
Mereka bertiga terkejut saat melihat video di mana Raka menyematkan cincin ke jari manis Sabrina.
“Ka... Kapan ini?” Tanya Helena.
“Sepertinya....” Eliana yang akan menjawab terhenti saat Raka, Candra dan Adrian pulang ke rumah. Terdengar ucapan salam dari mereka.
“assalamualaikum....” Adrian dan Raka termenung melihat istrinya yang menatapnya menunggu jawaban. Candra dan Wibisana hanya tersenyum menatap Rak juga Adrian akan di interogasi oleh penyelidik yang lebih hebat dari polisi ataupun aparat keamanan lainnya.
“paapiii..... Apakah tidak ada hal yang harus papi dan Raka ceritakan pada kami?” Helena menaikkan sebelah alisnya menunggu jawaban dari suami dan putra pertamanya.
“Yaaa... Gitu deh mi” ujar Adrian duduk di sofa keluarga di ikuti yang lainnya, Raka akan pergi ke kamarnya langsung mendapat jeweran telinga oleh Helena.
“ aduh mi... aduh duh duh... sakit mi” ujar Raka menahan telinganya yang di tarik oleh Helena.
“kamu bener-bener ya, kemaren saat mami meminta melamar Sabrina malah kamu mengelak dan lebih memilih menundanya. Sekarang mami malah mendapat foto juga rekaman video, papi juga kenapa nggak kasih tahu mami? Kan setidaknya mami bisa membuat persiapan yang pantas, papi juga kenapa tidak memberitahu mami? ” Helena kesal karena tidak hadir saat putra pertamanya melamar Sabrina.
“papi juga tidak tahu jika Raka dan papa mempunyai rencana untuk melamar Sabrina. Papi juga menyangka jika papa hanya silaturrahmi dengan tuan Adiwijaya yang akan berangkat ke Surakarta siang nanti. ternyata Opa dan cucunya memliki maksud dan tujuan tertentu” jelas Adrian, Helena tentu saja tidak berpuas diri. Dia terus menerus menginterogasi Suami dan putra pertamanya, hingga interogasi itu terhenti saat bi Atun datang menghampiri mereka di ruang keluarga.
“Nyonya, ada nyonya Andhini dan nyonya Wulan di ruang tamu” ujar bi Atun. Raka langsung bereaksi, berharap jika Sabrina juga ikut.
“Andini dan Wulan “ Helena tersenyum senang segera menemui mereka di ikuti Eliana.. Raka segera berdiri dari tempat duduknya hendak mengikuti Helena.
“mau ke mana?” tanya Helena heran melihat Raka.
“mo... mo ke depan mi, mo berangkat ke kantor” alasan Raka, Helena dan Eliana tahu jika itu hanya alasannya saja.
“alasan!!! Bilang aja mo ikut ke depan buat ketemu ma mbak Sabrina, benar kan? Tapi jangan terlalu berharap kakak ku yang ganteng, tadi kata bi Atun Cuma tante Wulan dan tante Andhini saja” ujar Eliana mengingatkan apa yang di sampaikan bibi Atun.
Langkah Raka kemudian terhenti saat teringat dengan apa yang di sampaikan oleh bi Atun. Dia menatap Helena dan Eliana melangkah pergi menuju ruang tamu.
Raka memilih kembali ke kamarnya, entah mengapa hatinya menyuruh untuk pergi ke kamar tepatnya ke balkon kamar. Dia membuka pintu kamarnya menatap sekeliling kamarnya lalu melangkah menuju balkon kamar. Matanya menatap ke sekeliling pemandangan di komplek rumahnya, tidak sengaja mata Raka melihat ke arah rumah Cakra.
Dia termenung saat melihat Sabrina sedang bersiap-siap hendak pergi, tampak Asmirah sudah menunggu di depan rumah mereka.
Sabrina.... mereka berdua mau ke mana? Raka bertanya dalam hati menatap Asmirah dan Sabrina yang jalan beriringan. Dia segera meraih kunci mobilnya, memakai jas yang sempat di lemparnya ke atas ranjang.
Wibisana akan mengetuk kamar Raka termenung saat melihat Raka yang tampil rapi dan hendak keluar.
“kak Raka mau ke mana?” tanya Wibisana.
__ADS_1
“ mau keluar sebentar, ada apa? (takut jika Sabrina sudah pergi dia segera melangkahkan kakinya menuruni tangga) nanti saja kita bicara oke, aku terburu-buru” Raka melangkahkan kaki dengan lebar,
“sebentar kak, aku ikut” ujar Wibisana mengikuti Raka,
“kamu mau ke mana?” tanya Raka tidak ingin Wibisana ikut.
“emang kak Raka mau kemana?” tanya Wibisana kembali.
“ ada hal penting yang harus aku kerjakan di kantor, jadi aku mau ke kantor sekarang” Raka sesekali melihat ke arah ruang tamu. Wibisana mengerutkan keningnya melihat Raka yang bertingkah dengan aneh.
“kak, kamu kenapa? Kok seperti mau...” Wibisana heran melihat Raka terburu-buru dan melihat ke arah ruang tamu.
“kalo nggak ada yang penting aku pergi dulu” ujar Raka melangkahkan kakinya melewati ruang tamu. Andhini, Wulan, Helena dan Eliana heran melihat Raka yang melangkah terburu-buru hingga lupa berpamitan dengan keluarganya.
“Raka...mau kemana kamu nak?” tanya Helena memanggilnya. Raka segera menghentikan langkahnya, menatap ke arah Helena dan lainnya.
“itu mi, ada yang mau Raka beli ke supermarket” alasan Raka, Wibisana menatap heran ke arah Rak,
Loh kok malah ke supemarket? Bukannya tadi kakak mau ke kantor, kenapa sekarang berubah? Pasti ada udang di balik bakwan Wibisana memicingkan matanya menatap lama ke arah Raka. Dia lalu menatap ke arah Eliana mengode jika ada sesuatu yang tidak beres.
Eliana mengerti dengan kodean Wibisana segera bertindak,
“kak, Elia juga ikut ya. Ada yang mau Elia beli juga” ujar Eliana segera bergegas ke kamarnya mengganti pakaian dan membawa tasnya.
Raka yang akan protes terpaksa hanya diam dan melemparkan senyuman manis pada Andhini dan Wulan. Mereka berdua membalas tersenyum ramah dan kembali membahas soal pernikahan Raka juga Sabrina.
Jam tangan yang melingkar di tangan di tatap berkali-kali oleh Raka. Dia tampak sedikit gelisah menunggu Eliana dan Wibisana membuat heran dan tanda tanya pada ketiga perempuan yang di ruang tamu itu.
“kamu kenapa Raka? Kok gelisah gitu!!!” tanya Wulan
“nggak kenapa-napa tan” ujar Raka, tidak berapa lama Eliana dan Wibisana muncul.
"yuk kak” ajak Eliana dengan wajah tanpa dosa.
“ kalo gitu Raka pergi dulu mi, tan” Raka menyalami Helena, Andhini dan Wulan. Begitu juga Eliana dan Wibisana, mereka berdua segera mengikuti Raka menuju mobil miliknya. Raka naik ke mobilnya duduk di belakang kemudi
“kamu ngapain ikut mobil kakak? kenapa dengan mobil kamu?” tanya Raka pada Wibisana yang duduk di kursi samping kemudi.
“hemat bensin kak, toh tujuan kita juga sama. Benar nggak Elia?” Wibisana mengedipkan sebelah matanya pada Eliana mencari dukungan.
__ADS_1
“benar kak, toh kita juga mengurangi pencemaran udara dengan menggunakan satu mobil” alasan Eliana duduk di bangku belakang. Raka mendengus kesal karena dia sudah tahu akal bulus kedua adiknya.
***
Sabrina dan Asmirah sedang berdiri di tepi jalan raya, menunggu mobil taksi yang sudah di pesan terlambat datang karena macet. Asmirah tampak menggerutu kesal di tenangi oleh Sabrina dengan senyuman manisnya, hari itu Sabrina tampil fresh mengenakan celana kulot warna peach lembut serta tunik berwarna senada yang agak terang. Hijabnya yang di kreasi memberi kesan fresh dan elegan, pria-pria yang sempat berpapasan dengan Sabrina dan Asmirah sempat menghentikan langkahnya. Ada yang menyapa dan mengajak berkenalan, namun mereka berdua hanya mengabaikannya.
“mbak... kok kita nggak naik taksi yang lain saja? Panas banget nich mbak” ujar Asmirah manja.
“Mirah sayang, ingat kata eyang kakong. Jangan suka mengcancel apa yang sudah kita pesan, siapa yang tahu jika supir taksi yang udah kita cancel butuh uang untuk makan atau membayar angsuran mobilnya dan masih banyak lagi. Dalam rezeki kita ada juga rezeki orang yang membutuhkan” nasehat Sabrina pada Asmirah yang menganggukkan kepalanya.
Tidak berapa lama taksi yang mereka pesan datang, sang supir mengucapkan maaf brkali-kali karena sudah sangat terlambat.
“maaf neng, maaf... tadi sewaktu ke sini ban mobil saya bocor jadi terpaksa harus menambal dulu. Padahal saya sudah mengirim pesan meminta neng mengcancel saja, ternyata sama sekali nggak. Saya benar-benar mengucapkan terima kasih neng” ujar supir taksi itu pada Sabrina dan Asmirah yang sudah duduk di dalam taksinya.
“sama-sama pak” ujar Asmirah masih sedikit kesal, Sabrina hanya tersenyum melihat adiknya.
“ tujuannya sesuai aplikasi ya neng” tanya pak supir.
“iya pak,” jawab Sabrina ramah.
Mobil Taksi melaju menuju alamat yang di tuju Sabrina dan Asmirah, mata indah Sabrina menatap pemandangan ibukota. Ponsel Asmirah bergetar menandakan ada pesan wa yang masuk, jari Asmirah dengan cekatan membuka ponsel miliknya menatap layar dengan nama Kak Eliana di sana.
*************
dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...
Author minta maaf terlambat up 🙏🙏🙏
karena demam dan flu membuat Author kurang berkonsentrasi.
secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author 😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ all...