Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 191


__ADS_3

Hal itu di lakukan Wiyasa agar Yusuf tidak merasa bosan dan rewel, namun semua itu tidak bisa menenangkan baby Yusuf yang sudah terlihat gelisah dan rewel. Tangan mungilnya menggapai dan menarik hijab milik Sabrina, perempuan cantik itu tahu jika baby tampan yang berada dalam gendongan Wiyasa sudah merasa lelah. Mata bulat berwarna biru itu terlihat sayu, baby Yusuf mulai rewel dan memberontak berusaha menggapai – gapai Sabrina.


“aaaa... mmmaamm...aaa” Yusuf gelisah dalam pelukan kakeknya.


“sepertinya Yusuf sudah lelah pak, sini biar Sabrina gendong” ujar Sabrina dengan kedua tangan memegangi tubuh mungil baby Yusuf. Wiyasa menatap Yusuf yang memegangi jari jemari Sabrina, dia lalu memberikan Yusuf pada putri cantiknya yang sudah berubah status menjadi seorang ibu.


“sepertinya cucu kakek kelelahan karena perjalanan panjangnya” Wiyasa mengelus pipi gembul Yusuf yang segera menyandarkan kepala di bahu uminya. Mata bulat itu perlahan menutup saat tangan Sabrina mengusap lembut punggung baby Yusuf, Hee Na dengan sigap mengeluarkan selimut tipis untuk menyelimuti tubuh mungil Yusuf.


Pintu lift terbuka tepat pada lantai di mana Ningsih di rawat, mereka semua melangkah keluar lift menuju ruang perawatan. Tiba – tiba saja langkah Sabrina terhenti tepat di sebuah ruangan VVIP yang tertutup rapat, entah mengapa ada perasaan aneh yang menahan langkah Sabrina.


Mata jernih Sabrina menatap ke arah pintu kamar VVIP yang berada tepat di samping kanannya, Wiyasa dan lainnya merasa heran melihat tingkah laku Sabrina.


“Sabrina” panggil Cakra, namun tidak di indahkan oleh perempuan cantik yang raut wajahnya terlihat penasaran. Wiyasa dan Cakra yang sudah beberapa langkah di depan Sabrina menghentikan langkah mereka, lalu kembali menghampiri Sabrina yang dari raut wajahnya terlihat jelas rasa penasaran.


“Sabrina” panggil Cakra kembali, perempuan cantik itu sejenak mengalihkan pandangannya menatap ke arah Wiyasa dan lainnya.


“iya pak lek?” ujar Sabrina dengan tangan kanan masih membelai lembut punggung baby Yusuf. Yohan, Hee Na dan kedua body guard yang berada di belakang Sabrina ikut menatap heran ke arahnya, mereka saling berpandangan satu sama lain sambil memberi kode.


“kamu kenapa? kok berhenti di sana? Kamar eyang uti ada di sebelah sana” ujar Cakra menunjuk ke arah kamar Ningsih.


Sabrina masih terdiam dan kembali menatapi pintu kamar perawatan yang tertutup rapat, hatinya merasa sebuah debaran yang berbeda. Wiyasa menghampiri Sabrina,


“ada apa nduk?” Tanya Wiyasa ikut melihat ke arah putrinya menatap.


“hmmm... ndak tahu pak, entah kenapa Sabrina merasa... hmmm... “Sabrina sejenak melihat ke arah Wiyasa lalu kembali menatap ke arah pintu itu. Saat mereka berbicara seorang pria datang menghampiri mereka dan heran melihat orang – orang berkumpul di depan kamar perawatan itu.


“maaf, permisi.... Ada apa ini?!” tanya pria itu yang tidak lain adalah Rian asisten pribadi Arman, dia menatap ke arah Sabrina dan lainnya dengan wajah kebingungan.


Sabrina seketika melihat ke arah suara pria yang bertanya ke mereka, mata Rian saling bertatapan dengan perempuan cantik sedang menggendong bayi gembul yang tengah terlelap.


Aku seperti pernah melihat perempuan ini.... Tapi.... Di mana aku melihatnya? Gumam Rian dalam hati menatap intens ke arah Sabrina.

__ADS_1


“maaf... kami tidak bermaksud apa- apa. Keponakan saya begitu penasaran dengan ruangan ini, maaf ” jelas Cakra pada Rian.


“Nduk... Ayo... Eyang dan lainnya sudah menunggu” ajak Wiyasa pada Sabrina yang masih terlihat penasaran. Perempuan cantik itu sejenak melihat ke arah Wiyasa lalu melihat ke arah pintu kamar VVIP itu kembali, kedua tangan Wiyasa merangkul pundak Sabrina seraya mengajaknya untuk ke kamar Ningsih.


“ayo Sabrina” Ujar Cakra memanggil nama Sabrina, mendengar nama Sabrina Rian terkejut sekaligus teringat dengan permintaan Indra.


Sabrina.... gumam Rian dalam hati terus menatap ke arah Sabrina dan lainnya yang akan beranjak pergi.


Sekilas ingatan Rian terputar kembali di saat Indra bersama kedua orang tua Arman datang menjenguk ke rumah sakit.


Flashback on.....


Kedatangan Indra ke Korea di sambut hangat oleh Shu Kye Kusumo ( ibu Arman) dan Park Joon Kusumo (ayah Arman), Park Joon mulai bertanya tentang apa yang telah terjadi di Indonesia. Indra semula hanya diam seribu bahasa, dia terlihat kebingungan tidak tahu harus memulai dari mana. Perlahan dia mulai membuka suara dan memberi tahu sebatas apa yang diketahuinya pada kakek juga neneknya, Shu Kye dan Park Joon mendengar dengan seksama cerita dari Indra.


Wajah Indra terlihat sedih dan merasa berat saat dia menyinggung tentang Sabrina, Shu Kye dan Park Joon saling berpandangan saat menatap Indra yang ragu – ragu menceritakan tentang Sabrina.


Park Joon dan Shu Kye sangat terkejut mengetahui jika putri Arman dengan Rianti masih hidup, terpancar jelas raut wajah kekecewaan di wajah mereka.


Cerita Indra terhenti sejenak saat ponsel milik Park Joon berdering, dia segera menggeser tombol hijau di layar ponsel itu. Wajahnya terlihat serius dan terkejut saat mendengar informasi dari seseorang yang menghubunginya, Shu Kye menatap suaminya dengan raut wajah cemas.


Indra segera membantu memegangi pundak Shu Kye agar tidak jatuh, Park Joon ikut membantu memegangi istrinya. Bersama Indra dengan hati – hati mereka mendudukkan Shu Kye di sofa, Park Joon segera menghubungi dan menyuruh asistennya untuk mempersiapkan penerbangan menuju ke Indonesia.


Setelah itu Park Joon meminta asisten rumah untuk mempersiapkan semua hal yang di perlukan untuk keberangkatan mereka, tidak lupa juga dia meminta supir mempersiapkan mobil untuk mengantar mereka menuju ke bandara.


***


Selama perjalanan menuju Indonesia Shu Kye terus berdoa dalam hati untuk keselamatan putranya, rasa cemas dan khawatir tergambar jelas di wajahnya. Setelah pesawat yang mereka tumpangi mendarat dengan mulus, mereka segera bergegas menuju rumah sakit di mana Arman di rawat.


Turun dari mobil Indra bersama Shu Kye dan Park Joon menuju pusat informasi untuk menanyakan di ruangan mana Arman di rawat. Setelah mengantungi informasi itu mereka segera menuju lift dan menekan tombol menuju lantai tempat ruang perawatan VVIP.


Namun mereka harus menelan pil pahit Karena Arman yang menolak kedatangan mereka, Rian pun mencoba berbicara pada Arman yang terbaring di ranjang dengan beberapa alat terpasang di tubuhnya.

__ADS_1


Tampak kedua tangan Arman terikat dengan perban di kedua sisi ranjang, mata Arman tampak terpejam dengan wajahnya yang tirus dan pucat. Hidung mancungnya terpasang oksigen


“ tuan.... Ke dua orang tua dan putra anda sudah datang untuk.... “


“katakan pada mereka untuk kembali pulang, aku tidak ingin menemui mereka”


“Tuan... Bagaimana pun mereka adalah keluarga anda, sudah semestinya...“


“apakah aku pantas untuk mendapatkan kasih sayang dari mereka? Begitu banyak dosa yang sudah aku lakukan, tidak hanya menyakiti dan membuang putri kandungku sendiri. Aku juga sudah menghabisi ibu kandung dari putraku.... “


Pembicaraan Arman dan Rian terdengar oleh Indra bersama kedua orang tua Arman yang berdiri tepat di depan pintu kamar VVIP, Indra sangat terkejut saat mendengar tentang kematian Indah. Kedua tangan Indra terkepal erat dengan raut wajah yang tergambar jelas rasa marah, Shu Kye menyadari hal itu memegangi tangan Indra berusaha untuk menenangkan cucunya.


“menurut saya tuan muda Indra akan mengerti dan memahami jika anda mengijinkan saya memberitahunya...”


“tidak Rian... kematian ibunya sudah memberikan luka dalam bagi Indra, aku tidak ingin dia tahu jika Ibunya meninggal karena sudah mengkhianati dan membunuh Rianti...”


Wajah Indra seketika berubah sedih saat mendengar pembicaraan Arman dengan Rian, dia seakan tersadar dan tidak bisa menyalahkan tindakan Arman. Semua yang terjadi merupakan akibat dari kesalahan dan keserakahan Ibu kandungnya sendiri, teringat kembali olehnya akan dosa yang sudah di lakukan Indah terhadap Arman.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


mohon maaf karena beberapa bulan yang lalu Author tidak update karya, Lantaran di karenakan Author harus berehat sejenak sembari mencari ide - ide cerita.


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2