The Dark Sapphire Eyes

The Dark Sapphire Eyes
Kecurigaan tuan Robert 2


__ADS_3

**Sebelum membaca jangan lupa like vote and comentnya yaaaa tmn2 readers....🙋


🌺Happy Reading🌺**


Sudah beberapa hari ini Lexia selalu menghindari daren, manakala Daren datang ke kamarnya, lexia segera saja bersembunyi dan menulis memo di atas meja, dengan tulisan 'sedang ke taman'. Setelah Daren pergi barulah ia keluar dari persembunyiannya dari dalam lemari pakaian.


"Ugh, akhirnya dia pergi, aku tidak mau bertemu dengannya, jika dia menyerangku kembali, aku tidak bisa menjamin tubuhku akan menolaknya." Lexia menatap tubuhnya lalu jantungnya yang tiba-tiba berdegup dengan sendirinya, dia masih bisa mencium wangi Daren yang meninggalkan kamarnya. "Dasar pengkhianat." Ucap lexia kepada dirinya sendiri.


Lexia menghempaskan tubuhnya di atas sofa empuk berwarna coklat, dia membaringkan tubuhnya yang lelah karena sudah beberapa hari ini dia selalu bermain petak umpet, membuat daren kebingungan dan geram karena tidak pernah bertemu dengan lexia. senyuman puas terpampang di wajah lexia manakala dia mendengar Daren mengumpat ketika dia tidak menemukan lexia di dalam kamarnya dan dia begitu sibuk untuk sekedar mencarinya.


Dia akan menyuruh bodyguard untuk menemukan lexia, setelah dia melihat lexia kemudian penjaga itu memberikan laporannya kepada Daren yang sudah berada di kantornya.


"Aku tidak tahu kalau permainan ini melelahkan juga." ucap lexia sambil meregangkan tubuhnya.


Ketukan beberapa kali dengan bunyi yang begitu pelan membuat lexia dengan cepat membuka pintu kamarnya, dan benar saja Ov sudah ada di sana dan segera saja lexia kembali menarik Ov agar dia masuk ke kamarnya. Ov menyodorkan kembali ponselnya kepada lexia, dan segera mengambil dan berbicara dengan Alvin.


"Lexia kupikir waktumu tidak banyak, ayahku sepertinya sudah mengetahui kejanggalan mengenaimu dan Lovelia, sebaiknya malam ini kau pergi dari tempat itu, besok ayahku mungkin akan menemui keluarga Burchard, aku tidak yakin itu tetapi sebaiknya kau berjaga-jaga, karena jika ayahku mengetahui kebohongan daren dan dirimu, dia sungguh akan marah besar lexia." Ucap Alvin.


Lexia terdiam, tangannya tiba-tiba gemetar.


"Ha...Halo?"


"Halo? Kau di sana lexia?"


"I..iya, malam ini...malam ini aku akan keluar dari sini tapi bagaimana Alvin? Di semua tempat bahkan sampai pintu belakang dapur di penuhi penjaga, bagaimana aku bisa lolos dari sini?"


"Ov akan membantumu, percaya padanya, dia akan mengeluarkanmu dari sana, setelah kau keluar dari mansion itu, temui aku, Ov akan mengantarmu untuk menemuiku."

__ADS_1


"Baiklah...aku akan menemuimu."


"Semoga berhasil lexia." Ucapnya.


Lexia menutup ponsel milik Ov dan menyerahkannya kepada wanita berwajah datar itu. Dia melangkah dan tiba-tiba memberikan memo di tangan lexia, kemudian dia berbalik dan segera keluar dari kamar lexia.


Lexia membacanya, di memo itu tertulis..


'tepat jam 2 temui aku di dapur'.


"Menemuinya di dapur? Bukankah di semua tempat dipenuhi oleh penjaga, bagaimana aku bisa keluar?" Ucap lexia, matanya kembali jatuh kepada memo yang dipegangnya dan di bawahnya ada tulisan kecil, seperti memo itu tahu pertanyaan yang akan lexia lontarkan.


'tepat jam 2 para penjaga akan berganti shift, kau punya jeda hanya 10 menit untuk segera keluar dan menuju ke dapur, aku akan menunggumu di sana'.


Lexia mengambil napas panjang, ini adalah pelariannya yang kedua, dia tidak menyangka akan lari lagi dari daren. Lexia segera masuk ke kamarnya dan menyiapkan pakaian yang akan dia kenakan untuk pergi dari sini.


~


"Jadi maksudmu, Keluarga Burchard membohongiku selama ini?" Ucapnya dengan suara tinggi mengancam.


"Iya tuan, ini berkas mengenai gadis yang selama ini anda temui."


Tuan Robert mengambilnya lalu kembali membaca biodata seorang gadis lengkap dengan fotonya.


"Lexia Kenzo?" Ucapnya.


"Ya tuan, gadis itu bernama lexia Kenzo, gadis itu tinggal di pinggiran kota Manhattan, dia adalah seorang pemulung, asal usulnya belum jelas tuan tetapi dia dibesarkan oleh kakek dan neneknya bernama Kenzo, Sepertinya Keluarga Burchard membohongi anda selama ini, gadis itu menyamar menjadi cucu anda lovelia karena nona lovelia tidak bisa keluar selangkah pun dari kamarnya, bahkan wajahnya tidak bisa di lihat tuan, sepanjang waktu tubuhnya harus di perban "

__ADS_1


Tuan Robert memukul keras mejanya dan tangannya meremas erat kertas yang ada di tangannya, "berani sekali mereka membodohiku?"


Ketukan terdengar dari arah pintu kerja tuan Robert.


"Tuan, nyonya Barbara dan nona lovelia ingin menemui anda, dia berada di ruang tamu."


"Apa? tepat sekali, aku memang menunggu kedatangan mereka, dia harus menjelaskan kebohongan apa yang telah mereka rencanakan."


Tuan Robert lalu berdiri, dia ingin agar mereka menjelaskan kebohongan yang telah mereka lakukan kepadanya. Jika tidak ada penjelasan masuk akal, mereka akan menerima akibatnya, dia berjalan diikuti oleh orang-orangnya menemui Barbara dan Lovelia.


~


Tepat tengah malam, lexia telah mengganti pakaiannya dengan t-shirt hitam dan jaket beserta tasnya. Dia mengenakan topi hitam pemberian Edo kepadanya. Ruangan lexia begitu gelap dia sengaja membiarkan ruangannya menjadi gelap.


Tepat pukul 02.00, lexia membuka pintu kamarnya dan benar saja tidak ada seorangpun penjaga yang berdiri di sana, dengan langkah cepat dan tidak berisik lexia turun melalui tangga darurat, karena bisa saja dia bertemu dengan daren ketika lift sampai ke lantai bawah, Ov yang memberitahu lexia agar turun lewat tangga darurat yang gelap. Dengan cepat lexia sudah berada di lantai bawah dengan napas memburu.


Dia membuka pintu yang menghubungkan dengan dapur di keluarga itu dan lexia masuk dengan cepat dan kembali menutupnya.


Nampak Ov sudah berdiri di sana, dia betul-betul berubah, dia seperti seorang bodyguard khusus yang terampil, tanpa bicara dia memberikan kode kepada lexia agar mengikutinya. Degupan jantung lexia begitu keras berdetak, dia mengintip dari balik pintu beberapa penjaga sedang berdiri di sana dengan wajah sangarnya.


Lexia terlihat bingung, bagaimana caranya mereka akan keluar sementara di balik pintu ini sekitar 4 penjaga sedang berdiri di sana. Tanpa ragu Ov keluar, dan lexia hanya mengintip dari pintu. Suara pukulan dan tendangan terdengar, Ov telah menghabisi mereka bertiga hingga semuanya terkapar di tempat.


Lexia berdecak kagum.


"WOW KEREN".


lexia segera mengikuti Ov dan memanjat tembok cukup tinggi itu, dengan bantuan Ov, lexia dengan mudah melewatinya dan melompat ke bawah seperti yang dilakukan Ov, sebuah mobil sudah menunggu di sana, lexia berlari kencang dan segera masuk ke mobil sport itu.

__ADS_1


'Aku betul-betul keluar dari sana', gumam lexia, mobil itu kini melaju dengan kencangnya, lexia berbalik dan menatap mansion besar itu dari kejauhan.


'Selamat tinggal Daren, kita tidak akan bertemu lagi.' bisik lexia, tetapi ada sesuatu yang aneh yang dirasakannya mengapa denyutan di dadanya terasa sakit? Apakah karena lexia berlari dengan kencangnya sehingga dia merasakan nyeri di sana? Lexia segera menepisnya, itu karena dia berlari begitu kencangnya. Pikir lexia menghalau wajah Daren yang menyusup di kepalanya.


__ADS_2