
Hari itu merupakan hari special untuk lexia dan Daren pasalnya hari itu adalah ulang tahun pertama putra mereka. Meskipun pesta kecilnya diadakan di mansion dan mengundang keluarga dan kenalan dekat saja, tetapi tentu saja ulang tahun Ax tetap mewah dan meriah.
Lexia mengenakan gaun dengan model pakaian wanita bajak laut, begitupun dengan Daren meskipun pada awalnya dia sama sekali tidak setuju dengan ide lexia, tetapi akhirnya dia mengalah juga karena ternyata Ax putranya menyukai pakaiannya. Dia bersorak-sorai ketika dia mengenakan kemeja putih dan celana berkantong banyak dengan topi bajak laut dan Jangan lupakan pedang kecil yang tersampir di pinggangnya.
Taman di mansion itu telah di sulap menjadi perayaan ulang tahun bertema bajak laut, jadi para tamu yang datang harus mengenakan tema yang sama seperti tuan rumah, meskipun Xaphier menolak sama sekali mengenakan pakaian yang diberikan lexia untuk Xaphier dan Nara.
Tetapi akhirnya Xaphier mengalah karena permintaan istrinya tercinta, dia pun sebenarnya ingin melihat sosok suaminya yang mengenakan pakaian bajak laut yang liar di lautan, Nara menautkan jari-jarinya seakan menatap idolanya ketika suaminya selesai memakai pakaiannya. Sementara Xaphier menyukai dress seksi milik Nara yang memperlihatkan bahunya yang pucat hingga hampir mencapai dada, membuat mereka berlama-lama di dalam kamarnya.
Lexia begitu sibuk, sore itu tamu-tamu undangan akhirnya datang juga, di gerbang mansion mobil-mobil berdatangan, dan terparkir rapi di pelataran mansion. Alvin dan lovelia mengenakan pakaian bajak laut dengan warna biru langit Senada dengan kain yang mengikat bagian kepala Alvin serta lovelia mengenakan gaun berwarna biru cerah dengan bahu terbuka, dilengkapi dengan bunga-bunga berwarna biru di selipkan di telinganya.
"Haaai lexia, dimana pria tampanmu? Aku harus mengucapkan selamat ulang tahun untuknya." Ucap lovelia ceria, mereka saling menyapa dan berpelukan. Lexia membawa Lovelia dan Alvin ke taman yang telah di hias sedemikian rupa.
Alvin lalu tertawa terbahak-bahak melihat penampilan Daren layaknya seperti Jack sparow di film pirrates of the Caribbean, wajahnya berkilat tajam menatap penampilan Alvin dan tersenyum miring melihat penampilan nyentriknya dengan kepala terbungkus kain berwarna biru.
Para Nyonya-nyonya muda itu tidak terlihat aneh sama sekali, gaun yang mereka kenakan malahan membuat mereka nampak cantik dan seksi, membuat Daren berdecak dan mengambil kain panjang untuk membungkus tubuh istrinya yang nampak begitu terbuka apalagi bagian belahan dadanya yang begitu rendah.
"Lexia, apa kau tidak memiliki gaun yang lainnya? Seperti Nara, coba lihat, pakaiannya tidak begitu terbuka, tidak sepertimu sayang begitu terbuka apalagi di bagian dadanya sepertinya kau harus mengenakan jaketku, aku tidak mau mereka menatap milikku dengan pandangan lapar." Bisik daren tidak setuju dengan dress yang dikenakan istrinya karena terlalu mengekspos bentuk tubuhnya.
"Tenanglah daren, tidak ada yang akan memperhatikan, lagi pula jika aku mengganti gaunku, pakaian kita bertiga tidak akan senada lagi." Ucap lexia sambil menarik kedua pipi Daren dan menciumnya keras kemudian dia berlari menjauhi Daren yang ingin menarik tangannya agar dia melepaskan pakaian menggoda itu.
Hari itu Tuan Caesaar kembali dari Perancis untuk merayakan ulang tahun cucunya, lagi pula dia sangat merindukan cucu tampannya itu, dia berlama-lama menggendong cucunya di taman, sambil tertawa-tawa melihat kegembiraan di wajah tampan kecilnya.
Tamu yang datang kemudian adalah Carol dan suaminya, dia sangat senang dengan undangan lexia, dia sangat antusias dengan dress yang dikenakannya, dia sangat menyukai mengenakan kostum seperti ini, Carol memakai gaun merah seksi yang menjuntai senada dengan pakaian suaminya hingga mereka berdua terlihat begitu nyentrik.
Sementara para penjaga bersiaga di tempat masing-masing memperhatikan siapa saja yang nampak terlihat mencurigakan di sekitar mansion tuan Caesaar.
~
"Sepertinya mereka sedang merayakan pesta." Ucap pria bermata biru yang memiliki kebiasaan mengintai mansion keluarga Caesaar akhir-akhir ini.
"Ya tuan, Cucu tuan Caesaar yang pertama sedang berulang tahun." Jawab pria berkacamata yang selalu mengikuti tuannya kemanapun dia pergi.
"Benarkah? Kalau begitu seharusnya kita memberikan hadiah untuk putra lexia." Ucapnya.
__ADS_1
Tiba-tiba dia mengernyitkan alisnya melihat penampilan seorang tamu yang baru saja turun dari mobilnya, dia mengenakan pakaian bajak laut yang terlihat nyentrik dengan gaun mengembang di pakaiannya.
"Dan kenapa tamu-tamu yang datang mengenakan pakaian aneh seperti itu?" Tanyanya lagi sambil mengetuk-ngetukkan tangannya di jendela kaca mobil sambil memperhatikan mereka yang baru saja keluar dari mobil.
"Sepertinya itu tema untuk ulang tahun putranya tuan, mereka mengambil tema pesta bajak laut." Jawabnya.
"Oh ya, sangat menarik." Ucap Adrick, tiba-tiba matanya mengarah lurus kepada wanita yang berjalan ke pelataran parkir sambil tersenyum cantik, dia kemudian memperbaiki duduknya dan menatap kembali dengan seksama wanita cantik yang terlihat tertawa menyambut kedatangan tamu-tamunya.
"Lexia." Ucapnya.
Matanya menatap lurus wajah cantik dengan senyum mempesona lexia yang sedang menyambut tamunya yang baru saja keluar dari mobilnya.
"Gaunnya aku suka, itu sangat tipeku, sangat seksi." Ucap Adrick tidak melepaskan pandangan matanya untuk melihat keindahan di depan Matanya.
Tatapannya tidak lepas dari lexia dengan senyumnya yang menawan, gaunnya mengembang layaknya wanita yang hidup di lautan pada abad pertengahan, begitu cantik mempesona dan menggoda.
"Tuan, kita harus pergi dari sini, sepertinya salah satu pengawal mencurigai mobil kita."
"Benarkah, sial ! Mereka sangat mengganggu, segera pergi." Perintahnya. Mobil hitam itu akhirnya meninggalkan lokasi di dekat mansion tuan Caesar.
~
Pesta itu sangat meriah, lexia sedang menggendong Ax di depan kue ulang tahun yang disajikan dengan cukup besar dan disampingnya beberapa kado-kado menumpuk. Mereka memeluk dan mencium Ax yang menggemaskan sambil mengucapkan selamat ulang tahun. Musik mengalun lembut, setelah para tamu semua berdatangan.
Lexia dan Daren meniup lilin, dengan Ax di gendongan ayahnya, Ax seakan-akan tahu bahwa hari ini adalah hari istimewa untuknya, dia tertawa-tawa dan tidak rewel, setelah itu mereka berdansa dengan Ax yang berada di gendongan ayahnya, suasana semakin menarik manakala Carol mengumumkan jika sebentar lagi diapun akan memiliki bayi sama halnya dengan Nara dan lovelia. Lexia membelalakkan matanya ketika mendengar ketiga wanita itu hamil di waktu yang sama.
"Waahh, benarkah? Kebetulan sekali, akhirnya putraku akan memiliki teman bermain yang banyak Sebentar lagi." Ucapnya senang.
"Kau harus bersabar yaaa Axton, tidak lama lagi kau akan memiliki teman-teman bermain." Ucap lexia sambil memutar-mutar tubuh putranya di gendongannya.
~
"Sir, kami mendapatkan hasil rekaman cctv yang di tempatkan disudut jalan, sepertinya Adrick Rudolf mengintai Mansion ini beberapa kali sir, dan anehnya dia sendiri yang datang kemari, bukan orang suruhannya." Ucap Thomas yang memberikan laporan kepada Xaphier setelah pesta usai dan para tamu undangan sudah pulang dari pesta.
__ADS_1
Xaphier memukul meja kerjanya, dia menatap video Adrick sedang mengintai sambil memandang ke arah masnion.
"Pria itu sama sekali tidak mengindahkan perkataanku, sepertinya aku terlalu menganggap remeh keseriusannya kepada lexia, dia tidak main-main dengan perkataannya, pria itu terlihat normal dari luar bahkan kemampuannya mengelola perusahaannya sendiri dan perusahaan keluarganya bukanlah sesuatu yang mudah, bahkan bisa dibilang dia sangatlah jenius dan hebat tetapi satu-satunya kekurangan yang mengerikan darinya adalah obsesinya yang begitu posesif, ketika dia sudah menentukan sesuatu menjadi miliknya maka dia tidak akan pernah melepaskannya hingga dia menggenggamnya erat di tangannya."
"Aku harus memperingati Daren untuk hal ini, lexia harus berhati-hati, pria gila itu bisa saja melakukan sesuatu yang berbahaya kepada lexia." Ucap Xaphier dengan pandangan tajam.
~
"Haah, aku lelah sekali tetapi aku sangat senang hari ini, sepertinya pria tampan itu kelelahan karena bermain dengan kakeknya." ucap lexia sambil menggelung rambutnya ke atas lalu mulai melepaskan gaunnya. Daren yang duduk di sampingnya sambil menyandarkan punggungnya di kursi karena kelelahan melirik kepada lexia yang mencoba menarik resleting dari belakang gaunnya.
Daren tersenyum miring, dia kemudian menahan tangan lexia agar pakaian itu tidak dilepaskannya.
"Aku suka dengan gaun ini sayang, sangat sesuai untukmu." bisiknya sambil mengecup punggung lexia dan berlama-lama di sana.
"Bukankah kau bilang tidak menyukai jika aku mengenakan gaun terbuka seperti ini?" ucap lexia menggeleng kemudian memukul tangan Daren yang mulai bermain.
"Hem, aku menyukainya jika kau mengenakannya hanya di depanku, bukan di depan orang-orang." ucap Daren sambil menarik tubuh lexia hingga dia berbaring di pangkuan Daren.
"Lain kali aku akan mencari gaun seperti ini dan memakainya hanya di depanmu." goda lexia sambil menggoyangkan bahunya menggeliat di hadapan daren. Daren tidak menunggu lama, dia kemudian menyerang lexia, tetapi ketukan perlahan terdengar di pintu kamarnya membuat mereka yang sedang sibuk bercumbu terganggu, Daren mengangkat kepalanya lalu berdiri dan kemudian membuka pintu kamarnya.
"Ada apa Thomas?" ucap Daren.
"Sir, tuan Xaphier ingin bertemu dengan anda." ucap Thomas kaku.
"Ok, aku akan segera ke ruangannya."
Thomas kemudian mengangguk dan segera pergi. "Aku harus berbicara dengan Xaphier, mandilah dulu lexia sebentar lagi aku akan menyusul." ucapnya sambil berkedip.
~
Adrick Rudolf sedang berada di salah satu hotel terkenal di Oklahoma, dia sedang menikmati pemandangan indah yang terbentang di hadapannya sambil menatap foto-foto berukuran cukup besar yang tersebar di atas mejanya, dia mengenakan kemeja hitamnya sambil menyesap minuman di tangannya.
Tangannya menyisir di atas meja foto-fofo cantik lexia yang tersebar dimana-mana dengan berbagai ekspresi. Dia kemudian mengambil salah satunya, menatapnya lekat-lekat, senyuman mengerikan hinggap di wajah tampannya.
__ADS_1
"Lexia Kenzo, Sebentar lagi kita akan bertemu, aku ingin tahu, bagaimana keadaanmu jika kau kehilangan mereka yang kau cintai, atau bagaimana keadaan mereka ketika tahu mereka kehilangan dirimu.