The Dark Sapphire Eyes

The Dark Sapphire Eyes
Keberadaan Lexia 3


__ADS_3

Daren mengetuk-ngetukkan jarinya di dashboard mobilnya, dia melihat semuanya, William yang menarik lexia masuk ke dalam mobilnya dengan paksa.


"Sir, ini informasi pribadi William Luther." Ucap Evan memberikan data-data William melalui ponselnya.


Daren membacanya dan menatap nama yang tertera di ponsel itu.


"William Alther?" Ucapnya.


"Ya sir, dia merubah namanya menjadi William Luther, dia adalah putra dari Pasangan Jhon dan Veronica Alther yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, dan sekarang dia memiliki perusahaan persenjataan terbesar di Manhattan, bukan hanya itu saja sir, dia merambah ke bisnis gelap yang ilegal."


"Sepertinya dia memiliki dendam dengan keluarga Burchard sir." Ucap Evan.


"Jadi selama ini dia berada di mansion dan mencuri semua data-data yang berkaitan dengan keluarganya."


"Apakah kalian sudah mengikuti mereka?" Tanyanya.


"Ya sir."


"Bagus, aku ingin menjemput lexia sekarang juga."


Mobil itu melaju kencang menyusul mobil di mana lexia di bawa oleh William.


~


Edo mulai tersadar, luka di pelipisnya membuatnya mengerang, matanya mengerjap dan kemudian merasakan perih di pelipisnya.


"Sial !", Ingatannya kini tertuju kepada lexia, dia berlari ke lantai atas dan mencari lexia tetapi hanya tasnya saja yang ada di sana, pintu terbuka lebar-lebar, untung saja nenek Edo sedang keluar rumah kalau tidak dia bisa terkena serangan jantung.


Edo mengambil tasnya dan segera keluar mencari lexia, dia mengelilingi tempat itu tetapi lexia sudah tidak ada.


"Sial." Umpatnya.


~


SUV Rolls-Royce Cullinannya melaju kencang meliuk di tengah pusat kota di Queens, mereka mengejarnya dan mengurung dua mobil yang membawa lexia.


Sekitar Enam mobil berada di kiri dan kanan mobil milik William sehingga dia terkurung dan terpaksa menghentikan mobilnya dan memaksanya agar menepikan mobilnya di sisi jalan.


"Tetap di sini lexia." Bisik William. Dia kemudian keluar dari mobilnya dan menatap pria-pria berjas di hadapannya.


Daren keluar dari mobilnya dengan rahang terkatup rapat. Dia menatap William yang sedang berdiri tidak jauh darinya.

__ADS_1


"William Luther...bukan, tapi William Alther. Aku sama sekali tidak mengetahui penyamaranmu, menjadi seorang bodyguard di keluargaku." Ucap daren tajam.


William setengah tersenyum dan menatap daren.


"Mengapa kau menghalangi mobilku?" Tanyanya.


"Karena saya yakin kau mengambil apa yang menjadi milikku." Ucap daren tenang.


"Milikmu? Benarkah, tapi miilikmu itu ingin melarikan diri darimu, dia ingin pergi bersamaku." Ucap William sambil mengerling lexia yang duduk di dalam mobilnya.


Daren menyeringai menatap bayangan di dalam mobilnya. "Urusan kami belum selesai, kau tidak punya pilihan lain selain menyerahkannya."


Sekitar 12 orang bodyguard milik daren maju dan menodongkan senjata ke arah William dan orang-orangnya, mereka kalah jumlah dan tentu saja mereka harus bekerja sama jika tidak daren tidak segan-segan menghabisi mereka.


William mundur beberapa langkah membiarkan orang-orang daren berjalan ke mobilnya dan membuka pintu mobil.


Lexia yang menyaksikan adegan tersebut melotot, tubuhnya bergetar. Apa yang harus di lakukannya? Sepertinya situasi sekarang sangat berbahaya. Mobil tiba-tiba membuka dan seseorang menarik tangannya.


Lexia keluar dari mobil itu, dan berusaha melepaskan tangannya yang di pegang erat oleh salah satu bodyguard daren.


Mata mereka bertemu, daren melangkah menghampiri lexia yang mencoba memberontak.


Seringai terpampang di wajah daren. "Kita bertemu lagi lexia." Ucapnya. Dia menarik lexia dan membawanya menuju ke mobilnya.


"Selamat datang kembali lexia." Ucap daren, dia lalu menekan tombol yang ada dihadapannya dan seketika muncul sekat penghalang yang menutup di antara supir dan mereka berdua.


Lexia tidak mau memandang daren yang berada di sampingnya. Wajahnya terlihat sangat marah.


Daren menarik dagu lexia agar menatapnya.


"Bagaimana jalan-jalanmu lexia, apakah menyenangkan?"


"Jangan menyentuhku bodoh." Geram lexia mencoba menarik wajahnya agar terlepas dari tangan Daren.


"Aku bukan pria penyabar lexia, kali ini kau betul-betul sudah menguji batas kesabaranku." Ucap daren.


Lexia tidak mau menjawabnya, dia hanya diam dan juga tidak mau memandang daren. Tiba-tiba saja daren menarik lexia hingga dia duduk di pangkuannya dan menghimpitnya di sana.


"Jawab aku lexia, jangan mencoba menguji kesabaranku."


"Lepaskan aku sialan." Umpat lexia, mereka saling menatap tajam, daren memegang tengkuk lexia agar tidak bergerak dan menciumnya dengan liar dan kasar.

__ADS_1


Lexia mencoba sekali lagi berontak di tubuh daren tetapi semakin dia bergerak semakin dalam ciumannya.


Ciuman panjang itu berlangsung begitu lama hingga lexia hampir pingsan karena kekurangan asupan udara. Daren melepaskan bibirnya dan menatap bibir bengkak lexia yang bergetar.


"Jangan mencoba melawanku lexia, aku tidak akan menahan diriku lagi dan bercinta denganmu Sekarang juga jika kau mencoba terus melawanku." Ancamnya.


Air mata kemarahan jatuh dipipi lexia, dia tidak mau menatap daren yang begitu dekat dengan wajahnya. Tetapi daren benci jika lexia tidak mau mengikuti keinginannya.


"Kau sudah menyalahi kontrakmu lexia, apakah kau tidak membaca aturan jika kau melarikan diri dariku? Hukuman apa yang harus aku berikan kepadamu karena membuatku mengelilingi beberapa kota di Amerika hanya untuk mencarimu?"


Lexia masih diam dan tidak mau menjawabnya. Serangan daren membuat lexia kewalahan, ciuman dan pelukannya membuat tubuh lexia memberontak.


"Tidak ! Lepaskan aku brengsek." Teriak lexia ketika daren mendaratkan ciumannya ke belahan dada lexia dan memainkannya di sana, tubuh lexia berada di pelukan daren, t-shirtnya sudah terlepas dari tubuhnya, kedua tangan lexia di cekal oleh daren, lexia mencoba memberontak sekali lagi tapi tubuh kuat daren menjulang dan menghimpitnya di tempat sempit itu.


Kepala lexia terangkat ketika daren mengecupnya di sana dengan ahlinya, suara aneh terdengar keluar dari bibir lexia yang mencoba menahan desahannya.


Daren mencoba melepaskan bra lexia tetapi lexia berteriak kencang dan memanggil nama neneknya, tiba-tiba daren berhenti dan melihat tangisan lexia yang begitu kencang, tubuhnya terekspos di depan daren.


Daren yang mendengar tangis lexia lalu menariknya dan memeluknya erat-erat. Suara tangis lexia menyadarkan dan memadamkan daren dari gairahnya.


"Sial !" Gumam daren, dia tahu kali ini dia keterlaluan karena memaksa lexia. Tangisnya masih pecah di pelukan daren.


Daren memeluk punggung lexia yang mulus, setelah beberapa lama lexia akhirnya tenang, mereka masih berpelukan erat dan daren kini menyadari bahwa lexia tidak mengenakan bajunya hanya Jeansnya saja yang melekat di tubuhnya sehingga daren dapat merasakan gundukan bulat lexia yang menyentuh tubuhnya.


"Pakai bajumu lexia sebelum aku berubah pikiran." Bisik daren.


Seketika lexia tersadar dari tangisnya tetapi dia belum melepas pelukannya kepada daren. Daren akan melihat tubuhnya jika dia melepaskan dirinya, bajunya entah jatuh dimana dan bra-nya sudah jatuh menjuntai di lengannya.


"Balik ke sana, aku mau mencari dan mengenakan bajuku." Ucap lexia dengan suara kecil.


Daren memeluk lexia dan menahan dirinya dengan putus asa, bagaimana tidak? Dia dapat merasakan gundukan bulat melekat di tubuhnya dan lexia tidak mau melepasnya sebelum dia menemukan bajunya.


"Lepaskan dulu pelukanmu dan kau bisa mencari bajumu dan kau tidak perlu malu karena aku sudah melihat semuanya." Gertak daren.


Lexia perlahan melepaskan tubuh daren, dan dengan cepat mengenakan kembali bra-nya, daren mengerlingnya.


Lexia mencoba menutupi dadanya, tetapi percuma saja karena tubuh lexia yang berisi dapat terlihat dengan jelas.


Daren mencari-cari bajunya dan menemukanya jatuh di bawah kursi mobil, lagi pula baju itu sudah robek karena ulah daren.


Daren berdecak dia melepaskan kemejanya dan menyuruh lexia untuk mengenakannya.

__ADS_1


"Pakai ini lexia." Ucapnya.


Lexia menatap kemeja kebesaran milik daren dan segera memakainya. daren kembali mengerlingnya dan menelan ludahnya menatap lexia yang terlihat seksi karena kemeja itu kebesaran di tubuhnya dia mencoba menahan hasratnya yang menggelegak di permukaan.


__ADS_2