
Langkahnya terhenti tepat di depan Sabrina yang balas menatapnya bingung, baby Yusuf yang di pegangi melangkah dengan hati – hati dan langsung memeluk kaki panjang Nicholas. Mata tajam itu menatap ke arah baby Yusuf yang membalas menatapnya sambil tertawa imut,
"dadada... Dada....daaaa" Baby Yusuf memeluk kaki panjang Nicholas, lalu kedua tangan kekar itu mengangkat dan menggendong baby Yusuf yang membalas dengan memukul - pukul pelan dada bidang daddynya.
Sabrina terkejut menatap Nicholas yang langsung menarik pinggang ramping dengan sebelah tangannya yang bebas, tanpa basa basi bibir seksi pria tampan itu mendarat tepat di atas bibir mungil yang dipoles cantik oleh liptink berwarna sedikit terang. Ciuman spontan itu membuat mata Sabrina membulat sempurna dan tidak siap dengan serangan mendadak itu, baby Yusuf melihat perlakuan Nicholas yang dalam penglihatannya seakan mengintimidasi Sabrina. Sikap posesif Baby Yusuf langsung aktif, tanpa berdosa tangan mungil baby Yusuf mendarat sempurna di pipi Nicholas.
Pukulan itu sama sekali tidak menyakiti dan mempengaruhi Nicholas yang terus menumpahkan rasa bahagia di hati,
"dadadadaa...uuuum..." tangan mungil baby Yusuf menggenggam dan menarik pipi Nicholas membuat aksi ciuman itu berhenti, Dia menatap ke arah baby Yusuf yang terlihat melayangkan protes dan tentu saja dengan menggunakan bahasa bayi.
Kening Nicholas terlihat mengkerut saat tangan mungil baby Yusuf memukul - pukul pelan pipinya, dia hanya bisa menghela nafas panjang saat melihat sikap putranya yang sangat tidak senang jika uminya di rebut. Tangan Nicholas merangkul pinggang Sabrina, matanya yang tajam menatap lembut ke arah istri tercinta saat merasakan bagian samping perut sedikit membesar.
Tangan kekar itu mengelus lembut perut Sabrina lalu Nicholas menundukkan wajahnya hingga kini berada sejajar dengan perut yang sedikit membesar di balik pakaian syar'i, kecupan lembut serta sebuah doa di bisikkan Nicholas pada kehidupan baru yang ada dalam perut istrinya. Baby Yusuf yang di gendong oleh Nicholas ikut memegang dan menciumi perut Sabrina, sikap mereka membuat Sabrina tersenyum bahagia.
Nicholas kembali berdiri menatap penuh cinta pada Sabrina yang balas menatap sambil tersenyum manis ke arah Nicholas,
“ thank you my love... thank you... i love you... love you so much (terima kasih cintaku... terima kasih... aku mencintaimu... sangat mencintaimu)” ujar Nicholas bahagia, mata jernih itu dapat menangkap titik bening yang menggenang di sudut mata tajam pria tampan itu. Nicholas lalu menghujani ciuman lembut di wajah cantik Sabrina, Senyuman manis terukir di bibir ranum Sabrina yang mengerti dengan sikap Nicholas.
Ciuman Nicholas berhenti saat Sabrina mengalihkan pandangannya ke arah tempat acara di mana seluruh keluarganya berkumpul, Tergambar jelas rona bahagia di wajah mereka setelah menyaksikan video kejutan yang di persiapkan Sabrina. Mata cantik itu kembali menatap ke arah Nicholas yang masih memeluknya dengan sebelah tangan,
“ happy birthday to you, my beloved... You are a wonderful husband and a great father, I wish your birthday to be filled with affection and always be happy (selamat ulang tahun untukmu, kekasihku... Kamu adalah suami yang luar biasa dan ayah yang hebat, aku berharap ulang tahunmu dipenuhi dengan kasih sayang dan selalu bahagia) “ doa tulus Sabrina yang langsung di hadiahi kecupan lembut di kening oleh Nicholas.
__ADS_1
“ my happiness... Always be with you forever... (kebahagiaanku... Selalu bersama dengan mu selamanya...)” bisik Nicholas di telinga Sabrina yang tertutup hijab, sikap lembut dan romantis NIcholas langsung di balas dengan kecupan lembut di pipi oleh Sabrina.
Keromantisan pasangan itu membuat Baby Yusuf semakin tidak senang dan itu terlihat jelas dari raut wajahnya yang cemberut, tangan mungilnya mencubit gemas pipi kanan daddynya dan menariknya hingga mencapai bibir mungil Baby Yusuf. Merasa setiap aksinya selalu tidak memberi respon berarti pada Daddynya, baby Yusuf langsung melayangkan gigitan maut ke pipi kanan Nicholas. Gigitan gemas dari baby imut itu sukses membuat Nicholas sedikit kesakitan dan membuat tangan yang merangkul pinggang Sabrina terlepas,
“bababababa yaaa, ummaa ummaa ababababa“ baby Yusuf melayangkan protes tidak senang, pipinya terlihat semakin membulat dan chubby seperti buah peach. Tangan baby Yusuf menggapai - gapai ke arah Sabrina berharap jika uminya akan mengambil lalu menggendong,
" Looks like Yusuf wants to be carried by me... (Sepertinya Yusuf ingin di gendong oleh ku...)" tangan Sabrina terulur hendak menggendong baby Yusuf, tapi tentu saja hal itu tidak di biarkan oleh Nicholas.
" don't Sayang ..... calm down Yusuf, you will soon be a big brother, so don't bother your umi and sister too ( jangan sayang (menatap ke arah mata baby Yusuf yang bulat) tenanglah Yusuf, kamu sebentar lagi akan menjadi seorang kakak, jadi jangan menyusahkan umi juga adikmu )" ujar Nicholas.
" hah " baby Yusuf menatap dengan tatapan tidak mengerti dan memiringkan kepalanya ke kanan, tingkah menggemaskan baby imut itu membuat Sabrina dan Nicholas tertawa bahagia.
Mbak... Sekarang mbak tenang dan damai di sana... Sabrina kita kini tidak akan bersedih lagi mbak ujar Andhini dalam hati sambil tersenyum bahagia menatap keluarga kecil Sabrina, pemandangan hangat yang tentu saja tidak di sia – siakan oleh John yang langsung meminta Yohan untuk mengabadikan dengan ponsel pintar miliknya.
" Yusuf sebentar lagi udah mau punya adek, kita kapan ngasih adek untuk Gendis?" bisik Bima jahil pada Anjani yang berdiri di sampingnya, sebuah cubitan gemas mendarat di samping perut Bima. Ucapan Bima terdengar oleh Wibisana yang berdiri dekat dengan mereka berdua,
"bukan hanya kalian aja... Itu pengantin baru juga di tunggu kabar baiknya" ujar Wibisana sukses membuat pasangan pengantin baru Raka dan Asmirah tersipu - sipu malu.
" bukan Raka dan Mirah aja... Kami semua juga masih menunggu kabar baik dari kamu Wibi, kapan kira - kira om dan tante bertemu dengan calon mu? " tanya Adrian membuat Wibisana terdiam seribu bahasa karena sampai detik ini dia masih sendiri alias Jones.
Seluruh keluarga tertawa bersamaan membuat Nicholas mengalihkan matanya ke arah keluarga besar yang terlihat menunggu mereka sedari tadi, terlihat jelas dari raut wajah mereka masing - masing yang ingin berbicara dan mengucapkan selamat pada mereka. Tangan kiri Nicholas lalu memegang dan menggenggam erat tangan Sabrina sambil mengode dengan kepala menunjuk ke arah keluarga yang menunggu, tatapan penuh rona kebahagiaan serta senyuman manis di layangkan Sabrina pada keluarganya.
__ADS_1
Mereka lalu melangkah bersamaan dengan senyuman manis terukir di raut wajah yang berseri, Sabrina sejenak menatap ke arah suaminya yang sama sekali tidak melepaskan genggamannya.
Aku tahu pernikahan ini tidak mudah....
Bersatu dan Terpisah oleh keadaan membuat kita belajar dan melewati berbagai hal.....
Tapi aku tahu kita berdua tidak akan pernah menyerah....
Aku mencintaimu....
karena kamu menunjukkan kepadaku arti pengorbanan dan ketulusan....
Aku mencintai mu
Karena kamu mengajarkan aku cinta yang sebenarnya dan apa artinya dicintai....
Aku mencintaimu...
Sampai nafas terakhirku......
...End......
__ADS_1