Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 65


__ADS_3

“Waalaikum salam..... Cakra, Wulan.... Kebiasaan yo... Pulang ke rumah ndak bilang ibu” omel Ningsih yang tidak menyadari keluarga Wiguna juga datang.


“maaf bu, kami Juga datang ke sini ndak di rencanakan juga. O ya bapak mana bu?” tanya Cakra.


“kamu ndak tahu bapak kamu saja, jam segini tentu saja beliau masih di pabrik. Mungkin sebentar lagi....” Ningsih menatap ke arah tamu tidak terduga.


“Candra....” Ningsih termenung saat melihat sahabat suaminya sedang berjalan ke arah mereka.


“Assalamualaikum” sapa Candra ramah.


“waalaikum salam, Cakra kamu ini yo ndak ngabarin ibu kalo besanan kita juga ikut kemari” omel Ningsih kesal pada putranya.


“ Maaf bu, semua ini benar-benar ndak di rencanakan. Kemarin mendadak Raka meminta bantuan Eliana nanya alamat kita ke Asmirah, katanya dia kebetulan ada tugas di Surakarta sekalian mau silaturahmi” jelas Wulan panjang lebar pada Ningsih.


Setelah Raka video call Sabrina hatinya merasa tidak tenang saat melihat raut kesedihan di wajah cantik tunangannya. Dia pun berinisiatif menanyakan alamat rumah Adiwijaya pada Asmirah melalui Eliana. Mendengar alasan kakaknya yang akan ke Surakarta Eliana juga mau ikut, juga mengancam Raka tidak akan memberikan alamat rumah Adiwijaya.


Rencana Raka yang akan pergi sendiri berubah saat Asmirah memberi tahu jika dia juga ingin ikut, tanpa di sengaja Wulan dan Helena mendengar rencana Raka. Mereka pun juga ingin ikut.


Alhasil Perjalanan Raka yang ingin melepas rindu menjadi darma wisata keluarga besar Wiguna dan Adiwijaya. Dia hanya bisa menghela nafas berat melihat Helena juga Eliana antusias mengemasi barang-barang mereka.


Hanya Adrian saja yang tidak bisa ikut karena tidak bisa meninggalkan pekerjaannya, kantor Raka sementara di handle oleh Thio asistennya sampai Bima kembali dari bulan madunya bersama Anjani.


Raka tersadar dari lamunannya saat Eliana memberikan beberapa barang ke tangannya.


“kak bantuin napa. Malah bengonh berdiri di sana, sekalian tuh kak Wibi di suruh angkat barang di bagasi opa” perintah Eliana pada Raka.


“Haaaah.... Dasar adek kagak punya akhlak” gumam pelan Raka. Eliana cuek memilih menghampiri Helena yang tengah mengagumi halaman luas yang ditumbuhi tumbuhan hijau serta bunga yang terawat.


“wah keren ya mi... Adem banget nggak panas kayak di Jakarta. Udaranya juga.... hmmmm... Betah deh Elia di sini mi” puji Eliana merasakan udara adem dan sejuk.


“bunga dan pohon-pohonnya juga tumbuh subur, Semakin memanjakan mata melihatnya” ujar Helena memandang halaman kediaman Adiwijaya.


“Wibi...” Raka memanggil Wibisana baru saja turun dari mobil, mengode untuk membantunya mengangkat barang dari bagasi mobil.


“ yaaaah kak... baru juga nyampe, istirahat bentar napa?” protes Wibisana.


“ kamu mau lihat ibu negara mengeluarkan taringnya” ujar Raka melihat Helena yang sudah berkacak pinggang.

__ADS_1


“sudah.... Sudah... nona. biar saya bantu, ini sudah tugas saya” ujar Pak Slamet ikut membantu mengangkat oleh-oleh dari tangan Eliana.


“aduuh makasih ya pak” ujar Eliana memasang wajah meledek ke arah dua pria yang memicingkan mata kesal ke arahnya.


Mata Raka melihat ke sana kemari mencari seseorang yang di rindukannya sambil berjalan mengikuti Eliana dan Helena menuju beranda rumah. Terlihat Candra, Cakra dan Ningsih tengah duduk di kursi yang tersedia, Wulan dan Asmirah masuk ke dalam rumah untuk membantu mbok Darmi membuat minuman.


“assalamualaikum” sapa mereka ramah.


“Waalaikum salam.... Ayo mari... Mari silahkan duduk” ujar Ningsih mempersilahkan. Satu persatu Helena, Eliana, dan Wibisana menyalami Ningsih. Hanya Raka yang berdiri dengan pandangan ke sana kemari, membuat Ningsih dan lainnya menatap kebingungan.


Eliana dan Wibisana hanya tersenyum tahu jika saat ini Raka mencari bidadarinya.


“Raka....” panggil Helena yang di acuhkan olehnya. Helena tersenyum canggung pada Ningsih yang tersenyum melihat tingkah laku tunangan Sabrina.


“Raka Candra Wiguna... Kamu masih mau berdiri di sana dan tidak menyalami eyang uti?” Helena dengan geram memanggil putra pertamanya. Raka tersadar segera Menyalami dengan santu Ningsih, dia tersenyum canggung karena kesalahannya.


“assalamualaikum eyang uti” Raka menyalami dengan santun, setelah itu Dia duduk di samping Eliana dan Wibisana di bangku lain. Wibisana dan Eliana memandang Raka sambil tersenyum-senyum.


“kak Wibi, sepertinya kak Raka butuh aq*ua buat fokus” sindir Eliana.


“apa hubungannya aq*ua dengan fokusnya kak Raka?” tanya Wibisana bingung.


Dasar adek kurang akhlak..... Untung Cuma satu kalo dua aduuuuh gumam Raka sambil menghela nafas panjang.


ada sesuatu yang mengganjal di hati Cakra saat melihat ibu dan kakaknya, dia sangat ingin bertanya namun di urungnya. Dia tidak ingin merusak suasana yang hangat dan bahagia.


nanti saja aku akan tanyakan pada ibu dan mbak Andhini, hal apa yang menyebabkan mereka terlihat murung gumam Cakra dalam hati menatap ibu dan kakak perempuannya.


***


Adiwijaya menatap bingung kediamannya di mana terparkir beberapa mobil di halamannya, mobil asing yang membuatnya was-was dan khawatir tergambar di wajahnya.


Kenapa banyak mobil? Apa si Arman datang ke sini lagi? Gumam Adiwijaya cemas, dengan di bantu tukang ojek dia turun dari motor.


“Ati-ati tuan besar” ujar tukang ojek itu. Adiwijaya memegang tongkatnya, merogoh saku mengambil lembaran uang untuk membayar tukang ojek itu.


“ndak usah Tuan besar, saya senang bisa mengantar tuan besar. Apa lagi tuan besar sudah sangat membantu biaya pengobatan istri saya” ujar tukang ojek sambil menolak dengan halus pemberian Adiwijaya.

__ADS_1


“ndak apa -apa toh, ini buat beli susu dan makanan untuk anakmu yang sudah ku anggap sebagai cicitku. Jangan menolak yo” ujar Adiwijaya memasukkan beberapa lembar uang ke kantong baju yang di kenakan tukang ojek itu.


“alhamdulillah... terima kasih banyak tuan besar. Terima kasih” ujar tukang ojek itu pergi meninggalkan kediaman Adiwijaya.


Setelah motor tukang ojek itu menjauh, Adiwijaya melangkahkan kakinya. Terbesit rasa khawatir jika Arman yang datang untuk menyakiti cucunya. Samar-samar dia mendengar suara gelak tawa yang sangat di kenalnya, matanya tertegun saat melihat sahabat lamanya mengobrol dengan keluarganya.


“ naah, itu bapaknya anak-anak udah datang” ujar Ningsih melihat kedatangan suaminya.


Adiwijaya menghela nafas lega dan menyapa ramah yang duduk bersama di teras rumahnya.


“Assalamualaikum” sapa nya ramah. Raka, Eliana, Asmirah dan Wibisana segera berdiri dari duduknya menyalami Adiwijaya setelah Cakra, Wulan juga Helena menyalami terlebih dahulu. Candra dan Adiwijaya bersalaman sambil berpelukan, tampak rona bahagia di wajah mereka berdua.


Mata Raka melihat ke arah belakang Adiwijaya berharap belahan hatinya ada di sana. Adiwijaya dan lainnya tahu jika Raka mencari-cari sosok Sabrina.


“ cari siapa nak Raka?” tanya Adiwijaya bermaksud menggodanya. Namun Raka hanya diam dan terus melihat ke arah gerbang kediaman, Eliana juga Asmirah tersenyum nackal sambil mengedipkan mata mereka.


“nah itu kak Sabrina...” ujar Asmirah menunjuk seorang perempuan penjual jamu gendong yang lewat di depan gerbang itu.


“Mana...” mata Raka berbinar-binar, tapi raut wajahnya segera tampak kesal karena sudah di permainkan oleh kedua gadis itu.


Dia menatap dengan sinis ke arah para gadis yang tertawa. Semuanya pun ikut menertawakan Raka yang menjadi korban candaan Eliana dan Asmirah. Jika saja tidak ada para orang tua mungkin saja Eliana dan Asmirah sudah di balasnya.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


mohon maaf 🙏🙏🙏 kedua karya Author akhir-akhir ini jarang update, di karenakan Author yang tidak fokus dan dalam masa bersedih atas berpulangnya kakek author 😭😭😭.


berkat dukungan dan support para reader akhirnya bisa kembali update karya author walaupun tidak semuanya. insyaallah secepatnya author akan update karya-karyanya.


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2