The Dark Sapphire Eyes

The Dark Sapphire Eyes
Wanita Milik Xaphier 2


__ADS_3

Nara berdiri dengan tubuh gemetar, dia sudah mengungkapkan maksudnya kepada Xaphier, Sebentar lagi dirinya tidak akan suci lagi, sebentar lagi kesuciannya akan di renggut oleh pria dengan jarak usia 9 tahun darinya, Nara tidak memiliki pilihan lain selain menyerahkan dirinya sebagai wanita Xaphier.


Dua orang pelayan mendatangi Nara, baru kali ini Nara melihat mereka berdua. Kedua pelayan itu mendatanginya dengan memberikannya sebuah gaun malam, Nara terlonjak dia pikir pelayan itu memberikannya gaun malam semacam gaun pesta tetapi nyatanya gaun itu adalah gaun tidur yang seksi, bukan hanya seksi tetapi sangat seksi sampai-sampai Nara tidak berani menatapnya.


"Apa..apa aku harus mengenakan gaun ini?" Tanyanya kepada pelayan yang mulai memberikan wewangian pada tubuh Nara dan memotong kuku-kukunya. Nara menelan ludahnya, sekali lagi matanya menatap gaun yang di biarkan terekspos di depan matanya, lingerie sangat seksi berwarna merah menantang, dengan tali sphagetti yang menggantung sangat tipis dengan bra yang hanya menutupi bagian puncaknya saja serta tali tipis segitiga yang menutupi bagian sensitif Nara selebihnya dia seakan telanjang.


Nara menggigit bibirnya menahan rasa malunya karena sebentar lagi dia akan memberikan dirinya kepada pria itu. Senyum licik itu masih terbayang di wajah Nara setelah nara menyampaikan maksudnya kepada Xaphier, ketika telepon dari bibi Elma selesai, malam itu juga Nara menemui Xaphier.


•••


Flashback


Nara berdiri di depan pintu berwarna gold dengan ragu dengan kaki bergetar. Sebuah ketukan beberapa kali dari Nara membuat pria yang berkutat dengan pekerjaannya mendongakkan kepalanya Mendengar ketukan itu.


"Masuk." Ucap Xaphier.


Nara membuka pintu itu, melangkah masuk ke dalam ruangannya dengan hati-hati, dia melangkahkan kakinya yang gemetar ke hadapan Xaphier yang duduk di depan meja kerjanya. Dia berhenti menatap kertas-kertas di atas mejanya dan menatap gadis yang diinginkannya berdiri dengan wajah ketakutan dan gemetar seperti sehelai daun.


"Ada apa Nona Nara? Sepertinya ada sesuatu yang ingin kau sampaikan kepadaku?" Tanyanya.


Nara menelan ludahnya dengan kasar dan mulai berbicara dengan perlahan ingin mengutarakan keinginannya. Dia berkedip beberapa kali, lalu kembali menatap mata safir yang sedang menatap tajam kearahnya.


"Kau mengatakan kepadaku akan mengabulkan semua keinginanku jika...jika aku menjadi wanitamu." Ucap Nara.

__ADS_1


"Ya, seperti yang pernah kau dengar dariku apapun keinginanmu aku akan mengabulkannya jika kau menjadi wanitaku." Ucap Xaphier tersenyum miring. "Apa kau berubah pikiran? kupikir kau hanya ingin menjadi sekretaris pribadiku saja." Tanyanya.


"Aku..aku bersedia menjadi wanitamu." Ucap Nara lantang dengan pipi bersemu merah. Xaphier kini berhenti dari pekerjaannya lalu menautkan kedua jarinya. "Apa kau punya alasan khusus?" Tanyanya.


"Kau..kau tidak perlu tahu alasannya yang penting aku bisa menjadi wanitamu bukan?" Ucap Nara lantang membuat Xaphier menghentikan kegiatannya lalu berdiri kemudian melangkahkan kakinya ketempat dimana Nara berdiri.


"Hem, Ok selama kau bisa memuaskanku di tempat tidur aku bisa mengabulkan semuanya apapun keinginanmu itu yang tidak bisa kau beritahukan padaku." Ucap Xaphier mulai mengelus pipi Nara yang halus dan terlihat rapuh, jari-jarinya mulai bermain di bibir Nara yang ranum.


"Kau butuh berapa Nara? Sepertinya kau terlihat terburu-buru sayang." Ucap Xaphier memberikan kecupan kilat di bibir Nara yang terbuka.


Nara mengerjap seakan kecupan singkat itu adalah aliran listrik di sekujur tubuhnya.


"Aku..aku butuh 35000 dollar." Ucapnya.


Xaphier menaikkan alisnya dan menarik tangannya hingga tubuhnya membentur tubuh Xaphier.


Ucapan Xaphier yang mengatakan kapanpun itu membuat mata Nara membelalak, 'Apakah aku akan menjadi wanita yang akan digunakan olehnya kapanpun dan dimanapun dengan semaunya? apakah sekarang aku tidak bisa menarik lagi kata-kataku?' pikir Nara, tetapi mengingat bibi Elma yang menangis ketika meneleponnya membuat Nara yakin dengan yang keputusannya, dia akan menerima resikonya apapun itu.


"Ba..baik aku mengerti." hanya itu kata-kata yang terucap dari bibir Nara dan tidak lama setelah pernyataannya itu dua orang pelayan mendatanginya malam ini.


Xaphier duduk dengan kaki panjangnya di atas meja, dia tersenyum penuh kemenangan membayangkan gadis itu mendesah dan bergerak liar lalu menyebut namanya ketika dia mendapat puncak kenikmatan darinya membuat darah Xaphier bergejolak, tubuhnya bergetar, membayangkannya saja membuat Xaphier seakan ingin menerkam Nara sekarang juga, senyum dibibirnya tidak pernah pudar, rambutnya yang acak-acakan membuat dirinya tidak sabar lagi membawa Nara ke dunianya, dia ingin mengacaukan dan mengacak-ngacak dunia Nara menyatu dengan dunianya, tidak ada sekat diantara dirinya dan Nara. Tubuhnya yang ramping dan rapuh membuat Xaphier tidak berhenti menfantasikan Nara dalam khayalan buasnya, dan akhirnya semua itu akan menjadi kenyataan.


~

__ADS_1


Pelukan itu begitu erat di tubuh lexia, daren betul-betul membuktikan ucapannya sewaktu di mobil malam itu, ketika mereka tiba di mansionnya, Daren mengambil kesempatan itu membuat tubuh lexia meleleh di bawah pengaruh Daren yang panas dan liar malam itu, dia betul-betul membuktikan Perkataannya tidak membiarkan lexia tidur sekejap pun, gerakan Daren yang intens dengan tempo cepat yang membuat lexia hanyut dalam gerakan kasar Daren, hingga akhirnya malam begitu larut dan beberapa jam lagi fajar, barulah Daren melepaskan penyatuannya dari tubuh lexia dan menarik tubuh lexia yang tidak bisa lagi bergerak mengikuti keinginan Daren ke dalam pelukannya.


"Bagaimana? Apa tubuhmu baik-baik saja sayang?" Tanyanya.


"Ermm, ya." Hanya kata itu yang mampu lexia ucapkan, tubuhnya sangat letih dia tidak sanggup lagi berkata-kata hingga ngantuk akhirnya menyerangnya.


~


Gelas pecah berjatuhan di lantai, dia meronta karena keinginannya tidak tercapai. Monica yang sengaja datang ke Oklahoma karena mengetahui Daren sekarang tinggal di sana, dia bermaksud merebut Daren dari siapapun wanita yang menjadi istrinya sekarang, dengan mengandalkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya apalagi dia terlihat mandiri dan hebat karena separuh perusahaan milik ayahnya sudah berada di tangannya, dia yakin Daren akan jatuh ke pelukannya.


"Wanita kasar itu..! Ya wanita sialan itu akan kubuat dia menyesali perbuatannya, beraninya dia mempermalukanku di depan semua orang apalagi di depan Daren." Dia membuang gelas-gelas itu di lantai dan beberapa pelayan di rumahnya mengintip sambil memunguti gelas-gelas pecah itu, mereka akan di pecat jika putri tersayangnya terluka jika mengenai kaca-kaca yang bertebaran di lantai itu.


~


Nara berdiri di tengah-tengah ruangan dengan lingerie yang begitu sangat seksi, tubuhnya bergetar, kedua kakinya menempel erat, jantungnya berdetak kencang, matanya menerawang menatap pintu yang akan terbuka Sebentar lagi.


Nara menutup tubuhnya dengan kedua tangannya meskipun itu semua percuma, lekukan tubuhnya terlihat polos dan dapat terlihat jelas.


Pintu perlahan membuka, Nara menutup kedua matanya pasrah dengan semua yang akan terjadi pada dirinya malam ini. Dia memeluk tubuhnya dengan ketakutan, seseorang memegang tangannya, Nara refleks teriak lalu terjatuh di lantai.


"Nona? Anda tidak apa-apa?" Suara wanita itu membuat Nara membuka kedua matanya, dia terduduk di lantai dan menatap seorang pelayan yang tadi mendandaninya.


"Dia membantu Nara berdiri dari tempatnya terjatuh. "Nona, ada pesan dari Tuan Xaphier." Pelayan itu memberikan memo kepadanya, sebuah pesan untuk Nara tertulis di sana.

__ADS_1


"Tunggu kedatanganku Nara, hari ini aku harus ke Oklahoma, jika aku datang nanti kau sudah harus berada di kamarku dan siap untukku."


Nara menelan ludahnya, lalu melihat dering ponselnya dan membukanya, sejumlah uang sudah dikirimkan Xaphier ke rekening Nara. Dia memeluk ponselnya, dan segera mengirimkan uang itu ke rekening bibinya Elma.


__ADS_2