The Dark Sapphire Eyes

The Dark Sapphire Eyes
Part 94


__ADS_3

Manhattan City,


Mereka akhirnya tiba di manhattan, udara cukup dingin, ketika mereka baru saja turun dari pesawatnya, saat itu Darko dan Crystal berjalan bersama beriringan, Darko memegang tangan Crystal ketika para pengawal mengelilingi mereka dan menamengi setiap langkahnya, sekali lagi mobil mewah berwarna hitam telah menunggunya, tetapi demi keamanan bosnya tentu saja, salah seorang pengawal mengendarai mobil itu, setelah berkeliling, dan tidak ada kejadian apapun yang mengerikan, mobil pun aman, tidak ada bahan peledak, ataupun zat kimia yang menyerang mereka berdua, Darko membawa Crystal ke dalam mobil, lalu mobil mereka pun melaju di jalanan pusat kota Manhattan.


"Sebentar lagi kami tiba mom," ucapnya, Crystal melirik kepada Darko dan menatapnya, dia baru saja menyebut ibunya, keluarganya lengkap sempurna, tetapi kenapa sikapnya terlihat kejam, dingin, suka berada di kegelapan, ketika pertama kali bertemu dengannya, hal itu membuat Crystal bertanya-tanya dari hari ke hari.


"Ada apa, sejak tadi kau menatapku, apa ada sesuatu yang ingin kau katakan?"


"Tidak ada, aku hanya sedikit berdebar karena sebentar lagi aku akan menemui keluargamu." Ucap Crystal.


"Kau begitu khawatir bertemu mereka?"


Crystal mengangguk, tetapi tangannya tiba-tiba menghangat ketika jemari Darko menyusup di jemari Crystal. "Jangan khawatir, mereka bahkan telah mengkhawatirkanmu bahkan sebelum keluargaku bertemu denganmu, mereka sangat perduli padamu."


"Hem? Benarkah, tapi kenapa?" Ucap Crystal tidak mengerti.


Darko tersenyum miring. "Mungkin karena kau telah menikahi pria pembunuh sepertiku, atau karena mereka takut aku bermain denganmu di kegelapan sambil memegang pisau." Ucapnya terkekeh.


Crystal menelan ludahnya terlihat gugup, meskipun dia telah menyatakan cintanya kepada Crystal, tetapi kadang ucapan Darko yang mengerikan membuat Crystal kadang ketakutan.


Crsytal dengan berani memegang kedua sisi wajah Darko dia menempelkan wajah Darko dengan wajahnya, "Jangan mengatakan dirimu seorang pembunuh, aku...aku tetap mencintaimu, bagaimanapun dirimu, Darko."


Senyuman dari kegelapan terlihat di wajahnya. "Benarkah kau mampu mencintaiku, apapun yang akan aku lakukan?" Pertanyaan itu membuat Crystal mengangguk tetapi terlihat mengantisipasi apa yang ingin di lakukannya.


T-tentu, aku mencintaimu." Ucap crystal.


"Hotel Manhattan," ucapnya pada supir di hadapannya dengan suara dingin dan angkuh. Mata Crystal lalu membelalak dan memegang lengan Darko.


"Apa yang akan kita lakukan di hotel, Darko? Keluargamu menunggu kita sejak tadi, apalagi ibumu sejak tadi meneleponmu."


"Kau bilang akan sanggup mencintaiku apapun yang akan aku lakukan? Sekarang, yang ingin aku lakukan adalah bercinta denganmu, sejak keberangkatan kita, aku sudah cukup lama menahannya, kali ini tidak lagi, sebelum kau terjebak dengan seluruh keluargaku apalagi ibu dan grandma lexia." Ucapnya.


Pipi Crystal merona merah, matanya menatap supir di depan mereka, sejak tadi supir itu pasti mendengarkan semua pembicaraan mereka.


"T-tidak bisakah nanti saja?" Bisik Crystal memegang tangan Darko dan menekannya kuat, Darko mengangkat satu alisnya.

__ADS_1


"Bagaimana bisa aku menahannya, jika kau menekan kuat tanganku sayang, aku semakin ingin cepat sampai ke hotel."


Crystal menelan ludahnya sekali lagi mengintip ke arah supir yang menyetir.


Crystal tidak bisa berbuat banyak, meskipun dia melarangnya tetapi jika dia sudah memutuskan, dia pasti akan melakukannya. Crystal menghela napasnya, mereka betul-betul ke hotel M yang terkenal di negara itu.


Crystal memalingkan wajahnya, dia ingin marah, tetapi dia tidak memiliki kekuatan untuk melawan pria itu, dia hanya terdiam dan jengkel, Darko menyadari sejak tadi Crsytal diam dan tidak mau memandangnya.


"Kau marah?"


"Tidak."


"Jelas kau sedang marah, apa karena aku terlalu memaksamu?"


"B-bukan itu, aku hanya lelah, aku ingin segera tiba dan bertemu dengan keluargamu, aku sangat ingin bertemu dengan ibu dan ayahmu." Ucapnya.


"Kau serius sangat ingin bertemu mereka?"


"Ya, kenapa tidak."


Mata Crystal terus mengarah kepada supir itu, dia lalu berbisik kepada Darko. "Apakah tidak ada tombol merah untuk menutupi kita darinya?" Sambil menunjuk supir itu dengan isyaratnya.


Tanpa mengucapkan apapun, Darko menekan tombol berwarna merah dan segera saja penghalang hitam itu tertutup, Crystal akhirnya menjadi lega.


"Apa kau sungguh malu karena pembicaraan kita akan di dengar olehnya?" Ucap Darko tidak percaya.


"Lalu katakan kepadaku, jawab dengan jujur, sayang." Bisiknya sambil mencium lembut bibir Crystal.


"Tidak bisakah kau mendengarkan keinginanku juga? A-aku juga ingin melakukannya, tetapi tidak sekarang."


"Baiklah."


Crystal menatapnya, sekali dia mengutarakan keinginannya, dia langsung mengiyakannya.


"Sungguh?"

__ADS_1


"Ya, jika kau tidak menginginkannya. Kau harus katakan kepadaku apa keinginanmu, karena aku tidak bisa menebak apa yang ada di kepala cantikmu, hem." Crystal lalu tersenyum dan mengangguk.


"Okey, tapi...apakah kau sanggup menahannya?" Ucap Crystal.


"Jangan khawatir, malam ini, aku tidak akan membiarkanmu tidur semalaman." Crystal menelan ludahnya dan kembali menatap pemandangan jalanan di luar sana, sementara darko tersenyum melihat wajah ngeri Crystal.


~


Mereka akhirnya tiba di Mansion keluarga Caesaar, hari ini sangat di nantikan oleh Crystal, dia ingin melihat bagaimana gambaran keluarga pria yan telah menjadi suaminya ini.


Selama ini dalam bayangan Crystal, keluarga Darko adalah keluarga yang keras, kediamannya di penuhi dengan banyak senjata dan orang-orang mengerikan yang suka menghabisi nyawa orang lain, tetapi kenyataannya sangat berbeda dengan yang di bayangkannya.


Setelah mereka tiba, seluruh keluarga Darko menyambut mereka dengan hangat, mereka memeluk Crystal dan membawanya masuk ke dalam mansion, keluarga yang sangat bahagia, jauh dari apa yang selama ini di bayangkan oleh Crystal, mereka sangat ramah dan penuh kasih sayang, dia akhirnya bertemu dengan ayah dan ibu Darko, mereka memeluk Crystal seperti dia memeluk anaknya sendiri, hal itu membuat Crystal sangat terharu merasakan hangatnya keluarga besar Caesaar dan sekarang dia telah menjadi bagian penting keluarga ini.


"Kau sangat cantik, Crystal." Ucap Hanna, dia mendudukkan Crystal di sebelahnya.


"Bagaimana dengan Darko, kau pasti ketakutan ketika pertama kali bertemu dengannya." Ucap Dazon.


Crystal hanya tersenyum, dia tidak mau mengatakan dia adalah tawanan dari keluarganya yang telah dihabisi oleh Darko.


"Apa kau mencintai Darko?" Suara itu membuat semua orang menolehkan matanya ke arah Lexia, mereka semua melihatnya.


"Mom? Kenapa kau bertanya seperti itu." Ucap Ax.


Seluruh mata tertuju kepada Crystal, dia seakan terpojok karena seluruh orang di ruangan itu menatapnya, menunggu jawaban darinya, Darko pun ada di sana, dia turut memandang Crystal dengan wajah serius.


"A-aku mencintainya."


Setelah mendengar pengakuan Crystal, semuanya terlihat lega, mereka lalu tersenyum dan memberikan selamat kepada Darko yang duduk tenang di sana, matanya terus terarah kepada Crystal.


Lexia menatap Darko, dia sangat bahagia karena ada seseorang yang mencintainya dengan tulus, apa adanya, meskipun semua orang dapat mengetahui bahwa awal mula mereka menikah karena paksaan Darko.


Malam ini, untuk pertama kalinya dia bisa merasakan kehangatan keluarga besar Caesar yang selama ini di takuti orang-orang, dia tidak menyangka keluarga besar Caesaar sama halnya dengan keluarga-keluarga lain pada umumnya, mereka seperti keluarga normal jauh dari hal-hal yang berbau mafia.


Crystal berdiri di depan balkon bersama Darko yang memeluknya dari belakang, dia memberikan kecupan kecil dan menyusupkan wajahnya di leher Crystal. "Sekarang kau sudah menemui mereka semua, bagaimana perasaanmu sekarang?" tanya Darko.

__ADS_1


"Aku bahagia, aku tidak menyangka sebahagia ini bertemu dengan mereka semua." Ucap Crystal dengan tulus. Darko mulai menjalankan tangannya, membuat Crystal sedikit memekik. "Kau sudah bertemu dengan mereka, sekarang bagaimana denganku, sampai kapan aku menahannya?" bisik Darko, Crystal lalu tertawa dan membalikkan tubuhnya ke arah Darko. "Terserah kau saja, kapanpun kau inginkan."


__ADS_2