
Sabrina melirik ke arah jam yang sudah menunjukkan pukul lima lewat lima belas, lalu tiba – tiba terdengar ketukan di depan pintu kamar. Baby Yusuf segera di gendong oleh Sabrina, dia lalu melangkah menuju depan pintu kamar yang tertutup.
“who? (Siapa?)” tanya Sabrina di balik pintu.
“good morning Madam. I'm Yohan, sorry for bothering you?! (selamat pagi, nyonya. Saya Yohan, maaf karena sudah mengganggu anda?!)” ujar Yohan di depan pintu kamar Sabrina.
Beberapa menit yang lalu....
Yohan baru saja terbangun dan akan melakukan ritual paginya dari mandi dan membersihkan kamar miliknya, kegiatannya terhenti saat ponsel miliknya yang berada di atas nakas bergetar. Dia lalu memeriksa ponselnya,
Message from young master (Pesan dari tuan muda) gumam Yohan dalam hati sambil membaca pesan dari Nicholas yang ada di layar ponsel.
My room now?! (kamar ku sekarang?!)
Isi pesan dari Nicholas membuat kening Yohan mengerut heran, dia lalu bergegas mengenakan seragam yang selalu di kenakan saat bekerja dan lalu melangkah keluar kamarnya menuju kamar Nicholas.
Dalam benak Yohan bertanya – tanya gerangan apa yang akan di kerjakannya, Sabrina hendak bertanya kembali namun terhenti saat pundaknya di sentuh oleh Nicholas.
“I called Yohan, give Yusuf to me (aku yang memanggil Yohan, berikan Yusuf padaku)” ujar Nicholas sambil memegang tubuh mungil baby Yusuf, tentu saja baby mungil itu menolak keras dengan tangannya memegang kuat gaun tidur Sabrina.
“mama mamamam dja dja djaaa” ujar baby Yusuf, tangan mungilnya memegang gaun hingga membuat gaun itu tertarik ke depan. Nicholas dapat melihat jelas bagian pegunungan yang pada beberapa bagian di tandai, tidak dipungkiri king kobra yang telah lama berhibernasi mulai menggeliat.
Sabrina nampak kepayahan saat baby Yusuf masih tidak mau melepaskan pegangannya,
“Yusuf... You and daddy first, okay ( Yusuf... Kamu sama daddy dulu ya)” ujar Sabrina lembut, tangannya memegangi tangan Baby Yusuf. Tangan itu masih belum mau melepaskannya, seakan baby mungil itu merasakan firasat berbeda.
“Yusuf, let your umi pray first (Yusuf, biarkan umi mu shalat dulu) “ ujar Nicholas masih memegangi tubuh Baby Yusuf, pandangannya teralih ke satu arah yang membuat king kobra merasa gelisah di penangkarannya.
“baby just a minute.... (sayang sebentar saja....) “
__ADS_1
“You just go, let me handle Yusuf (Kamu pergi saja, biar aku yang menangani Yusuf)”
Sabrina menatap heran ke arah baby Yusuf,
Tidak biasanya Yusuf bertingkah seperti ini gumam Sabrina dalam hati, dengan lembut Nicholas berhasil menggendong baby Yusuf yang langsung memasang wajah cemberut. Pipinya menggelembung tampak lebih tembam dan menggemaskan, wajahnya tertunduk merajuk tidak senang.
Sabrina tersenyum senang melihat tingkah baby Yusuf dalam gendongan Nicholas, dia lalu meninggalkan baby Yusuf bersama Nicholas melangkah menuju kamar mandi untuk melakukan ritual paginya.
“don't put on a face like that, your umi just goes to pray and it doesn't take long (jangan memasang wajah seperti itu, umimu hanya pergi shalat dan itu tidak memakan waktu lama) “ ujar Nicholas pada baby Yusuf yang masih saja memasang wajah tidak senang.
Sesaat setelah Sabrina masuk ke kamar mandi Nicholas langsung menghela nafas panjang, sikap Nicholas terus di perhatikan oleh baby Yusuf yang menatapnya dengan tatapan curiga. Nicholas tampak berusaha menenangkan diri dengan mengingat hal lain, dia kembali menarik dan melepaskan nafas dengan perlahan.
Apa yang di lakukan oleh Nicholas berbuah dengan baik, king kobra perlahan mulai tenang namun tubuhnya masih tampak tegang. Semua tingkah laku Nicholas di perhatikan oleh baby Yusuf,
“what?! (Apa?!) “
“tsk... bubububu djadja mam mamam bubu mammama” ujar Baby Yusuf yang terdengar mengomel kesal pada Nicholas, senyuman smirk langsung terlukis di wajah tampan Nicholas yang seakan dia mengerti dengan ucapan Baby Yusuf.
Cubitan yang di lakukan oleh baby Yusuf tidaklah sakit untuk Nicholas, sebaliknya dia tersenyum saat melihat baby Yusuf yang berusaha untuk menghukumnya.
Yohan masih senantiasa berdiri di depan pintu kamar Nicholas yang masih tertutup rapat, dia kebingungan saat tidak lagi mendengar suara Sabrina ataupun Nicholas. Dia ingin mengetuk pintu kamar itu namun ragu, tangan kanannya terangkat ke arah pintu hendak bermaksud mengetuk sekali lagi.
Belum juga Yohan mengetuk tiba – tiba saja pintu itu terbuka dan terlihat Nicholas berdiri di depannya sambil mengendong baby Yusuf,
“good morning, young master (selamat pagi, tuan muda) “ sapa Yohan sambil membungkukkan tubuhnya sedikit memberi hormat.
“hemm” Nicholas menjawab dengan berdehem, mata Yohan membulat sempurna saat melihat tangan mungil baby Yusuf yang bermain di dagu juga menarik bibir seksi Nicholas.
“master... Let me carry the young master (tuan... Biar saya menggendong tuan muda) “ Yohan mengulurkan tangannya hendak mengambil baby Yusuf, namun Nicholas menolak dan terus menggendong baby Yusuf.
__ADS_1
“no, let me be with him (tidak, biarkan aku bersamanya)” ujar Nicholas yang sama sekali tidak mempermasalahkan apa pun yang di lakukan oleh baby Yusuf, dia ingin menikmati setiap momen dan menggantikan setiap waktu di saat Nicholas tidak ada bersama Sabrina dan Baby Yusuf.
Nicholas melangkah menuju ruang tengah mansion bersama Yohan yang mengikutinya dari belakang, tidak lupa dia menutup pintu kamarnya. Beberapa maid mulai tampak sibuk dengan pekerjaan mereka masing – masing, Hee Na sudah berada di dapur menyiapkan makanan khusus baby.
Nicholas duduk sofa ruang tengah bersama baby Yusuf yang terlihat mulai tenang dan nyaman duduk dalam pangkuannya, Yohan sejenak mohon diri untuk pergi ke dapur. Dia segera membuatkan teh yang selalu di minum oleh Nicholas, tidak lupa Hee Na meminta Yohan untuk menghidangkan biskuit baby untuk baby Yusuf. Setelah itu dia kembali ke ruang tengah dengan baki yang terisi penuh, Yohan menaruh minuman hangat itu di meja beserta biskuit baby Yusuf.
Melihat biskuit kesenangannya baby Yusuf segera meluncur turun dari pangkuan daddynya, Nicholas diam menatap tingkah baby Yusuf yang berdiri dengan berpegang pada kaki Nicholas. Selangkah demi selangkah kecil tanpa melepaskan pegangannya baby Yusuf mendekati meja di hadapannya, Nicholas memilih duduk di lantai dengan kedua tangan berpegang pada meja. Kedua tangan kekar itu melindungi baby Yusuf yang tengah mencoba meraih kue biskuit di meja, Yohan tersenyum bahagia saat melihat momen itu.
Yohan sempat termenung saat melihat Nicholas yang duduk di lantai begitu saja,
“Has Jack come? (apa Jack sudah datang?)” tanya Nicholas yang sama sekali tidak melepas pandangannya dari baby Yusuf yang berada di depannya.
“They have come since last night and are still resting, young master (Mereka sudah datang sejak semalam dan masih beristirahat, tuan muda) “ ujar Yohan.
Nicholas menatap ke arah Yohan yang berdiri tidak jauh darinya dengan tangan masih berpegangan pada meja, tangan Baby Yusuf berhasil meraih kue kesukaan miliknya. Kue itu di pegang dengan dua tangan baby Yusuf lalu di masukkan ke mulutnya, baby Yusuf sudah tidak berpegangan lagi pada meja.
Seperkian menit tampak baby Yusuf berdiri tanpa beregang pada apa pun, namun tubuhnya tampak bergetar karena masih belum kuat untuk berdiri lama. Tubuh baby Yusuf jatuh ke dalam pangkuan Nicholas yang duduk bersila di belakangnya, baby Yusuf menikmati kue yang di pegangnya sambil berusaha kembali untuk berdiri.
......................
Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...