
“I.... I have something to take, why do you look like this? Where are Yohan and all the maids? (aku... (menatap ke wajah Sabrina) ada sesuatu yang harus aku ambil, kenapa kamu berpenampilan seperti ini? Ke mana Yohan dan semua maid?)” tanya Nicholas mengalihkan pandangannya dari Sabrina.
Badhum... badhum.... badhum....
Jantung Sabrina berdetak dengan sangat cepat, dia benar-benar sangat gugup dan merasa sangat canggung. Begitu juga jantung Nicholas yang berdetak dengan sangat cepat, dia bawah sana sudah terbangun dari masa hibernasinya. Mata terbuka lebar saat miliknya terbangun hanya melihat tampilan gadis cantik itu, selama ini sudah banyak perempuan cantik nan menggoda berusaha untuk membangunkannya. Namun tidak ada yang berhasil, kini hanya melihat tampilan Sabrina membangunkannya dari tidur panjangnya.
“that.. that... Yo.. Yohan and the others... are... are going out to buy necessities that have run out (itu.. itu... Yo.. Yohan dan lainnya... sed... sedang pergi keluar untuk membeli kebutuhan yang sudah habis)” Sabrina menundukkan pandangannya tidak berani menatap ke arah Nicholas. Wajahnya bersemu merah tatkala tidak sengaja melihat sesuatu pada diri Nicholas yang terbangkitkan.
“in that case, okay ( baiklah kalau begitu)” Nicholas membalikkan tubuhnya akan melangkah menuju ke kamarnya, tapi dia terpaksa harus menghentikan langkahnya seakan ada sesuatu yang menahannya. Dorongan serangan kekuatan listrik bertenggangan tinggi bergejolak di dalam tubuh Nicholas yang memaksa untuk di tuntaskan sekarang juga.
Sabrina menatap heran ke arah punggung Nicholas yang berdiri termenung beberapa langkah di depannya, dia heran melihat Nicholas yang berkali-kali menggeleng-gelengkan kepalanya. Di dalam dirinya terjadi peperangan hati dan nalarnya, nalar memaksanya untuk memiliki gadis itu seutuhnya namun hati mencegah itu semua terjadi.
“Nic?!” panggil Sabrina memberanikan diri, dia sedikit khawatir saat melihat tingkah Nicholas yang tampak berusaha untuk menghilangkan niatannya dalam pikiran yang terus menerus memberi rayuan maut. Pria gagah itu menatap lurus ke depannya dengan posisi masih membelakangi Sabrina, menarik nafas perlahan berusaha untuk menenangkan dirinya.
“Nic?!” panggil Sabrina kembali seakan menghancurkan pertahanan diri Nicholas, pria tampan itu segera membalikkan tubuhnya menatap ke arah sabrina yang menatapnya dengan tatapan cemas.
Nicholas melangkah lebar menghampiri gadis cantik itu yang refleks memundurkan tubuhnya hingga punggung bagian belakangnya terhalangi meja kitchen. Sebelah tangan kanan kekar itu segera meraih pinggang langsing Sabrina, menariknya hingga berdiri sangat dekat dengan tubuh pria tampan itu.
Sabrina terkejut dengan perlakuan Nicholas, kedua tangannya berada di dada bidang pria itu yang tertutup setelan kemeja dan jas mahal. Nafasnya terdengar kasar seperti orang yang mengalami sesak nafas dengan bahu yang bergerak naik turun, saat sebelah tangan Nicholas yang lain membelai wajah cantiknya.
Jari jemari Nicholas membelai lembut wajah cantik itu hingga ibu jarinya menyentuh bibir bawah Sabrina yang berwarna pink alami. Perlahan bibir Nicholas mengecup lembut kening Sabrina, bergerak perlahan mengecup lembut kedua matanya yang indah, lalu bibir Nicholas mengecup pipi Sabrina yang merona indah. Pria tampan itu sejenak menatap ke arah wajah cantik Sabrina,
“I'm sorry.... I really tried to hold it in, if you think this is wrong and you don't want it, you can refuse by pushing me right now (maafkan aku.... aku benar-benar sudah berusaha menahannya, jika menurutmu ini salah dan kamu tidak, kamu boleh menolak dengan mendorong ku saat ini juga)” Nicholas benar-benar tidak bisa lagi menahan diri dan perasaannya. Berulang kali dia bertahan dan mengubur dalam-dalam perasaannya, tapi hari itu semua pertahanannya hancur seketika saat melihat penampilannya.
Sabrina menundukkan wajahnya tidak berani menatap ke arah Nicholas yang menunggu jawaban darinya.
__ADS_1
Badhum... badhum... badhum...
Jantung mereka berdetak dengan keras seirama, tangan kiri Nicholas bergerak ke bawah dagu runcing dan mengangkat kepala gadis itu perlahan.
Matanya menatap lembut ke arah Sabrina, perlahan dia mendekatkan wajahnya kembali mendekat ke wajah Sabrina hingga akhirnya bibir mereka saling bertemu dan menyapa satu sama lain. Sabrina seorang pemain baru yang tidak mengerti bagaimana cara berciuman, dia pun menahan nafasnya saat lidah pria tampan itu mencoba masuk ke dalam mulutnya. Mata Sabrina terpejam saat merasakan lembutnya perlakuan Nicholas yang membuainya.
Nicholas tersenyum lembut menambah ketampanannya, sejenak dia perlahan melepaskan ciumannya. Kening mereka menempel satu sama lain,
“bernafaslah dengan baik...” ujar pria tampan bermata tajam itu, Sabrina perlahan membuka matanya menatap Nicholas dengan tatapan sayu.
Kembali Nicholas mencium Sabrina dengan perlahan menuntun gadis cantik itu untuk mengikuti permainan yang sedang mereka mulai, hingga...
Kriiing.... kriiing.... kriiing...
Terdengar deringan ponsel dari saku dalam jas Nicholas, awalnya dia tidak mengindahkan panggilan itu dan terus melanjutkan permainan bersama Sabrina. Namun, deringan ponsel itu semakin lama semakin mengganggu aktivitas Nicholas, pelan-pelan dia menghentikan ciuman itu kembali memberikan kesempatan untuk Sabrina mengatur nafasnya.
Kedua tangan Sabrina masih berada di dada bidang Nicholas yang sedang menatap layar datar di ponselnya. Pada layar itu tertulis nama Jack yang mencoba menghubunginya, ibu jari Nicholas segera menggeser tombol hijau untuk mengangkat telepon itu.
“what is it?! (ada apa?!)” tanya Nicholas dengan ketus merasa sangat terganggu.
Perlahan tangan kanan Sabrina bergerak ke arah tangan kiri Nicholas yang masih memeluknya dengan posesif, dia tidak ingin mengganggu pria tampan itu lalu berusaha untuk melepaskan pelukan dari tangan kekar itu.
“So have you found it?! (lalu apa kalian sudah menemukannya?!)” ujar Nicholas kembali,
Tangan kekar itu terlepas sejenak memberi kesempatan untuk Sabrina melangkah mundur sedikit, dia membalikkan tubuhnya hendak melangkah menuju ke kamarnya. Namun langkah Sabrina kembali terhenti saat Tangan kiri Nicholas melingkar kembali ke pinggang ramping gadis itu.
__ADS_1
I haven't felt this feeling in so long, just staring and seeing her dressed like this has awakened her. I will never let anyone see her like this (sudah begitu lama aku tidak merasakan perasaan ini, hanya menatap dan melihatnya berpakaian seperti ini sudah membangkitkannya. aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun melihatnya seperti ini) gumam Nicholas dalam hati sambil terus melanjutkan aktivitas terbarunya.
Sabrina yang membelakangi Nicholas terkejut saat tangan kirinya memeluk posesif dengan posisi tangan berada di perut datar, tangan kanan Nicholas masih memegangi ponsel dan terus berbicara dengan Jack.
“have you interrogated them? (kalian sudah menginterogasi mereka?)” Nicholas dapat menciumi bau harum rambut panjang Sabrina. Perlahan bibirnya mengecup ke arah bahu kanan Sabrina yang tidak sengaja terekspos, untuk pertama kalinya gadis cantik itu merasakan sensasi yang belum pernah di rasakannya.
Ada rasa geli tentunya, namun bukan saja di leher kanan yang sedang di jelajahi oleh Nicholas. Rasa itu pun menjalar ke titik-titik tertentu hingga membuat kedua tangan Sabrina memegang erat tangan Kekar yang melingkar di perut datarnya. Mata elang itu menatap Sabrina sambil tersenyum manis menikmati pemandangan yang membangkitkan sesuatu di dalam dirinya.
“Boss, we can't postpone the meeting any longer. Currently they are on their way (Bos, kita tidak bisa menunda pertemuan lebih lama lagi. Saat ini mereka dalam perjalanan)” ujar Jack melalui telepon yang masih menempel di telinga Nicholas. Konsentrasi pria tampan itu terpecah saat mendengar laporan penting dari tangan kanannya, dia pun menghentikan aksinya dengan tangan masih melingkar di pinggang Sabrina.
Mata indah itu menatap sayu dengan nafas tidak beraturan, kepala Sabrina tersandar di dada bidang Nicholas yang masih menerima telepon dari Jack.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...