The Dark Sapphire Eyes

The Dark Sapphire Eyes
Wanita Milik Xaphier 4


__ADS_3

"Daren ! Aku..aku tidak mau kau terlibat dengan wanita itu, aku tidak mau dia melihatmu dan mengganggumu jadi untuk lebih amannya tugas itu aku berikan kepada Xaphier, lagi pula ini menyangkut pembunuhan ibuku." Ucap lexia menyakinkan Daren yang masih terlihat tidak setuju dengan apa yang dilakukan lexia.


Daren menghembuskan napasnya dan memberikan kecupan selamat pagi kepada lexia. "Baiklah sayang, jika kau membutuhkan bantuanku, aku akan selalu siap membantumu." Lexia memberikan pelukan erat di tubuh Daren dan melayangkan satu ciuman panjang untuknya Kemudian bersandar di bahunya.


"Kau tahu?? Aku meninju wajah nenek sihir itu, tamparanku tidak berhasil membuatnya jera jadi akhirnya kutonjok saja dia." Ucap lexia.


Daren terkekeh. "Setiap saat wanita itu selalu memberikan ancaman padamu tetapi pada akhirnya dia yang selalu di tampar olehmu." Ucap Daren masih terkekeh di leher lexia.


"Erm..kau sungguh wangi sayang, aku menginginkanmu sekarang." Ucap Daren dengan mata mendamba.


Saat itu suara lucu Ax membuat keduanya berbalik dan menatap putranya terbangun dan mengucek-ucek matanya. "Sepertinya Daren kecil harus tertidur dulu." Lexia tertawa mendengarnya lalu memukul punggung daren, mereka segera menghampiri Axton putranya yang baru saja bangun dari tidurnya dan mengeluarkan suaranya yang menggemaskan, dengan segera lexia memberikan kecupan kepada putranya dan menyusuinya.


"Kau sudah bangun pria tampan." Ucap lexia memainkan jemari putranya yang sedang menyusu, matanya yang berwarna safir bersinar dan berkedip-kedip menatap wajah ibunya, Daren berbaring di sampingnya memberikan kecupan selamat pagi untuk putranya.


"Daren?" Panggil lexia.


"Ada apa sayang." Ucapnya.


"Xaphier bilang kita jangan kembali dulu ke Tulas Sebelum masalah ini terselesaikan."


"Tidak masalah lexia, lagi pula jarak kantorku dari sini lebih dekat dibandingkan di Tulas." Ucapnya.


"Dan berhenti memperhatikan Ax yang sedang menyusu Daren, pergilah mandi." Ucap lexia Memukulkan bantal ke wajah Daren yang membisikkan sesuatu kepada Ax. "Jangan membisikkan kata-kata yang aneh kepada Ax, nanti dia menjadi mesum seperti ayahnya." Ucap lexia menyembunyikan Ax dari pandangan Daren.


"Ck, aku hanya membisikkan sesuatu yang hanya pria saja yang tahu." Ucap Daren santai.


Lexia mendelikkan matanya agar Daren berhenti memandangi dadanya. "Oke sayang aku akan mandi." Ucap daren, dia berdiri dan memberikan kecupan singkat kepada lexia dan segera menuju ke kamar mandi.


~


Penthouse Xaphier, pukul 07.15


Nara mengerjapkan matanya, dia mencoba membuka kedua matanya yang masih berat, kesadaran tiba-tiba menamparnya, dia masih tertidur di kamar Xaphier, dia melihat ketelanjangannya di dalam selimut, dan segera duduk kemudian mencoba mengingat kejadian semalam.


Nara mengambil Napas panjang, Xaphier meninggalkannya malam itu karena ada telepon yang mendesak, sepertinya pria itu tidak bekerja hanya di siang hari saja mengurusi Perusahaannya, seperti yang selama ini Nara dengar, Xaphier adalah salah satu bos Mafia di Milan Italia, dia memiliki banyak pekerjaan yang melibatkan pekerjaan legal maupun ilegal.


Nara kemudian menarik selimut itu agar dia dapat berjalan ke kamarnya dan menutupi tubuhnya dengan erat. Sebuah memo di tinggalkan dengan sengaja di atas meja kerja Xaphier.


"Gunakan ini jika aku pulang nanti." Nara melihat kembali lingerie berwarna hitam yang lebih seksi di bandingkan yang terakhir di pakainya.


"Ck, lingerie ini tidak ada bedanya dengan tubuhku yang telanjang." Ucap Nara mengambil lingerie itu dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Dia menyimpan kembali lingerie itu dan berjalan menuju pintu keluar.


Nara sedang berendam di bathtub untuk membersihkan tubuhnya, Nara terbayang wajah Xaphier yang menjulang di atas tubuhnya tadi malam, dan perasaan aneh yang di rasakannya ketika tangan Xaphier bermain ditubuhnya.

__ADS_1


Nara memeluk tubuhnya sendiri di dalam bathub, apa yang harus di lakukannya jika dia kembali nanti, dan dia harus mengenakan lingerie hitam mengerikan itu, setelah 20 menit berendam Nara akhirnya keluar dari bathub dan segera keluar dari kamar mandi.


Nara menatap heran tiga orang pelayan yang berdiri di hadapannya, mereka terlihat seperti robot tidak berbicara sedikitpun tetapi mereka mulai bekerjasama mendandani Nara.


"Apa yang kalian lakukan? Aku akan kemana? Mengapa aku memakai dress seperti ini?" Ucap Nara menatap heran dress pendek berwarna putih dengan kain panjang menjuntai di belakang hingga menyapu lantai, dress seksi itu terlihat familiar.


"Bukankah ini gaun pengantin?" Tanyanya kepada salah satu pelayan yang ada di sana, tetapi tidak satupun pertanyaan Nara di jawab oleh mereka bertiga.


Setelah mendandani Nara, kemudian dia melihat dirinya di cermin, dia terlihat seperti seorang pengantin wanita. "Mengapa, mengapa aku mengenakan pakaian seperti ini? Apa ini perintah dari Xaphier?" Tanyanya lagi.


"Ya Nona." Hanya itu saja jawaban yang diberikan pelayan itu kepada Nara.


Mereka membawa Nara di satu mobil Limousine mewah berwarna putih, segera saja Nara masuk kedalam mobil, dengan jantung berdebar kencang Nara mengikuti alur yang direncanakan Xaphier untuknya.


"Pe.. pesawat? Mengapa aku harus naik pesawat?" Tanyanya. Tetapi sekali lagi tidak ada yang menjawabnya, pesawat yang bertuliskan Caesaar 7667 X akan segera berangkat, dengan dipandu tiga pelayan wanita tadi, Nara segera naik ke pesawat dan duduk dengan gelisah.


Matanya menerawangi pesawat pribadi milik Xaphier yang mewah itu, tidak ada kursi penumpang layaknya di pesawat pada umumnya tetapi segala perlengkapan mewah sudah tertata di pesawat itu, tempat duduk nyaman hanya untuk dua orang, interior yang mewah dengan segala fasilitas mewah tersedia di sana, di pesawat itu terdapat kamar tidur yang super mewah, “Altitude Bar,” dan area lounge yang luas.


Nara menganga melihat seluruh isi pesawat, Nara hanya naik pesawat hanya sekali seumur hidupnya dan dia cukup takjub untuk itu, apalagi sekarang dia betul-betul tidak percaya dia berada di pesawat mewah yang akan membawanya entah kemana.


"Permisi Nona, pesawat ini akan menuju kemana?" Tanyanya. Salah satu pramugari tersenyum profesional kepada Nara.


"Kita akan ke Manhattan Nona." Ucapnya. Nara betul-betul terkejut dengan jawaban pramugari itu, "Manhattan? Apa yang direncanakan Xaphier membawaku ke Manhattan?" Ucap Nara.


~


"Ayah? Kenapa dia meneleponku di jam segini?"


"Halo Ayah?"


"Akhirnya kau mengangkatnya Xaphier, kau ada di mana?"


"Aku ada di Manhattan, ayah." Jawabnya.


"Kapan kau akan kembali ke Oklahoma?" Tanyanya.


"Setelah urusanku di Manhattan selesai Ayah, mungkin 3 sampai 4 hari aku ada di New York."


"Emm, setelah kau kembali dari New York, segeralah ke mansion, aku ingin mengenalkanmu dengan putri rekan bisnisku, dia sangat sesuai untukmu Xaphier, lagi pula kau harus segera menikah." Ucapnya.


Xaphier tidak menjawab pertanyaan ayahnya. "Ayah, aku akan pulang secepatnya tetapi aku ingin ayah bersiap-siap dengan kedatanganku."


"Bersiap-siap? Baiklah, tetapi jangan lupa kau harus segera ke mansion sesampaimu ke Oklahoma."

__ADS_1


"Baik ayah." Jawab Xaphier. Dengan tindakan ayahnya yang tidak hentinya menjodohkannya dengan putri rekan bisnisnya membuat Xaphier tersenyum penuh kemenangan, ide ini sebenarnya sudah ada di dalam kepalanya. Dengan telepon dari ayahnya membuat Xaphier harus segera melaksanakan rencananya itu.


~


Wanita itu segera memanggil dokter pribadinya setelah mendapatkan tonjokan dari lexia, dia terus memegang hidungnya yang masih perih dan nyeri.


"Dokter, apakah hidungku baik-baik saja? Aku merasa seperti ada yang bengkok, bukankah itu tulang hidungku yang patah??" ucap Melda tidak hentinya memegang hidungnya.


"Hidung anda tidak apa-apa Nyonya, tetapi sebaiknya anda tidak banyak menggerakkan hidung Nyonya atau memijat-mijatnya jika tidak, nyerinya akan terasa dan darahnya tidak akan berhenti mengalir." ucap sang dokter.


"Baik dokter." ucap Melda berusaha tersenyum manis.


Setelah dokter pergi, Melda kembali menatap wajahnya di depan cermin, melihat hidungnya yang masih merah dan terlihat bengkak membuat Melda tidak bisa kemana-mana sampai hidungnya normal kembali.


"Gadis sialan itu, awas saja, kau akan menerima pembalasanku." desisnya. ponselnya berdering, dia kemudian mengangkatnya.


"Halo Ada apa?" tanyanya.


"Nyonya, saya mendengar kabar jika tuan Xaphier akan di jodohkan dengan Nona Monica Collins."


ucap salah satu informan Melda yang selalu melaporkan segala kejadian yang terjadi di mansion itu.


Melda menaikkan alisnya lalu tersenyum miring. "Benarkah? sangat menarik, kapan pertemuan mereka akan di adakan?" tanyanya.


"Setelah tuan Xaphier kembali dari Manhattan."


"Bagus, informasi ini sangat berarti untukku dengan begini aku mempunyai alasan untuk datang ke mansion itu bukan? Aku akan menemani gadis bodoh itu untuk menemui paman Caesaar."


~


Nara telah tiba di Salah satu hotel di Manhattan, ruangan itu kosong hanya seorang pria botak yang berdiri di depan pintu.


Pintu itu terbuka lebar, seorang pria masuk dan mengulurkan tangannya memegang satu tangan Nara dan mengaitkan di lengannya.


"Ki..kita akan kemana?" tanya Nara. Tetapi lagi-lagi pria itu hanya tersenyum, dan membawa Nara menuju ke satu tempat yang membuat Nara berhenti berjalan, dia melihat Xaphier sudah menunggunya di sana dengan satu orang pria yang telah berdiri di tengah-tengah ruangan.


"Silahkan ikut saya Nona." ucapnya, langkah Nara terasa berat. Akhirnya dia telah tiba di hadapan Xaphier, mereka saling menatap dan terukir senyum di wajah tampan Xaphier.


"Kita akan menikah Nara."


Nara tidak bisa berkata apa-apa, tanpa di sadarinya proses pernikahan berjalan dengan lancar setelah ciuman panjang dari Xaphier, mereka sudah mengucapkan janji sucinya meskipun sempat suara Nara tercekat tetapi dengan bantuan Xaphier akhirnya dia mengucapkannya dengan lancar.


Beberapa pria datang dan memberikan selamat kepada Xaphier, mereka tidak terlihat seperti rekan bisnis Xaphier melainkan anak buahnya dan pengawal-pengawalnya yang memberikan ucapan selamat dengan membungkukkan sedikit tubuhnya.

__ADS_1


Setelah memberikan selamat atas pernikahan mereka berdua, kini tinggal Xaphier dan Nara yang ada di ruangan itu, air mata Nara tiba-tiba menetes, dia membelakangi Xaphier dan tidak menyangka hari ini adalah hari pernikahannya. Xaphier menarik dagu Nara agar menatap matanya.


"Sekarang kau bukan hanya sekretaris pribadiku atau wanitaku tetapi kau adalah istriku yang sah, jadi kau tidak akan pernah bisa melarikan diri dariku Nara." Senyumnya.


__ADS_2