
“Order some rugs and soft rugs, install them in this room and several other rooms. Also order some securing for table corners and others (Pesan beberapa karpet permadani juga karpet lembut, pasang di ruangan ini serta beberapa ruangan yang lainnya. Pesankan juga beberapa pengamanan untuk sudut meja dan lainnya) “ ujar Nicholas terus menjaga baby Yusuf yang berpegangan hanya satu tangan ke meja.
“ok young master (baik tuan muda)” ujar Yohan. Pandangannya teralih ke arah ponsel yang bergetar di tangan. Pada layar tertera nama Tuan besar, Yohan menatap ke arah Nicholas yang asyik menemani baby Yusuf. Yohan segera mengangkat teleponnya dan memberi salam, sesekali dia menatap ke arah Nicholas yang memperhatikan baby Yusuf. Dia lalu mendekat ke arah Nicholas sembari memberikan ponselnya,
“Young master, grand master would like to speak with you (Tuan muda, tuan besar ingin berbicara dengan anda) “ ujar Yohan memberikan ponsel miliknya, Nicholas melihat ke arah ponsel juga baby Yusuf yang kembali berdiri sambil berpegangan pada meja.
“change to loudspeaker (ubah ke loud speker) “ perintah Nicholas.
Yohan segera menekan tombol loudspeker di ponselnya,
“dad, what’s up?”
“How long have I been calling you?! (Sedari tadi aku menghubungimu?!) “
“I was with Yusuf, so couldn't pick up the phone (aku bersama Yusuf, jadi tidak bisa mengangkat telepon) “
“Yusuf... How's my hero? I'm so... (Yusuf... Bagaimana kabar jagoan ku? Aku begitu... ) “
“Aaaa... Mammam.. “
Ucapan John terhenti saat tidak sengaja mendengar suara baby Yusuf, suara yang begitu di rindukan olehnya. Rasa rindu sudah tidak tertahankan membuat John membulatkan tekadnya,
“I'm going to Indonesia today, prepare everything (aku akan ke Indonesia hari ini, persiapkan segalanya) “ ujar John yang lalu memutuskan begitu saja sambungan telepon itu, mata tajam Nicholas menatap ke arah Yohan.
“Have you heard?! Prepare immediately (Kamu sudah dengar?! Segera persiapkan) “ perintah Nicholas, Yohan membungkukkan tubuhnya memberi hormat. Dia hendak melangkah untuk melaksanakan perintah Nicholas,
__ADS_1
Craaang.... Byurr...
Langkah Yohan terhenti saat terkejut dengan pemandangan di hadapannya, gelas berisi teh telah tumpah membasahi meja dan celana panjang yang di pakai oleh Nicholas. Saat mereka berbicara baby Yusuf meraih gelas teh milik Nicholas, air teh yang sudah mulai dingin itu tumpah di atas meja dengan cekatan Nicholas mengangkat tubuh mungil baby Yusuf agar tidak terkena tumpahan air.
Alhasil tumpahan air itu membasahi celana Nicholas sedangkan baby Yusuf yang terangkat ke atas asyik mengemut jari jemarinya, mulut mungil serta tangannya sudah basah oleh kue yang tercampur dengan air liur. Dia terlihat senang sambil sesekali bertepuk tangan melihat meja yang semula tampak rapi kini berantakan oleh air teh serta kue yang di mainkan oleh baby Yusuf.
“Young master, are you all right? (Tuan muda, anda baik - baik saja?) “
“Carry Yusuf (Gendong Yusuf)” ujar Nicholas.
Yohan segera membantu tuannya dengan mengambil dan menggendong baby Yusuf, Nicholas berdiri dari lantai dengan celana basah di bagian arah kakinya.
Nicholas melihat ke arah baby Yusuf memastikan jika dia baik – baik saja, Hee Na datang menghampiri ruang tengah dan termenung saat melihat pemandangan di hadapannya. Dia melihat ke arah meja yang sudah seperti kapal pecah serta baby Yusuf dalam gendongan Yohan, baby Yusuf terlihat berantakan dengan bekas kue yang berlepotan di tangan juga mulutnya.
Nicholas mengalihkan pandangannya pada Hee Na yang menatap prihatin,
“allright, young master (Baik, tuan muda) “ ujar Hee Na dan Yohan serentak, mereka berdua menatap ke arah punggung Nicholas dengan tatapan prihatin. Setelah itu mereka menatap ke arah baby Yusuf yang balas menatap ke arah mereka dengan tatapan tidak bersalah,
“Aaa.. He nana na, mammam nana” ujar baby Yusuf dengan suara khas bayi, hal itu membuat ke dua orang dewasa itu terpanah tepat di hati dan hanya bisa menghela nafas panjang.
“little young master, you have truly made a mess (tuan muda kecil, anda benar – benar sudah membuat kekacauan)”ujar Yohan menghela nafas panjang, baby Yusuf sama sekali tidak mengerti dan hanya tVrertawa senang.
“I'd better get this little young master clean up now (Sebaiknya aku membawa tuan muda kecil ini bersih – bersih sekarang) “ ujar Hee Na mengajak baby Yusuf untuk pergi mandi.
Yohan segera meminta maid lain untuk membereskan meja dan minuman yang tumpah, sementara itu dia pergi keluar mansion lebih tepatnya kebangunan samping mansion yang di jadikan untuk tempat tinggal para body guard, maid dan Butler.
__ADS_1
Nicholas masuk ke dalam kamar utama untuk mengganti Celananya, matanya menatap ke arah tempat di mana dia melaksanakan ibadah shalat. Dia tidak menemukan Sabrina di sana, Nicholas berpikir jika Sabrina berada di kamar mandi. Dia lalu melangkah menuju walk in closet sambil tangannya sibuk melepaskan ikat pinggang.
Langkah Nicholas terhenti tepat di depan walk in closet, matanya tercenung saat melihat pemandangan di hadapannya. Rambut panjang Sabrina terlilit handuk putih, tubuh bagian bawahnya terbalut celana Kulot SEOUL Highwaist berwarna biru muda.
Kedua tangan Sabrina tengah sibuk memakai pengamanan pegunungan, di depannya tergantung kemeja dengan bahan lembut berwarna biru pucat serta hijab yang senada dengan blazernya. Mata Nicholas sama sekali tidak terlepas dari pemandangan itu, dia secara sadar sudah membuka kancing serta resleting tapi karena ukuran celana yang pas membuat celana itu masih terpasang.
Pintu penangkaran king kobra terbuka memperlihatkan badannya yang terlihat tidur tenang dalam masa hibernasinya, tanpa menimbulkan suara Nicholas menghampiri Sabrina yang membelakanginya.
Segel pengamanan pegunungan sudah terpasang sempurna, tangan kanan Sabrina meraih kemeja miliknya dan hendak di kenakan. Mata Sabrina menatap lurus ke depan saat leher bagian belakangnya merasakan hembusan nafas yang terasa hangat, jantungnya berdebar cepat menyadari belahan jiwanya berdiri tepat di belakangnya.
“Nicho..... Hmm... Yu... Yusuf?! “ Sabrina terlihat gugup, kedua tangannya yang memegang kemeja mendekap ke arah d*d* saat kedua tangan kekar itu menyentuh dan membelai dengan lembut lengan Sabrina yang terlihat.
Seketika Sabrina merasa merinding, bukan lantaran merasakan kehadiran makhluk lain ciptaan Allah yang berasal dari dunia berbeda. Dia merasakan setiap jengkal tangan kekar itu menyentuh memberikan efek sengatan listrik yang memancing reaksi beruntun di dalam tubuhnya, wajah Sabrina merona saat tangan kekar Nicholas menarik tubuh dan mendekapnya dari belakang.
......................
Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...