
Seminggu setelah insiden mey, hanna dan dazon untuk sementara ini tinggal di mansion, Xaphier dan Nara tidak mengizinkan mereka untuk kembali ke rumah mereka yag ada di perumahan itu, karena akses keluar masuk dari luar masih sangat lemah, apalagi wanita itu sebentar lagi akan keluar dari penjara, meskipun di rumah hanna pengamanannya ketat, tetapi mereka berdua masih khawatir dengan kejadian yang menimpa Hanna.
"Pernikahan Thomas?" Tanya Hanna kepada dazon, ketika dazon sedang melepaskan jas dan dasinya, dia baru saja pulang dari kantor.
"Ya sayang, bibi lexia bersikeras agar thomas melangsungkan pernikahannya di Atlanta dari pada di kotanya sendiri, jadi thomas tidak punya pilihan lain, kau tahu sendiri bagaimana susahnya bibi lexia untuk di tentang jika dia sudah memutuskan sesuatu." Ucap dazon.
Hanna mengangguk menyetujui.
Hanna menatap jendela yang berair karena hujan sejak sore hari hingga sekarang, dia khawatir kepada riel, sudah seminggu dia tidak mendengar kabar tentangnya, dia tahu kesulitannya, jika tinggal di mansion dengan penjagaan tiga kali lipat di bandingkan di rumahnya sendiri, riel bisa datang dan pergi, kapan saja dia bisa menemui kakaknya, tetapi di sini tidak, ada pengawal di setiap sudut mansion.
"Bagaimana wanita itu? Ada perkembangan tentangnya?" Dazon menghela napasnya, lalu mengambil tempat duduk di samping hanna.
"Belum ada perkembangan terbaru, tetapi menurut thomas, wanita itu memiliki orang yang mendukungnya dari belakang, dan bukti untuk menjebloskannya ke penjara masih belum kuat, jadi menurut thomas, wanita itu akan keluar dari penjara hari ini, atau mungkin besok." Ucap dazon sambil merentangkan tangannya di bahu hanna.
"Jangan khawatir sayang, aku tidak akan membiarkan dia mendekat ke mansion kita apalagi seperti kejadian terakhir." Ucap dazon sambil memeluk erat hanna.
"Ya aku tahu daz," ucap hanna terlihat merenung.
"Kapan pesta pernikahan thomas akan di laksanakan?" Ucap hanna, membuka kemeja dazon satu persatu.
"Erm, mungkin beberapa hari lagi, lihat saja, mereka semua terlihat sibuk."
"Jadi, wanita seperti apa yang dapat meluluhkan hati thomas?" Tanya hanna.
"Hemm, kau tahu kan rekan kerja yang fotonya sering muncul di sosmedku? Dia itu salah satu rekan bisnis di perusahaanku dan sejak dulu mereka berdua saling tertarik dan juga sering bertengkar, seringkali pertengkaran mereka di bawa-bawa sampai ke pekerjaan, tetapi akhirnya mereka menikah juga." Ucap dazon, kini mengangkat tubuh hanna ke pelukannya dan membenamkan wajahnya di kedua gundukan lembut hanna, membuat hanna tertawa dan mendorong tubuh dazon. "Hari ini aku begitu sibuk dan lelah, aku butuh untuk mengalihkan perhatianku, dan tempat ini adalah pengalih perhatian favoritku, jadi jangan menolakku sayang."
~
Sejak kepulangan lexia dari kantor kepolisian Atlanta, daren menjadi lebih protektif kepada lexia, dia tidak membiarkan lexia pergi semaunya tanpa seizin daren.
Hari ini lexia sedang duduk di depan meja riasnya, setelah mandi dan mengeringkan rambutnya, lexia mengenakan cream di wajahnya.
Daren sedang duduk di sofa sambil memperhahatikan lexia. "Jadi besok kau akan kemana sayang?" Tanyanya.
"Kenapa? Aku akan berjalan-jalan mencari kado dan gaun pesta bersama Nara untuk persiapan pernikahan thomas nanti, kenapa kau bertanya sayang?" Tanya lexia menatap suaminya dari pantulan cermin.
"Tidak apa-apa, aku tidak mau kau berurusan lagi dengan kasus wanita itu, cukup thomas dan pengawal lainnya yang mengurusnya."
Lexia tersenyum menenangkan, dia berdiri dari meja riasnya dan mendekati daren, lalu duduk di pangkuannya. "Jangan khawatir, aku tidak akan melakukannya, aku hanya pergi besok bersama Nara dan setelah kami berbelanja, tentu saja kami akan pulang, memangnya aku akan kemana lagi?" Ucap lexia sambil tertawa.
Daren menyipitkan matanya, seakan semua kata-kata lexia adalah kalimat yang sudah di susunnya untuk membohongi daren.
"Jangan membuat dirimu dalam bahaya lexia, berjanjilah padaku." Ucap daren memeluk tubuh istrinya.
"Aku berjanji sayang, aku tidak akan menempatkan diriku dalam bahaya." Bisik lexia, daren mulai menyusupkan tangannya di bathrobe milik lexia, dan melepaskan separuh bathtobenya hingga mencapai ke pinggangnya.
"Kau tidak pernah membuatku berhenti untuk menyentuhmu lexia." Daren mulai beraksi dan membuat lexia menahan erangan.
"Alexa bertanya kepadaku siang tadi." Ucap lexia, sambil menahan erangan yang akan keluar dari mulutnya.
"Apa sayang." Bisik daren, tangannya mulai mengexplor tubuh istrinya, begitupun bibirnya yang mengecup bagian tubuh lexia di tempat favoritnya.
"Dia bilang, dia tidak menginginkan adik lagi, katanya dia sudah banyak memiliki keponakan, dia tidak mau aku hamil lagi." Ucap lexia kali ini suaranya tidak bisa di tahannya lagi, dia mendesah dengan suara yang keras, suara itu merdu di telinga daren.
"Jika dia beruntung, aku bisa mengusahakannya kapanpun dia mau." Ucap daren, kini dia mengangkat lexia dan membawanya ke tempat tidur dan mulai melancarkan aksinya.
~
Pukul 06.35
Setelah malam yang melelahkan bersama daren, lexia bangun pagi-pagi sekali dan keluar dari kamar setelah membersihkan tubuhnya.
Dia menuju ke ruangan lain dan memegang ponsel di tangannya.
"Bagaimana, apa ada kabar dari wanita itu?"
"Ya, nyonya jam 9 pagi ini, wanita itu akan di bebaskan."
"Benarkah?" Ucap lexia sambil menyeringai.
"Ikuti terus wanita itu dan segera hubungi aku jika wanita itu kembali bertindak."
"Baik nyonya."
Lexia menutup ponselnya dan segera keluar dari ruangan itu, dia kemudian langsung menuju ke dapur dan menyiapkan sarapan pagi, seperti biasanya dia suka membuat dirinya sibuk dan mengerjakan semuanya di dapur.
"Pagi Mom, cepat sekali mommy bangun." Ucap Ax, dia kemudian mendekati ibunya dan mengecup pipinya.
"Dad bilang, mommy melakukan sesuatu yang berbahaya, ada kaitannya dengan kepala pelayan yang dulu, dad bilang wanita itu dengan berani menghubungi kelompok Chrounus untuk menjadi pendukung di belakangnya, dia berani meminta bantuan kelompok mengerikan itu."
"Ya, itulah sebabnya aku menunggunya keluar dari penjara dan...." Matanya beralih kepada putranya dengan ragu, mulut lexia tiba-tiba terdiam, Ax begitu mirip dengan daren jika menyangkut dengan ibunya.
"Jangan mengatakan apapun kepada ayahmu Ax, jika dia tahu, daren akan mengekoriku kemanapun ibu pergi." Ucap lexia.
"Kalau itu untuk keselamatan mommy, tentu saja aku akan memberitahu daddy." Ucap Ax tidak memperdulikan pelototan lexia.
~
Malam berkabut, angin juga tidak bertiup terlalu kencang malam ini, sejak pagi tadi, dia sudah menunggu wanita itu keluar dari penjara, tetapi anehnya sampai sekarang wanita itu belum keluar juga.
__ADS_1
Riel gelisah, apa dia tahu kalau sejak tadi ada yang menungguinya? Tetapi akhirnya wanita itu keluar juga, dia di temani oleh 4 pria berjas hitam dan segera saja mobil hitam itu berhenti di depan mereka.
"Siapa mereka." Ucap riel.
Riel segera mengikuti mobil itu, dia ingin memastikan wanita itu tidak melakukan sesuatu yang mencelakai hanna.
~
Hari ini merupakan hari pernikahan thomas yang di adakan di salah satu hotel ternama di Atlanta, lexia dan yang lainnya turut menjadi keluarga thomas.
"Wah mereka pasangan yang serasi ya." Bisik nara.
"Padahal jarak usia antara thomas dan pengantin wanitanya cukup jauh lho." Ucap lexia.
"Apa seperti kau dan daren, atau aku dan Xaphier?"
"Tidak, usia kami berdua tidak begitu koq, tetapi thomas lebih jauh lagi, usia thomas kan 41 tahun sedangkan wanita itu kalau tidak salah berusia 21 tahun, siapa yang sangka mereka akhirnya berjodoh."
Mereka berdua tidak hentinya menggosipkan thomas dan istrinya, tamu-tamu undangan tidak begitu banyak, hanya beberapa kenalan dari keluarga Caesaar dan teman dekat thomas saja yang hadir, hal itu dapat di maklumi karena sejak usia thomas masih sangat muda, dia sudah bekerja kepada keluarga Caesaar, dia juga tidak pernah pulang ketika liburan tiba, dia hanya terus berada di sisi tuan Caesaar.
Sempat lexia tanyakan mengenai thomas kepada ayahnya tetapi, tuan Caesaar hanya berkata bahwa thomas sudah menjadi bagian dari keluarga Caesaar, jadi tidak perlu mencari keluarganya karena kitalah keluarga thomas.
Entah sejak usia berapa thomas sudah mengikuti dan menjadi pengawal setia di keluarga Caesaar menjadi orang yang paling setia di sisi tuan Caesaar.
~
Setelah pernikahan yang meriah, malam itu, kedua mempelai akan langsung berangkat berbulan madu, seluruh keluarga caesaar mengantar kepergiannya, mereka akan bepergian selama 3 minggu, mengelilingi benua eropa dan semuanya di fasilitasi oleh keluarga Caesaar, meskipun pada awalnya thomas ingin menolaknya, tetapi Tuan Caesaar bersikeras untuk menghadiahkannya hadiah perjalanan mewah itu.
"Akhirnya mereka pergi, bulan madu? Terdengar merdu di telingaku, jadi selama 3 minggu ini, siapa yang menggantikan thomas?" Tanya daneil kepada xaphier.
"Tenang saja, sebelum dia berangkat, dia sudah menunjuk penggantinya sebagai kepala pengawal selama dia pergi, sepertinya paulo yang akan menggantikannya."
"Ah, paulo ya, dia cukup hebat dan tegas, tetapi belum sebanding dengan kecermatan thomas." Ucap daneil sambil mengangkat bahunya.
Mereka semua akan pulang ke mansion masing-masing, dazon, Axton bersama hanna dan fairley dalam satu mobil yang beriringan, sementara lexia, Nara, Xaphier dan daren juga dalam satu mobil, hanya dua mobil yang mengawal mereka semua kembali ke mansion.
Mereka kembali begitu larut malam, sekitar jam 1.30 dini hari mereka baru pulang dari acara pesta itu, dalam perjalanan pulang, dalam gelapnya malam tiba-tiba 4 sampai 5 mobil mengikuti mobil mereka.
"Daren, sepertinya kita kedatangan tamu." Ucap Xaphier yang duduk di belakangnya.
Lexia menatap 4 mobil yang seakan mengawal mereka dan ingin menghentikan laju kendaraan mobil yang mereka tumpangi.
Dua mobil yang mengawal mereka segera meminta bantuan dan menunjukkan lokasi mereka. Nara memegang lengan suaminya, dia takut jika sesuatu yang mengerikan terjadi malam ini, Xaphie memegang erat tangan Nara, berusaha menenangkannya.
Lexia menatap pengemudi di samping mereka, dan dengan geram dia memukul kaca jendela mobil.
Lima mobil malam itu lalu memblokir mobil mereka, sehingga suara decitan terdengar nyaring, Xaphier membuka peti kecil di bawa kursi dan membukanya, di dalamnya terdapat senjata api, Nara sampai membelalakkan matanya ketika melihat senjata itu di depan matanya, sementara itu daren membuka laci dasbor dan mengambil satu senjata dan menaruh di balik jasnya.
"Jangan khawatir, mobil ini anti peluru, dia tidak akan menembus kaca ini sebanya apapun mereka berusaha menembak, jadi aku akan mengatakan, jangan keluar selangkahpun dari mobil, terutama kau lexia, ingat itu." Ucap Xaphier dengan pandangan tajam.
Sementara daren memberikan satu pistol di tangan lexia, "Gunakan jika terdesak sayang, kami akan mengatasinya jadi tetaplah di dalam mobil." Lexia dan Nara mengangguk.
Sementara itu mobil yang di tumpangi oleh dazon dan hanna serta Axton dan fairley juga berhenti karena di blokir oleh mobil hitam di depannya.
"Untukmu Ax." Dazon memberikan satu senjata kepada Ax, mereka berdua mengangguk, tubuh fairley gemetaran, sama halnya dengan hanna, mereka berdua sungguh ketakutan, baru kali ini dalam hidup mereka mendapatkan kejadian seperti ini, mafia, penjahat, senjata api, semua itu mereka hanya lihat di tv, bukan di kenyataan seperti ini.
~
Wanita itu berada di dalam mobil dengan wajah pongah, senyuman terukir di wajahnya, ada senjata di tangannya, meskipun luka-luka masih belum sembuh di wajahnya, tetapi seringai dan senyumannya masih membingkai di wajah wanita itu.
Xaphier daren dan 6 pengawal telah berada di depan mobil mereka, Dazon dan axton juga sudah berada di depan mobil mereka.
Sekitar 13 orang pria dengan berpakaian serba hitam telah berdiri di sana, mereka saling berhadapan, sementara itu mey duduk di dalam mobil dan mengetuk-ngetukkan jarinya ke jendela mobil, matanya tertuju kepada Hanna, dia sengaja mengeluarkan tangannya di jendela kaca mobil memperlihatkan senjata yang di pegangnya.
"Aku heran, begini cara kerja Chrounus? mengandalkan wanita itu dan menyabotase mobil kami saat keadaan seperti ini, apa kalian begitu putus asanya hingga menghadang kami seperti ini?" ucap Xaphier.
Seorang pria maju sambil terkekeh, "Kami Chrounus? kau bercanda, aku tidak ada hubungannya dengan kelompok itu lagi, kami ini sedang bekerja, tidak ada permusuhan diantara kami dan kelompok Caesaar, tetapi pekerjaan tetaplah pekerjaan, jadi siapapun sasarannya, kami akan habisi, termasuk anggota keluarga Caesaar yang terkenal sekalipun." Ucap pria itu.
Suara kekehan itu terdengar dari dalam mobil, Wanita itu keluar dari mobilnya, dan berjalan di hadapan pria-pria suruhannya, langkah kakinya terdengar di jalanan beraspal.
"Selamat malam tuan-tuan, Mey ada di sini hanya untuk menuntut balas atas kematian kakakku yang tidak adil, tentu saja aku sebagai adik kandungnya harus membalaskan dendam atas kematiannya yang menyedihkan." Dia masih tersenyum.
"Lihat wajah wanita itu, dia tersenyum seperti itu karena dia merasa menang, ingin sekali aku menjambak rambutnya dan menamparnya, tanganku gatal, nara." Ucap lexia sambil memainkan pistol di tangannya.
"Tenanglah lexia, jangan membuatku lebih takut lagi, Xaphier bilang, kita harus menunggu di dalam mobil sampai keadaan aman." Ucap Nara khawatir.
"Tapi, aku tidak bisa tenang nara." Ucap lexia sambil menggertakkan giginya.
~
"Kami tidak akan menyerang anda tuan-tuan, aku hanya menginginkan satu hal kepada kalian, berikan wanita itu kepadaku, berikan lexia kepadaku, aku hanya ingin membalas kejahatannya kepada kakakku, gara-gara wanita itulah kakakku berakhir menyedihkan." Ucapnya sambil memandang tajam lexia dari dalam mobil.
"Kau terlalu meremehkan Kami, apa kau pikir ancamanmu dengan membawa orang-orang ini akan membuat kami ketakutan?" Ucap Xaphier.
Mey dengan berani menembakkan senjatanya sebagai peringatan bahwa dia tidak main-main. "Berikan wanita itu, setelah itu kalian boleh pergi." Ucapnya tajam.
Lexia sudah tidak sabar ingin keluar dari mobil, tetapi di tahan oleh Nara. "Jangan keluar lexia, aku mohon, tetaplah bersamaku." Ucapnya sambil gemetaran.
Telepon berdering, lexia segera mengangkatnya.
__ADS_1
"Nyonya ini aku Riel, katakan perintahmu, aku akan melaksanakannya, aku berada tepat di samping wanita itu, di dekat pepohonan."
"Kau riel pengawal yang bekerja di mansion dan kakaknya hanna?"
"Iya nyonya."
"Kenapa aku harus memberimu perintah, bukankah kau bebas untuk melakukan semaumu? kau bisa menyerang mereka kapanpun kau mau." Ucap lexia.
"Untuk terakhir kali nyonya, aku ingin menjadi pengawal di keluarga Caesaar, sebelum aku benar-benar pergi atau aku akan kehilangan jati diriku yang sebenarnya dan berubah kembali menjadi monster pembunuh." Ucap riel.
Lexia tidak membuang waktu lagi, "Baiklah riel, aku memerintahkanmu untuk mengalihkan perhatian mereka, dan jika kau memiliki kesempatan singkirkan wanita j4lang itu." Perintah lexia.
"Baik Nyonya."
Telepon terputus, ucapan lexia membuat Nara ketakutan. "Siapa yang kau perintah lexia? bukankah riel itu pembunuh yang di cari-cari di kota ini?" tanyanya.
"Mungkin, tapi aku hanya ingin mengabulkan keinginan terakhirnya, itu permintaannya." Ucap lexia. Setelah telepon dari riel yang tidak di sangka-sangka, kini suara deru mesin mobil terdengar dari arah samping mereka yang berdiri di tengah-tengah jalan.
Satu mobil jeep berwarna hitam menembus pepohonan, dan langsung menabrak semua mobil-mobil hitam yang memblokir mobil milik keluarga Caesaar. Mereka semua terkejut, mey melepaskan tembakan ke arah si pengemudi yaitu riel tetapi sayang sekali meleset.
Semuanya tiba-tiba mundur dan bersembunyi di balik mobil para pengawal yang kosong, saling serang pun terjadi, terdengar suara tembakan menggelegar di udara.
lexia mengambil kesempatan itu untuk membuka kaca jendela dan menembak ke arah wanita yang sembunyi di belakang jeep hitam, tembakan lexia meleset. Terdengar deru helikopter dari atas mereka dan menembakkan senjata kepada pria-pria suruhan mey.
Lima mobil datang dan maju ke baris depan menembakkan senjata mereka tanpa henti dan melindungi seluruh anggota keluarga Caesaar.
"Maaf kami terlambat sir." Ucap paulo yang berada di samping Xaphier.
"Segera selesaikan mereka." Perintah Xaphier.
Dazon dan Axton berada di luar mobil, mereka berdua melindungi hanna dan fairley dari luar mobil. Hanna dan fairley duduk di jok belakang sambil menundukkan kepalanya ketakutan.
~
Tidak ada yang menyadari lexia telah keluar dari mobil, dia meninggalkan Nara begitu saja ketika melihat wanita itu hendak melarikan diri dan masuk ke dalam rimbunnya pohon pinus yang tepat berada di sisi jalan, ketika menyadari orang-orangnya sebentar lagi akan kalah telak.
Dia berlari dan masuk lebih jauh lagi dan menyusuri pohon-pohon pinus, suara langkah kaki yang berlarian, napasnya terdengar keras ketika wanita itu berlari kencang. Dia akhirnya berhenti sejenak karena sangat kelelahan, dia bersandar pada batang pohon pinus. Suara langkah kaki mengejutkan mey, matanya menatap tajam wanita yang berdiri di hadapannya. "Selamat malam mey." Suara itu mengagetkan mey.
"Apa kau tahu apa hukuman bagi orang yang mengganggu keluarga Caesaar?"
"Berhentilah menjadi sok, kau hanyalah seorang wanita, sama sepertiku, aku lebih kuat darimu young lady." Suara tembakan terdengar dari dalam pepohonan.
"Dari mana suara tembakan itu daren?" Ucap Xaphier. Mereka berdua memandang dari arah pepohonan, setelah kedatangan paulo, orang-orang mey akhirnya dapat di atasi.
Nara segera keluar dari mobilnya dan segera berjalan cepat menuju Xaphier.
"Lexia pergi mengejar wanita itu." ucap nara.
Daren dan Axton segera berlari masuk ke dalam rindangnya pohon-pohon pinus.
Tembakan dilepaskan oleh lexia dan mengenai lengan mey, lexia berjalan mendekat, tapi tiba-tiba mey mengeluarkan pula senjatanya, mengarah ke jantung lexia.
"Selamat tinggal dengan kesombonganmu itu, sekali aku bergerak nyawamu akan melayang." Ucap mey sambil meringis menahan sakit di lengannya, darah bercucuran dari tangannya, tetapi wanita itu masih mengarahkan senjatanya tepat ke lexia.
"Ucapkan kata-kata terakhirmu." mey membentak dengan suara kesakitan, lexia malah tertawa membuat mey bertambah marah.
"Kata-kata itu harusnya untukmu mey." Senyum lexia.
"Riel kerjakan tugasmu, singkirkan wanita ini." perintahnya.
"Baik nyonya."
Suara parau itu membuat wanita itu membelalak ketakutan, dia tidak menyadari sejak tadi riel ada di sana, di hadapan lexia, riel membereskan wanita itu, matanya membelalak ketika menatap lexia untuk yang terakhir kalinya.
"Nyonya sebaiknya pergi, aku akan membereskannya, anda tidak boleh terlihat di sini bersama tubuh wanita ini." Ucap riel.
"Kau akan kemana Riel." tanya lexia.
"Aku akan menyerahkan diriku setelah ini nyonya." Ucapnya, dia kemudian menatap lexia lagi, "Nyonya, mungkin ini adalah permintaanku untuk terakhir kalinya, tolong jaga adikku, setelah aku menyerahkan diriku, aku tidak akan lagi bertemu dengan Hanna, tolong jaga dia, dan katakan kepadanya, jangan pernah menemuiku, meskipun aku tidak bertemu dengannya, aku akan selalu menjaganya." Ucap riel.
Lexia mengangguk, "Aku akan menjaga hanna dan darko dengan baik," Ucap lexia tegas.
"Terima kasih nyonya" Dia tersenyum tipis, terakhir kali sebelum riel pergi dia menunduk sebentar kepada lexia, dan akhirnya membawa tubuh wanita itu dan segera menghilang dalam kegelapan. Suara langkah kaki membuat lexia berbalik, dia menatap daren dan Axton serta pengawal lainnya mendekat ke tempat lexia.
"Lexia, lexia." Teriak Daren, dia melihat lexia berdiri seorang diri di sana menatap ke arah pohon-pohon yang di selimuti kegelapan.
"Lexia apa kau tidak apa-apa? apa kau terluka?" Tanya daren memegang tubuh istrinya dan memperhatikan jika saja ada luka yang mengenainya.
"Aku baik-baik saja daren."
"Mommy, kami sangat khawatir, apa yang mommy lakukan di sini." Ucap Axton. "Bibi nara bilang mom mengejar wanita itu."
"Ya aku mengejarnya."
Mereka semua mencari-cari keberadaannya di sekitar tempat itu, tetapi tidak ada apa-apa di sana.
"Tapi dia sudah pergi dan menghilang untuk selamanya." gumam lexia. "Jangan menatapku seperti itu, ayo kita kembali, di sini banyak nyamuk." Lexia berbalik dan meninggalkan mereka dengan pandangan bertanya-tanya.
Langkah kakinya terdengar ketika menginjak ranting-ranting patah, dia tersenyum sambil membawa wanita itu di bahunya. "Baru kali ini aku secara sadar sebagai seorang pengawal mengerjakan tugas yang di perintahkan untukku, sekarang, tinggal menunggu takdirku akan membawaku entah kemana."
__ADS_1