The Dark Sapphire Eyes

The Dark Sapphire Eyes
Kejutan Dari Xaphier


__ADS_3

Jangan Lupa klik Vote, like and comentnya yaaaa tmn2 readers 😆 Selalu ku tunggu


🌺HAPPY READING🌺





Manhattan city, Grand Hotel M


Mereka terkulai lemas, setelah beberapa kali Nara mendapatkan puncak pelepasannya, dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya apalagi kakinya, setelah mendapatkan puncak kenikmatan yang diberikan Xaphier. Nara mencoba mendorong tubuh kokoh itu tetapi jika mengandalkan kekuatannya saja Nara tidak akan sanggup, erangan Nara membuat Xaphier lebih intens dalam menggerakkan tubuhnya, menyusuri setiap lekuk yang tersembunyi dari tubuh Nara yang indah, membuat mereka berdua sekali lagi jatuh dalam kenikmatan bersama malam itu.


Napas Nara masih belum teratur, dia tidur sambil membelakangi tubuh Xaphier yang masih memeluknya erat. Air matanya jatuh di pipinya, tubuhnya terasa aneh dan berbeda, pria ini dengan seenaknya mengatur pernikahannya, melakukannya semalaman tanpa mendengarkan permohonannya.


Malam itu Nara memohon kepada Xaphier agar dia berhenti, karena tubuhnya tidak bisa menanggung lagi jika dia mendapatkan beberapa kali pelepasannya, Nara hampir saja pingsan ketika Xaphier bergerak kasar dan intens di tubuhnya.


Meskipun Nara marah dan jengkel dengan keegoisan Xaphier tapi entah mengapa tubuhnya terasa mengkhianatinya, dia masih mengingat desahan dan erangan ketika dia mendapatkan puncak yang diberikan Xaphier padanya, pipinya terasa panas, dan tubuhnya masih mendambakan itu lagi dan itu membuat Nara benci dengan dirinya.


"Tidurlah sayang, kau pasti lelah." Bisik Xaphier memberikan kecupan singkat di pipinya dan mulai memejamkan matanya. Nara mengambil napas panjang, sekarang waktu tidak bisa terulang kembali, dia sudah menjadi istri dari pria egois ini, suka atau tidak dia harus menerimanya.


~


Lovelia duduk di kursi di depan kamar ibunya sambil terkantuk-kantuk, kepalanya bergoyang kedepan dan kebelakang. Langkah pelan Alvin yang menghampirinya tidak didengar oleh lovelia, Alvin duduk disampingnya dan membiarkan kepala lovelia bersandar di pundaknya. Alvin masih mengingat semua ucapan dokter Chris padanya. Alvin menatap wajah cantik bermata hijau lovelia yang terlihat letih mengurusi wanita itu, dia bahkan bukan ibu kandungnya, meskipun Barbara sudah membesarkan lovelia dengan baik tetapi ada imbalan dari semua yang dilakukannya.


Alvin sekarang mengerti mengapa Barbara membesarkan lovelia, selain dapat menyelamatkan nama baik keluarganya yang tetap terhubung dengan nama keluarga Juan Robert, juga wanita itu mendapatkan keuntungan jika lovelia menikah dengan pria kaya pilihannya, tetapi hal itu tentu saja tidak akan terjadi, setelah mengetahui siapa lovelia, Alvin tidak akan menyerah, dia akan memiliki lovelia bagaimanapun caranya dan siapapun yang menentangnya dia akan mempertahankan lovelia di sisinya, meskipun itu ayahnya sendiri.


Matanya mengerjap, merasakan kepalanya bersandar pada bahu seseorang. Lovelia menatap wajah Alvin di sampingnya. Lovelia mengucek matanya lalu menguap.


"Sejak kapan paman Alvin datang?" Tanyanya.

__ADS_1


Alvin tersenyum dan membelai lembut rambut lovelia yang menutupi separuh wajah lovelia yang terurai. "Apa sebaiknya kita pulang? Kau terlihat letih, aku sudah memerintahkan dua pelayan yang akan berjaga, dan juga akan ada suster yang selalu memantau keadaan ibumu, jadi sebaiknya kita pulang, aku takut kau akan sakit lovelia." Ucap Alvin dengan suara yang belum pernah lovelia dengar, seperti seseorang yang mengkhawatirkan kekasihnya. Pipi lovelia bersemu mendengarnya, Alvin berdiri begitupun lovelia yang ikut berdiri dan berjalan di sampingnya.


Lovelia menuruti kata-kata Alvin, mereka pulang bersama, tiba-tiba Alvin memegang tangan lovelia dan menggenggamnya erat membuat lovelia terlonjak. "Paman?" Ucap lovelia. Alvin hanya tersenyum dan tetap menggenggam tangan lovelia dengan erat.


~


Lexia sedang menatap dirinya di depan cermin, dia mengenakan Maxi dress atau long dress, gaun pesta berwarna merah itu terlihat sangat elegan dan cantik di tubuhnya, memperlihatkan bahu lexia yang mulus, belahan dadanya yang rendah membuat lexia berputar kekiri dan ke kanan, dan sedikit mengangkat bagian dadanya karena gaun itu sangat mengekspos bentuk dada lexia yang cukup besar.


"Ck, kenapa gaun ini yang dipilih oleh Daren? Lihat saja bentuknya, dadaku seperti akan melompat keluar."


Tangan hangat dan besar melilit di sekitar perut lexia. "Kau terlihat mempesona sayang, aku jatuh cinta sekali lagi." Bisiknya. Sambil memberikan kecupan ringan di punggung lexia.


Lexia memutar tubuhnya dan menaikkan satu alisnya, dia menarik tuxedo Daren dan memberikan kecupan ringan. "Kau sengaja memilih gaun seperti ini? Aku tidak bisa bergerak leluasa daren." Ucap lexia mulai mengangkat bagian dadanya agar tetap tertutup.


"Hem, kau benar sayang, aku tidak ingin orang-orang menatap tubuh istriku dengan leluasa, jadi kau akan mengenakan jasku jika kita turun nanti dan satu hal lagi, berjanjilah padaku sayang, jangan melepaskan gaunmu malam ini seorang diri, aku ingin mendapatkan kehormatan yang melepaskan gaun ini dari tubuhmu."


Lexia menggeleng tetapi tersenyum tipis mendengarkan permintaan Daren.


Ax sudah rapi dengan tuxedo yang sama dengan yang dikenakan Ayahnya, dia tampak lebih lucu dengan pipi tembemnya, mata safirnya menatap siapa saja dengan tajam jika ada yang berani menggendongnya selain ayah dan ibunya. Dia akan menangis dengan keras jika seseorang yang tidak di kenalnya akan menggendongnya meskipun beberapa pelayan yang selalu melayaninya tetap membuatnya tidak nyaman jika bukan ayah atau ibunya sendiri.


Mereka bertiga turun dari lantai dua, ayah dan beberapa pengawal-pengawalnya sudah ada di ruang tamu, tuan caesaar tersenyum menatap cucunya yang terlihat sangat tampan.


"Kemarilah, biar kakek yang menggendong pria tampan ini." Ucap tuan Caesaar. Ax mengerutkan hidungnya saat dia harus berpisah dari pelukan ibunya dan menggumam-gumam dengan suara lucunya.


"Mengapa Xaphier belum datang juga, Sebentar lagi tamu kita akan datang." Ucap tuan caesaar menatap jam di pergelangan tangannya. Sementara itu Lexia dan Daren saling menatap dan mereka duduk bersama. Lexia sudah berjanji kepada Xaphier untuk merahasiakan pernikahannya di depan ayahnya, biar dia sendiri yang memberitahukan pernikahannya.


Mobil itu berhenti di pelataran mansion tuan Caesaar, Monica Collins bersama ayah dan kekasih ayahnya keluar dari dalam mobil, sementara itu salah satu Audi berwarna putih turut berhenti di samping mobil mewah milik Monica. Wanita tua itu keluar dari mobilnya di bantu dengar pengawal yang membukakan pintu mobilnya, dia terlihat senang dan tersenyum miring.


"Aku kembali paman Caesaar." Ucapnya.


Monica memberikan kecupan di pipi kiri Melda, dia nampak berterima kasih karena mau menemaninya di hari pertemuannya dengan keluarga besar Caesaar. Mereka berjalan beriringan, meskipun begitu wajah ayahnya tampak tidak senang, dia sebenarnya tidak setuju dengan keinginan putrinya yang terkenal egois ini, karena alasan tidak masuk akalnya, dia memilih Xaphier sebagai tunangannya karena Daren ada di sana, dia ingin memiliki koneksi untuk terus bertemu dengan Daren.

__ADS_1


Mereka melangkah masuk ke pintu depan dan di sambut oleh beberapa pelayan yang membungkuk hormat atas kedatangan tamu-tamu penting tuan caesaar. Mereka semua berdiri menyambutnya, tiba-tiba tuan Caesaar menatap tidak suka dengan kehadiran Melda di sana, dia tersenyum manis menatap mereka semua.


Wajahnya terpaku menatap lexia, menatapnya dengan pandangan tajam sekaligus iri dengannya yang berdampingan dengan Daren, gaun lexia yang seksi membuat bibirnya menjadi sangat tipis.


'Gadis licik itu hanya mengandalkan Dadanya saja untuk menggoda daren.' gumam Melda.


Sementara itu Monica menatap mereka berdua dengan Pandangan tajam, apalagi saat itu pandangannya jatuh kepada bayi mungil tampan yang sedang di gendong oleh Daren.


"Selamat datang tuan Collins, malam ini kita akan membicarakan hari penting untuk keluarga kita dan...


Suara langkah kaki membuat semuanya berbalik, Xaphier sudah ada di depan pintu tetapi dia tidak datang seorang diri, wanita cantik dan anggun itu berdiri di sampingnya meskipun kikuk, dia terlihat senang ketika matanya menemukan lexia yang berdiri di sana.


~


Sehari sebelum keberangkatan ke Mansion Tuan Caesaar.


Nara masih berada di dalam bathub, tubuhnya masih sakit dan nyeri, setelah tubuhnya merasakan air hangat dan wangi Jasmine melekat ditubuhnya, dia nampak rileks dan sakit ditubuhnya perlahan menghilang. Nara berdiri dari bathub karena sudah dua puluh menit dia berendam, setelah membersihkan dirinya, Nara keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil melilit di tubuh rampingnya, dia sedikit terkejut karena Xaphier berdiri di sana sambil bersedekap.


"Kau lama sekali sayang, aku hampir saja masuk karena khawatir kau akan pingsan." ucap Xaphier berdiri di depan pintu kamar mandi dan terlihat khawatir.


"Wajah Nara tiba-tiba bersemu merah, ketika melihat Xaphier, dia membayangkan kegiatan panas mereka semalaman dan itu membuatnya malu, dia mundur beberapa langkah menjauhi Xaphier.


"Apakah masih nyeri?" tanyanya.


Nara membelalakkan matanya mendengar pertanyaan itu, tentu saja dia merasa malu dengan pertanyaan seperti itu, meskipun sekarang ini Xaphier sudah menjadi suaminya.


"Kenapa kau malu Nara? kau tidak perlu malu sayang, aku ingin tahu bagaimana kondisi tubuhmu." tanyanya.


Nara ingin sekali melemparkan sesuatu kepada Xaphier yang berdiri di hadapannya dengan tubuh kokohnya, tubuhnya yang sakit dan nyeri semua karena perbuatannya, dia masih mengingat permohonannya malam itu kepada Xaphier agar dia berhenti tetapi dia sama sekali tidak mendengarkan ucapannya malam itu.


"Aku..aku mau berpakaian, jadi kau keluar dulu." Ucap Nara dengan suara begitu pelan.

__ADS_1


"Tidak mau, untuk apa aku keluar, Percayalah aku sudah melihat seluruh tubuhmu Nara jadi kau tidak perlu malu." Xaphier tersenyum miring lalu berjalan perlahan di depan Nara hingga dia tersudut di dinding. Nara memejamkan kedua matanya, kedua tangannya sudah di genggam erat oleh Xaphier di atas kepalanya, kemudian Xaphier mulai berbisik di telinga Nara.


Xaphier tersenyum miring menatap Nara yang masih merona di kedua pipinya, kedekatannya begitu intens. "Aku ingin memilikimu sekarang juga tetapi sepertinya harus kita tunda dulu sayang, karena hari ini aku akan membawamu dan memperkenalkanmu kepada ayahku dan keluargaku, aku ingin memberikan surprise kepada mereka semua." bisik Xaphier.


__ADS_2