
Robert Mansion, 08.15
"Benarkah? Paman daren dan lexia telah memiliki bayi??" Ucap lovelia sambil mengaitkan kedua tangannya.
"Aku senang sekali paman Alvin, aku ingin sekali melihat bayi paman daren, wah lexia sudah memiliki bayi padahal usia kami sama." Lovelia tertawa senang dia ingin menelepon pamannya Daren dan mengucapkan selamat atas kelahiran putranya.
Alvin tersenyum melihat senyuman merekah di wajah manis Lovelia, meskipun kegundahan terasa di hatinya, dari hari ke hari ketika dia bersama lovelia, hatinya mulai goyah tanpa sadar matanya selalu tertuju pada Lovelia, dia menatapnya bukan seperti seorang paman kepada keponakannya tetapi Alvin menatapnya Seperti seorang pria kepada wanitanya. Hal itu membuat hatinya resah kadang kala dia ingin menepis semua yang dirasakannya untuk lovelia tetapi hatinya tidak bisa memungkiri keinginannya untuk bersama lovelia.
"Bagaimana jika kita berdua menjenguknya di villanya? Kau cukup kuat bukan melakukan perjalanan jauh?" Tanyanya. Mata lovelia tiba-tiba berbinar sontak senyum manisnya terukir di wajahnya.
"Aku mau, aku mau..aku ingin sekali menggendong putra paman Daren." Ucap lovelia tertawa senang.
~
Sudah beberapa hari lexia berada di rumah sakit sejak dia melahirkan putranya, hari ini dia akan kembali ke villanya bersama Daren dan putra kecilnya.
"Sayang ? Kau sudah menyiapkan nama untuk putra kita bukan?" Ucap lexia menepuk bahu Daren ketika Daren sedang mengecupnya dan berlama-lama di bibirnya.
"Emm, tunggu aku sibuk." Ucap Daren lalu melanjutkan ciumannya kepada lexia yang terengah-engah.
Suster masuk ke dalam ruangan mereka, Daren lalu melepaskan bibir lexia dan sengaja memperbaiki posisi duduk lexia dengan menaruh bantal di belakangnya.
Lexia menatapnya dengan mata menyipit. Setelah suster selesai memeriksa kondisi lexia dia pun keluar dari ruangan. Daren berdecak kemudian mendekati lexia dan memeluknya.
"Aku baru saja melahirkan Daren?" Bisik lexia. Kau tidak bisa melakukannya." Ucap lexia menatap Daren dengan kecupan-kecupan di wajah lexia.
"Emm, aku tahu sayang, jangan berisik nikmati saja sentuhanku." Bisik daren membuat lexia balas mencumbunya. Tangis bayinya membuat kegiatan mereka terhenti. Daren menggendong putranya dan memberikan kepada lexia agar dia menyusuinya.
"Aku akan memberikan nama putraku Axton Daren Burchard." Ucap Daren senang.
"Jadi aku akan memanggilnya dengan sebutan Ax sweety ucap lexia mengecup pipi putranya. Sebuah ketukan membuat keduanya berbalik, Daren membuka pintu kamarnya, dia menatap heran wanita yang datang menjenguknya ke rumah sakit.
Tanpa ada yang menyuruhnya, wanita ini masuk begitu saja dengan senyum miring mengembang di wajahnya. Lexia menatap wajahnya dengan pandangan datar, tanpa menyambut kedatangannya.
"Owh, kau sudah melahirkan rupanya, coba kulihat bayimu, sangat lucu. Aku datang ingin melihat keadaanmu lexia, sewaktu ibumu melahirkanmu aku yang menemaninya karena caesaar terlalu sibuk dengan urusannya, hanya aku dan xaphier yang menemani ibumu, kau sungguh beruntung bisa melahirkan dengan suamimu di sampingmu." Ucapnya.
Lexia tersenyum miring, tetapi tidak mengatakan apapun kepada wanita yang menatap dirinya angkuh. Wajahnya yang sudah berumur dihiasi dengan make up yang mencolok dengan bibir merah merona dan anehnya dia memakai pakaian hitam dari ujung kaki hingga ujung kepala seakan dia sedang berkabung.
Daren mendekat ke arah lexia dan memegang bahunya. Wajahnya tersenyum sumringah melihat Daren ada di sana. "Berikan bayimu, biarkan aku menggendongnya, sebagai orang yang berpengalaman aku akan menunjukkan bagaimana menggendong bayi yang benar." Ucapnya.
Dia mendekati lexia. Tetapi lexia menatapnya dengan tatapan tajam dan berbahaya.
"Jangan mencoba menyentuh bayiku, sebaiknya kau pergi sebelum aku memanggil keamanan." Ucap lexia, tiba-tiba di berjengit karena merasakan sakit di daerah intimnya dia tidak boleh terlalu banyak bergerak.
__ADS_1
"Sebaiknya anda keluar nyonya, kau mengganggu lexia." Ucap Daren menatapnya tajam, dia tersenyum dan berkedip kepada Daren kemudian melangkahkan kakinya keluar kamar lexia.
"Dasar wanita sinting." Umpat lexia. Terlihat wajah geram dari balik tatapan Melda, dia harus mengajar sopan santun kepada Celia, pikirnya dan akan mendekati Daren yang tampan sedikit demi sedikit. Wajahnya tersenyum sumringah membayangkan semua itu.
~
"Lihat saja apa yang akan kulakukan kepada wanita itu jika aku sudah bisa berjalan." Gumam lexia. Dia tidak menyadari Daren menyilangkan kedua tangannya mendengarkan ucapan lexia yang berapi-api.
"Jangan meladeninya lexia, dia akan semakin membuatmu jengkel"
"Kalau aku tidak meladeninya dia yang akan datang mengganggu kita, lihat saja tatapan matanya kepadamu dan dia mengedipkan matanya kepadamu di depanku, jika aku tidak bertindak dia yang akan semena-mena, terlebih dahulu aku harus mendengar cerita Xaphier mengenai perlakuan wanita itu kepada ibuku." Ucapnya.
Daren hanya memeluk lexia dan menghembuskan napasnya. "Hati-hati sayang ketika kau menghadapinya, dia wanita seperti ular, dia licin dan tahu tempat-tempat yang aman untuk bersembunyi dan menyembunyikan taringnya."
"Lagi pula aku ngeri melihatnya, lihat saja tanganku. Lihat, bulu kudukku berdiri semua ketika dia mengedipkan matanya." Ucap Daren sambil merinding. Lexia yang mendengarnya tertawa-tawa.
"Ouch sakit." Ucap lexia.
"Aku ingin segera tiba di rumah Daren, aku tidak mau lama-lama di rumah sakit." Ucapnya sambil membaringkan tubuhnya di tubuh Daren.
~
Tuan caesaar memiliki 4 saudara laki-laki, dia adalah putra kedua, karena kakaknya yang pertama telah lama wafat. Tuan caesaar memiliki dua orang anak yaitu Xaphier dan Celia (lexia) sedangkan dua saudaranya itu adalah pengusaha ternama di masing-masing negara di Eropa dan salah satu saudara bungsu Dari tuan Caesaar memiliki satu orang putra bernama Ryan, dan anak angkatnya bernama Melda, dia diasuh oleh adik tuan caesaar yang pada waktu itu masih sangat muda, Melda di ambil dari panti asuhan ketika adik tuan caesaar bahkan belum menikah, jadi usianya sekarang cukup tua untuk menjadi sepupu lexia dan Xaphier, Melda yang mewarisi perusahaan besar ayah angkatnya sekarang ini begitu mendominasi saham-saham khususnya di Amerika, dan kedudukannya hampir sama dengan tuan Robert, itulah mengapa dia memiliki nyali dan percaya diri yang besar untuk menghadapi si kecil lexia.
~
Lexia meletakkan bayinya di tempat tidur lalu menyusuinya karena sejak tadi Axton tidur terus dan belum di susui oleh lexia. Daren meletakkan semua perlengkapan lexia di dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di samping putranya yang sedang menyusu.
Lexia mengambil bantal dan menutup wajah Daren agar tidak melihatnya menyusui bayinya dengan pandangan intens.
"Kenapa? Kau malu lexia?" Ucap Daren dengan heran dan tidak percaya. Aku sudah pernah melakukan hal yang sama seperti Axton jadi kau tidak perlu malu sayang." Senyumnya mengejek.
Lexia mengabaikan Daren dan berpura-pura tidur dia tidak mau mendengarkan ucapan mesumnya sementara putranya ada di sini.
Sebuah ketukan terdengar dari kamar mereka. Daren bangun dari tidurnya, dia membuka pintunya dan menatap Evan berdiri di sana.
"Ada apa?"
"Seorang wanita mengirimkan 3 orang pelayan untuk menjadi baby sitter tuan Axton." Ucap Evan.
"Wanita? Siapa dia?" Tanyanya.
"Katanya yang menyuruh mereka adalah tuannya namanya Nyonya Imelda." Jawabnya lagi.
__ADS_1
Daren menatapnya dengan jengkel. "Bawa kembali pelayan-pelayan itu dan kirimkan beberapa pengawal, periksa tamu yang datang jika wanita itu mengaku bernama Melda jangan biarkan masuk, tingkatkan keamanan dua kali lipat kau mengerti."
"Baik tuan." Ucap Evan.
Tiga pelayan itu akhirnya kembali, Daren menjadi geram melihat wanita tua mengerikan itu. "Ugh sudah kubilang bukan wanita itu akan melakukan sesuatu dengan semaunya." ucap lexia.
~
"Apa ini? Dia menolak kalian? Berani sekali lexia menolak pemberianku." Kirimkan lagi beberapa pelayan dan katakan terimalah, pengasuh ini profesional dia akan mengajari lexia cara mengasuh bayi."
Ck, pada akhirnya dia akan menerima sedikit demi sedikit pemberianku dan aku bisa membantunya membesarkan putranya dan bisa bertemu dengan Daren kapanpun aku mau." Senyumnya.
~
Nara melompat-lompat gembira ketika dia menerima telepon bahwa dirinya di terima di sebuah perusahaan besar di kota Oklahoma di Tulas letaknya tidak begitu jauh dari tempat bekerjanya yang dahulu.
"Be..benarkah itu sayang?!" ucap nyonya Elma tersenyum gembira mendengar kabar diterimanya Nara di salah satu perusahaan bergensi. "kau akan bekerja sebagai apa Nara? usiamu kan sangat muda, dan kau hanya lulusan sekolah, apa yang akan kau kerjakan di perusahaan besar itu." ucap nyonya Elma khawatir.
"Tenanglah bibi, apapun pekerjaan yang akan di berikan untukku aku akan menerimanya dengan senang hati dan berusaha dengan giat." ucapnya gembira. Malam itu Nara menyiapkan pakaian kerjanya dan menyetrika pakaian yang akan dikenakannya besok. Dia tidur dengan jantung berdebar karena menunggu apa yang akan dilakukannya besoknya.
~
Nara menganga, sekarang ini dia berada di kantor yang begitu luas mewah dan Setiap benda yang ada di tempat itu seakan berteriak kepadanya dengan sebutan mahal dan mewah.
"Di..di mana ini? kenapa aku ada di sini?"gumamnya, kemejanya berwarna biru dengan lengan panjang yang dikancing sempurna dipadu dengan rok midi berwarna hitam memiliki panjang sampai pertengahan betis berada di antara lutut.
Seorang wanita dengan fashion dan gaya yang stylish berambut pirang nampak berjalan ke arah Nara dengan percaya diri, bunyi ketukan pada high heelsnya terdengar menggema di ruangan itu.
"Nona Narana Aroons, ucap wanita pirang itu dengan memberikan senyum profesional kepadanya.
"I..iya saya sendiri." ucap Nara gugup sambil menelan ludahnya dia berdiri kaku menatap wanita itu. "Ikuti saya Nona Nara." ucapnya.
Di sebuah ruangan bertuliskan sekretaris pribadi tertulis di meja itu dengan namanya sudah tertera di sana.
"Mulai sekarang kau akan menjadi sekretaris pribadi tuan Xaphier Caesaar, tunggulah di sini lima menit lagi kau akan mengetuk dan tuan Xaphier akan menyuruhmu masuk ke dalam ruangannya." ucapnya.
"Ba..baik." ucap Nara dengan gugup.
Nara berdiri di sana dengan tegang. "Sekertaris pribadi? Xaphier caesaar? sepertinya aku pernah mendengar namanya." tapi bagaimana bisa aku bekerja di perusahaan besar seperti ini? riwayat pekerjaanku saja hanyalah sebagai kasir di mini market dan bekerja paruh waktu sebagai penjual bunga. Meskipun begitu dia tetap senang karena gaji yang akan dia hasilkan dari pekerjaan ini sangat besar jumlahnya.
Suara berat itu membuat Nara terlonjak, dia mendengar suara seseorang dari dalam kantornya. ' Masuk.' suara itu terdengar ketika Nara mengetuk pintu ruangan itu beberapa kali.
Nara akhirnya masuk dan mendapati ruangan yang sama luasnya dengan yang baru di temuinya.
__ADS_1
"Selamat datang Narana Aroons, mulai hari ini kau akan menjadi sekretaris pribadiku ucap Xaphier dengan mata safirnya menatap Nara yang terkejut melihatnya.