
“Miss, do I have to prepare dinner now? (nona, apakah saya harus menyiapkan makan malam sekarang?)” tanya Maid kembali.
“Later, I want to rest first. You just rest, I'll call you later if I need anything (nanti saja, aku ingin berehat dulu. Kamu istirahat saja, nanti aku akan menghubungimu jika membutuhkan sesuatu)” ujar Sabrina melangkah menuju kamar, Maid itu tersenyum ramah sambil membungkukkan sedikit tubuhnya memberi hormat.
Sabrina membuka pintu kamar dan langsung membersihkan diri di kamar mandi mewah dalam kamar itu, setelah memakai handuk dia melangkah masuk menuju walk in closet untuk memakai pakaiannya. Di melihat kemeja hitam Nicholas yang sering menemani tidurnya, malam itu dia merasa sangat kegerahan dan mengenakan piama night gown berbahan sutra.
Perempuan cantik itu sama sekali tidak merasa canggung, malu atau takut memakai pakaian yang terbuka dan seksi, karena dia tahu jika dia hanya sendirian di apartemen saat ini. Dia tahu jika seluruh maid dan Body guard sudah berada di apartemen mereka yang berada satu lantai di bawah apartemen Nicholas, rambutnya terurai panjang terlihat cantik.
Tampilan Sabrina terlihat sangat cantik dengan night gown berwarna biru gelap dengan tali yang hanya sebesar ibu jari, jubah piama itu di ganti dengan kemeja Nicholas dengan aromanya yang masih tercium oleh Sabrina.
Seolah-olah Sabrina merasa dirinya di peluk hangat oleh Nicholas,
Kapan kamu akan pulang... aku merindukanmu gumam Sabrina dalam hati berdiri tepat di depan cermin. Dia lalu melangkah keluar dari walk in closet,
Ceklek...
Samar-samar Sabrina mendengar suara pintu yang tertutup, dia pun menajamkan pendengarannya memastikan jika ada seseorang yang masuk.
Sabrina perlahan menguping dari pintu sambil terus berusaha untuk mendengar ke arah keluar kamar.
“You make sure everything is in order with Jack and... (kamu pastikan semuanya beres bersama dengan Jack dan...)” Sabrina samar-samar mendengar suara pria yang di rindukannya di balik pintu kamar itu.
Langkah kaki dari pria itu terdengar menjauh di iringi dengan suara pintu yang menutup,
Tadi itu seperti suara Nicho... apa dia sudah kembali? Gumam Sabrina memastikan jika dia tidak salah dengar. Telinganya menempel di pintu memastikan ada suara yang terdengar,
__ADS_1
“ok young master, excuse me... (baiklah Tuan muda, saya permisi...)” samar-samar Sabrina mendengar suara Yohan yang melangkah keluar dari pintu apartemen Nicholas.
Senyuman manis terkembang di bibir Sabrina yang di polesi dengan lipbam, dia pun mengintip dari balik celah pintu yang di bukanya untuk melihat ke arah keluar kamar. Dia memastikan tidak ada pria lain kecuali Nicholas suaminya yang berada di apartemen itu, rasa kerinduan yang di rasakan Sabrina membuatnya berani melangkah keluar kamar tanpa menutupi kepala dan hanya mengenakan night gown sebatas lutut memperlihatkan kakinya yang putih mulus.
Tubuh bagian atasnya di tutupi kemeja hitam milik Nicholas tanpa di kancingkan oleh Sabrina, dengan bertelanjang kaki dia mencari-cari keberadaan Nicholas.
Sabrina tahu jika saat ini Pria yang sangat ingin dia temui berada di ruang kerjanya, tanpa mengetuk perlahan-lahan dia membuka pintu dan melihat pria tampan itu tampak fokus dengan laptop di hadapannya. Senyuman bahagia tersungging manis di wajah cantik Sabrina yang langsung masuk ke ruang kerja itu,
Ceklek...
Wajah tampan Nicholas seketika mendongak menatap ke arah pintu masuk, matanya menatap heran ke arah Sabrina yang berdiri di depan pintu dengan tampilannya yang membuatnya senang bercampur bahagia.
“Sabrina... you haven't slept yet? (Sabrina... kamu belum tidur?)” tanya Nicholas menatap perempuan cantik yang bergegas menghampiri meja kerjanya, tanpa ba bi bu Sabrina langsung duduk di pangkuan Nicholas dengan memeluknya erat.
Kedua tangannya mengalung sempurna di leher pria tampan itu, hidung mancung perempuan itu menempel di leher Nicholas menciumi aroma yang sudah sangat di rindukannya.
Jhon tersenyum senang dan maklum dengan tingkah laku Sabrina yang masih bersikap manja pada Nicholas,
“why are you gone so long? (kenapa kamu pergi begitu lama?)” keluh Sabrina masih memeluk Nicholas dengan erat, pria tampan itu tampak kebingungan. Belum sempat Nicholas menjawab, Jhon terlebih dahulu berbicara
“looks like your wife really misses you, we'll talk about this tomorrow (sepertinya istrimu sudah sangat merindukanmu, hal ini kita bicarakan besok saja)” ujar Jhon yang sontak membuat Sabrina tengah melepaskan rasa rindunya, terkejut dengan mata yang terbuka lebar. Dia termenung dengan masih memeluk tubuh suaminya dan sama sekali tidak berani untuk melihat ke arah layar laptop.
“ok dad, we will continue this conversation tomorrow (baiklah dad, kita akan lanjutkan pembicaraan ini besok )” ujar Nicholas tersenyum nackal menatap ke arah sampingnya. Sabrina masih memeluk Nicholas berbisik ke telinga Nicholas,
“you... are talking to daddy? (kamu... sedang berbicara dengan daddy?)” tanya Sabrina dengan kedua tangan masih mengalung erat di leher Nicholas. Perasaan malu kini menyelimuti Sabrina terlebih dia berpakaian tidak selayaknya dan memperlihatkan yang seharusnya hanya Nicholas yang berhak melihatnya,
__ADS_1
“hmmm... now I'm talking to Daddy, (hmmm... sekarang aku sedang berbicara dengan Daddy,)” ujar Nicholas.
“haa....” Sabrina benar-benar tidak bisa berkata-kata, dia benar-benar merasa sangat malu. Dia sama sekali tidak berani memperlihatkan wajahnya pada daddy mertuanya yang hanya tersenyum melihat tingkah manja menantunya,
“okay, daddy won't bother you anymore (baiklah, daddy tidak akan mengganggu kalian lagi)” ujar Jhon yang memutuskan sambungan video call secara sepihak. Sebelah tangan Nicholas memegang lembut punggung Sabrina yang masih memeluknya, sengaja menyembunyikan wajahnya yang kini memerah seperti kepiting rebus.
"my Darling... (sayang ku ...)" panggil lembut Nicholas pada Sabrina yang masih menyembunyikan wajah cantiknya. Tangan Nicholas menutup laptop dengan senyuman nakal masih tersungging di wajahnya,
“do you miss me that much? (apa kamu begitu merindukan ku?)” tanya Nicholas mencium lembut pundak kanan Sabrina yang sedikit terbuka.
Dia baru menyadari jika istri kesayangannya tengah memakai kemeja miliknya, perlahan Sabrina melepaskan pelukannya dan menatap Nicholas. Dia menundukkan pandangannya lalu perlahan memberanikan diri menatap ke arah suaminya yang masih menunggu jawaban darinya, perlahan kepalanya mengangguk memberikan jawaban membuat Nicholas begitu bahagia.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...