The Dark Sapphire Eyes

The Dark Sapphire Eyes
Lexia yang Resah 2


__ADS_3

Malam itu tidur lexia begitu gelisah entah kenapa dia tidak bisa memejamkan matanya, sudah seharian Daren belum juga menghubungi dirinya, lexia yang jengkel dengan sikap Daren kemudian memencet ponselnya lalu menghubungi suaminya.


Deringan ponsel berbunyi, tetapi belum juga Daren mengangkatnya. "Kenapa sih, apa dia begitu sibuknya sampai-sampai mengangkat telepon saja dia begitu kesulitan?" Ucap lexia melipat kedua tangannya dan menatap jendela kamarnya.


"Halo lexia aku sedang rapat sebentar aku menghubungimu kembali."


Ucap Daren lalu memutuskan sambungan teleponnya.


Lexia menghembuskan napasnya keras. "Apa sesibuk itu? Ha sudahlah aku lebih baik tidur saja, rupanya dia sibuk, padahal sudah jam 11 malam." Ucap lexia.


~


"Siapa Daren?" Tanyanya.


"Oh, istriku tadi menelepon sebentar." Jawabnya. Mereka sedang rapat mengenai kerja sama yang akan di lakukan dengan Caesar Corporation juga dengan perusahaan-perusahaan lain yang merasa terancam dengan RdF Corporation milik Adrick.


"Sudah jam segini, sebaiknya kita sudahi rapat kali ini dan besok kita lanjutkan." Ucap Xaphier, melirik Daren yang sedang berbincang dengan salah satu temannya kalau tidak salah namanya Carol, sedangkan suaminya sendiri sedang sibuk berbincang dengannya, mereka mengadakan kerja sama agar perusahaan mereka aman dari incaran RdF milik Adrick.


"Mereka mengajak kita ke salah satu Club terkenal di Manhattan." Ucap Daren mengerling Carol dan suaminya yang sedang menunggu mereka.


"Ok Sebentar lagi aku akan menyusul, aku menelepon Nara dulu." Ucapnya.


Daren mengangguk dan segera mengikuti mereka berdua. Beberapa rekan kerjanya sudah melajukan mobilnya menuju salah satu Club terkenal di Manhattan, setelah lelah bekerja mereka menghabiskan waktu mereka untuk minum bersama rekan kerja mereka.


"Sudah selesai?" Tanya daren kepada Xaphier.


"Sepertinya Nara sudah tidur, dia tidak mengangkat ponselnya." Ucapnya.


"Tentu saja Xaphier ini sudah jam 1 malam, lexia juga pasti sudah tidur." Ucapnya.


Mereka berbincang-bincang, separuh dari mereka yang masih lajang atau yang tidak perduli kepada istri-istri mereka di rumah malah mengambil kesempatan itu untuk minum bahkan berdansa dengan wanita-wanita cantik yang sedang mengincar pria-pria berjas dan tentu saja pria yang memiliki dollar.


"Kau sendirian?" Ucap seorang wanita dengan bibir penuh dengan berwajah latin serta alis yang panjang dan tebal sedang mendekati Daren sambil menyandarkan tangannya di bahu Daren sambil berkedip.


"Tidak, aku sedang bersama dengan teman-temanku, aku tidak tertarik jadi kau bisa mencari yang lainnya." Ucap Daren tegas.


"Tapi bagaimana jika aku tertarik denganmu, minum segelas denganku dan aku akan pergi." Ucap wanita itu keras kepala. Daren tersenyum miring mendengar godaan wanita penghibur itu, dia mendorong gelasnya. "Ini untukmu." Ucap Daren dan kemudian dia pergi menjauh.


Wanita itu mengambil gelas yang diberikan daren kepadanya dan segera mencari mangsa lain yang tertarik dengannya.


"Jangan sampai lexia melihatmu bersama wanita lain, dia pasti akan mengamuk." Ucap Xaphier menggeleng meskipun dia tahu bukan daren yang mendekati wanita itu, tetapi sebaliknya, wanita itu yang menggoda Daren.


"Sepertinya menarik, kalian selalu mesra, bagaimana jika lexia tahu seorang wanita malam mengincar suaminya?" Ucap carol sambil menempelkan tubuhnya di bahu suaminya kemudian berkedip.


Daren menggelengkan kepalanya. "Jangan mencoba bermain-main dengan lexia, Carol." Peringatan Daren kepada Carol tidak main-main, dia sungguh memperingatinya agar tidak mengirimkan sembarang foto kepada lexia.


"Ok ok, aku tahu Daren, aku sudah pernah menghadapi lexia jadi aku tahu benar bagaimana karakter lexia, tapi kau tidak resah meninggalkan istrimu selama dua hari di sana? Kau pikir lexia yang telah menikah tidak ada seorang pria pun yang mendekatinya, dia muda, cantik dan seksi, aku saja sebagai Seorang wanita mengakui lexia dengan kecantikannya, apalagi pria-pria yang melihatnya, iya kan Xaphier?" Ucap Carol sambil terkikik melihat ekspresi marah dari wajah Daren.


"Jangan mengganggu Daren lagi Carol!" Peringat sang suami yang ada di sampingnya.


Meskipun Carol cuma bercanda, Daren Mendengar dengan seksama setiap ucapannya, dan yang dikhawatirkannya tentu saja berdasar, karena kecurigaan Daren kepada perusahaan Adrick Rudolf yang tiba-tiba ingin menyerang perusahaannya, apakah ada kaitannya dengan lexia? Memikirkan semua itu membuat Daren ingin segera pulang ke Mansion saat itu juga.

__ADS_1


~


07.15 pagi hari, Mansion Tuan Caesaar.


Lexia sudah berada di meja makan untuk sarapan bersama putranya, dia mengabaikan ponselnya, dia sedang jengkel kepada Daren, jadi ponselnya dia tinggalkan begitu saja di kamarnya, tidak seperti Nara membawa ponselnya kemana saja dia pergi.


Lexia sedang menggendong Ax di taman dan bersenandung kecil membuat Ax menatap wajah ibunya sambil tertawa-tawa menggemaskan.


"Lexia !" Teriak Nara sambil berlari-lari kecil mendekati lexia yang sedang berada di taman.


"Pesan dari Daren, dia ingin kau mengangkat ponselmu, kau tidak membawanya?" Tanyanya.


"Tidak, ada di kamar, aku malas membawa-bawa ponsel." Ucapnya.


"Katakan kepada Xaphier, aku sedang sibuk menyuapi Axton, jadi tidak punya waktu." Ucap lexia cuek, dia segera berjalan kembali, tidak memperdulikan ucapan Nara.


"Halo Xaphier? Lexia bilang, erm...katakan kepada Daren dia sedang sibuk menyuap Axton jadi ponselnya dia tinggalkan di kamar."


"Dimana lexia sekarang?"


"Dia..sedang ada di taman sedang berjalan-jalan bersama Axton." Ucap Nara lagi.


"Baiklah aku akan menyampaikannya kepada Daren, kau sudah sarapan?" Tanyanya. Nara tersenyum.


"Aku baru saja selesai sarapan bersama lexia dan Ax." Jawabnya.


"Baiklah sayang, besok aku akan pulang secepatnya, aku mencintaimu."


~


Daren menggertakkan giginya, dia marah dengan sikap lexia kepadanya, mengapa akhir-akhir ini dia begitu berubah? Beberapa kali dia terus menelepon ponselnya tetapi belum di angkat juga. Dering ke 12 kali barulah lexia mengangkat ponselnya.


"Halo?" Ucapnya.


"Berapa kali aku sudah meneleponmu lexia, kenapa kau tidak membawa ponselmu?" Ucap Daren dengan suara meninggi.


"Aku sibuk dengan Ax, jadi aku lupa membawa ponselku." Jawabnya asal.


Keheningan terasa diantara mereka berdua.


"Dimana Ax?" Tanyanya.


"Ax sedang bermain di ruang bermain." Jawabnya. Hening lagi diantara mereka, tidak ada pembicaraan apapun untuk mencairkan suasana di antara mereka berdua.


"Aku harus pergi lexia, Xaphier sudah menungguku." Ucap Daren.


"Hemm, ok." Jawabnya. Daren ingin mengatakan sesuatu untuk mencairkan suasana di antara mereka berdua, tetapi ponsel lexia sudah tidak tersambung lagi.


"Dia menutupnya." Ucap Daren menggeleng. Dia mengenakan jasnya dan segera pergi dari hotel tempatnya menginap.


~

__ADS_1


Lexia mengerutkan hidungnya menatap ponsel dari Daren, dia marah bukan tidak beralasan, beberapa foto telah di kirim ke ponselnya, gambar Daren sedang di club bersama seorang wanita yang meletakkan tangannya di bahu daren dan terlihat Daren dan wanita itu tengah minum bersama. Lexia hanya menatap gambar itu tanpa mengatakan apapun.


Lexia mengirimkan pesan kepada sang pengirim foto itu dengan kata-kata kotor yang sudah tersusun rapi di kepalanya.


"Ugh, kepalaku sakit, siapa sih yang mengirimkan foto-foto itu." Ucap lexia. Dia menahan kemarahannya karena Daren tidak menjawab panggilan ponselnya malam itu, katanya sedang rapat dan sibuk sampai-sampai telepon lexia di jawabnya sambil lalu tetapi ternyata dia berada di club malam bersama seorang wanita.


Dengan marah lexia melempar ponselnya begitu saja di atas tempat tidurnya dan pergi dari kamar menuju tempat bermain putranya.


~


Daren membeku ketika tiga foto di kirimkan keponselnya, foto dirinya sedang bersama dengan wanita latin sewaktu di club. Tangannya tiba-tiba bergetar, bibirnya terkatup rapat dan rahangnya mengencang, dan yang membuat dirinya begitu marah, foto-foto itu sudah sampai ke ponsel lexia.


Hari itu Daren tidak berkonsentrasi ketika sedang bekerja, hal itu tidak luput dari perhatian Xaphier.


"Ada apa daren kenapa kau begitu gelisah?" tanyanya.


"Tidak, aku tidak apa-apa." jawabnya, tetapi terlihat jelas wajahnya yang pucat dan gelisah.


"Ayolah katakan kepadaku, mungkin aku bisa menolongmu."


Daren kemudian memperlihatkan foto-foto yang dikirimkan oleh entah siapa, foto ketika mereka semua ada di club dan tiba-tiba seorang wanita berwajah latin mendekati Daren.


"Hem, sepertinya ada yang ingin bermain denganmu Daren dengan sengaja mengirimkan foto-foto ini kepadamu dan lexia, sepertinya seseorang memang sedang mengincarmu tetapi anehnya foto ini di tujukan juga kepada lexia seperti sengaja ingin menghancurkan rumah tangga kalian." ucap Xaphier.


"Serahkan padaku, aku akan menyelidikinya, dan tugasmu menjelaskan kepada lexia mengenai foto itu ketika kita tiba nanti." ucap Xaphier.


~


Lexia bersama dengan Nara di ruang bermain setelah mereka makan malam, sekali lagi lexia mengabaikan ponsel dari Daren, entah sudah berapa kali Daren menelepon tetapi lexia sengaja tidak mau pergi ke kamarnya agar tidak mendengarkan bunyi ponselnya.


Seorang pengawal tiba-tiba saja datang setelah memberikan bungkukan sedikit, dia segera menyampaikan informasi kepada lexia.


"Nona, hari ini tuan Caesaar dimasukkan ke rumah sakit di Milan, menurut dokter yang berada di sana, tuan caesaar terkena serangan jantung." Lexia segera berdiri begitupun Nara yang ada di sana.


"Bagaimana keadaan ayah sekarang?" tanyanya.


"Tuan caesaar sebenarnya melarang memberitahukan penyakitnya, tetapi kami khawatir penyakitnya semakin bertambah parah jadi sebaiknya anda dan tuan Xaphier segera berangkat ke sana, tetapi tuan Xaphier sedang berada di Manhattan jadi aku hanya menyampaikan ini kepada anda." ucap pengawal itu.


"Siapa yang menyuruhmu memberitahu kami kondisi ayah?" tanyanya.


Pengawal itu lalu menyebut Nama Thomas dengan cepat.


Lexia menjadi panik, dia segera menggendong Ax putranya. "A..aku akan segera bersiap-siap." ucapnya.


"Aku ikut lexia."


"Sebaiknya Nyonya Nara tetap menunggu tuan Xaphier di sini agar anda bisa menjelaskan semuanya kepada beliau dan tuan Daren, nanti anda bisa menyusul." ucapnya.


"Ba..baiklah aku akan segera meneleponnya." Lexia segera bersiap-siap sambil mengemasi beberapa pakaian untuknya dan untuk Ax di bantu beberapa pelayannya..


Tidak lama berselang lexia sudah bersiap-siap dan akan segera berangkat, ponselnya masih berdering tetapi dia tidak sempat mengangkatnya dan segera pergi mengikuti pengawal itu dan segera naik ke dalam mobil menuju bandara.

__ADS_1


Lexia begitu gelisah, sambil menggendong Ax yang lagi rewel di dalam mobil, sementara itu ponselnya masih berdering tetapi lexia tidak memperhatikannya karena saat itu ponsel lexia dalam mode silent dan dia juga tidak mendengarnya karena ponselnya berada di dalam tasnya.


__ADS_2