Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 146


__ADS_3

“Sorry miss, looks like we're being followed?!(maaf nona, sepertinya kita di ikuti?!)” ujar supir taksi itu waspada. Sabrina melihat ke arah belakang dan mengenali mobil yang mengikuti mereka,


“it's all right, sir. You take it easy, I know that car (tidak apa-apa, pak. Anda tenang saja, saya mengenal mobil itu)” ujar Sabrina sambil melihat-lihat ponselnya, Supir taksi itu kembali memperhatikan mobil yang mengikuti mereka.


“are you sure miss? do I need to contact the authorities? (anda yakin nona? apa perlu saya menghubungi pihak yang berwajib? )” supir itu meningkatkan kewaspadaannya.


“don't sir... don't. I recognize the car behind us, you don't have to worry (jangan pak... jangan. saya mengenali mobil di belakang kita, anda tidak perlu khawatir )”ujar Sabrina tersenyum, supir itu hanya bisa melanjutkan perintah Sabrina menuju ke alamat apartemen Sabrina.


***


Raka tengah memperhatikan layar laptop yang menampilkan tulisan dan grafik yang bergerak turun naik, dia tengah sibuk dengan proyek baru yang tengah di kerjakannya.


Tok...tok...tok...


Terdengar ketukan di depan pintu ruang kerja Raka,


“masuk” ujar Raka dengan mata masih menatapi layar laptopnya. Pintu itu terbuka dengan Dewi muncul dari balik pintu itu, semenjak dia hampir di bawa oleh orang yang mengaku saudaranya gadis itu kini bekerja di perusahaan Arbecio sebagai sekretaris Raka.


Gadis manis itu di minta Raka untuk bekerja di perusahaannya sebagai sekretarisnya yang resign,


“pak Raka, sudah saatnya rapat dengan perwakilan perusahaan dari Korea Selatan” ujar Dewi meletakkan materi rapat di samping meja kerja Raka.


“apa Bima dan Thio sudah di beri tahu?” tanya Raka yang masih menatap ke arah laptopnya.


“sudah pak” ujar Dewi yang diam-diam menatap kagum ke arah Raka. Sejenak dia termenung teringat dengan apa yang diucapkan Raka padanya, diakui Dewi sejak pertemuannya pertama kali dengan Raka ada suatu perasaan yang timbul di hatinya.


Helena menyadari perasaan dan perhatian Dewi yang berbeda pada Raka, dia pun mendukung perasaan Dewi. Namun, perasaan itu harus di kubur Dewi dalam-dalam saat teringat dengan apa yang di ucapkan Raka.


“maaf sebelumnya Dewi, aku ingin hubungan yang terjalin di antara kita murni hubungan profesional. Jangan menganggap serius apa yang di sampaikan mami padamu, karena untuk saat ini aku hanya ingin fokus dengan pekerjaanku”


Seeeeerrrr....


Sakit tapi tidak berdarah perasaan itu yang kini di rasakan Dewi, belum sempat dia mengutarakan perasaan kini perasaan itu harus di pendamnya dalam-dalam. Begitu juga dengan Thio merasakan perasaan yang sama dengan Dewi, dia ingin mengutarakan perasaannya pada gadis manis itu. Namun kata-kata itu tidak pernah terucap dari mulut Thio saat melihat pandangan Dewi yang penuh rasa cinta untuk Raka.


Thio merasa galau teramat saat mengetahui perasaan gadis yang di sukainya tertuju pada sahabat sekaligus bosnya.

__ADS_1


Malam hari di kota Jakarta...


Indah tampil begitu memesona begitu juga dengan Adelia yang mengenakan dress yang mengekspos bahunya, Arman dan Indra tampak gagah dengan tuxedo mereka.


Malam itu mereka sekeluarga akan makan malam mewah di sebuah restoran ternama yang selalu di kunjungi oleh para kalangan atas, Indra dan Arman masing-masing menarik kursi untuk di duduki Indah juga Helena.


Indra dan Arman lalu duduk di kursi mereka masing-masing,


“o ya sayang, di mana pacar kamu?” tanya Indah pada Adelia yang tengah membuka napkin dan meletakkannya di atas paha.


“pacar?” Arman menatap ke arah Indah dan Helena.


“aduh si papa, anak kita ini udah dewasa tentu saja dia akan memiliki pacar” ujar Indah tersenyum senang, Arman menatap ke arah Adelia yang tampak malu-malu kucing.


“papa tenang aja, pacar aku ini orangnya lebih tajir dari Raka dan...” ucapan Adelia terhenti saat melihat sosok Roy yang datang bersama dengan asistennya.


“dan apa Adelia?” tanya Arman penasaran.


“ dan dia udah datang pa, itu dia orangnya. Sayang..” ujar Adelia sambil memanggil Roy yang tampak menatap ke arah kanan dan kiri.


Roy menatap ke arah Adelia yang melambaikan tangannya, Mata Indah terbuka lebar saat melihat Roy yang datang menghampiri meja mereka. Begitu juga Indra yang langsung menatap ke arah Indah, dia teringat dengan pria yang datang ke rumah mereka saat berada di Australia.


“pa... ma. Kenalin ini pacar aku” ujar Adelia bangga, Indah benar-benar shock dan terkejut dengan pernyataan dari putrinya.


“APA?! TIDAK... TIDAAAAK...” teriak Indah histeris pingsan, kedua lengan Indah segera di pegangi Indra dan Arman.


“ma... ma... mama kenapa?” Arman tampak khawatir begitu juga dengan Indra dan Adelia. Para pekerja restoran itu dengan sigap membantu membawa Indah menuju sebuah ruangan yang memiliki sebuah tempat tidur kecil, Adelia menguap-usap punggung tangan Indah agar sadar dengan cepat.


Indra segera keluar dari restoran menuju ke mobil milik mereka sedangkan Arman segera menghubungi dokter keluarga untuk datang ke restoran yang alamatnya sudah di beri tahunya. Di ruangan itu tinggal Roy yang diam-diam tersenyum penuh maksud menatapi Indah, Adelia tampak sedih memegangi tangan perempuan yang melahirkannya.


Perlahan mata Indah terbuka dan mulai memperhatikan ke sekelilingnya,


“di mana ini?” tanya Indah masih merasakan pusing di kepalanya.


“ma...mama ada di ruangan istirahat karyawan restoran, mama kenapa bisa pingsan begini?” Adelia tampak sangat khawatir. Mata Indah terbuka lebar saat teringat kejadian di restoran, matanya menatap ke arah Roy yang berdiri di samping Adelia.

__ADS_1


“KAMU...” Indah menatap nanar ke arah Roy.


“ mama kenal Roy, pacarku?" tanya Adelia Heran mendengar ucapan Indah.


“PACAR? TIDAK KAMU TIDAK BOLEH BERHUBUNGAN DENGAN PRIA INI ADEL, SEGERA KAMU AKHIRI HUBUNGAN KALIAN” ujar Indah marah besar. Adelia terlihat bingung dan tidak terima begitu saja,


“Kenapa ma? Kenapa mama menyuruh ku mengakhiri hubungan kami?” tanya Adelia penasaran.


“mama tidak mau tahu, kamu akhiri hubungan kamu dengan pria ini atau kamu jangan pernah menganggap mama sebagai ibu kamu lagi” ujar Indah yang emosi tingkat dewa.


“nggak, Adelia nggak mau. Atas dasar apa mama melarang aku untuk berhubungan dengan Roy” Adelia tidak terima begitu saja,


“itu karena Dia....” ucapan Indah terhenti seketika, dia langsung terdiam dan tidak berani mengungkapkan kenyataan yang sudah di simpannya sangat lama. Indah lalu menatap tajam dan penuh kebencian ke arah Roy,


“dasar baj***an, beraninya kamu memiliki hubungan dengan putri ku” bentak Indah dengan mata tampak berkaca-kaca.


“ ayolah Indah, aku adalah pria single begitu juga dengan Adelia. Jika kami memiliki hubungan tentu saja itu tidak jadi masalah bukan” ujar Roy tersenyum dengan penuh maksud.


“breng**k kamu Roy, tinggalkan putriku dan jangan pernah menghubunginya lagi” Indah tampak sangat marah dan emosi.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


mohon maaf karena author baru meng update karyanya lantaran terjadinya kesalahan teknis mengakibatkan seluruh data karya author terkena virus yang cukup mengganggu.


Dengan berat hati author terpaksa mengulang seluruh cerita yang seharusnya sudah update di hari sebelumnya, mohon maaf sebesar-besarnya pada semua readers atas keterlambatan ini.


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2