Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 59


__ADS_3

“aku selalu berharap dan menanti kedatangan mu, tapi bayanganmu saja tidak pernah ada untuk melihatku. Di saat kamu membuangku dan meninggalkan ku, di saat itu aku menyerah dan kamu bukanlah tidak memiliki hak apa pun atas diriku ” Sabrina dan Rala melangkah menuju pintu keluar meninggalkan Arman dan Adelia.


Tangan Arman terkepal kuat, urat-urat di wajahnya bermunculan karena amarah. Adelia menatap geram ke arah Raka dan Sabrina yang berlalu pergi begitu saja.


“ pa, aku tidak terima jika ja**ng itu menjadi bagian dari keluarga besar mas Raka. Perempuan yang paling pantas mendampingi mas Raka adalah aku, pa” Adelia bertingkah seperti dirinya masih kecil. Dia tidak terima jika sesuatu yang sudah sangat di inginkannya di ambil oleh orang lain.


Adelia akan berupaya melakukan apa pun untuk mengambil atau merebut kembali yang suda menjadi incarannya. Tidak peduli baginya jika dia sudah menyakiti atau menghancurkan perasaan orang lain.


“tenang sayang, papa akan membantu mu untuk mendapatkan Raka dan tentunya untuk si pembawa si*l para Mafia itu yang akan mengurusnya” ujar Arman mengingatkan Adelia tentang Nicholas.


Silahkan saja kau bersenang-senang saat ini di waktunya nanti kau akan merasakan pembalasan atas apa yang sudah kau berikan pada ku sekarang gumam Arman dalam hati.


***


Hening...


Suasana dalam mobil Raka yang di kendarai olehnya menuju bandara terasa hening, Sabrina diam menatap pemandangan di luar jendela mobil Raka yang melaju dengan kecepatan sedang.


hatinya begitu terluka saat mendengar perkataan ayah kandungnya. Tuduhan Arman juga Adelia begitu menyakitkan hati Sabrina hingga membuatnya sangat sedih, tetesan bening meluncur jatuh dari kedua mata menggemaskan itu.


Raka tahu hati Sabrina terluka dengan apa yang di katakan Arman. Perlahan tangan Raka meraih tangan Sabrina, menggenggamnya erat untuk memberi semangat.


“Sayang.... “ Raka sesekali menatap ke arah Sabrina. Mobil yang di kendarainya melaju dengan kecepatan sedang, Sabrina menatap Raka yang sejenak menatap ke arahnya.


“maaf mas.... Aku sudah membuat mas merasa tidak nyaman dengan kejadian di lobby tadi” Sabrina menundukkan wajahnya, masih teringat olehnya kata-kata Arman yang sangat menyakitinya.


“Sayang.... Seharusnya mas yang minta maaf padamu karena mas ....”


“mas... Sabrina tahu jika mas Raka juga tidak menyangka dengan pertemuan ini”


“Apa.... Apa kamu membenci papa kamu?” Raka dengan hati-hati bertanya pada Tunangannya.


“ Sabrina.... Sabrina tidak membenci papa.... Sabrina hanya kecewa....” Sabrina mengalihkan pandangannya ke luar jendela mobil. Hatinya begitu sedih mengingat kebencian dan tuduhan Arman.

__ADS_1


Raka sudah mengetahui masa lalu Sabrina masih tidak percaya dengan sikap Arman, dia menuduh tunangannya sebagai pembunuh istrinya. Dia begitu iba sekaligus bangga melihat sikap Sabrina, walaupun di rendahkan dan di hina dia tidak membalasnya melainkan bersikap elegan menanggapi setiap perkataan Arman dan Adelia.


Mobil Raka memasuki pelataran bandara, setelah menurunkan koper kecil milik Sabrina mereka berdua melangkah memasuki lobby bandara. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, Raka lalu mengantar Sabrina menuju pintu keberangkatan.


“Sayang, kamu jangan lama-lama di Surakarta. Mas akan sangat merindukan kamu” ujar Raka menggenggam tangan Sabrina yang tersenyum manis padanya.


“ iya mas, setelah semuanya selesai. Insyaallah secepatnya Sabrina akan kembali ke Jakarta. Sabrina berangkat dulu ya mas” perlahan-lahan Sabrina melepaskan tangannya.


Namun Raka masih belum ingin berpisah dia kembali memegang tangan Sabrina, pandangannya pun di alihkan pada pilot dan pramugari yang akan menemani tunangannya pergi ke Surakarta.


“ kalian layani tunangan saya dengan baik. Berikan apa pun yang di inginkannya, mengerti” Raka masih belum ingin berpisah dengan Sabrina.


“Mas.... Kalo mas memegangku seperti ini aku nggak akan jadi berangkatnya” Sabrina menatap ke arah tangan Raka


“Huuuuh” terdengar helaan nafas berat dari Raka, mau tidak mau dia melepaskan tangan Sabrina.


Senyuman manis tersungging di bibir Sabrina, menatap calon imamnya yang masih belum mau berpisah. Dia melangkahkan kakinya masuk ke ruang keberangkatan, Raka menatap dari balik kaca sambil tersenyum padanya.


“jangan lupa setiba di Surakarta hubungi mas ya” Raka megodekan dengan tangannya pada Sabrina.


Raka terus menatap keberangkatan Sabrina hingga dia menghilang dari balik pintu keberangkatan. Setelahnya dia melangkahkan kakinya dengan berat menuju mobil yang terparkir di parkiran.


Pramugari mempersilahkan Sabrina untuk duduk di kursi yang tersedia. Setelah mengucapkan terima kasih, mata Sabrina menatap ke arah jendela dengan pandangan sedih.


Apakah karena papa, Eyang meminta pernikahan ku dengan mas Raka di percepat? Eyang.... Semoga eyang dan lainnya baik-baik saja gumam Sabrina dalam hati, mata menggemaskannya tampak berkaca-kaca. Ucapan Arman yang menyalahkannya atas kematian ibu kandungnya terus menerus berdengung di telinganya.


***


Siang itu Adiwijaya, Ningsih dan Andhini duduk di kursi teras, mereka diam dengan wajah tampak begitu cemas. Tidak ada di antara mereka satu pun bersuara, ingatan mereka kembali pada beberapa hari sebelumnya....


Flashback On


Beberapa waktu sebelumnya...

__ADS_1


Adiwijaya dan Ningsih sedang duduk-duduk santai di teras, sambil menikmati matahari pagi. Dia melihat pak Slamet datang menghampiri seraya mengantar koran, wajahnya terlihat bingung dan ragu-ragu.


“Ana apa Slamet, kenapa sampeyan katon ragu-ragu? apa sampeyan nemoni masalah? kandhani wae (ada apa Slamet, kenapa kamu terlihat ragu-ragu begitu? apa kamu ada kesulitan? katakan saja pada ku) “ ujar Adiwijaya menatap heran pada bawahannya.


“itu tuan Besar, sawetara dina kepungkur aku ndeleng sawetara wong sing nganggo klambi apik mlaku-mlaku ing ngarep gerbang. pas aku nyoba samperin lan takon, eeh malah bengok-bengok karo aku (itu tuan besar, beberapa hari ini saya melihat beberapa orang berpakaian bagus sering mondar mandir di depan gerbang. saat saya coba samperin dan bertanya, eeh mereka malah membentak saya)” pak Slamet mengingat-ingat kejadian saat dia bertanya baik-baik pada orang yang mencurigakan itu.


“terus, dheweke duwe pitakon babagan sampeyan Slamet? (terus, dia ada tanya macam-macam dengan kamu Slamet?)” Adiwijaya merasa ada yang ganjil.


“salah sawijine takon babagan mbak Sabrina lan saiki ana ing endi, mula aku mung ora ngerti. nanging, aku kayane wis ndeleng praupane salah sawijine, nanging aku ora kelingan tuan besar. (salah satu dari mereka bertanya tentang mbak Sabrina dan di mana dia sekarang, terus saya jawab saja saya tidak tahu. namun, saya sepertinya pernah melihat wajah salah satu dari mereka tapi saya tidak ingat tuan besar)” Pak Slamet mengingat-ingat perawakan pria setengah baya bertanya secara angkuh padanya.


Andhini dan Ningsih saling berpandangan, mereka ikut penasaran siapakah gerangan yang mencari-cari Sabrina. Pak Slamet terus berusaha mengingat-ingat pria yang sempat di temuinya.


“ah .... Aku nembe kelingan tuan besar, wong lanang iku rupane kaya bojone, mbak Rianti. Sepisanan ndeleng raine padha karo mbak Sabrina, (ah.... saya baru ingat tuan besar, pria itu mirip sama suaminya mbak Rianti. sekilas wajahnya mirip dengan mbak Sabrina)” Pak Slamet teringat dengan Arman.


Andhini, Ningsih dan Adiwijaya terkejut saat pak Slamet memberi tahu tentang Arman yang datang ke kediaman mereka. Mereka semakin terkejut saat mobil mewah masuk terparkir di halaman rumah mereka.


Arman dengan angkuh turun dari mobil mewah miliknya bersama Adelia, mata tua Adiwijaya menatap tajam ke arah mereka yang akan melangkah menghampiri Adiwijaya dan keluarga.


**************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


mohon maaf 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 jika kedua karya Author "terjebak cinta CEO dingin" dan "Cinta Sabrina" mengalami keterlambatan updatenya. di karenakan banyaknya tugas bocil dan persiapan karya terbaru Author yang akan segera rilis dalam waktu dekat ini.


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2