Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 153


__ADS_3

“Indra??!!” Indah masih berdiri di depan Indra. Terlihat sangat jelas oleh Indra raut wajah Indah yang menunjukkan kekhawatiran dan ketakutan,


Indra... apa dia sedari tadi mendengar apa yang kami bicarakan? Gumam Indah dalam hati menatap lama ke arah Indra yang menolak untuk di dekati olehnya. Bunyi pecahan keramik mengundang perhatian Arman yang berada di ruang kerja, dia segera berdiri dan mencari sumber suara pecahan itu.


Arman melangkahkan kakinya menuju kamar Adelia, dia tertegun saat melihat Indra yang menolak untuk di dekati Indah.


“ada apa ma?” Tanya Arman membuat Indah, Adelia dan Indra terkejut. Mereka serentak menatap ke arah Arman yang membalas menatap mereka dengan tanda tanya besar di dalam benaknya, mata Arman melihat pecahan keramik yang berserakan di lantai.


“ada apa ini?” tanya Arman masih berpura-pura tidak mengetahui apa pun. Indra hanya diam seribu bahasa memandang dengan tatapan yang berbeda ke arah Adelia dan Indah, Adelia terlihat gugup dengan mata terlihat membengkak.


“nggak... nggak ada apa-apa pa. Tadi... (menatap ke arah putranya lalu ke arah Arman) Tadi si Indra... nggak sengaja menyenggol vas keramik..” ujar Indah menatap pecahan keramik yang berserakan di lantai.


“kamu nggak apa-apa kan sayang?” tanya Indah pada Indra yang masih diam seribu bahasa. Arman bisa melihat ada kemarahan terpancar jelas di mata Indra,


“Indra, kamu kenapa?” tanya Arman penasaran.


"aku...( menatap ke arah Indah dan Adelia, ada peperangan terjadi dalam dirinya) aku....” Indra tidak mampu bersuara,


“ Indra ?!” Indah menghampiri dan menatap penuh arti. Indra menatap ke arah Arman yang terlihat tenang seakan tidak terjadi apa-apa, dia kembali menatap ke arah Indah.


“aku nggak apa-apa, Pa. Tadi aku hanya tidak sengaja menyenggol keramik dan pecah” ujar Indra menatap ke arah Indah, mata Arman menatap ke arah Adelia. Tampak jelas olehnya mata Adelia yang membengkak dan pipinya terlihat masih basah.


“Adel kamu kenapa? Kamu menangis?” tanya Arman dengan raut wajah yang terlihat keheranan. Kedua tangan Adelia mengusap pipinya yang di basahi oleh air matanya,


“kamu kenapa Adel? Kamu sedang hamil, anak kamu akan ikut sedih kalu kamu bersedih seperti ini. Apa kamu bertengkar dengan Roy?” tanya Arman membuat Indah menatap ke arahnya, Adelia terdiam sejenak sambil menatap ke arah Indah yang terlihat memberi isyarat padanya. Indah segera berdiri di samping Adelia sambil merangkul pundaknya,


“mas, mungkin Adel sudah terlalu lelah. Sebaiknya biarkan dia istirahat, ayo Adel... mama antar kamu...” Ujar Indah akan mengajak Adelia menuju ke dalam kamarnya.

__ADS_1


“tunggu sebentar, Ma!!! Adel berhubung kamu sudah menjalin hubungan serius dengan Roy, undang dia untuk makan malam bersama kita untuk membicarakan tentang pernikahan....”


“TIDAK,” ucapan Arman terhenti saat Indah dan Adelia serentak berbicara padanya. Mata Arman bergantian menatap ke arah Indah dan Adelia,


“Tidak?! Apa maksud dengan kata itu Adel, ma? Bukankah kamu mengenalkan Roy pada kami karena kamu ingin menjalin hubungan serius dengannya?!” ujar Arman heran, Adelia dia seribu bahasa. Gadis itu tampak Kebingungan tidak tahu harus menjawab apa, Indah berdiri di samping Adelia tampak memikirkan alasan untuk menolak rencana Arman.


“ Itu... Pa... Eee... Menurut mama... Ee....itu... begini.... hmmm... ” Indah kebingungan untuk mencari alasan yang tepat. Arman menatap intens pada Indah menunggu alasan apa yang akan di berikan, Dia tidak sabaran saat mendengar Indah berbicara tidak lancar dan terkesan mencari alasan.


“Jangan mencari alasan lagi, In.... Ma.. maksudku ma, hal ini tidak bisa lagi di tunda. Perut Adel makin lama akan semakin membesar, hal itu akan menjadi gunjingan bagi orang luaran sana. Lebih baik Adel menikah secepatnya, karena itu aku mengundang Roy makan malam besok” ujar Arman dengan keputusannya.


“BESOK?!” Adelia dan Indah serentak berbicara, mereka tampak terkejut dengan keputusan Arman. Mata Indra terbuka lebar langsung mengalihkan pandangannya ke arah Arman,


Papa mengundang cowok kak Adel? Apa papa tidak tahu jika cowok kak Adel itu... Apa mungkin saat itu papa....??? Gumam Indra tampak sedikit curiga dengan Arman. Indah dan Adelia masih terlihat panik sekaligus bingung mencari alasan apa yang setidaknya bisa membuat Arman membatalkan rencananya.


“kenapa?!!!” tanya Arman menatap kedua perempuan yang terlihat sedikit panik.


Benar-benar wanita ja**ng... Bahkan kamu tahu dia sibuk atau tidak. Ingin sekali aku menghabisi Kamu dan anak harammu itu, tapi tidak.... Kamu tidak bisa pergi ke sana dengan tenang, kamu harus merasakan apa yang di rasakan Rianti menjelang kepergiannya gumam Arman dalam hati, dia bersikap biasa agar Indah tidak curiga jika dia sudah tahu kebenaran yang di sembunyikan olehnya.


“Bukannya niat baik itu harus segera di laksanakan, ma?! Papa lihat Roy pria yang baik dan serius dengan Adel, kita jangan sampai kehilangan pria seperti Roy. Siapa tahu dia bisa membantu perusahaan kita untuk lebih besar, sehingga kita bisa bersaing dengan keluarga Nicholas yang mafia itu. Adel kamu hubungi Roy sekarang juga ” ujar Arman menatap ke arah Adelia.


“tapi pa... “ Adelia terdiam saat melihat Arman yang menatapnya dengan curiga, dia tidak berani menolak perintah dari Arman lalu segera menghubungi Roy. Jari jemari Adelia menggeser-geser pada layar datar ponsel yang sedari tadi dipegangnya, dia mencari-cari nomor milik Roy lalu menghubunginya.


Tidak berapa lama telepon Adelia segera tersambung pada Roy yang kala itu tengah duduk d ruang kerjanya, di atas meja kerjanya tersedia sebotol brand* dan gelas kristal yang berisi dengan minuman yang sama.


“Ha.... ha... halo” ujar Adelia gugup dengan suara parau. Roy membisu menatap lurus dan tajam, ada rasa tidak senang saat mendengar suara Adelia di seberang sana.


“ha... halo.... sa.. sayang” ujar Adelia kembali sambil sesekali menatap ke arah Arman.

__ADS_1


“Sayang?! Apa kata itu pantas untuk kau berikan pada ku, setelah semua yang terjadi?” ujar Roy dengan ketus dan terkesan marah.


“apa yang sudah terjadi tuan Roy?”


Roy termenung sejenak lalu melihat layar ponsel dengan nama Adelia di sana, dia terdiam saat mendengar suara Arman di seberang sana. Saat Adelia berbicara dengan Roy, Arman mengulurkan tangan meminta ponsel Adelia untuk dia bisa berbicara sendiri dengan Roy.


“Tuan Roy” panggil Arman di seberang sana.


“Tuan Arman?! Bukannya tadi Adel?”


“saya yang meminta Adel untuk menghubungi anda, sebenarnya jika anda tidak sibuk dan berkenan hadir. saya ingin mengundang anda untuk makan malam besok bersama dengan keluarga saya. Harap anda jangan menolak, karena ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan pada anda” ujar Arman menatap ke arah Indah dan Adelia.


Pria bo**h ini mau mengundangku makan malam? Kesempatan bagiku untuk mengakhiri semuanya gumam Roy dalam hati meraih gelas kristal yang tidak jauh dari tangannya.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2