Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 179


__ADS_3

“희나 이건 젊은 주인을 위한 반찬 (Hee Na ini makanan pendamping untuk tuan muda)” ujar Yohan menyerahkan makanan pada maid yang bernama Hee Na, gadis cantik itu segera mengambil mangkuk yang berisi bubur dari tangan Yohan. Tidak sengaja tangan mereka bersentuhan, hal itu membuat Hee Na terkejut dan wajahnya terlihat merah merona. Pemandangan itu tertangkap oleh Sabrina yang menanggapinya dengan senyuman, berbeda dengan Yohan yang memiringkan kepalanya ke kiri tidak mengerti dengan apa yang tengah terjadi.


Hee Na berpapasan dengan Sabrina yang sudah terlihat rapi dan akan duduk di meja makan, tampilan Sabrina terlihat memukau olehnya. Baju kemeja putih dengan hiasan kotak – kotak bergaya style korea, di padu dengan celana kulot hitam dan tas yang berwarna senada serta Hijab putih yang menutupi kepalanya.


“좋은 아침 의사 사브리나 (selamat pagi dokter Sabrina)” sapa Hee Na yang langsung berusaha bersikap tenang.


“좋은 아침, 희나 (selamat pagi, Hee Na)” ujar Sabrina matanya menatap ke arah bayi tampan itu yang tertawa manis, tangan kanan mungilnya memegangi sendok yang sesekali di masukkannya ke dalam mulut mungil itu.


“assalamualaikum Yusuf, anaknya umi” sapa Sabrina menundukkan tubuh dan menciumi pipi tembam Yusuf. Yohan menatapi pemandangan yang menentramkan hati di depannya, mata biru ke abu – abuan itu perlahan terlihat sedih saat teringat dengan Tuan mudanya yang sudah meninggal dua tahun yang lalu.


young master.... this scene feels so lacking. If only you were still around, young madam and young master Yusuf would be very happy. I still remember how sad the young lady was when I found out you were gone, I hope you always rest in peace (tuan muda.... pemandangan ini terasa sangat kurang. Andai saja anda masih ada, Nyonya muda dan tuan muda Yusuf pasti akan sangat bahagia. Masih teringat bagi ku bagaimana sedihnya nyonya muda saat mengetahui anda sudah tidak ada, semoga anda selalu tenang di sana) gumam Yohan dalam hati menatap sedih ke arah Sabrina dan Yusuf.


Teringat oleh Yohan kejadian dua tahun yang lalu, awalnya Yohan dan Jack mengulur waktu untuk memberi tahu Sabrina tentang Nicholas. Di saat kondisi Sabrina sudah terlihat stabil mereka pun memberanikan diri memberi tahu tentang Nicholas, mereka juga meminta bantuan Dokter Maria untuk menemani dan menghibur Sabrina.


Mereka terlihat ragu – ragu untuk berbicara, Jack pun memberanikan diri untuk memberi tahu perempuan cantik itu. Mendengar penuturan Jack membuat Sabrina terlihat sangat terpukul, mata indah dan pipinya basah oleh air mata yang menetes.


Jack dan Yohan juga memberi tahu pada Sabrina jika mereka sudah mengabari perihal kematian Nicholas kepada keluarga besar Adiwijaya di Indonesia, mereka juga memberi tahu jika sampai keadaan stabil Sabrina akan berada di tempat yang ‘AMAN’. Jack dan Yohan tidak bisa memberi tahu di negara atau kota mana mereka berada demi keamanan dan keselamatan Sabrina dan bayinya. Adiwijaya dan keluarga lainnya memaklumi serta mengerti dengan situasi yang di hadapi oleh mereka,


“please take care of my daughter and grandson... tell her we love her and are always there for her (tolong jaga putri dan cucuku... sampaikan padanya kami menyayanginya dan selalu ada untuknya)” pesan Andhini membuat tangis Sabrina perlahan berhenti. Dia merasa seakan keluarganya kini sedang berada di sisi dan memeluknya dengan kehangatan cinta dan kasih sayang.

__ADS_1


Sabrina menatap ke arah Yohan sambil memberi isyarat dengan menggerakkan sedikit kepalanya seakan bertanya ‘ada apa’, Yohan tersenyum canggung dan menggelengkan kepalanya perlahan memberi tahu jika tidak ada apa – apa.


Sabrina lalu melihat bubur milik Yusuf di atas meja, dia lalu meraih mangkuk itu dan pelan-pelan menyuapi Yusuf. Hee Na segera menghampiri Sabrina dan duduk di bangku satunya lagi yang berada tepat di samping Yusuf,


“부인, 제가 젊은 주인님을 먹일 수 있게 해주세요. 나중에 일에 늦을 수 있습니다 (nyonya, biar saya saja yang menyuapi tuan muda, Anda bisa terlambat pergi bekerja nantinya)” ujar Hee Na hendak mengambil makanan Yusuf di tangan Sabrina.


“괜찮아 희나 오늘 작별인사 하려고 병원에 왔어. 그 후에 나는 집에 가서 준비할 것이다 (tidak apa-apa Hee Na, hari ini aku datang ke rumah sakit hanya untuk mengucapkan salam perpisahan saja. Setelahnya aku akan pulang dan bersiap-siap)” ujar Sabrina terus menyuapi Yusuf dengan makanannya. Hee Na tampak sedih saat mendengar ucapan Sabrina, dia sudah sangat senang bekerja pada Sabrina.


Hee na seorang gadis Korea yang terlahir sebatang kara, seluruh keluarganya meninggal secara tragis dalam sebuah kecelakaan beruntun di sebuah jalan tol di negara ginseng itu saat acara keluarga besar. Awal dia berkenalan dengan Sabrina dan menjadi bagian keluarga kecil itu bermula saat Hee Na yang di tolong oleh Yohan.


Sepulang dari bekerja part time Hee Na di hadang oleh beberapa pria yang hendak melecehkannya, gadis cantik itu melawan dan berteriak meminta pertolongan.


Celaka bagi para pria itu, Yohan yang baru saja selesai berbelanja memergoki perbuatan mereka. Pria – pria itu heran melihat Yohan yang balik menatap tajam ke arah mereka, para pria itu tampak kebingungan karena tidak fasih menggunakan bahasa english. Mereka lalu memberi isyarat dengan tangan untuk menyuruhnya pergi, Yohan sempat melihat ke arah Hee Na yang menatapnya dengan tatapan memohon pertolongan.


“ya... ya... 빨리 여기서 나가. 당신의 사업을 신경! (hei... hei... kamu pergi dari sini cepat. Urus saja urusanmu!!!)” usir salah seorang pria itu sambil mendorong lengan Yohan. Mata tajamnya menatap ke arah tangan yang menyentuh lengannya, dengan secepat kilat Yohan menghajar para pria itu satu persatu. Tendangan dan pukulan dari Yohan melekat tepat pada wajah juga tubuh para pria itu, mereka lalu terkapar kesakitan di tanah.


Hee Na berdiri bangkit dengan raut wajah yang ketakutan saat melihat keadaan para pria itu, Yohan menatap ke arah Hee Na. Dia lalu melepaskan jas yang di kenakannya dan di pakaikan pada Hee Na, gadis itu terdiam sesaat dan tanpa sadar langsung memeluk erat tubuh Yohan. Pria tampan itu terlihat kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa, Yohan perlahan melepaskan pelukannya.


“괜찮으세요? (kamu tidak apa – apa?)” tanya Yohan berbicara dengan bahasa Korea, Hee Na termenung saat mendengar pertanyaan itu. Yohan melambaikan tangannya tepat di hadapan wajah Hee Na lalu menjentikkan tangannya, gadis cantik itu seakan tersadar dan menatap ke arah Yohan.

__ADS_1


“괜찮으세요? (apa kamu tidak apa – apa?)” tanya Yohan kembali. Hee Na menganggukkan kepalanya perlahan, lalu kedua tangan Hee Na memegang dan merapatkan jas yang di kenakannya.


“어디 살아요? (kamu tinggal di mana?)” tanya Yohan, Hee Na hanya diam. Dia benar-benar tidak berani untuk pulang ke rumah miliknya, rasa takut masih di rasakannya. Yohan mengerti dengan apa yang di rasakan Hee Na, dia lalu mengajak gadis manis itu pulang ke apartemen Sabrina.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2