
Kediaman Tuan Caesaar
Wajahnya tampak tenang ketika mereka melangkahkan kakinya menuju ke dalam ruangan yang dipenuhi orang-orang yang hadir di sana, wajah bingung tuan caesaar terlihat jelas ketika menatap seorang gadis cantik tengah di gandeng oleh Xaphier di sebelahnya.
"Xaphier? Kau datang juga, tetapi Emm siapa gadis di sampingmu itu?" Tanya tuan caesaar melirik kepada gadis cantik bermata biru yang dalam, terlihat jelas gadis di sampingnya merona.
"Aku lupa mengabari ayah, aku telah menikah dengan wanita pilihanku sendiri di Manhattan, dia adalah Narana Aarons, kami sudah melangsungkan pernikahan beberapa hari yang lalu, maaf jika tidak mengundang ayah karena saat itu aku ingin pernikahan kami tidak di ganggu oleh siapapun."
Tuan caesaar hanya ternganga mendengar ucapan Xaphier, bagaimana bisa dengan entengnya dia berkata tidak bisa mengundang ayahnya sendiri dan menikah begitu saja tanpa ada keluarga di sisinya.
"Tapi Xaphier, apa yang sedang kau pikirkan? Aku sudah mengatakan kepadamu bahwa aku akan mempertemukanmu dengan...
"Ayah, sudah berapa kali aku katakan kepada ayah, aku akan menikahi wanita pilihanku sendiri, dan keputusanku sudah final." Ucap Xaphier kepada ayahnya. Sebenarnya tuan caesaar tidak perduli siapapun wanita pilihan putranya asalkan dia menikah dan memiliki keluarga sendiri karena tuan caesaar tahu bagaimana sulitnya Xaphier jika memilihkan seorang wanita untuknya.
"Apa-apaan ini paman? Mengapa paman membiarkan Xaphier mempermainkan keluarga Collins seperti ini? Dan bagaimana bisa kau menikahi wanita yang tidak di setujui ayahmu Xaphier seharusnya kau membicarakan masalah ini kepada kita semua dan...
Matanya tajam memandang ke arah Melda yang tidak berhenti berbicara.
"Tutup mulut Melda, Bicara sekali lagi dan lihat besok, perusahaanmu akan kubuat rata dalam semalam." Ucap Xaphier tidak main-main dengan perkataannya, bibir Melda langsung terkatup rapat. Sementara itu perhatian Monica hanya terpaku kepada Daren, meskipun dia melihat Xaphier tetapi sikapnya tidak menunjukkan ketertarikan akan pertemuan ini.
Perhatiannya tertuju kepada sosok Daren yang sedang menggendong Ax, meskipun dia sudah tahu dengan jelas, Daren memiliki istri dan anak, tetapi dia masih belum menerima kenyataan itu, wajah tidak putus asa selalu bersinar di wajahnya dan dia merasa yakin jika suatu saat Daren akan kembali kepadanya.
"Monica? Katakanlah sesuatu." Ucap Melda.
"Tidak usah khawatir Melda, jika dia pria cerdas, Xaphier akan memutuskan bersama denganku, iya kan Xaphier?" Ucap Monica percaya diri. Lexia terkekeh, begitupun Xaphier.
Tatapan Monica yang tajam jatuh kepada lexia yang juga sengaja memprovokasinya dengan pelukan dan ciuman kepada Daren di sampingnya. "Apa yang lucu? Kau sudah merebut Daren dariku." Ucapnya.
Xaphier menggeleng lalu berucap kepada ayahnya. "Dari mama ayah menemukan wanita mengerikan seperti ini?" Tanyanya heran, Xaphier menatap ayahnya sambil menggelengkan kepalanya.
"Apa katamu?? Mengerikan!? Siapa juga yang ingin bertunangan dengan mafia kasar sepertimu? Lagi pula bukan tujuanku untuk bertemu denganmu, aku ingin bertemu dengan Daren, wanita itu telah merebutnya dariku." Teriak Monica terlihat sangat kasar, memperlihatkan sosok aslinya di depan orang-orang yang hadir di sana.
Ayahnya kemudian menarik monica lalu mengucapkan sesuatu kepada tuan caesaar. "Aku minta maaf tuan caesaar, dari awal saya tidak menyetujui pertemuan ini terjadi, kami harus pergi." Ucapnya. Dia kemudian menarik paksa putrinya yang terkenal egois itu, bahkan ayahnya pun bingung untuk menghadapinya.
"DAREN, KENAPA KAU MEMLIH GADIS SIALAN ITU, KAKAK SUDAH MENYETUJUI HUBUNGAN KITA KENAPA KAU...!" Teriak Monica sambil terisak ditangan ayahnya. Satu tamparan keras mendarat di pipinya dan itu tamparan dari ayahnya sendiri.
"Sudah cukup, kau keterlaluan Monica ! Kau membuat ayah malu, sikap egoismu itu tidak pernah berubah, kau sudah mempermalukan keluarga Collins, kali ini kau akan ikut ayah ke Swedia dan kau tidak akan pernah kembali ke Negara ini." Bentak Sang ayah. Monica di bawa pergi oleh ayahnya dengan bantuan pengawal-pengawalnya, suaranya masih terdengar ketika mereka sudah berada diparkiran, tidak lama berselang mobil itupun pergi.
__ADS_1
Melda berdiri dengan kaku tetapi Senyumnya yang profesional tidak pernah pudar, dia tidak ingin merasa terintimidasi karena berada di tengah-tengah orang-orang yang tidak menyukainya.
"Sangat di sayangkan bukan? Gadis cantik itu pergi begitu saja." Ucapnya memecah keheningan.
"Dia wanita gila dan mengerikan dan dia begitu mirip denganmu." Ucap Xaphier berterus terang.
Melda berbalik menatap Xaphier, dia masih tersenyum tenang, sama sekali tidak terganggu dengan ucapan Xaphier.
"Erm.. bagaimana jika kita lanjutkan saja makan malamnya? Lagi pula aku ingin mengenal sosok istri Xaphier yang cantik ini." Ucapnya sambil tersenyum lebar menatap Nara dengan segala penilaiannya.
"Keluar." Bentak lexia.
"Sebaiknya kau keluar Melda, kau tidak diinginkan di keluarga ini, wanita sepertimu tidak pantas berada di sini, apa kau tidak malu? Sikapmu selama ini hanya mempermalukan nama baik caesaar, berapa banyak pengawal yang sudah jadi mangsamu? Kau j4l4ng tua tidak tahu diri" Bentak lexia. Wajah Melda seakan di tampar dengan penghinaan dari lexia.
"Kenapa aku harus menurutimu darling, bukan kau yang menentukan aku pantas dan tidak pantas berada di sini, Sebelum kau lahir nama caesaar sudah melekat di namaku, aku juga bagian dari keluarga ini, iya kan paman?".
Xaphier segera memanggil Thomas dan Pengawal-pengawalnya. Mereka kemudian berdatangan.
"Bawa wanita ini keluar dari sini, Sekarang !" Dalam satu gerakan cepat para pengawal memegang kedua lengan Melda dan membawanya keluar.
Wajahnya berpaling kepada tuan caesaar, dia tidak percaya diperlakukan serendah ini oleh mereka semua, Melda terlihat melawan kepada para pengawal yang memegang kedua tangannya.
"Kau tidak bisa melakukan ini kepadaku Xaphier, aku bagian dari keluarga ini dan kau tidak akan bisa memungkiri jika aku adalah Putri dari saudaramu, paman Caesaar!!!"
"Angkat, kau hanyalah putri angkatnya, jadi jangan terlalu menganggap tinggi dirimu melda, Diam dan segeralah pergi, atau kau akan lihat bagaimana kemarahanku jika sekali lagi kau bicara." Ucap Xaphier tenang.
Melda akhirnya di bawa keluar oleh para pengawal, dia dilepaskan ketika sudah sampai ke tempat dimana mobilnya di parkiran. Melda Sangat marah, salah satu pengawalnya membukakan pintu mobil untuknya, tetapi Melda tidak segera masuk, dia masih menatap tajam ke arah mansion, rambutnya sudah tidak beraturan napasnya yang memburu serta wajah murka terpeta di wajahnya.
"Minggir ! Aku tidak bisa menerima penghinaan ini aku akan membalas perbuatan mereka, minggir kataku!!" Melda berusaha kembali ke mansion tetapi beberapa penjaga berdiri tegap di hadapannya, dia kembali menegang melda agar segera masuk ke dalam mobilnya.
"Bawa dia pergi." Ucap Thomas kepada supirnya. Mata Melda tertuju kepada Thomas kepala pengawal di mansion itu. "Thomas?? Aku juga anggota keluarga ini jadi kuperintahkan kau sekarang juga untuk membawaku kembali ke dalam, jangan menghalangiku kau hanyalah seorang pengawal, berapa mereka membayarmu darling?? Aku sanggup membayarmu Beberapa kali lipat dari mereka, segera turuti kata-kataku !"
"Bawa dia pergi, sekarang !" Bentaknya kepada supir Melda yang terperanjat, dia segera membukakan pintu mobil untuk Melda. "Nyonya silahkan masuk." Ucapnya.
"Ck, baiklah hari ini aku mengalah, permainan ini belum selesai, aku akan membalas semua penghinaan malam ini dan...!
"segera bawa wanita ini pergi!" Bentak Thomas telinganya sudah sakit mendengar ocehan Melda yang tidak pernah berhenti.
__ADS_1
~
Tuan caesaar duduk terhenyak di kursi empuknya. Dia tidak menyangka akan membuat kesalahan fatal jika sedikit saja Xaphier tidak datang dan membawa istri yang dipilihnya sendiri, dia tidak bisa membayangkan jika wanita bernama Monica akan menjadi menantunya dan apalagi dia tergila-gila terhadap Daren.
Lexia ternganga menatap wanita di samping Xaphier, itukan Nara?
"Nara?" Ucap lexia melangkah mendekati Nara dan segera memberikan pelukan singkat tetapi lexia masih terkejut dengan suprise dari Xaphier, dia tidak menyangka wanita yang dimaksudkan Xaphier adalah Nara, dia pernah tinggal bersama beberapa bulan di rumah bibi Elma dan mereka berdua sangat akrab.
"Kau tidak bilang jika istrimu adalah Nara, Xaphier?!" Ucapnya.
Xaphier terkekeh. "Bukan kejutan lagi jika aku memberitahukan semuanya kepadamu lexia." Jawabnya.
"Ayah, aku ingin memperkenalkan istriku kepadamu, Namanya Narana Aroons, aku minta maaf kepada ayah karena pernikahan kami dilaksanakan tanpa memberitahu ayah." Ucap Xaphier.
Tuan caesaar yang masih terhenyak kemudian menatap wajah cantik Nara yang tertunduk malu, ketika semua mata tertuju kepadanya.
"Kau mengenalnya lexia?" Tanya sang ayah.
"Ya, ayah sewaktu aku hamil dan menghilang, Aku tinggal bersama dengan Nara dan dia sudah banyak membantuku." Jawab lexia tersenyum kepada Nara, menenangkannya, dia tahu Nara terlihat canggung berada di tengah-tengah mereka semua.
"Benarkah?" Tuan caesaar mengambil Napas panjang. "Sebaiknya kita makan malam dulu, setelah itu aku ingin berbicara dengan menantuku bukan?" Ucapnya, tuan caesaar tidak bisa lagi menentang apapun pilihan putranya yang terkenal keras, jika pilihannya sudah jatuh kepada gadis ini, dia akan menerimanya lagi pula sudah lama tuan caesaar menginginkan agar Xaphier menikah dan akhirnya terkabul juga.
~
Jam dinding menunjukkan pukul 1 malam, lovelia sudah kembali di kediamannya di temani oleh alvin dan malam ini lovelia tidak bisa tidur karena baru kali ini Alvin menginap di mansionnya dan kamarnya tepat di samping kamar lovelia. Entah mengapa jantungnya berdetak kencang, dia berbalik ke kanan dan kekiri. Karena tidak bisa tidur akhirnya dia terduduk di tempat tidurnya dan berjalan menuju balkon. Lovelia duduk di sana sambil memandang langit yang menggelap dengan bintang bertaburan dengan indah.
Ponselnya berdering membuat lovelia menatap pesan masuk dari ponselnya, senyum merekah di wajahnya.
"Kau sudah tidur?"
"Masih belum ngantuk, lovelia memberikan emoticon lucu di pesannya lalu mengirim ke Alvin.
"Kenapa belum ngantuk?"
"Mungkin karena paman ada di samping kamarku." Lovelia kembali mengirim gambar emoticon lucu di pesannya, dia tersenyum dengan pipi merona.
"Benarkah??? Aku juga belum ngantuk, bagaimana dengan dua gelas susu coklat yang hangat?"
__ADS_1
"Oke paman, aku menunggumu di dapur."
Senyum lovelia mengembang, jantungnya kembali berdetak kencang, meskipun dia tahu perasaan yang di rasakannya sekarang terlarang untuknya tetapi dia ingin terus berada di dekat pria yang dicintainya.