
“hm... ” Nicholas membalas denberdehem lalu duduk di kursi samping Jack, Yohan segera menuangkan kopi hangat di dalam gelas yang biasa di gunakan tuan mudanya. Dia segera meletakkan kopi hangat itu di depan Nicholas, para maid masih berdiri dengan terseponanya.
Jack dan Nicholas tampak membicarakan sesuatu yang penting, mereka berbicara dengan sangat serius. Sesekali Jack menunjukkan sesuatu di ponsel miliknya,
“is breakfast available? (apa sarapan sudah tersedia?)” tanya Yohan pada cheff,
“everything is available on the dining table sir (semuanya sudah tersedia di meja makan tuan)” ujar cheff yang mencuri perhatian Nicholas. Dia yang sedang berbicara serius dengan Jack teralihkan saat mendengar pembicaraan Yohan dengan cheff.
“provide some breakfast for two at a small table, I will bring it to the room (sediakan beberapa sarapan untuk dua orang di meja kecil, aku akan bawa ke kamar)” ujar Nicholas membuat semua yang ada di dapur itu melihat ke arahnya.
“will you have breakfast in your room, young master? (anda akan sarapan di kamar, tuan muda?)” tanya Yohan sedikit terkejut, mereka semua tahu jika Nicholas akan sarapan bersama mereka di meja makan.
“yes, I will have breakfast with Brina in the room (iya, aku akan sarapan bersama Brina di kamar)” ujar Nicholas sambil menyeruput kopinya.
Finally it worked.... (Akhirnya berhasil....) gumam mereka serentak dalam hati. Mereka semua tahu apa yang terjadi jika pada perempuan yang bermalam di kamar Nicholas, terbesit rasa khawatir di dalam hati para maid dan lainnya kecuali Yohan.
“is young lady okay? I am very worried (apa nona muda baik-baik saja? Aku sangat khawatir)”
“I had a look at the young master's room earlier, it seems that the young lady is fine (tadi aku sempat melihat ke kamar tuan muda, sepertinya nona muda baik-bak saja )”
“You are sure? (kamu yakin?)”
Para maid tampak berdiskusi sambil berbisik-bisik, membuat para pria di dapur itu melihat ke arah mereka.
“you guys still here? (kalian masih di sini?)” tanya Yohan menatap ke arah mereka, segera para maid melaksanakan perintah Yohan melanjutkan pekerjaan masing-masing dan perintah dari Nicholas.
__ADS_1
“Yohan, order one of the maids to move all of Brina's belongings to my room (Yohan, perintahkan salah satu maid untuk memindahkan semua barang Brina ke kamar ku)” perintah Nicholas yang kembali membuat semua orang di sana terkejut.
“HAAA...” ujar mereka serempak terkejut.
“why are you so surprised? Isn't that a natural thing? (kenapa kalian begitu terkejut? Bukankah itu hal yang wajar?)” ujar Nicholas santai, dia melihat ke arah maid yang membawa meja kecil dengan beberapa sarapan di atasnya.
"yes boss, that..that..that's a very common thing. we were just surprised (ya bos, itu.. itu..itu hal yang sangat lumrah. kami hanya terkejut saja)" ujar Jack mengode ke arah Yohan dan lainnya untuk bersikap biasa.
“let me carry it (biarkan aku yang membawanya)” ujar Nicholas bangkit dari kursinya menghampiri maid yang membawa meja kecil berisi beberapa sarapn pagi, dia melihat ada sesuatu yang kurang di atas meja kecil itu.
Yohan dan Jack ikut menatap ke arah meja kecil itu dengan tatapan heran,
“why young master? Is there a food you don't like? (kenapa tuan muda? Apa ada makanan yang tidak anda suka?)” tanya Yohan.
“hmm... looks like something is missing (hmm... sepertinya ada yang kurang)” ujar Nicholas matanya melihat berkeliling di dapur itu, namun tidak menemukan apa yang dibutuhkannya. Dia lalu mengambil meja kecil itu dari tangan maid membawanya menuju melewati ruang tengah, matanya melihat sesuatu yang indah di atas meja.
Semua tingkah laku Nicholas di perhatikan oleh Yohan, Jack dan lainnya, mereka kemudian saling berpandangan satu sama lain. Perlahan-lahan senyuman terkembang di wajah para maid yang seketika meleleh dengan apa yang di lakukan oleh tuan muda mereka.
“oooh....so romantic (ooo.... romantis sekali)” ujar mereka serempak, Yohan, Jack dan lainnya saling berpandangan lalu melihat ke arah maid perempuan yang merasa meleleh dengan tindakan romantis Nicholas pada Sabrina.
“The first time I've seen the boss act like that, Miss Sabrina is really great at being able to subdue the wild beast within the boss (pertama kalinya aku melihat bos bersikap seperti itu, nona Sabrina sungguh hebat mampu menaklukkan beast liar dalam diri bos)” ujar Jack takjub dengan pemandangan yang baru saja di lihatnya, Mereka semua mengangguk setuju dengan ucapan Jack.
****
Nicholas membuka pintu kamar dengan sebelah tangannya, melangkah masuk dan kembali menutup pintu kamar itu. Dia melangkah menuju meja di depan sofa meletakkan meja kecil berisi sarapan di atasnya. Pria tampan itu melangkah ke arah jendela yang belum sempat di buka oleh Yohan, dia lalu membuka membiarkan sinar matahari masuk menyinari kamar itu.
__ADS_1
Pemilik mata biru itu tersenyum melihat ke arah ranjangnya di mana Sabrina masih tertidur dengan posisi menyamping, selimut yang di kenakannya tersingkap memperlihatkan kakinya yang putih. Nicholas tersenyum senang lalu melangkah menghampiri ranjang, dia menatap Sabrina yang hanya memakai selimut tebal menutupi tubuhnya.
"Brina baby...let's wake up, it's time for breakfast (Brina sayang... ayo bangun, saatnya sarapan)” ujar Nicholas duduk tepat di bawah kaki Sabrina, kedua tangannya melepaskan jubah piyama yang di kenakan lalu membelai lembut kaki indah itu. Sabrina memberikan respond dengan sedikit menggerakkan kakinya, senyuman bahagia terukir di wajah Nicholas.
.“hmmm...” Sabrina hanya merespon dengan berdehem, matanya masih menutup rapat.
“Brina honey (Brina sayang...)” panggil Nicholas membelai kaki putih itu. Wajahnya pun mendekat ke arah kaki dengan mengecup lembut, kecupan itu perlahan berpindah ke kaki Sabrina yang lain memberikan sensasi geli.
“hmmm... hahaha... Nic is so ticklish (hmm.... hahaha... Nic itu sangat geli)” ujar Sabrina berusaha menyembunyikan kakinya namun tidak bisa saat tangan kekar itu menangkapnya. Tangan kekar itu menarik kaki putih Sabrina hingga telapak kakinya mengenai dada bidang Nicholas.
“(Niiic...)” Sabrina membuka mata menatap ke arah kakinya di mana Nicholas sudah bersiap untuk melakukan sesuatu. Mata indah itu menatap ke arah Nicholas dengan tatapan menggemaskan menurut Nicholas,
“Your legs look so beautiful and seductive, it makes me want to taste them ( kakimu terlihat begitu indah dan menggoda, membuatku ingin mencicipinya)” ujar Nicholas sambil mengecup jari jemari Sabrina yang terlihat kegelian.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...