Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 58


__ADS_3

Senyuman yang selalu di tampilkannya saat merasa puas menyiksa Sabrina. Arman dan Adelia menghampiri Raka yang senantiasa berada di samping Sabrina. Wajah cantik itu berubah pucat pasi,


“Mas Raka... ternyata masih berada di sini” dengan lancang Adelia melepaskan tangan Raka yang masih menggenggam tangan Sabrina. Mata Raka menatap tajam ke arah Adelia yang berani bertindak dan mendorong tunangannya. Segera dia menepis tangas Adelia hingga dia kehilangan keseimbangan hingga terjatuh ke lantai, mata Sabrina masih menatap ke arah Arman.


“Adeeel” Arman segera menghampiri Adelia yang terduduk di lantai. Merasa sakit di bagian bokongnya yang mencium keras lantai lobby hotel Arbecio.


Ada kerinduan di hatinya pada pria yang memberikannya kehidupan, namun bayangan penderitaan di masa kecil membuat tubuhnya bergetar. Raka segera menghampiri Sabrina dan memeluk untuk menenangkannya, dia sama sekali tidak memedulikan Adelia yang masih terduduk di lantai.


Semua orang yang berada di lobby termasuk semua staff karyawan hotel menatap ke arah mereka. Beberapa orang mulai berkomentar negatif dan bertanya-tanya gerangan apa yang terjadi.


“da apaan tu, ribut banget di sana”


“Sepertinya ada tontonan menarik nih”


Berbagai komentar mulai terdengar dari orang-orang yang mulai memperhatikan mereka berempat.


Raka menatap iba pada tunangannya, Dapat di rasakan olehnya tubuh Sabrina yang bergetar hebat. Dengan memberanikan diri Raka segera memeluk Sabrina yang masih termenung, Dia masih menatap ke arah Arman yang menghampiri Adelia.


“Tuan Raka, bagaimana bisa anda mendorong putri saya hingga jatuh seperti ini” Arman tidak terima dengan perlakuan Raka yang sama sekali tidak menanggapinya. Dia lebih mengkhawatirkan Sabrina diam sedari tadi.


“Sayang... kamu baik-baik saja.... Sabrina... Sabrina... sayang...” Ujar Raka menyadarkan Sabrina.


Arman membantu Adelia untuk bangun dan berdiri di depan Raka juga Sabrina.


“Sabrina... jadi kamu benar Sabrina si pembawa si*l itu” Tanya Adelia menatap tajam ke arah Sabrina dalam pelukan Raka.


Sabrina sama sekali tidak menjawab pertanyaan Adelia, dia menyembunyikan wajah cantiknya di dada bidang Raka. Dia benar-benar terkejut dan shock pertemuan dengan Ayah kandungnya yang tidak terduga.


Diamnya Sabrina sudah menjadi jawaban bagi Arman dan Adelia, ada perasaan benci juga dendam dalam hati Arman saat menatap putri yang sudah di buangnya bertahun-tahun yang lalu.


Raka membelai kepala Sabrina yang tertutup hijab, dia menyembunyikan wajah cantiknya di dada bidang itu. Jari jemari Sabrina menggenggam erat pada bajunya, menahan rasa sakit dan trauma di masa lalu yang membekas dalam ingatan.rp


“tuan Raka, apa hubungan anda dengan anak pembawa si*l itu?” Arman menatap tajam menunggu jawaban. Dia tidak menyukai dengan apa yang di lakukan Raka pada Sabrina.

__ADS_1


Raka terlihat begitu menyayangi dan berusaha untuk menenangkan Sabrina. Memeluknya seakan berusaha untuk melindungi Sabrina dari bahaya. Adelia melihat sikap kasih sayang Raka tampak begitu kesal, dia benar-benar tidak menyukainya.


Mendengar pertanyaan Arman dan panggilan yang di lontarkannya membuat Raka kesal juga marah.


“siapa yang anda panggil anak pembawa si*l? Saya menghormati anda karena anda lebih tua dari saya, tapi saya bisa bertindak lebih jika anda sudah menghina tunangan saya” Raka benar-benar emosi.


“apaa?!! Jadi dia... dia.. tunangan mas Raka?” Adelia terkejut dengan pernyataan Raka.


Sabrina sudah merasa sedikit tenang, walaupun tubuh dan tangannya masih gemetaran.


“Mas Raka...” Wajah Sabrina menengadah menatap Raka yang terlihat sangat kesal. Dia berusaha untuk tersenyum memberi tahu Raka jika dia baik-baik saja. Perlahan-lahan Raka melepaskan pelukannya menatap wajah cantik tunangannya sejenak, tangan kanannya tetap memegang tangan kiri Sabrina seakan memberi kekuatan dan ketenangan padanya.


Mata indah Sabrina menatap ke arah Adelia dan Arman, dia harus mengendalikan rasa takut dan traumanya agar dia bisa terbebas dari bayangan masa lalunya.


“maaf tuan... apakah saya mengenal tuan sehingga tuan menghina saya di depan umum seperti ini?” Ujar Sabrina berani membuat Arman dan Adelia geram.


“oooo... Si pembawa si*l rupanya sudah berani menantang ku sekarang” Arman semakin geram dan mulai menghina Sabrina.


“dasar pembawa si*l, mas Raka jangan menikahi perempuan yang sudah membunuh ibu kandungnya sendiri. Dia perempuan yang membawa si*l” Adelia ikut menjatuhkan dan menghina Sabrina.


“pembawa Si*l?!! Kepada siapa tuan memanggil kata-kata itu?” ujar Sabrina merasa tidak nyaman. Tangannya menggenggam erat Raka, ada perasaan takut di hatinya.


“ kau hanya lah gadis pembawa si*l, pembunuh yang seharusnya sudah sejak lama ku habisi. Sekarang kau sudah berani menegakkan kepala, berbicara sombong pada ku juga mempermalukan aku dan putri ku?!” Arman semakin merendahkan Sabrina.


“maaf tuan, sepertinya semua orang dapat melihat jika sedari tadi tuan sendiri yang berkata kasar dan menghina saya. tentunya mereka bisa menilai sendiri sikap siapa yang sombong dan angkuh” Sabrina berusaha untuk melawan traumanya, Raka menatap Sabrina penuh kasih sayang juga bangga. Walau terus di hina dan di rendahkan, Sabrina tetap berkata sopan santun juga elegan.


“APA!!!!” ujar Arman sudah sangat kesal.


“ KAU... “ Adelia akan melontarkan penghinaan terhenti saat Sabrina menatap ke arah Raka.


“Mas, sebaiknya kita berangkat sekarang” ujar Sabrina ingin menyudahi pertemuan itu. Raka tersenyum hangat membuat wajah tampan itu semakin mengeluarkan auranya.


Orang-orang melihat kejadian itu mulai berbisik-bisik membicarakan Adelia dan Arman.

__ADS_1


“Ternyata pakaian mahal dan berkelas nggak menjamin sikap dan attitude seseorang”


“gaya nya sombong dan angkuh banget, padahal cewek pake hijab itu Cuma diam aja”


“apa itu bokapnya? Lihat aja wajah mereka sekilas mirip”


Berbagai komentar kembali terdengar dari mereka yang menyaksikan, Raka diam-diam mengeluarkan ponselnya mengirim pada Thio asistennya untuk mengendalikan situasi lobby tampak mulai ramai.


Arman tampak begitu geram, dia pun segera menghampiri Sabrina namun langkahnya terhenti. Raka tidak tinggal diam begitu saja, dia langsung memasang badan melindungi tunangannya. Pegangan tangan Raka terlepas, bersikap seperti pria sejati menatap ke arah Arman.


Sabrina memegangi lengan Raka yang langsung menatap ke arahnya.


“mas.... Kita berangkat sekarang ya. Aku mohon” ujar Sabrina, dapat di lihat oleh Raka mata Sabrina memancarkan perasaan terluka begitu dalam.


“Kamu membuat kesalahan memilih untuk bersama dengan perempuan jal*ng ini” ujar Arman menatap rendah Sabrina. Mata Raka memancarkan kekesalan menatap tajam pada Arman.


“Jika menurutmu Sabrina adalah kesalahan, bagi ku dia adalah anugerah terindah yang tidak akan pernah aku tinggalkan” Raka menggandeng tangan Sabrina melewati Arman dan Adelia. Langkah Sabrina terhenti tepat di depan Arman, dia sejenak menatap pada Arman.


***************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


mohon maaf 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 jika kedua karya Author "terjebak cinta CEO dingin" dan "Cinta Sabrina" mengalami keterlambatan updatenya. di karenakan banyaknya tugas bocil dan persiapan karya terbaru Author yang akan segera rilis dalam waktu dekat ini.


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2