The Dark Sapphire Eyes

The Dark Sapphire Eyes
Part Dazon :49


__ADS_3

Thomas tersenyum tenang, "Sama seperti anda detektif, aku juga mencari keberadaan Ben Riever." Ucap Thomas.


Detektif Nick menatap Thomas dengan pandangan curiga, dia memegang dagunya, terus menatap wajah Thomas yang masih menunjukkan sikap tenangnya.


"Mengapa kau mencari Ben Reaver? Hanya segelintir orang saja yang mengetahui nama asli dari Riel." Ucapnya.


Senyuman terbentuk di wajah Thomas tetapi sarat dengan ekspresi mencela di wajahnya. "Tidak sembarang orang yang menjadi pengawal di keluarga besar Tuan Caesaar, tentu kami memeriksa latar belakang mereka detektif, meskipun kita sama-sama tahu Riel memiliki latar belakang yang mengejutkan mengingat ayahya tidak jauh berbeda dengan dirinya." Ucap thomas dengan kebohongan yang nyata, karena dia juga baru mengetahui mengenai latar belakang Riel ketika beberapa kasus pembunuhan yang melibatkan dirinya.


"Jadi, anda tahu nama asli Riel adalah Ben Riever junior,"


"Tentu Detektif, sebagai kepala pimpinan pengawal, saya selalu memperhatikan bawahan saya, tetapi harus saya katakan bahwa saya kecolongan dengan sikap dan kerja sempurna Riel yang ternyata adalah seorang pembunuh berantai."


Detektif Nick seperti berpikir keras, apakah layak dia menanyakan hal ini? Tetapi tidak ada salahnya dia tanyakan, toh dia sudah tahu siapa Riel dan juga latar belakangnya.


"Jadi anda sudah tahu apa yang sebenarnya di cari-cari oleh Riel?" Tanya detektif Nick.


Thomas melengkungkan bibirnya, dia menunggu-nunggu pertanyaan ini. "Tentu detektif, saya tahu apa yang di carinya." Ucap Thomas.


"Kalau begitu apakah anda tahu keberadaan Nona Hanna Tan?" Tanyanya.


Thomas menjaga ekspresinya, dia tidak ingin memperlihatkan wajah terkejutnya kepada detektif yang berdiri di hadapannya, ini adalah jawabannya, sedikit lagi dia akan mendapat informasi penting yang selama ini di cari-carinya. Kini dia akan mengambil umpannya dan melemparkannya kembali.


"Tentu saya tahu, Hanna Tan pernah bekerja di keluarga Caesaar." Ucapnya.


"Bukan itu maksudku, saya tahu dia memang pernah bekerja di sana, maksud saya, apakah sekarang ini anda tahu di mana Nona Hanna?"


"Kami menjaga kerahasiaan pegawai kami detektif, tidak sembarang orang mengetahui identitas pekerja kami, meskipun Nona Hanna sudah lama tidak bekerja di keluarga caesaar, ngomong-ngomong kenapa anda mencarinya?"


Detektif Nick terlihat gelisah, apakah layak memberitahunya? Tetapi sudah hampir sebulan dia mencari Adik kandung riel tetapi sampai sekarang dia tidak tahu keberadaan Nona Ana.


"Karena Nona Hanna Tan adalah putri dari Ben Reaver yaitu Ana Reaver, adik kandung Riel." Ucap detektif Nick, dia kemudian memandang Thomas, ingin mengetahui respon dari kebenaran yang dia sampaikan.


"Adik kandung Ben Reaver? Maksud anda Nona Hanna Tan adik kandung Ben Riever atau Riel?" Ucapnya heran, tetapi dia tidak menunjukkan sikap antusias yang membuat detektif ini curiga, jika selama ini dia juga sangat antusias mencari Nona Ana Riever.


"Tapi, bagaimana bisa Nona Hanna Tan adalah Ana Riever, nama belakangnya saja sudah berbeda." Ucapnya.


Detektif Nick kini mulai menceritakannya, dia juga menginginkan jawaban dari thomas, jadi dia mencoba jujur dengan semua pertanyaan Thomas.


"Nona Hanna diadopsi oleh keluarga Tan dari Vancouver di panti asuhan philadelphia, mereka mengadopsinya sejak usianya 2 tahun, karena suami istri Tan kehilangan putri kandungnya, jadi dia mengadopsi Nona Ana riever dan mengganti namanya seperti nama Putri kandungnya dengan nama Hanna Tan."


"Tetapi sayang sekali, keluarga yang mulai bahagia itu mengalami kecelakaan mobil saat badai salju, sehingga Nona Ana kembali sendiri dan tinggal di sanak family keluarga Tan, meskipun bisa saya katakan, mereka tidak begitu menyukai keberadaan Ana yang bukan anak kandung dari Keluarga Tan, sehingga nona Hanna Tan hidup sendiri ketika usianya menginjak 16 tahun, lalu dia mulai bekerja di Mansion Tuan Caesaar dengan usia semuda itu." Ucapnya.


Jawaban yang di lontarkan detektif Nick sungguh membuat ekspresi Thomas kini tidak terjaga lagi, dia terkejut bukan main, dia mundur sedikit mencari tiang penyangga dan memegangnya.


"Anda tidak apa-apa?" Tanya detektif Nick.


"Apa? Oh ya, saya tidak apa-apa." Thomas ingin sekali menertawai kebodohannya, selama bertahun-tahun ini, dia mencari keberadaan Nona Ana Riever sampai membutuhkan waktu yang sangat lama, ternyata sosok yang dia cari ada di depan matanya, dia selama ini ada di mansion tuan Caesaar bekerja bersama kakaknya tanpa tahu identitas masing-masing. Dan yang paling membuatnya heran, Wanita yang selama ini bersama Tuannya adalah wanita yang akan di nikahkan untuk tuan Dazon.


"Sepertinya anda tidak baik-baik saja Tuan Thomas." Ucap detektif Nick.


Thomas kini menguasai dirinya. "Saya baik-baik saja, terima kasih detektif."


"Sekarang, katakan kepadaku di mana Nona Hanna? Anda tadi katakan, anda tahu keberadaannya."


Thomas menatapnya, lalu memutuskan bertanya kembali. "Jika anda tahu di mana dia, apa yang ingin anda lakukan?" Tanyanya.


"Tentu saja kami akan melindunginya, dia tidak boleh bertemu dengan kakaknya, bagaimana jika dia nanti menyakitinya?" Ucapnya.


Thomas kali ini tidak setuju dengan pendapat detektif Nick. "Anda pikir dia akan menyakiti adiknya sendiri? Hingga beresiko lari dari penjara?" Thomas menggelengkan Kepalanya.


"Dia adik kandung satu-satunya, saya yakin riel sangat menyayangi adiknya, dia hanya ingin melihat adiknya untuk terakhir kali sebelum dia kembali ke penjara, sepertinya kali ini pendapat kita bersebarangan detektif Nick, meskipun berbahaya, Riel setidaknya harus melihat adiknya." Ucapnya.


"Katakan di mana Nona Hanna." Tanyanya.


"Karena anda sudah mencoba jujur kepada saya, jadi hanya sedikit informasi yang bisa saya berikan tuan detektif, Nona Hanna berada di Atlanta, dan dia baik-baik saja, hanya itu yang bisa anda ketahui." Thomas menatapnya sebentar kemudian dia beranjak dari tempat itu meninggalkan detektif Nick dengan segala pikirannya.


Seseorang mendengar semua pembicaraan mereka, Riel mencengkram tembok kusam itu, dia senang setidaknya adiknya berada di kota yang sama dengannya, tetapi dia marah karena detektif itu ingin menghalanginya bertemu dengan adiknya.


~


Sudah tiga hari ini hanna berada di apartemen yang diberikan dazon untuknya, dan sekarang dia belum memiliki kegiatan yang berarti, dia sedang memikirkan apa yang akan di lakukannya kini.


Hanna selesai mandi dan sedang makan di meja sarapan, dia menolak makan dengan buatan koki yang di sediakan untuknya, dia tidak mau terbiasa dengam semua fasilitas dan kemewahan yang di berikan dazon, kali ini dia harus mandiri, mengerjakan semuanya tanpa memerlukan bantuan tangan orang lain, dia tidak ingin menjadikan kemewahan itu kebiasaan yang akan membuat dirinya nanti terbuai dengan segala kemewahan yang bukan miliknya.


Hanna sedang memeriksa emailnya, dia memeriksa apakah ada perusahaan yang meliriknya dan memberikan undangan untuk wawancara, tetapi sayang, tidak ada sama sekali.


Hanna juga tidak mau kembali menjadi penjual kopi truck itu lagi, hal itu akan mengingatkannya dengan yessy sahabatnya, dan itu menyakitkan untuknya. Dia harus mencari pekerjaan yang menyita waktunya, sehingga dia juga tidak terlalu memikirkan pria itu, mungkin sekarang dia sedang berpesta dengan tunangannya. pikir Hanna.


Suar bel pintu membuat Hanna beranjak dari tempat duduknya, dia melihat dari video intercom dari dalam rumahnya dan melihat pengawal bernama Loue sedang berdiri di sana. Hanna segera membuka pintunya.


"Pagi Nona, ini ada paket untuk anda." Ucapnya.


"Paket?" Tanyanya.

__ADS_1


"Apa anda pernah berbelanja dan meminta mengirimnya secara online?" Tanyanya.


Hanna menggeleng, "sejak kepulanganku dari Milan, aku belum pernah berbelanja sama sekali atau memesan barang secara online, aku biasanya mendatangi langsung tokonya dan berbelanja barang yang kubutuhkan."


Wajah loue seketika menjadi curiga. "Permisi Nona, sebaiknya saya memeriksa paket ini dulu sebelum saya memberikannya kepada anda." Ucapnya.


Hanna mengangguk menyetujui, siapa orang yang mengiriminya paket? Tidak mungkin itu dari salah satu kenalannya, apalagi teman dekatnya, karena mereka semua tidak tinggal di Atlanta, mereka ada di manhattan dan mereka juga tidak mengetahui alamat baru Hanna sekarang, tidak ada seorangpun yang mengetahui kecuali pengawal-pengawal itu.


Loue segera mengamankan paket itu dan membawanya di kantor keamanan tempat para pengawal berjaga. Dia menempatkan paket segi empat berbungkus berwarna coklat itu di atas meja.


"Apa itu loue?" Tanya seseorang di belakangnya yang sudah siap-siap berjaga.


Loue mengangkat tangannya, menyuruhnya untuk diam dulu. Perlahan dia membuka kertas itu, kemudian dia membukanya, dan sesuatu membuatnya terheran, isi paket itu berisi lingerie berwarna merah menyala, sangat transparan dan bisa dikatakan tidak ada yang bisa di tutupi ketika seseorang memakainya.


"paket itu dari siapa?" Tanya seorang pengawal yang berada di sampingnya.


"Entah, tidak ada nama, dia kemudian membolak balik kotak itu dan menemukan sebuah memo kecil di sana.


J4lang sepertimu sangat cocok mengenakan lingerie ini.


"Ck ck, mungkin salah seorang penggemar tuan dazon yang marah kepada Nona Hanna, lalu mengirimkan barang seperti ini, untung saja kau mengambilnya dulu sebelum Nona Hanna membacanya." Ucap pengawal di sampingnya.


"Ini berbahaya." Ucap loue.


"Kenapa?"


"Orang itu mengetahui dengan mudah lokasi Nona Hanna, apalagi dengan kelompok Crounus? dia akan dengan mudah melacak


keberadaannya. Sistem mereka lebih canggih, jika dia ingin melacak keberadaan Nona Hanna. Amankan paket itu, dan kalian berjaga di setiap pintu masuk apartemen, laporkan jika ada sesuatu yang mencurigakan.


"Baik."


Loue segera menyelidiki dari mana datangnya paket ini, dan dengan mudah dia bisa mengetahui alamat si pengirim melalui sistem dan teknologi canggih milik Caesaar


"Hotel Atlanta? Paket itu dari hotel Atlanta, siapa yang berani mengirimnya? Baik, kita akan lihat bagaimana wajahmu." Gumam Loue.


"Hem, wanita ini lagi, Audy Ricardo, dia adalah manager hotel di Atlanta, dia lulusan IT of Georgia sehingga dengan mudah dia menemukan keberadaan Nona Hanna, ck wanita ini rupanya ingin bermain-main dengan sistem keamanan Caesaar? kalau begitu akan aku tunjukkan bagaimana meretas sistemmu Nona Audy, dan mengajarimu untuk tidak berani bermain-main dengan sistem Caesaar." Bisik Loue.


~


Thomas berjalan dan menuju ke mobilnya, dia tertawa tertahan dan menertawai kebodohannya, Tuan Caesaar akan heran dengan semua laporannya kali ini, gadis yang bertahun-tahun ini di carinya ternyata wanita yang telah ditolaknya untuk menjadi calon istri tuan Dazon, dan dia tidak jauh dari keluarga Caesaar, bahkan dia menjadi wanitanya tuan Dazon dan lucunya kakeknya sendiri yang menentang hubungan mereka berdua.


Sebelum dia memberikan laporannya kepada tuan Caesaar, dia harus membawa bukti akurat mengenai kata-kata detektif itu.


"Halo loue, kau dimana?" Tanyanya.


"Saya di apartemen Sky Green sir." Jawabnya.


"Apa kau masih berjaga di sana? Bagaimana dengan Nona Hanna?" Tanyanya lagi.


"Ya sir, dia baik, dia sekarang berada di apartemennya." Ucapnya.


"Bagus, ketatkan penjagaan, jangan sampai kau kehilangan pengawasanmu kepada Nona Hanna, tambahkan penjagaan di sekitar apartemen, dan jangan biarkan seorangpun bertemu dengan Nona Hanna siapapun dia, kau mengerti."


"Baik sir."


"Aku menunggu laporan berkalamu, apa ada masalah loue?"


"Erm, sebenarnya baru-baru ini seseorang meretas keamanan kita sir, tetapi saya sudah menyelidikinya, dia seorang wanita yang bekerja sebagai manager hotel di Atlanta bernama Audy Ricardo, dia mengirimkan paket dan ucapan benci kepada Nona Hanna." Jawabnya.


Bibir thomas setipis pisau. "Bereskan wanita itu, dan ketatkan lagi sistem kita, jika seorang manager hotel saja bisa meretas sistem keamanan kita, bagaimana dengan kelompok Crounus, mereka dengan mudah akan mengakses semuanya, gunakan sistem nomor 1 milik Caesaar corporation."


"Ap..apa? Em baik tuan, akan segera saya laksanakan."


Meskipun ucapan Thomas sedikit aneh, karena menggunakan sistem keamanan nomor 1 sama saja seperti melindungi mansion milik tuan Caesaar di milan, ada apa sebenarnya?


~


Dazon berada di apartemennya, sudah beberapa hari ini dia kurang tidur karena mengurusi masalah pekerjaannya. Dia bangun dari tidurnya dan memeriksa ponselnya, lalu melihat pesan masuk dari ayah dan ibunya serta Ax yang khawatir kepadanya.


Matanya mencari-cari kalau saja Hanna mengirimkan pesan untuknya, tetapi dia sama sekali tidak mengirimkan pesan, dia kemudian melempar ponselnya di atas sofa dan segera menuju ke pantry mengambil sebotol air mineral dan meneguknya.


Apa yang dilakukan Hanna sekarang? Apa dia sedang mencari pekerjaan dan....bertemu seorang pria baru. Pemikiran itu membuat Dazon marah, dia lalu menghubungi loue dan menanyakan kabar Hanna, tetapi ketika Loue sudah mengangkatnya, Dazon mematikan kembali ponselnya.


"Ck, sial seharusnya aku melupakannya, dia tidak bisa bersama denganku, hanya akan menyakitinya saja." Ucap dazon . Akan aku pastikan wanita yang dijodohkan denganku tidak akan mendapatkan apa yang diinginkannya, dia harus berpikir ulang jika dia menyetujui pernikahan ini.


~


Riel segera saja mengikuti kemana thomas pergi, karena dia pasti tahu tentang keberadaan Hanna, ruang geraknya terbatas, setiap saat dia bisa di tangkap oleh polisi yang berpatroli, tidak mudah mengikuti thomas yang telah memiliki pengalaman yang hebat sebagai kepala pengawal. Tetapi apapun resikonya dia harus mencobanya.


Thomas segera menuju ke mansion untuk mengirimkan telegram kepada tuan Caesaar tentang bukti keberadaan putri dari Ben Reaver serta bukti-bukti hasil penyelidikannya mengenai kebenaran itu semua, sehingga tidak ada keraguan yang akan di tanyakan oleh tuan Caesaar nantinya.


Riel mengumpat, thomas ternyata tidak pergi ke tempat Hanna Tan, melainkan hanya pergi ke mansion, Riel sembunyi di balik pepohonan kemudian dia kembali menyembunyikan dirinya ketika sekali lagi melihat mobil silver yang ternyata membuntuti thomas juga.

__ADS_1


"Detektif sialan, apa dia tidak lelah." Umpat riel, kemudian berlari masuk lebih jauh ke dalam rimbunnya pepohonan.


~


Hanna keluar dari apartemennya karena penasaran dengan paket yang ditujukan kepadanya, setelah loue mengambilnya, dia tidak menerima paket itu lagi. Akhirnya dia memutuskan untuk mencari loue dan menanyakannya.


Dia berjalan dan menemukan di mana-mana ada pengawal yang berdiri disetiap pintu, membuat Hanna menjadi bingung, penjagaan begitu ketat, setiap dia berjalan beberapa pasang mata mengikuti gerak geriknya.


"Apa yang terjadi, mengapa dia menempatkan banyak penjaga sih, apa dia memang selalu berlebihan seperti ini, apa sesuatu telah terjadi." Gumam Hanna.


Dia masih mencari-cari loue tetapi tidak di temukannya juga, hanna akhirnya memutuskan menuju ke taman di apartemen itu, luas tamannya bukan main-main, begitupun dengan keindahannya. Di sekitarnya berbaris pepohonan serta taman-taman yang asri dan indah, hanna berjalan lebih jauh lagi masuk ke taman.


Dia melihat bangku kosong dan ingin duduk di sana, seseorang tiba-tiba menghampirinya, seorang wanita yang sama sekali tidak dikenali oleh hanna, dia modis, cantik dengan tubuh layaknya seorang model, kulit putih mulus dengan rambut berwarna pirang strawberry, dia melenggang mendekati hanna, sambil melipat kedua tangannya, dia menggunakan sunglases sehingga Hanna sama sekali tidak mengenali perempuan cantik itu.


Dengan sikap pongah dia berdiri di hadapan Hanna, sambil tersenyum ironis dan kecewa.


"Aku menerima sikap mengerikan dari pria itu hanya karena aku mengatakan sesuatu yang memang benar adanya, dia bahkan melihatku seperti seonggok sampah tidak berarti, kau tahu bagaimana kemarahanku? Aku ingin membalasnya meskipun itu hal terakhir yang ingin kulakukan."


Hanna mengernyitkan alisnya, Apa yang di katakan wanita ini? Siapa dia? Apa dia tidak salah mengenali orang?


"Anda mencari seseorang Nona?" Tanya Hanna merasa bahwa wanita ini mungkin sedang mencari seseorang di tempat yang luas ini.


Dia lalu tertawa, "Aku mencarimu, bukankah kau Hanna?"


Hanna menganggukkan kepalanya. "Ya, saya hanna, ada apa?" Tanyanya.


"Berapa banyak yang kau terima dari Tuan Dazon? Sebagai wanitanya? Aku dengar sebentar lagi dia akan di tunangkan, setidaknya kau menerima pesangon setelah di depak darinya."


Hanna menatap wanita ini dengan ucapan tidak sopannya, ingin sekali dia memutar lidahnya agar dia bisa menjaga setiap ucapannya.


Hanna tahu bagaimana bersikap jika menghadapi wanita seperti ini, sepertinya dia salah satu penggemar berat dazon.


"Kenapa kau mau tahu? Memangnya kau siapa ingin mengetahui urusan orang lain." Ucap Hanna melipat kedua tangannya, dia sekarang memahami situasinya.


"Urusanku? Karena saya tidak bisa menerima jika di banding-bandingkan dengan dirimu yang hanya penjual kopi di pinggir jalan, trik apa yang kau gunakan sampai-sampai pengemis sepertimu menerima perhatiannya." Ucap wanita itu berapi-api.


Hanna tersenyum miring, kebetulan dia ingin melepas stresnya yang sudah berhari-hari dirasakannya, juga karena sudah beberapa hari ini dia terus berada di dalam apartemennya saja, jadi layak jika meladeni wanita j4lang ini.


Hanna maju selangkah kemudian dia mendekat ke perempuan yang berdiri angkuh di hadapannya.


"Kau ingin tahu bagaimana aku mendapatkan perhatian tuan Dazon?" Hanna lalu berdiri dan membisikkan sesuatu ditelinga wanita itu.


"Aku tidak harus menjadi j4lang sepertimu untuk mendapatkan perhatiannya, jadi berhentilah selalu menganggap dirimu sebagai pusat tata surya, menganggap semua pria harus selalu melihatmu." Ucap hanna tajam.


Urat terbentuk di sepanjang leher wanita itu karena begitu kesalnya. "Beraninya kau...kau bahkan tidak layak berbicara kepadaku, kau hanyalah wanita yang menjual kopi busuk di pinggir jalan, seharusnya aku ! aku yang harus mendapatkan perhatian Tuan dazon, bukan wanita sepertimu !" Teriaknya.


Dia memegang kedua bahu Hanna dan mendorongnya ke belakang, dia hendak ingin melayangkan jari-jarinya di pipi hanna tetapi tanpa hanna ketahui Thomas sudah ada di sana sambil menangkis serangan Wanita itu.


"Sistem keamaan di sini betul-betul buruk bagaimana bisa dia membiarkan serangga masuk ke apartemen ini?" gumam Thomas.


"Lepaskan tanganku, apa kau bilang? serangga? Kau pikir siapa dirimu, apa kau kekasih baru Perempuan j4lang ini?"


Thomas melepaskan tangannya, dia lalu berdiri di hadapan Hanna, "Apa tidak cukup peringatan ketika kau berada di Milan? beruntung paulo masih membiarkanmu pergi, tetapi melihat tingkahmu, sepertinya kau masih belum mengerti apa yang di maksud tuan kami." Ucap thomas, tanpa mengalihkan pandangannya pada perempuan ini


"Kau..kau mengancamku !" Ucapnya tergagap.


"Ya, aku mengancammu, pernah sekali kau telah lolos, tapi jika kau menghadapiku, aku benar-benar akan melakukan apa yang di perintahkan Tuan Dazon, membuatmu hidup di jalanan dan menghancurkan wanita sepertimu sangatlah mudah bagiku." Ucapnya.


wanita itu mundur beberapa langkah, dia menggeleng jijik kepada Thomas. Bunyi ponselnya berdering nyaring, dia kemudian mengangkat ponselnya.


"Kau di pecat Audy Ricardo, kami tidak menerima p*lacur sepertimu !"


"Tu..tunggu sir, apa yang anda maksudkan?!" ucapnya tertahan.


"Kau lihat saja video-videomu yang beredar bersama para pria-pria yang selama ini kau layani di hotel, kau harus mempertanggung jawabkan hasil perbuatanmu."


Ponselnya dimatikan, wanita itu kemudian memeriksa semua video dirinya yang kini beredar bersama para pengusaha-pengusaha yang selalu datang di Hotel itu. Tangannya gemetaran, matanya menatap Thomas, "Apa, apa yang kau lakukan ! kenapa kau melakukan ini padaku !" Ucapnya.


Thomas melengkungkan bibirnya, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah sedikitpun.


"Harusnya kau memikirkan kata-katamu itu sebelum kau dengan berani meretas sistem kami, kau sepertinya tidak paham dengan siapa kau berhadapan Nona Audy, Hal seperti itu belum apa-apa, silahkan pergi dari sini, sebelum hal lebih buruk terus menimpamu, aku menghitung setiap detik keberadaanmu di sini."


Wajah ketakutan kini tampak di matanya, tanpa mengucapkan apapun, dia kemudian pergi dengan cepat.


Hanna menatap kepergian wanita itu, kemudian beralih menatap Thomas yang kini berdiri di sampingnya.


"Anda tidak apa-apa, Nona?" Tanyanya.


Hanna mengangguk, "Ya, terima kasih." Ucapnya. "Erm, ngomong-ngomong kenapa anda ada di sini?" tanya Hanna.


"Saya ingin bertemu dengan pengawal Loue," Ucap Thomas, "Kalau boleh saya sarankan, sebaiknya Nona kembali ke apartemen anda, bukan hanya wanita itu yang mungkin saja muncul tiba-tiba di hadapan anda, sebaiknya anda hati-hati."


Hanna mengerjap, kemudian mengangguk, dia segera menuruti ucapan pengawal bertampang datar itu, tidak ada ekspresi yang dia tampilkan di wajahnya, selalu tenang, tetapi kata-katanya menusuk, sama seperti ketika dia berbicara kepada wanita itu.

__ADS_1


Seseorang menatapnya dari balik pepohonan yang rindang, menatap dari awal, dan menyaksikan bagaimana adiknya di perlakukan seperti itu oleh wanita bernama Audy, wajahnya seketika menyeringai, tatapannya berubah menjadi seorang predator, dari kejauhan dia mengikuti wanita itu, mengendap-endap terus mengikutinya, tanpa di sadari oleh wanita berambut pirang itu.


__ADS_2