The Dark Sapphire Eyes

The Dark Sapphire Eyes
Perjalanan menuju Lovelia 2


__ADS_3

Daren menggelengkan kepalanya mendengar ucapan lexia yang menyindirnya. Dia terkekeh dengan kecemburuan yang diperlihatkan lexia kepadanya.


"Mengapa aku harus cemburu kepada keponakanku sendiri sayang? Aku hanya ingin yang terbaik untuk lovelia, jika aku mendapatkan hubungan yang masuk akal di antara Alvin dan Lovelia dan mereka saling mencintai tentu saja aku turut gembira dengan seseorang yang mencintai lovelia, selama ini dia sudah lama terkurung seorang diri, dengan adanya Alvin yang mencintainya dengan tulus tentu saja aku senang." Ucap Daren menjelaskan agar mulut lexia yang berubah tipis sejak tadi dan memberikan nada sindiran kepadanya agar berhenti dan dia harus tahu satu-satunya wanita yang di cintainya dan selalu ada dihatinya hanyalah lexia seorang dan tentu saja putranya.


"Kau dengar Ax, apa kita akan mendengarkan ucapan Daddy kali ini?" Gumam lexia kepada Ax yang sibuk bergumam-gumam dengan suaranya yang menggemaskan.


"Lexia sayang?" Ucap Daren.


"Hemm, ada apa?" Ucap lexia menjawabnya tetapi tidak memandang kearah Daren.


"Aku suka jika kau cemburu." Ucap Daren memberikan senyuman miringnya. "Membuatku ingin membawamu sekarang juga ke tempat tidur." Ucap Daren sambil melirik kepada lexia yang mendengus mendengarkan keinginan daren yang mesum kepadanya.


~


Wanita itu tengah berbaring di tempat tidurnya, malam-malamnya menjadi lebih sunyi dan hampa tanpa seorang pria berada di sampingnya dan menemaninya menghabiskan malam panasnya.


Dia terbangun karena mendengar deringan ponselnya yang sejak tadi mengganggu tidur nyenyaknya seakan dia di tarik paksa dari mimpi indahnya kembali ke kehidupan nyatanya. Dia melihat nama pengacara keluarga caesaar dan segera mengangkatnya, dia bertanya-tanya mengapa Selarut ini pria setengah baya itu meneleponnya.


"Halo, tuan Roger Freedy telepon dari anda di malam seperti ini tentu mengejutkan saya." Ucap Melda berbasa-basi.


"Nyonya Melda caesaar, Ah saya minta maaf harus mengatakan ini Nyonya Melda Harper, mulai saat ini anda tidak bisa lagi menyandang Nama Caesaar di belakang nama anda, tuan caesaar sudah mencabut hak anda sebagai ahli waris dari ayah angkat anda juga berkaitan dengan nama yang anda sandang, hal ini berkenaan dengan surat wasiat yang ditinggalkan oleh orang tua asuh anda, saya akan mengirimkan isi wasiatnya terutama point penting mengenai seluruh tindakan anda yang mencemari nama baik keluarga caesaar." Ucap tuan Roger.


Sejenak melda terhenyak dan terdiam, tubuhnya gemetar menahan agar kakinya dapat berpijak di lantai yang dingin, Ucapan yang baru saja didengarnya membuat Melda tidak percaya sama sekali, dia menggeleng kuat dan tiba-tiba berteriak keras di telepon.


"OMONG KOSONG APA YANG KAU KATAKAN TUAN ROGER? AKU INGIN BICARA LANGSUNG DENGAN ANDA, TIDAK ADA YANG BISA MENGHAPUSKAN NAMA KELUARGAKU SENDIRI, SIAPAPUN ITU !" Napasnya memburu dengan terengah-engah meluapkan kemarahannya, Selarut ini mendengarkan ucapan tidak masuk akal dari pria setengah baya itu.


"Saya tidak ada di tempat sekarang ini Nyonya Harper, saya berada di Manhattan sekarang ini, jika anda keberatan mengenai hal ini anda bisa terlebih dahulu membicarakannya secara privat dengan tuan Caesar dan tuan Xaphier, saya hanyalah pengacaranya yang bertindak sesuai keinginan tuan caesaar, selamat malam Nyonya Harper." Ucapnya tegas.


Melda meletakkan ponselnya di atas meja dengan tangan bergetar dengan hebat, wajahnya memerah dengan kemarahan yang nyata, tubuhnya terguncang, dia kemudian berjalan kesana kemari sambil menggigit kukunya.

__ADS_1


"Ini tidak mungkin terjadi, mereka tidak bisa melakukannya kepadaku, mereka tidak memiliki kuasa untuk bertindak sejauh ini, aku di angkat menjadi putrinya walaupun dia tidak begitu menyayangiku selain anak kandungnya yang entah di mana sekarang ini, dia tidak mungkin membuat surat wasiat di belakangku karena aku bertindak hati-hati demi mencapai semua kepemilikan ayah angkatku."


Melda segera mengenakan pakaiannya, tanpa menunggu lama dia segera mengemasi semua pakaiannya dan segera meninggalkan hotel City di Oklahoma, dia kembali kerumahnya dan akan menemui pamannya pagi itu juga.


~


Xaphier mengetuk-ngetuk jari-jarinya di atas meja menunggu Nara keluar dari toilet, Xaphier yang tidak sabaran segera berdiri di depan pintu toilet agar dia yakin Nara baik-baik di dalam sana, sudah 15 menit berlalu tetapi wanitanya belum juga keluar dari kamar mandi.


"Nara? Kau baik-baik saja?" Suara Xaphier menggema di dalam kamar mandi dan ketukan cukup kuat di pintu itu membuat Nara yang sengaja berlama-lama di dalam sana terkejut, dia masih berada di bawah shower yang hangat. Dia membalikkan tubuhnya lalu segera menatap pintu kamar mandi dan memastikan pintunya terkunci.


"A..aku akan segera selesai." Ucap Nara tergagap, pikiran tentang Xaphier yang akan melakukan sesuatu dengan tubuhnya malam ini membuat Nara begitu gugup, padahal entah berapa kali pria itu sudah memilikinya.


Nara segera mengambil bathrobe setelah merasa sudah cukup untuk berlama-lama di bawah shower yang hangat itu, dia membuka pintu dan mendapati Xaphier tengah berdiri di sisi tembok sambil menyilangkan kedua tangannya. mata tajamnya seakan menscanning Nara, memastikan dirinya baik-baik saja.


"Apa yang kau lakukan sampai selama itu di kamar mandi sayang?" Bisiknya membuat jantung Nara berdegup kencang kembali, padahal di kamar mandi tadi jantungnya berdetak normal dan tubuhnya terasa rileks.


"Aku hanya mandi lebih lama karena aku suka berada di bawah shower yang hangat." Ucapnya jujur, senyuman terukir di bibir Xaphier.


Nara melangkah mencoba menjauhi tubuh Xaphier yang memblokir jalannya. "Aku hanya menyukainya itu saja." Ucap Nara merona lalu segera menjauhi tubuh Xaphier dan ingin mengambil pakaiannya yang ada di lemari. Tiba-tiba tangan besar Xaphier merengkuhnya dengan mesra dan memberikan kecupan mesra di sekitar rahangnya yang menggoda.


"Kau tidak perlu mengenakan pakaianmu sayang karena tidak ada gunanya, sebentar lagi pakaian yang akan kau kenakan nantinya akan terlepas juga dari tubuhmu." Bisik Xaphier membuat Nara merona kembali.


Tiba-tiba tubuh Nara kembali terangkat dan melayang di pelukan Xaphier yang mengangkat tubuhnya seakan tubuhnya seringan kapas.


"Xaphier?" Ucap Nara.


Xaphier dengan lembut membaringkan tubuh Nara di atas tempat tidur besar berukuran king size miliknya. Dia mengusap wajah pucat yang kini merona menggemaskan dengan bibir merona merah alami di bawahnya. "kau milikku Nara, kau milikku sepenuhnya dan tidak ada seorangpun yang bisa memilikimu selain aku." Bisiknya. Tanpa berlama-lama Xaphier mendaratkan ciumannya di bibir nara yang ranum itu yang ingin sekali di cecapnya sejak tadi dan mengeksplornya ingin merasakan rasa manis yang tercipta dari bibir merah itu. Nara hanyut dengan ciuman Xaphier dan sekuat tenaga mencoba mengimbanginya tetapi Nara yang tidak berpengalaman tentu saja cukup kesulitan untuk mengimbangi Xaphier yang berpengalaman, dia mendominasi segala milik Nara dan mendaratkan kepemilikannya dengan pasti, membuat erangan dan desahan yang keluar dari bibir Nara seakan membuat Xaphier menggila malam itu, tubuhnya hanyut dengan percintaan mereka yang panas.


~

__ADS_1


"Kau yakin itu Melda?" Ucap tuan Caesaar menatap jam di dinding, dan melihat Thomas yang berdiri di depannya, memberitahu tentang kedatangan wanita tua itu yang sedang menunggu di depan gerbang mansionnya.


"Dia datang sepagi ini?" Tanyanya. Tiba-tiba telepon dari pengacaranya yang tempo hari memberitahu keinginan tuan Xaphier mengenai pencoretan nama belakang Melda membuatnya segera paham, dia juga sudah membaca isi wasiat adiknya yang tertera di kertas itu, di sana dijelaskan secara akurat mengenai pelepasan nama yang di sandang Melda jika dia mencoreng nama baik keluarga caesaar dan sudah saatnya tuan caesaar bertindak atas segala perbuatan tidak senonoh yang dilakukan Melda dengan segala intrik dan hubungan gelapnya kepada para pria-pria muda yang di racuninya dengan kekayaannya.


"Biarkan dia masuk Thomas dan ini untuk yang terakhir kalinya, aku ingin mendengarkan pembelaan dirinya." Ucap tuan Caesaar dengan tatapan tajam.


"Baik tuan." Ucapnya, Thomas segera pergi dan memerintahkan para pengawal untuk membiarkan wanita itu masuk. Dia terlihat angkuh dengan kacamata hitam bertengger di hidungnya, senyum tipis merekah masih terpampang di wajahnya.


"Pagi Thomas." Ucapnya santai. "Kau masih terlihat tampan dan mempesona tentu saja, apalagi sikap dinginmu itu membuatku ingin...ugh nanti saja kita bicarakan darling." Ucapnya memberikan lambaian kepada Thomas. Sementara itu Thomas memandangnya dengan pandangan jijik dengan sorot mata membunuh.


Melda masuk ke ruangan milik pamannya dengan Sebentar mengetuk pelan pintu itu.


"Masuk."


Ketukan sepatu melda terdengar di ruangan tuan caesaar, dia menurunkan kacamatanya lalu memberikan senyuman manisnya kepada pamannya.


"Pagi paman, kau pasti tahu alasan kedatangannku sepagi ini." ucapnya sambil duduk dengan pasti dihadapan tuan caesaar.


"Tentu aku tahu dan seperti yang dijelaskan oleh pengacara keluarga Caesaar bahwa namamu dihapuskan dari Nama besar caesaar tentu saja dengan alasan yang kuat dan sesuai dengan isi wasiat dari adikku sendiri.


Melda masih tenang, dia ingin menjaga sikapnya seelegan mungkin. "Dan apa isi wasiat dari ayahku paman?" ucapnya.


"Kau akan tahu sebentar lagi." ucap tuan Caesaar dengan matanya yang menyala berbahaya. Melda ingin mengucapkan sesuatu tetapi melihat sorot mata tuan caesaar dia tentu tahu harus mengikuti kata-katanya jika tidak mungkin saja dia akan di seret keluar dari mansion ini, jadi lebih baik dia menuggu kedatangan pengacara itu.


~


Nara bernapas dengan memburu, belum cukup dia menenangkan tubuhnya dari sengatan puncak kenikmatan yang diberikan oleh Xaphier, tubuhnya kembali direngkuh dan dihentak hingga dia tidak berdaya melawan keinginan Xaphier agar mengikuti gerakannya yang berhasrat. suara deringan ponsel di atas meja yang sedari tadi berbunyi membuat Xaphier ingin membunuh siapa saja yang mengganggunya. Dia turun dari tempat tidur lalu berjalan mengambil ponselnya.


"Jika berita yang kau sampaikan tidak penting kau akan menyesali karena telah menggangguku Paulo." bentak Xaphier di telepon.

__ADS_1


"Tuan, Nyonya Melda sedang berada di ruangan tuan Caesaar sekarang, sepertinya dia sudah mengetahui jika namanya sudah dicoret dari keluarga Caesaar."


"Benarkah? kalau begitu saatnya pertunjukan." Ucapnya, Senyum mengerikan tercetak di wajah tampan Xaphier, matanya berkilat berbahaya menunggu mangsanya akhirnya sudah datang.


__ADS_2