Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 98


__ADS_3

“Sorry sir, my arrival here was not on Arman's orders, to be honest my boss asked. What's really going on? Why did you say you would sue Arman for attempted murder? (maaf tuan kedatangan saya kemari bukan atas perintah Arman, sejujurnya bos saya yang meminta. Ada apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa anda mengatakan akan menuntut Arman atas percobaan pembunuhan?)” tanya Jack penasaran.


Cakra dan lainnya hanya diam membisu tidak menjawab pertanyaan Jack, di saat bersamaan Araf mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Asmirah dan Yusuf tampak begitu ngeri melihat Araf yang mengendarai mobil seperti orang kesetanan, bersyukur jarak hotel dengan rumah sakit tidak begitu jauh. Hanya dalam waktu sepuluh menit Araf sampai di rumah sakit dan bermanuver saat memarkirkan mobilnya.


Asmirah menepuk pelan dadanya dan berpegangan kuat melihat Araf yang ngedrift tanpa menggunakan rem. Yusuf dan Asmirah tidak bisa melontarkan kata-kata karena Araf yang terlihat tidak baik-baik saja.


Araf setengah berlari menuju ruang ICU melihat beberapa pria mengenakan setelan jas hitam yang membelakangi, dia melihat Jack yang sedang bertanya pada Cakra. Araf emosi segera datang dari arah belakang meraih bahu Jack hingga dia membalikkan tubuhnya.


Bugggghhh....


Sebuah pukulan telak mengenai tepat wajah Jack hingga dia jatuh terduduk di lantai, anak buah Jack segera bereaksi dengan mulai akan membalas.


“Kyaaaaaaa” para perempuan terkejut melihat aksi Araf, Ningsih tampak sangat shock langsung di tenangi Wulan yang memegangi pundaknya. Andhini dan Helena memalingkan wajah ngeri saat melihat Jack yang di pukuli dengan kuat oleh Araf. Yusuf, Cakra dan Wibisana segera memegangi Araf yang terlihat begitu emosi dan hendak akan memukul kembali.


Anak buah Jack sudah bersiap untuk membalas, tapi mereka berhenti seketika.


“STOP (berhenti)” Perintah langsung Jack sambil memegangi wajahnya yang memerah dan sudut bibirnya yang terluka.


Adrian baru kembali dari ruang dokter melangkah cepat menghampiri keributan yang terjadi tepat di depan ruang ICU.


“ADA APA INI? APA KALIAN TIDAK TAHU JIKA PASIEN MEMBUTUHKAN ISTIRAHAT, KALIAN MALAH MEMBUAT KERIBUTAN DI SINI. JIKA MAU BERKELAHI DI LUAR SANA” ujar Adrian berdiri di antara Jack yang terduduk di lantai dan Araf yang masih di pegangi.


***

__ADS_1


Di tempat KUA....


Nicholas duduk di samping Sabrina berhadapan langsung dengan Arman, saksi dan penghulu, dengan berbagai alasan Indah meminta penghulu dan petugas KUA untuk mempercepat akad nikah Sabrina dan Nicholas.


Tidak kalah cerdik Nicholas juga mencoba mengulur waktu menunggu laporan dari Jack, dia terus bertanya perihal tentang tata cara pernikahan, lafal akad nikah dan lain sebagainya.


Petugas KUA juga meminta data pribadi dan tanda pengenal Nicholas, mata Arman membulat saat melihat keterangan dari data pribadi Nicholas yang ternyata seorang mualaf. Selama ini dia mengira jika Nicholas berbeda agama dengannya, dia menyadari jika Pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan Nicholas hanya untuk mengulur waktu. Arman segera memberi kode pada penghulu untuk memulai akad nikah.


“Mr. Nicholas, I think you have understood and understood the procedure for this marriage contract. We'd better start this marriage contract immediately so we don't delay good intentions (tuan Nicholas, saya rasa anda sudah paham dan mengerti dengan tata cara akad nikah ini. Lebih baik kita segera memulai akad nikah ini supaya kita tidak menunda-nunda niat yang baik)” ujar penghulu itu.


Nicholas berniat akan mengajukan pertanyaan lain untuk mengulur pertanyaan, dia termenung sesaat merasakan sentuhan lembut di lengan kirinya. Sabrina yang menundukkan wajahnya berusaha menyembunyikan perasaannya, Adelia yang duduk di sampingnya diam-diam memberitahu Sabrina untuk membuat Nicholas memulai akad nikah itu.


“lebih baik lu minta si Nicholas untuk melanjutkan akad nikah ini, ato lu lebih senang mengunjungi pemakaman Kakek dan bapak lu” bisik Adelia sambil tersenyum ke arah kepala pelayan dan Nicholas sendiri, mereka berdua menatap ke arah Adelia dengan penuh selidik.


“young master, it seems that your suspicions are right there is something wrong with this wedding event (tuan muda, sepertinya kecurigaan anda benar ada yang salah dengan acara pernikahan ini)” bisik kepala pelayan di telinga Nicholas, mata tajam itu menatap ke arah Arman yang tersenyum tanpa beban ke arahnya.


Sabrina memberanikan diri menatap ke arah Nicholas, mata indah itu memancarkan sesuatu yang membuatnya mengerti jika dia tidak bisa lagi mengulur waktu.


Penghulu itu lalu membuka acara akad nikah, dia juga mempertanyakan tentang mahar yang akan di berikannya pada Sabrina. Nicholas terdiam sejenak karena permintaan Sabrina yang mendadak dia lupa menyiapkan mahar, sebuah kesempatan baginya untuk kembali mengulur pernikahan.


Kembali mata tajam itu menatap gadis di sampingnya, Sabrina kembali menundukkan pandangannya dengan kedua jari jemari saling meremas. Khawatir dan cemas meliputi hatinya, setiap detik dan menit menentukan nasib Adiwijaya juga Wiyasa yang terbaring lemah di rumah sakit.


Nicholas menjentikkan tangannya ke arah kepala pelayan yang langsung di angguki mengerti olehnya. Kepala pelayan melangkah keluar sejenak menuju mobil, mengambil sebuah paper bag kecil berisi kotak persegi panjang dan kotak kecil.

__ADS_1


Sebelum pulang ke Australia Nicholas menyempatkan berjalan-jalan di mall terbesar Surakarta. Matanya tidak sengaja melihat sebuah perhiasan yang menurutnya sangat cocok untuk Sabrina, dia pun membeli perhiasan itu untuk hadiah pernikahan Sabrina dan Raka. Siapa Sangka jika akhirnya perhiasan itu menjadi mahar untuk gadis yang menempati hatinya.


Mata Indah dan Adelia tercenung saat melihat perhiasan yang menjadi mahar untuk Sabrina, sebuah kalung berlian putih yang memiliki nilai kisaran hingga bermiliyaran terpampang cantik dalam kotak beludru berwarna merah itu.


“beruntung banget si anak pembawa si*l itu, menikah dengan mafia malah mendapat kalung berlian” bisik Adelia iri pada Indah.


“tenang saja sayang, secepatnya kita menjalankan rencana kita. Berlian seperti itu akan mudah kamu dapatkan” bisik Indah kembali menghibur putrinya.


“ tapi aku mau kalung itu ma” Adelia sangat menginginkan kalung mahar milik Sabrina.


“ Putri kesayangan mama mau , tentu saja mama akan mengabulkannya saat akad nikah ini selesai kita meminta kalung itu dari anak sia**n. Anggap saja pengembalian modal yang sudah kita keluarkan untuk pernikahan ini” bisik Indah kembali, perhatian mereka tertuju pada kalung itu membuat mereka tidak menyadari jika kepala pelayan Nicholas memperhatikan sedari tadi. Dia tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan Indah dan Adelia, tapi dia tahu jika kedua perempuan itu memiliki niat tidak baik pada Sabrina.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2