidak pernah membiarkan aku tidur nyaman untuk sebentar saja Daren, tanganmu sangat mesum." Ucap lexia, ia segera menjauh dari Daren yang masih mendamba menyentuh tubuh istrinya.

__ADS_1


__ADS_2