
Malam itu Darko menepati janjinya, sesuai dengan yang di katakannya, tubuh mereka bergerak, seirama dengan desahan yang keluar dari mulut mereka, malam yang panjang dan malam yang panas dan mendebarkan untuk mereka berdua, meskipun malam itu bersalju dan udara sangat dingin.
Terkadang, setelah Darko bercinta dengan Crystal, dia terbangun dan duduk di sampingnya, dia memandangi Crystal cukup lama di kegelapan malam, dia mengambil rambut-rambut yang menyebar ditepian bantal dan tangannya menyentuh dengan lembut wajah cantik itu, Crystal merasakannya, dia mengetahui Darko selalu menatapnya di kegelapan malam, hanya memandangi saja, setelah itu dia akan membisikkan sesuatu di telinga Crystal setiap hari dan setiap malam dengan suara yang serak.
"Milikku."
~
Seluruh penghuni rumah telah tertidur lelap di mansion itu, sayup-sayup terdengar langkah kaki seseorang berjalan di kegelapan, membuat wanita berambut putih itu tampak sedikit terkejut. "Akhirnya kalian datang juga Thomas, paulo dan loue."
"Iya Nyonya." Ucap mereka berdua.
"Kalian tahu? setelah ayahku tuan Caesaar meninggal dunia, dia sempat berpesan padaku, agar menjadikan Keluarga ini memiliki pondasi yang tidak bisa di hancurkan. Mereka harus memiliki keturunan-keturunan yang hebat dan kuat, sesuai dengan keahlian mereka, untuk itu aku akan membuat surat Wasiat, aku sudah tua, dan sebentar lagi aku dan Daren akan bersama menjemput ajal, jadi sebelum itu terjadi. Aku berikan surat wasiatku kepada semua anak dan cucu-cucuku."
"Kalianlah yang akan membacakan ketika Aku telah tiada nanti." Ucapnya
"Jangan berkata seperti itu Nyonya, usia kamipun sudah lanjut, tetapi kami akan melaksanakan semua titah anda." .
"Bagus."
~
Pagi itu mereka semua berkumpul di mansion, seluruh keluarga Caesaar berkumpul di sana, mereka tampak bahagia dengan aktivitas mereka masing-masing. "Dimana Darko?" tanya Junior, dia baru saja kembali dari LA setelah menyelesaikan pekerjaannya.
"Jangan bertanya mengenai pengantin baru itu, mereka masih sibuk, apalagi cuaca dingin seperti ini, paling nyaman ketika berpelukan." Ucap Michaela dengan pipi merona.
Sementara itu seluruh keluarga berkumpul untuk memulai sarapan pagi, tetapi Darko dan Crystal masih belum juga keluar dari kamarnya.
"Biarkan mereka, nanti juga mereka akan keluar dengan sendirinya." Ucap Hanna sambil menata makanan di atas meja.
~
Salju-salju turun dan menumpuk di salah satu jendela kamar, dapat dilihat warna putih berkilauan seperti Crystal yang menampakkan keindahannya. Crystal lalu mengerjap, tubuhnya terasa ngilu tetapi sekarang dia tidak mengeluhkannya lagi, pria itu masih memeluk pinggangnya dengan posesif.
"Ugh sudah pagi." Ucap Crystal sambil berkedip beberapa kali untuk menormalkan penglihatannya dari sengatnya matahari pagi yang cerah, meskipun salju tertutup dengan kilau putihnya yang indah.
Crystal membalikkan tubuhnya dan menatap pria yang sekarang ini membuatnya sangat bahagia, dia memperhatikan matanya, hidungnya, serta bibirnya, semuanya membuat Crystal jatuh cinta. Dalam tidurnya tampak Darko sedang tersenyum, ketika Crystal menarik jari tunjuknya menyusuri wajah Darko yang sedang tertidur.
"Kau tidak tidur?"
"Tidak, aku mendengarkanmu menggum-gumam jadi aku terbangun, sayang." Ucap Darko
__ADS_1
"Sebaiknya kita bangun, aku tidak mau turun ke bawah ketika mereka semua sudah ada di sana, bukankah akan sangat memalukan jika kita turun ke bawah dengan lambat, ini sarapan pagi pertamaku dengan keluargamu." Ucap Crystal merajuk karena Darko tetap memeluknya erat.
"Mm, oke kita akan turun sebentar lagi." Mata saphiernya terbuka, lalu menatap mata biru cantik yang masih fokus memandang wajahnya.
Darko menarik Crystal ke pelukannya, dan menatap wajahnya cukup lama, "Apa kau menyesal menikah denganku?" Bisik Darko sambil memberikan kecupan kecil di bibir Crystal.
Crystal menggelengkan kepalanya. "Aku tidak akan menyesalinya." Ucap Crystal.
"Aku mencintaimu, meskipun kau berada di kegelapan, aku akan menarikmu bersamaku ke tempat yang terang." Bisik Crystal di telinga Darko.
•••
Penjara itu di jaga dengan ketat oleh para penjaga, pria tua itu masih berada di dalam sana, masih memandangi jendela jeruji yang sudah nampak menua.
Suara-suara dari luar membuatnya sedikit tertarik, dia menolehkan wajahnya dan memandang seseorang yang datang.
"Riel, ada pengunjung." Ucap Officer itu, dia sudah mengenal Riel cukup lama, sehingga dia tahu mengenai Riel.
Riel berada di dalam ruangan kecil yang di jaga oleh beberapa orang penjaga, dia duduk dan menatap seseorang yang datang menjenguknya.
"Thomas?"
"Apa kabar Riel."
"Aku datang seperti yang di perintahkan Nyonya kepadaku."
"Nyonya lexia?"
"Ya."
"Ini surat untukmu."
"Halo Riel, bagaimana kabarmu? Aku harap kau baik di sana, tetapi kali ini aku ingin kau keluar dari penjara itu, aku ingin kau kembali bersama dengan Thomas, paulo dan Loue untuk melindungi keluarga Caesaar, banyak yang mengancam eksistensi keluarga Caesaar di luar sana, aku ingin kau sudah bersama kami sebelum aku meninggalkan dunia ini. Bersama dengan kepemimpinan Darko dan keturunan-keturunannya nanti.
Riel menatap tajam Thomas dan menganggukkan kepalanya, dia lalu kembali kedalam tahanannya
~
Angin tidak terasa siang itu, tetapi salju terus menerus turun, mereka para keturunan Caesaar berkumpul dalam satu ruangan sambil bercengkrama dan bercerita. Lexia menatap mereka semua dengan pandangan sayang kepada seluruh keluarganya. Dia lalu berdiri dan berjalan keluar dan menatap indahnya langit siang itu.
Lexia berada di teras depan, memandang kilaunya salju yang jatuh dan menumpuk di taman, matanya lalu tertutup. Semua peristiwa yang pernah terjadi dalam hidupnya, kilasan ingatan ketika dia mengambil sampah di tempat pembuangan sampah terbesar di kota New york bersama Edo, ingatannya kembali kepada kakek dan nenek Kenzo yang menyayanginya meskipun dia hanya mengambilnya di sudut jalan ketika dia berusia 4 tahun.
__ADS_1
Ingatannya kembali ketika dia bertemu dengan Daren yang mencintainya dan harus menyamar menjadi Lovelia serta pertemuan yang akhirnya membawanya kepada ayahnya yang sangat di sayanginya. Seluruh memorinya masih tersimpan dengan baik, suatu hari semua itu akan menjadi kenangan.
"Mom? Apa yang mommy lakukan di luar sini, di sini sangat dingin mom, ayah mencari mommy." Ujar Ax membawakan ibunya selimut dan menutupi tubuhnya dari dinginnya cuaca hari itu.
"Kenapa aku tiba-tiba merindukan Daren ya, dimana dia?"
"Ayah sedang berada di ruangan kantor mom, dia sedang berbicara dengan paman Xaphier."
"Ok baiklah sayang, bawa aku menemui ayahmu." Pinta lexia.
Akhirnya Darko dan Crystal keluar dari kamarnya dan berkumpul bersama keluarganya, cahaya siang yang terang sangat berkilau, meskipun udaranya sangat dingin. Seluruh keluarga Caesaar tengah berbincang dan merasakan hangatnya kebersamaan.
Lexia berdiri di dekat jendela besar dan menatap pohon-pohon yang di selimuti oleh salju yang menumpuk.
"Apa yang kau pikirkan Sayang?" Suara Daren menggema di telinga lexia.
"Daren? apa kau ingat bagaimana kita bertemu dahulu?" tanyanya.
"Tentu, aku mengingatnya, kau mendorong trolimu dan mengumpat padaku."
"Ahh, ya aku ingat, saat itu apa yang kau pikirkan ketika melihatku Daren?" Tanya Lexia, dia lalu menoleh dan menatap wajah tua suaminya.
"Ehhm, kau memiliki mata yang indah."
Lexia lalu tertawa tertahan, Daren memeluknya dari belakang, mereka bercerita sambil mengenang semua memori indah mereka berdua.
"Kak Ax, cepat ambil fotonya." Ucap Alexa ketika melihat ayah dan ibunya sedang berpelukan.
"Mommy pasti suka." Senyum Alexa.
Seluruh keluarga Caesaar berkumpul bersama, di mansion di Manhattan, tidak ada insiden ataupun orang-orang yang terluka, meskipun semua orang tahu siapa keluarga Caesaar, tetapi keluarga itu nampak normal seperti keluarga lain pada umumnya. Lexia menyandarkan kepalanya di bahu Daren, tangan mereka saling bertautan, mereka memandang dari jendela besar salju yang turun cukup lebat di luar sana. "Daren apakah kau akan menemaniku sampai kapanpun?" tanyanya.
"Tentu Lexia, sampai ajal menjemput kita bersama, aku akan selalu bersamamu."
End
❣️❣️❣️
Hai teman2 Readers terima kasih sudah setia membaca The Dark Sapphier Eyes sampai epsiode 228 Dari awal cerita Lexia sampai kepada cucu-cucunya, 😊😉 trima kasih yang sudah baca, like, vote and Coment. Terima kasih dukungannya selama ini, semoga teman-teman Readers suka novel-novel berikutnya. Makasih🙋🙏
****
__ADS_1
Halooo teman-teman Readers Whisper of the sea Sesion 2 sudah up lohhh😊😉 mampir yuk, jangan lupa like, vote dan Comentya,🙋 Up tiap hari dunk😁❣️