The Dark Sapphire Eyes

The Dark Sapphire Eyes
Keinginan Daren 2


__ADS_3

Dia masih menunggu di parkiran dia berada di dalam mobilnya, padahal jam sudah menunjukkan pukul 23.45, William masih berada di sana.


"Apakah dia tidak berhasil keluar? Dia hendak membuka pintu mobilnya tetapi sesuatu menghentikannya, dia melihat Daren keluar dan di belakangnya berjalan lexia dengan mengenakan jaket berwarna coklat dengan rambut di gerai, dia berjalan mengikuti Daren tapi matanya mengarah ke tempat parkiran mobil.


"Ck, apakah dia telah kedapatan Daren?" William mengawasi mereka.


"Mereka akan kemana malam-malam begini?" Ucapnya.


setelah melihat mobil Daren melaju, William mengikutinya dari belakang tetapi dia menjaga jarak agar tidak di curigai oleh Daren.


~


"Kita akan kemana?" Tanya lexia menatap daren yang sedang mengemudi.


"Kita akan berkeliling kota Manhattan." Ucapnya.


"Apa? Untuk apa?" Lexia membelalakkan matanya ke arah daren.


"Kau bosan bukan? Berkeliling seperti ini bisa menghilangkan kebosananmu itu lexia."


"Setiap orang punya cara sendiri untuk menghilangkan kejenuhan, dan aku tidak suka mengelilingi kota larut malam." Ucap lexia sambil membuka kaca mobil agar angin malam menerpanya.


~


Daren menghentikan mobilnya di parkiran di dekat taman high line park.


Mereka berdua keluar dari mobil, lexia mengikuti daren berjalan lurus hingga sampai di taman high line park, tempat itu begitu sepi, hanya air yang mengalir dari bawah jembatan yang terdengar.


Mereka berjalan sepanjang jalan dan daren berhenti di salah satu pembatas yang terbuat dari kayu yang panjang berwarna coklat.


Dia memandang lexia dan tersenyum kepadanya. "Bagaimana? Tempat ini indah bukan, apalagi di malam hari seperti ini." Ucapnya sambil memandang indahnya kabut dari kejauhan.


"Ya, indah." Ucap lexia dia memandang daren, kemudian memandang pemandangan di hadapannya, dia tidak begitu tertarik karena pemandangan seperti ini selalu lexia lihat ketika dia masih memulung sampah, dia berjalan-jalan di malam hari bahkan hingga sampai terbit matahari mencari sampah-sampah bekas atau membawa sampah yang bernilai di rumah pria bernama George dan menukarnya dengan dollar.


Daren mengerlingnya, kini dia menatap lexia dengan terang-terangan. "Lexia, seperti yang aku katakan padamu aku..

__ADS_1


"Lupakan saja." Ucap lexia.


"Meskipun kau menyukaiku, aku belum tentu membalas perasaanmu, aku juga belum yakin tentang perasaanku padamu, lagi pula usiamu terpaut begitu jauh dariku."


Daren lalu tertawa terbahak-bahak.


"Apa yang lucu, hei aku kan cuma mengatakan misalnya." Ucap lexia malu dengan kata-katanya sendiri.


'Sebenarnya apa sih yang kukatakan tadi?'


"Bagus kalau kau mengerti tentang perasaan lexia, dan satu lagi yang harus kau tahu, jika aku menginginkan seorang wanita maka aku akan mendapatkannya dengan mudah, tanpa memikirkan perasaan."


Lexia mendengus, "Kalau begitu cari saja wanita yang kau inginkan, lagi pula aku tidak mau di Sentuh pria tua sepertimu." Kata lexia acuh.


"Benarkah?"


"Tentu saja, aku akan mencari pria yang nantinya akan menyukaiku, bukan pria sepertimu."


Daren memegang tangan lexia dan menariknya lebih dekat kepadanya.


"Tapi, bagaimana jika yang kuinginkan adalah gadis seperti kau lexia." Bisik daren.


Daren menarik dagu lexia, "tapi aku sudah membayarmu lexia, jadi setidaknya kau harus membalasnya bukan ?" Ucap Daren menatap bibir lexia yang sedikit terbuka.


Lexia tertawa tidak percaya, kau membayarku tidak cuma-cuma sir, aku bekerja untukmu menyamar sebagai lovely, jadi bisa dibilang kau tidak membayarku cuma-cuma, kita sama-sama saling menguntungkan." Jawab lexia dengan nada sinis.


"Aku bukan tipe pria yang mudah di tolak lexia, segala keinginanku harus kucapai dan kupenuhi."


"Kalau begitu kau harus belajar setidaknya sekali untuk kecewa, aku mau pulang, udara mulai sangat dingin." Ucap lexia.


Lexia berbalik dan membelakangi daren, seketika daren menarik tangannya lalu menciumnya dengan kasar. Suara napas daren begitu keras dibibir lexia.


"Kau memiliki mulut cerdas lexia, dan aku menyukainya." Dia kembali memagut bibirnya dan mengecapnya merasakan rasa lexia di bibirnya dan itu membuat daren terhipnotis dan menginginkan lebih dari sekedar ciuman.


Lexia memberontak di tubuh daren, kekuatannya membuat lexia tidak bisa berkutik, akhirnya tubuhnya meresponnya, mengikuti setiap desakan daren di bibirnya, hingga tubuhnya harus di pegang erat oleh daren jika tidak dia akan terjatuh.

__ADS_1


Daren melepaskan ciumannya, dia menatap lexia dengan tubuh yang sempoyongan dan tidak seimbang.


Daren mengangkat lexia berjalan sepanjang jalan menuju ke tempat parkiran dan masuk ke dalam mobilnya.


~


Suara pukulan dari dashboard mobil terdengar begitu keras, William menatap daren dan lexia yang saling memagut, dan melihatnya membawa lexia ke dalam mobil daren dengan menggendongnya.


"Sial ! Aku tidak akan membiarkan kau merebutnya daren, lexia milikku, kau merebut segalanya dariku, aku tidak akan membiarkannya lagi." Desisnya.


~


Suara kecupan itu mengacaukan segala indera di tubuh lexia, di satu sisi hatinya ingin menolak daren tapi di sisi lainnya tubuhnya tidak bisa membohongi keinginan yang begitu besar membara di tubuhnya.


Daren tidak berhenti mendesak tubuh lexia, ciumannya bertambah kasar dan menuntut.


"Da..daren, cukup aku tidak bisa."


"Tidak, kau bisa! Kau membohongi dirimu kau juga membutuhkan tubuhku lexia." Bisik daren menghirup aroma dari tubuh lexia.


Daren mengangkat tubuh lexia di hadapannya dan duduk di atas pangkuannya di mobil yang sempit itu.


"Jangan bergerak-gerak lexia." Geram daren.


"Apa yang ingin kau lakukan?" Ucap lexia mendorong dada bidang daren yang memegang pinggulnya agar tidak bergerak.


"Tidak ada, aku hanya ingin agar kau duduk dihadapanku seperti ini."


"Buka kakimu lebar-lebar lexia, jangan menjepitku atau aku akan menyerangmu sekarang juga." Desis daren.


"Salahmu sendiri, turunkan aku." Ucap lexia, karena daren menempelkan wajahnya di dada lexia membuat lexia hampir mengeluarkan suara aneh.


Suara ponsel daren berdering di sakunya, membuat lexia kembali kepada kesadarannya, dia ingin turun dari pangkuan daren tapi di tahan oleh daren yang mengecup lexia tepat di dadanya.


Lexia memekik tetapi tangannya menarik rambut daren menjauh dari tubuhnya.

__ADS_1


"Turunkan aku sekarang !" Teriak lexia. Akhirnya daren membiarkan lexia kembali ke kursinya, lexia memperbaiki pakaiannya yang berantakan, daren terkekeh melihatnya.


Ketika daren menerima telepon seseorang, lexia menutup rapat bajunya dan memandang pemandangan di luar parkiran dan tampak olehnya dari kejauhan William yang sedang menatap mereka dengan tajam.


__ADS_2