The Dark Sapphire Eyes

The Dark Sapphire Eyes
Axton Dazon dan Daneil


__ADS_3

🌺Happy reading, jangan lupa klik like, voteee dan comentnya yaaa tmn2 readers🌺





Setelah peristiwa itu hari-hari lexia dipenuhi kesibukan mengurus keluarga kecilnya, kehidupan mereka bertiga dipenuhi dengan kebahagiaan tanpa gangguan siapapun lagi, kepergian Adrick Rudolf yang pergi begitu saja membuat Daren tidak mempercayainya bahkan dia mengirim pengawal untuk Membuntuti aktivitas Adrick, akan tetapi seminggu setelah pertemuannya dengan keluarga Caesaar, Adrick berangkat ke Eropa dan sampai sekarang belum pernah kembali lagi ke daratan Amerika.


~


Hari ini adalah peristiwa penting karena sebentar lagi Nara akan melahirkan, lexia dan Putranya berada di ruang tunggu untuk menunggu kelahiran anak pertama Xaphier, sedangkan Daren masih berada di kantornya, sore ini dia akan langsung menuju ke rumah sakit.


"Ax jangan membuang-buang mainan." Tegur lexia kepada putranya.


Ax memperlihatkan senyumnya tanpa rasa bersalah sedikitpun, diusianya yang sebentar lagi menginjak 2 tahun dia tentu saja sudah bisa berjalan dan berlari, Ax lagi aktif-aktifnya mengeksplor segala sesuatu dr sekitarnya.


Ax berjalan ketempat ibunya yang sedang duduk di ruang tunggu dan mengawasi Axton bermain. Ax mengambil barang yang di ambilnya kemudian dia menyembunyikannya lalu mulai mengganggu ibunya agar mencari mainannya, dia akan merengek meminta ibunya mencari-cari mainan yang di sembunyikannya.


"Kau menyembunyikan mainannya Ax." Ucap lexia sambil menarik mainan yang di sembunyikan Ax di belakang pintu, Ax tertawa-tawa memperlihatkan giginya yang baru beberapa.


"Kau suka mengganggu ibu ya?" ucap lexia sambil berkacak pinggang. Lexia berpura-pura mengejarnya dan Ax berlarian meskipun tentu saja dia segera di tangkap oleh ibunya.


Lexia dengan sabar menemani Ax meskipun dia bandel dan rewelnya minta ampun Karena sudah seharian dia berada di ruang tunggu untuk menunggu Daren. Lexia menatap jam di pergelangan tangannya.


"Sebaiknya kita jalan-jalan bersama Ax, ayahmu akan datang sebentar lagi." Lexia mengambil Ax dan menggendongnya, lalu berjalan-jalan bersama Putranya.


Suasana di taman rumah sakit itu terlihat sepi, lexia menurunkan Ax dan membiarkannya berjalan-jalan sambil memegang satu tangannya.


Lexia berjalan dan menemukan seorang wanita yang terlihat lusuh dengan rambutnya yang panjang berantakan tas hitam berada di sampingnya, dia sedang menggendong bayi yang masih Beberapa hari. Keadaannya sangat mengenaskan, wajahnya terlihat kotor, dia berusaha menenangkan anaknya yang sedang menangis.


"Anda baik-baik saja?" Tanya lexia menghampiri wanita itu.


Wanita itu berbalik dan menatap lexia yang berdiri di sampingnya. Dia tersenyum dan mengangguk. "Sa..saya baik-baik saja." Ucapnya.


"Anda yakin? Kenapa anda duduk di sini?" Tanyanya lagi.


Wanita itu tidak menjawab dia hanya tersenyum sambil memeluk erat bayi mungil yang ada di gendongannya. Wanita ini berusaha menahan air matanya.


"Sa..saya baik-baik saja, terimakasih." Ucapnya.


Tanpa ragu lexia memberikan sejumlah uang cukup besar kepadanya, sepertinya wanita ini belum makan apapun.


"Saya minta maaf melakukan ini tapi sepertinya anda membutuhkan pertolongan begitupun bayi anda, jadi jangan menolaknya, terimalah." Ucap lexia memegang tangan wanita itu lalu menggemggamkan uang di tangannya. Air mata wanita itu jatuh begitu saja dipipinya. Dia mengangguk dan sedikit tersenyum.

__ADS_1


"Terima kasih." Air matanya berjatuhan, matanya kemudian jatuh kepada Ax, dia tersenyum tipis. "Putra anda sangat tampan." Ucapnya.


"Saya akan pergi dan memulai kehidupan baru bersama dengan putriku, terima kasih Nyonya." Bisiknya sambil menangis, tidak lama kemudian bis berhenti tepat didepan halte kebetulan dekat dengan rumah sakit, wanita itu memegang tas di tangannya sambil menggendong anaknya. Dia berbalik dan tersenyum sebentar kemudian naik ke atas bis.


Lexia menatap kepergian bis itu. "Apa yang terjadi kepadanya, sehingga kondisinya seperti itu, kasihan bayinya, dia mungkin duduk lama di sini karena tidak memiliki uang untuk pulang." Ucap lexia sambil menghembuskan napasnya.


"Ayo Ax kita kembali ke dalam, sepertinya Sebentar lagi ayahmu akan pulang.


"A...yah?" Tanyanya.


"Da..ddy?" Ucapnya sambil menatap wajah ibunya.


"Ya, Daddy Sebentar lagi akan datang." Ucap lexia sambil mengangguk dan tersenyum, dia menggendong putranya dan memeluknya erat. "Aku bersyukur karena memilikimu dan Daren bersamaku." Bisik lexia.


~


Sore itu Nara telah melahirkan bayinya, putra kecilnya lahir dengan keadaan yang sehat, tidak lama berselang telepon dari Alvin yang berada di Manhattan bahwa lovelia juga telah melahirkan putra Kecilnya dalam keadaan sehat. Hari itu merupakan hari yang sangat bahagia bagi ketiga keluarga besar, Keluarga Caesaar, Burchard dan keluarga Robert masing-masing memiliki keturunan yang akan menjadi penerus masing-masing di keluarga besar mereka.


~


~


~


Manhattan, 21.00 Club Manhattan city


"Ulang tahun ibumu Daneil?" tanyanya. Pria berambut cokelat dengan mata berwarna hijau tersenyum misterius.


"Kau tidak datang? padahal ayah dan ibumu ada di sana, dia mencarimu Axton." Ucapnya.


Dia memutar kedua bola matanya dan duduk sambil menghempaskan tubuhnya di salah satu sofa empuk berwarna Gold. "Haaa, aku bosan adik-adik kecil, cari sesuatu yang menyenangkanku." Perintah Axton, kemudian mengambil pemantik api dari sakunya dan menyalakan cerutunya.


"Apa ibumu tahu jika putra kesayangannya merokok?" Aku ingin melihat ekspresi bibi lexia jika dia melihatmu sekarang." Ucap Dezon menyeringai memainkan gelas di tangannya.


"Diam adik kecil kau bahkan belum cukup umur datang ketempat seperti ini." Ucap Axton.


"Bibi Nara sepertinya akan membuat kejutan ulang tahun besar-besaran kali ini Dez, apa dia akan menyiapkan kejutan kue ulang tahun besar di sekolahmu nanti? aku ingin salah satu pengawalku membuntutimu, moment bersejarah itu harus di abadikan.


Dezon dengan mata coklat yang tajam mengerutkan hidungnya kepada Axton yang terkekeh senang seperti seorang anak kecil yang mendapatkan permainan barunya.


"Pulanglah ibumu mecarimu." Ucap Daneil kepada Axton. "Aku pulang, ibu akan mengomeliku jika aku tidak datang kali ini, sebaiknya kalian juga bocah-bocah Badung. ucapnya. Ax menggelengkan kepalanya, dengan berjalan ogah-ogahan sambil keluar dari club itu.


~


Lexia baru saja pulang dari pesta ulang tahun Nara yang diadakan di salah satu hotel ternama di Manhattan, setelah membersihkan dirinya lexia segera ke kamar putranya lalu menyalakan lampu kamarnya.

__ADS_1


"Ax belum pulang? sudah jam berapa ini?" ucap lexia menatap jam di dinding yang menunjukkan angka tepat pukul 10 malam. Lexia segera menuju ke kamarnya dan menatap kamarnya juga kosong. "Apa Daren di ruangan kerjanya lagi? apa dia tidak lelah langsung begitu saja berkerja padahal baru pulang dari pesta Nara." Ucap lexia sambil membuatkan teh hangat untuk Daren lalu membawanya ke dalam ruangannya.


Lexia membuka pintunya setelah mengetuk beberapa kali, Daren sedang membaca dokumen penting pekerjaan di kantornya. Dia tersenyum melihat lexia membawakan segelas teh dan menaruhnya di sampingnya, daren mengecupnya. "Terima kasih sayang." ucap Daren.


"Dimana Ax?" Tanyanya. "Aku tidak melihatnya saat pesta tadi." Ucap daren.


Lexia duduk di sampingnya sambil menopang dagu memikirkan putra semata wayangnya itu, Ax menjadi pria yang memiliki segalanya, dari kecil kakeknya terlalu memanjakannya sehingga dia menjadi pria yang manja. Lexia menghembuskan napasnya.


"Mungkin dia lagi berkumpul dengan Dezon dan Daneil di suatu club?" Ucap lexia. Putra lexia sekarang berusia 18 tahun, dia masih sekolah sedangkan putra Xaphier dan Nara bernama Dezon Caesaar berusia 16 tahun, Adapun Alvin dan lovelia memiliki putra Bernama Daneil Robert, mereka bertiga selalu bersama-sama Seakan-akan mereka membentuk suatu perkumpulan rahasia jika mereka bertemu.


Belum lagi Putri si Carol Bernama Jennifer, dia adalah ratu pesta, meskipun begitu dia gadis yang ramah kepada Orang-orang, gadis supel nan cantik, dia menjadi primadona di sekolahnya.


~


Ketukan sepatu membuat lexia membuka pintu ruangan Daren dan mendapati Ax sedang naik ke atas tangga sambil berjinjit. Mata safir mereka saling bertemu.


"Ups mom, kau belum tidur?" Ucap Ax dengan senyum mengembang diwajahnya.


"Kemarilah sayang, sepertinya kau melupakan sesuatu hal, ayo kemarilah lagi pula ayahmu ingin bicara kepadamu." ucap lexia melambai memanggil putranya yang berjalan ogah-ogahan.


"C'mon Mom aku ingin tidur, lihatlah jam di dinding, jika aku tidak tidur sekarang aku akan terlambat ke sekolah besok mom." Ucap Ax dengan suara yang dramatis.


"Kemarilah, cepat !" Ucap lexia kembali memanggilnya sambil bersandar di pintu.


"Ok, Mom." Ucapnya.


Lexia lalu menjewer kuping Ax dan menariknya ke dalam ruangan ayahnya. "Apa kau ke club lagi Ax? sudah berapa kali ibu memperingatimu jangan pergi ke tempat itu anak nakal." Ucap lexia masih menjewer kuping putranya.


"Da...d tolong aku, Ouch sakit Mom." Ucap Ax memegang kupingnya yang masih di tarik oleh lexia.


"Kenapa kau tidak datang ke pesta bibi Nara? dia terlihat kecewa karena kau dan Daneil tidak datang meskipun Dezon datangnya terlambat, tetapi dia tetap datang." Ucap Lexia.


"Mom aku kerja kelompok bersama dua bocah itu." ucapnya berbohong.


"Haaa, ibu lelah menarik kupingmu Ax, kembalilah tidur sebelum ibu berubah pikiran." ucapnya. Daren menatap putranya yang tertunduk di hadapannya.


"Dengarkan ibumu Ax, segeralah pergi tidur, besok kau harus ke sekolah." Ucap daren.


"Baik Dad." ucapnya dia memberikan kecupan cepat di pipi ibunya dan segera membuka pintu itu dan keluar kemudian kembali ke kamarnya.


~


Ax membuka pintu kamarnya dan membanting tubuhnya di atas tempat tidur, wajah tampannya membingkai jelas di wajahnya, Ax memainkan bola baseball di tangannya.


"Apa Dazon dan Daneil sudah tidur?" ucapnya, dia kembali bangun dan mengambil ponselnya menekan-nekan pesan kepada mereka. "Ah bosan, mereka berdua pasti sudah tidur, ibunya pasti menungguinya hingga mereka berdua betul-betul tertidur." Gumam Axton.

__ADS_1


"Dan kau juga Ax, ibu akan menungguimu sampai kau tertidur." ucap lexia dari pintu kamar putranya. Cepat-cepat Ax menutup matanya lalu segera tidur agar ibunya berhenti mengomelinya kembali.


__ADS_2