Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 108


__ADS_3

“Nduk... kamu bilang apa tadi? Kamu dan tuan Nicholas akan pergi sholat?” tanya Andhini yang baru mengetahui jika Nicholas memiliki agama yang sama dengan mereka. Sabrina menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Andhini, jawabannya membuat Ningsih dan lainnya menatap ke arah Nicholas dengan tatapan tidak percaya.


Andhini mendekati Sabrina dan menatap ke arah mata putrinya,


“Nduk, apa dheweke ganti agama amarga meksa bebrayan utawa ... (apa dia pindah agama karena paksaan atas pernikahan kalian atau...)” Andhini tampak tidak senang, dia tidak ingin Nicholas demi menikah dengan Sabrina terpaksa pindah agama islam.


“Ora bu, aku uga nembe ngerti yen tuan Nicholas dadi wong mualaf nalika upacara nikahan, (tidak bu, aku juga baru tahu jika tuan Nicholas seorang mualaf saat akad nikah,)” jelas Sabrina membuat Andhini dan Ningsih bernafas lega sekaligus bersyukur.


Nicholas menatap ke arah Sabrina dengan kening berkerut, dia sama sekali tidak mengerti dengan bahasa yang di gunakan.


Walaupun Araf tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan Andhini dan Sabrina, namun mendengar kata ‘mualaf’ membuatnya menarik kesimpulan sendiri. Araf menatap ke arah Nicholas sambil memandang remeh pada pria tampan itu.


“aku tidak yakin sholat nya seorang mafia bakalan di terima oleh Allah” ujar Araf membuat Ningsih dan Andhini tidak senang mendengar perkataan rasis Araf. Mereka serempak menatap ke arah Araf yang masih bersikap waspada.


“mas Araf...” Sabrina menatap sedih ke arah Araf, dia sama sekali tidak menyangka dengan apa yang di utarakan masnya.


“Astagfirullah mas Araf... ndak baik berbicara begitu. Seharusnya kamu senang jika adik ipar mu ini sedang berusaha untuk menjadi lebih baik di Jalan Allah. Seharusnya kamu mendukung dan senang akan hal itu, bukan seperti ini kamu malah berkata yang menyinggung“ Ujar Ningsih tidak senang dengan apa yang di katakan Araf.


“astagfirullah... Maaf eyang uti, ini semata karena kekesalan ku, jujur Aku tidak percaya dengannya. Aku tidak ingin nantinya adikku akan menderita hidup bersama pria ini “ Araf segera beristigfar saat menyadari kesalahannya, dia benar-benar tidak senang dengan pernikahan Sabrina dan Nicholas.


Pemilik mata tajam dan berkarismatik itu menatap ke arah Araf, dia mengerti perasan pria gagah di depannya.


“I am not perfect Mr. Araf, even my past is very dark and dark. But now I'm trying to be better, otherwise you shouldn't lose that belief and determination (aku memang tidak sempurna tuan Araf, bahkan masa laluku sangat kelam dan gelap. Tapi aku yang sekarang berusaha untuk menjadi lebih baik lagi, sebaliknya anda jangan sampai kehilangan keyakinan dan tekad itu)” ujar Nicholas memukul telak Araf yang kemudian terdiam. Matanya tetap terus mengawasi Nicholas, ada rasa tidak ikhlas di hati saat melihat adiknya menikah dengan pria yang tidak mereka kenal.

__ADS_1


“you ... (kamu..)” Araf hendak berbicara kembali langsung di cegah oleh Yusuf yang memegang pundaknya. Andhini menatap keponakan laki-lakinya yang terlihat kesal,


“Araf, buk de tahu kamu terkejut dengan pernikahan adikmu ini, kami semua juga sama seperti mu. Tolong kontrol dirimu” ujar Andhini mencoba menenangkan keponakannya. Sabrina menatap ke arah Araf dengan pandangan sedih, keputusannya telah membuat semua keluarganya tidak siap. Dia juga teringat betapa terlukanya Raka dan keluarga Wiguna.


Sekilas Sabrina melihat pergelangan tangan di mana jam tangannya sudah hampir menunjukkan pukul dua siang, dia melihat ke arah Andhini dan lainnya .


“buk, Sabrina dan tuan Nicholas ke mushalla dulu. Takut keburu waktunya habis” ujar Sabrina memilih untuk melaksanakan kewajibannya dan sementara ingin menjauhkan Nicholas dari Araf. Dia tidak ingin suasana kembali memanas dengan ke tidak sukaan Araf pada pria yang sudah menjadi suaminya kini.


“baiklah nduk” Andhini mempersilahkan Nicholas dan Sabrina menuju mushalla untuk menunaikan kewajiban mereka.


Sabrina melangkah lebih dulu di ikuti Nicholas yang memilih melangkah di belakang perempuan cantik dan manis itu. Beberapa pengunjung rumah sakit tampak berlalu lalang di lobi, mereka terkesima saat melihat kecantikan Sabrina terutama pengunjung pria.


Mereka terpesona dengan penampilah Sabrina yang masih menggunakan pakaian pernikahan, Nicholas tampak tidak senang dengan para pria yang menatap perempuannya. Aura dingin dan gelap pun mulai mengitari tubuh Nicholas yang berjalan di belakang Sabrina, memberi tekanan rasa takut kepada setiap orang. Tentunya aura itu tidak di rasakan Sabrina yang melangkah lebih dulu melewati lobi, dia tidak memperhatikan sekitarnya lebih fokus dengan apa yang akan dia bicarakan pada Nicholas.


Kilatan mata Nicholas menatap tajam pada siapa pun yang melihat ke arah Sabrina, para pria yang melihat tatapan itu langsung mengalihkan dan menundukkan pandangan mereka.


Ya Allah... Segala sesuatunya sudah di atur oleh Engkau, kami percaya dan serahkan semuanya kepada-Mu ya Allah, kami percaya Engkau tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan kami... doa Andhini dalam hati. Dia berharap segala keputusan yang di ambil Sabrina tidak akan menjadi penyesalan nantinya bagi perempuan cantik itu.


***


Sabrina tengah duduk di bangku taman rumah sakit, menikmati angin sepoi yang menyegarkan. Setelah menyelesaikan kewajibannya dia berjalan menuju Taman sembari menunggu Nicholas.


“sorry... you had to wait so long (maaf... kamu harus menunggu begitu lama)” ujar Nicholas datang menghampiri Sabrina.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan ibadahnya ponsel miliknya berdering. Pada layar datar itu tertulis nama Jack, segera dia menggeser icon hijau untuk mengangkat telepon dari tangan kanannya.


“so? (jadi?)” tanya Nicholas langsung to the point.


“sorry boss, they were out of the hotel a few hours ago. I've sent people to the airport to intercept them, but to no avail boss (maaf bos, mereka sudah keluar dari hotel beberapa jam yang lalu. Aku sudah mengutus orang ke bandara untuk mencegat mereka, tapi hasilnya nihil bos)”


“well... you and Yohan immediately return to the villa, help Yohan to prepare for departure. After everything is done, you guys go straight to the airport, tonight we will meet there (baiklah... kamu dan Yohan segera kembali ke villa, bantu Yohan untuk mempersiapkan keberangkatan. Setelah semuanya beres kalian langsung berangkat ke bandara, Malam nanti kita bertemu di sana)”


“ok boss, then.... what about Miss Sabrina? (baik bos, lalu .... bagaimana dengan nona Sabrina?)”


“I... I'll try to talk about it. If she wants me to let her go, I will fulfill it. Arriving in Australia you arrange a lawyer to process my separation (aku... aku akan coba membicarakannya. Jika dia menginginkan ku untuk melepaskannya, aku akan memenuhinya. Sesampainya di Australia kamu atur pengacara untuk memproses perpisahan ku)” raut wajah Nicholas tampak dingin, dari matanya tersirat kesedihan. Hatinya yang berdetak terasa sangat sakit dan pedih namun sama sekali tidak mengeluarkan darah.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2