The Dark Sapphire Eyes

The Dark Sapphire Eyes
Cast Tokoh-tokoh The Dark sapphire Eyes Part 1


__ADS_3

Halo teman-teman Readers...ini Cast The Dark sapphire eyes, ini pendapat author pribadi yaaaaa, jadi kalau ada yang bilang tidak cocok thor, kurang cantik thor, cantikan yang ini atau itu 🤧 Cast ini cuma pendapat pribadi author sendiri, jadi kalau ada yang mau berimajinasi dengan Cast lainnya silahkan.....🙋☕






~


Jangan Lupa Tekan Voteee, like and comentnya yaaaa tmn2 readers 😆 Selalu ku tunggu.


🌺HAPPY READING🌺





Gadis itu mengayuh sepedanya kuat-kuat setelah membawa pesanan ibunya, dia begitu senang karena hari ini dia menerima gaji pertamanya setelah menyebarkan brosur di terowongan kepada orang-orang yang melalui jalur kereta.


Meskipun sedikit, uang yang di perolehnya dapat membantu kehidupan mereka berdua, ibunya bekerja sebagai penjual bunga di pinggir jalan, sedangkan putrinya yang berusia 17 tahun bekerja di berbagai tempat seperti mengantar koran dan mengantar susu, menyebarkan brosur di terowongan kereta api sampai mencuci piring di sebuah Restaurant, meskipun lelah gadis itu selalu tetap kuat dan senyum selalu menghiasi wajahnya.


Sepeda merah tuanya berayun mengelilingi kompleks yang padat penduduk, rumah kumuh dan mobil truk beradu di tempat itu. Rumah dengan cat berwarna kream dengan temboknya yang rapuh dan sulur-sulur pepohonan merambat terlihat kokoh dan betah di atap rumah mereka, gadis itu berhenti tepat di depan rumahnya, sekali lagi mengintip kebocoran yang menganga di bagian atap rumahnya. Dia mencari beberapa kayu yang cukup kokoh dan menyandarkannya di dinding kemudian dia mencari palu dan paku untuk menutupi kebocoran itu.


"Aku harus menambalnya dengan kayu Sebelum musim hujan tiba, jika tidak, rumah akan kebanjiran seperti minggu lalu, lagi pula ibu tidak kuat dengan udara dingin." Ucapnya.


Dia mengikat rambut coklatnya yang panjang dengan karet agar tidak mengganggunya ketika dia akan bekerja memperbaiki atap rumahnya.


"Oi gadis tomboi, bagaimana jika kau juga memperbaiki gentengku setelah kau memperbaiki atap rumahmu?" ucap nenek tua yang baru saja kembali membeli barang-barang murah di pasar." Gadis itu tidak membalasnya, Nenek itu selalu menyindir ibunya dan selalu mengatakan hal yang tidak-tidak tentang ibunya, tentu saja dia tidak akan menggubrisnya.


"Ck ck, gadis keras kepala, sombong pula, aku ingin tahu dari mana gadis itu berasal." Dia melirik nenek tua yang sedang mengomel itu kemudian dia menggelengkan kepalanya. Lalu kembali fokus mengerjakan pekerjaannya.


Gadis itu bernama Fairley Jill yang artinya Gadis Padang rumput, nama itu diberikan oleh ibunya ketika dia berjalan-jalan di Padang rumput di desanya bersama suaminya yang telah wafat mendahuluinya.


Setelah kepergian suaminya, hidup di desa sudah lebih buruk karena sehari-harinya dia harus bekerja sebagai buruh untuk menghidupi dirinya dan anaknya ketika suaminya yang juga tinggal di desa itu meninggal dunia.


Dia begitu shock sepeninggal suaminya tetapi dia harus kuat karena ada putrinya yang selalu menguatkannya.


~


Fairley gadis yang lincah dan bersemangat meskipun dia lebih banyak mengomel di bandingkan dengan ibunya yang lembut. Dia hidup dengan bekerja keras, sepulang sekolah dia mengganti pakaiannya dan segera menuju terowongan kereta api dan menyebarkan brosur-brosur. Dia mengenakan topi dengan denim birunya yang butut.

__ADS_1


Setelah dua jam menyebarkan brosur, dia kembali mengayuh sepedanya menuju rumah makan yang berada di samping panti asuhan di jalan Wilton 37street arah Utara, dia bekerja sebagai tukang cuci piring di sana dan membuang sampah-sampah yang menumpuk. Fairley menghapus jejak-jejak keringat yang berjatuhan di pelipisnya.


"Fairley, ini untukmu kau tinggal memanaskannya setelah tiba di rumah." Ucap salah satu koki yang sangat baik kepada Fairley.


"Ada makanan yang dipesan pelanggan tetapi mereka sama sekali tidak menyentuhnya jadi itu untukmu semua, mereka memesan makanan mahal lho." ucapnya sambil berkedip.


"Wow, mereka pasti gila, makanan seenak ini tidak dimakan? terima kasih jhon." ucap Fairley tertawa senang, dia menaruh makanannya di sepeda merahnya, setelah selesai bekerja dia kembali ke rumahnya karena hari sudah sore.


perjalanan satu jam dari restaurant ke rumahnya membuat tubuhnya pegal dan lelah menghampirinya. Dia menyandarkan sepeda tuanya dan membawa bungkusan itu kedalam rumahnya.


"Kenapa kau baru kembali Fairley?" Tanya sang ibu khawatir, dia berdiri di depan teras rumah menunggui putrinya.


"Mom lihat." Ucapnya sambil mengangkat bungkusan tinggi-tinggi di hadapannya.


"Paman Jhon memberikannya untukku, katanya makanan ini sangat lezat kita tidak usah membuat makan malam untuk hari ini." Ucap Fairley bersemangat. Ibunya mengusap kening putrinya yang berkeringat karena begitu lelah mengayuh sepedanya begitu jauh hingga sampai ke rumahnya.


"Ibu bersyukur memiliki putri sepertimu Fairley, ibu selalu berdoa semoga kau sehat dan fokus belajar dan tidak menghabiskan waktumu untuk bekerja, ibu merasa bersalah kepadamu." Ucapnya.


"Apa sih yang ibu katakan, aku sangat senang dengan segala kegiatanku, lagi pula di usiaku seperti ini aku harus banyak bergerak." Ucapnya sambil menggerakkan tubuhnya kesamping kiri dan kanan.


"Ayo masuk, biar ibu yang memanaskan makanannya, kau mandilah dulu setelah itu kita makan bersama." Ucap sang ibu.


~


"Bosan ! Apa cuma tempat ini yang kalian tahu? Haaa, aku tidak bisa bergaul dengan bocah-bocah seperti kalian." Ucap Axton sambil menggoyangkan kaki panjangnya di antara sofa.


Axton melirik jengkel kepada Dazon. 'Ck, darimana bocah ini tahu jika mommy suka menjewer telingaku?' pikir Axton.


"Sudahlah, kita cari tempat Menarik aku bosan di sini." Ucap Axton.


"Aku tidak bisa." Daneil melipat kedua tangannya di dadanya. "Dad menaruh sesuatu di ponselku, sepertinya alat pelacak, aku tidak bisa ke tempat lain, selain dari tempat ini, apalagi ada empat pengawal yang langsung di kirim oleh kakek Robert jadi aku tidak bisa macam-macam." Ucap Daneil mengangkat bahunya.


"Haha kalian berdua lucu sekali, Mom dan dad tidak berlebihan seperti itu, kalian tahu tidak? mereka mempercayaiku." Ucap Ax sok.


"Dia bukan mempercayaimu Ax tetapi dia mempercayai Thomas dan Evan, coba lihat diluar, mereka berdiri di sana layaknya pahatan es." Ucap Dazon sambil terkikik.


"Bagaimana kalau kita pergi makan di dekat-dekat sini?" ucap Daneil kepada mereka berdua.


"Aku tidak bisa, Mom sudah membuatkan makan malam untukku dirumah." Ucap Axton sambil melirik kepada mereka berdua menantang mereka jika ingin menertawakannya.


~


Seperti biasanya ketika hari libur tiba, lexia Nara dan lovelia bahkan Carol berkumpul bersama, menikmati perkumpulan para istri-istri CEO yang terkenal di Manhattan, sebenarnya lexia malas ikut perkumpulan istri-istri CEO seperti ini, mereka hanya saling memamerkan kekayaan suaminya saja, hal itu membuat lexia menjadi cepat bosan begitupun dengan Nara dan lovelia meskipun mereka berdua sepertinya nampak menikmatinya sedikit.


"Kalian tahu tempat sumbangan besar-besaran kali ini yang diadakan oleh Nyonya Ruth?" ucap Carol bersemangat.

__ADS_1


"Mereka akan mengadakan acara amal besar-besaran di tempat-tempat kumuh di Manhattan." ucapnya.


Lexia lalu berbalik dia sedikit tertarik dengan kata 'Kumuh' memorinya seakan mengantarnya kepada kisahnya di masa lalu.


"Tempat kumuh? Dimana?" Tanya lexia.


"Entahlah tempatnya di mana tetapi sumbangan kali ini besar-besaran lho, kalian tahu? banyak dari istri-istri pengusaha terpandang di luar kota Manhattan ikut menyumbang juga lho, mereka akan memberikan beasiswa besar-besaran kepada putra putri mereka yang berprestasi." Ucap Carol.


"Hm.. akhirnya aku melihat sisi positif kumpul-kumpul kita hari ini." Gumam lexia.


~


~


07.10 Manhattan City


"Mom akan bekerja pagi ini?" Tanya Fairley sambil membuatkan sarapan untuk ibunya yang terbatuk-batuk sambil memegang dadanya.


"Ibu yakin tidak apa-apa? A..aku bisa tidak masuk ke sekolah untuk hari ini saja, biarkan aku yang menggantikan ibu jualan, ibu beristirahat saja di rumah." Ucapnya sambil mengkhawatirkan kondisi ibunya yang terlihat sesak napas.


Dia menggeleng kuat. "Kau harus ke sekolah Fairley, bagaimanapun kau harus ke sekolah, jangan pernah membolos sekolah, ibu mengizinkanmu bekerja karena nilai-nilaimu cukup bagus di sekolah, tetapi jika pekerjaan itu mengganggu belajarmu lebih baik kau berhenti bekerja dan fokus belajar." Ucap sang ibu.


"Oky mom, aku akan ke sekolah, hubungi aku mom, aku akan segera datang jika mom membutuhkan sesuatu." Ucapnya sambil memandang khawatir kepada ibunya.


~


"Aku malas ke sekolah." Ucapnya sambil menelepon dari ponselnya Secara sembunyi-sembunyi. "Bagaimana kalau kita bertemu di club?" Ucap Ax sambil berbisik di taman.


"Ok aku setuju asalkan ibu juga ikut denganmu." Ucap lexia bertolak pinggang dari belakang putranya.


Ax terlonjak dari tempatnya berdiri, dia melihat ibunya seperti menghembuskan api dari hidungnya. "Ibu akan ikut denganmu bahkan jika kau pergi berjalan-jalan ke neraka Axton !" Ucap lexia kembali menarik kuping putranya dan menariknya sampai ke meja makan.


"Ini salah ayah, selama ini ayah terlalu memanjakanmu Axton, seharusnya kau belajar yang rajin, bukannya pergi ke club setiap malam" Ucap lexia sambil mendudukkan putranya di meja.


"Ok, ok mom aku ke sekolah, aku hanya bercanda koq, itu ide Dazon bukan ideku." Ucapnya. Lexia mengambil napas, dia menatap Putranya sambil memperbaiki rambutnya yang jatuh di keningnya ketika dia sarapan.


"Bagaimana jika ibu mengirimmu ke paman Xaphier? kau bisa serumah dengan Dazon dan belajar bersama." Ucap lexia sambil mengulur-ulur suaranya, lexia tahu jika Ax, Dazon dan Daneil hanya takut dengan Xaphier, dia akan menggilas ketiga anak bandel ini.


Axton melotot. "M..Mom pikirkan kembali mom, jangan mengirimku ke sana, paman Xaphier sangat mengerikan, dia akan mencabik-cabikku bersama Dazon dan Daneil." Ucap Ax sambil memohon kepada ibunya.


"Kalau begitu mulai sekarang kau dengarkan perkataan mommy." Ucap lexia, Ax langsung mengangguk cepat menuruti kemauan ibunya.


"Kalau begitu kau ikut bersama ibu besok, ada tempat yang ingin ibu kunjungi." Ucapnya.


"Kemana Mom?" tanya Axton.

__ADS_1


"Besok kau akan tahu, cepat habiskan sarapanmu dan segera berangkat ke sekolah."


__ADS_2