Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 55


__ADS_3

“ kamu di antar Raka ke rumah Sakit nduk?”


“ndak bu lek, mas Raka pagi ini ada rapat” Sabrina menuangkan air putih di gelas.


“kalo gitu, biar pak lek yang mengantar kamu ke rumah sakit” ujar Cakra sudah duduk di bangku meja makan.


“iya pak lek” Sabrina duduk di meja makan.


“pagi semuanya” sapa Asmirah ikut duduk di meja makan.


“pagi, Mirah” sapa Sabrina dan Cakra.


“jadi mbak balik ke Surakarta hari ini?” Tanya Asmirah duduk di samping Sabrina sambil mengambil roti untuk sarapannya.


“ iya dek, tapi sebelumnya mbak ke rumah sakit dulu ada beberapa pekerjaan yang harus mbak selesaikan” Sabrina meminum teh miliknya.


“Kapan mbak balik ke Jakarta? Jangan lama-lama di sana ya mbak. Kita kan belum fitting dan nentuin model baju buat mbak,” Asmirah mengingatkan Sabrina.


“iya dek, secepatnya mbak akan balik ke Jakarta setelah semua urusan di Surakarta selesai” ujar Sabrina.


“ Terus, ke bandara kamu di antar siapa, nduk?” tanya Wulan duduk di samping Cakra.


“ sabrina di antar Mas Raka bu lek, makanya setelah dari rumah sakit sabrina akan langsung ke kantornya Mas Raka” jelas Sabrina kembali.


“Lebih baik kita berangkat sekarang biar ndak kena macet,” Cakra menyudahi sarapan paginya.


“ihhhh papa, tungguin Mirah dong pa” ujar Asmirah secepat kilat menghabiskan sarapannya. Sabrina hanya tersenyum melihat tingkah Asmirah, dia bangkit dari kursinya menghampiri Wulan.


“ Bu lek Sabrina pamit yo, langsung berangkat ke Surakarta” Ujar Sabrina pamit pada Wulan, dengan santun di mencium punggung tangan Bu leknya.


“Iya, nduk. Kamu hati-hati berangkatnya, sampaikan salam buk lek ke eyang, bapak dan ibu kamu yo” Wulan tersenyum membelai wajah cantik Sabrina.


“iya bu lek” Sabrina melangkah sambil menyeret koper kecil miliknya.


Setelah berpamitan dan mengucapkan salam, mereka pergi menuju ke tujuan mereka masing-masing di antar oleh Cakra.

__ADS_1


***


Pagi itu Arman dan Adelia baru saja sampai di Arbecio hotel, mereka turun dari Mobil mewah yang sengaja di sewa Arman. Mata Adelia menatap angkuh ke arah gedung Arbecio, dia mengikuti langkah Arman yang menuju front office.


“selamat datang di Arbecio tuan dan nona, ada yang bisa kami bantu?” sapa salah seorang pegawai front office.


“Saya ingin bertemu dengan tuan wiguna, apakah beliau ada di tempat?” tanya Arman.


“ maaf apakah sebelumnya tuan sudah membuat janji?” tanya pegawai itu.


“katakan saja pada tuan Wiguna jika tuan Arman ingin bertemu dengan beliau” Arman tampak sangat percaya diri. Wajah Adelia tampak sangat bosan, matanya melihat ke sana ke mari mencari sesuatu yang menarik baginya.


“Pa masih lama? Bosan tahu pa, Mau ketemu kakek tua saja lama banget” Adelia dengan sikap angkuhnya. Pegawai terkejut mendengar penuturan sombong Adelia,


Orang tua? Sepertinya nona ini Belum mengenal tuan Raka gumam Pegawai hotel itu dalam hati.


Saat bersamaan Raka dan Thio baru saja datang setelah rapat di perusahaan kolega mereka. Wajah tampan Raka dan Thio menghipnotis setiap kaum hawa yang melihat ke arah mereka. Termasuk Adelia berdiri di samping Arman yang sedang berbicara dengan pegawai hotel, matanya menatap lurus ke arah Raka yang sibuk berbicara dengan Thio asistennya.


Tampan..... Pakaian berkelas.... sesuai dengan kriteria pria idaman gue guman Adelia dalam hati menatap ke arah Raka dan Thio dari atas kepala hingga kaki.


Pegawai front office yang sempat berbicara dengan Arman ikut menyapa Raka dan Thio.


“selamat pagi tuan Wiguna” sapa pegawai itu yang di balas ramah juga senyuman oleh Raka dan Thio. Arman dengan percaya diri segera menghampiri kedua pria tampan itu, mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan mereka.


“tuan Wiguna, perkenalkan saya Arman.... Arman Kusumo. Terima kasih anda sudah memberi kesempatan saya untuk bertemu dengan anda” sapa Arman ramah mengulurkan tangannya ke arah dua pemuda tampan itu. Arman mengarahkan uluran tangannya kepada Thio dan memanggilnya dengan nama keluarga besar Wiguna.


Kusumo.... nama itu.... nama keluarga Sabrina yang di ceritakan mami... gumam Raka dalam hati.


Raka hanya terdiam saat Arman mengulurkan tangannya ke arah Thio yang menatap kebingungan, dia tidak mengatakan atau bertindak apa pun. Merasa canggung dan tidak enak hati Thio segera meluruskan dan memperkenalkan Raka pada Arman.


“maaf tuan, sepertinya anda sudah salah orang tuan. Saya bukan tuan Wiguna, tapi beliau lah tuan Raka Candra Wiguna” Thio segera memperkenalkan Raka yang berdiri di sampingnya. Arman tertegun dan canggung saat tahu jika dia menyapa orang yang salah.


“ah.... maafkan saya tuan Wiguna.... saya benar-benar telah melakukan kesalahan” Ujar Arman langsung mengalihkan tangannya kepada Raka yang hanya diam saja. Arman merasakan perasaan yang canggung, jabatan tangannya masih belum juga disambut oleh Raka.


Jadi, dialah ayah kandung Sabrina yang di ceritakan mami... Aku tidak pernah menyangka jika beliau tega membuang putri kandungnya sendiri.... gumam Raka dalam hati menatap lama ke arah Arman. Raka menjabat tangan Arman dengan tersenyum ramah, membuat Adelia terpesona dengan paras serta kegagahan Raka.

__ADS_1


“selamat datang di Arbecio tuan Kusumo” Sapa Raka pada Arman yang tersenyum senang saat mereka berjabat tangan.


Tidak membuang kesempatan , Adelia segera berdiri di samping Arman setelah sebelumnya dia memperbaiki penampilan.


“papa... papa tidak akan mengenalkan kami?” Tanya Adelia dengan senyum manis ke arah Raka.


“ o ya... perkenalkan ini putri saya satu-satunya, Adelia Kusumo, Adel perkenalkan ini tuan Raka Candra Wiguna” ujar Arma, Adelia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Raka.


“Hi... kenalin, Aku Adelia” ujar Adel dengan percaya diri. Raka hanya menatap tangan Adelia tanpa sama sekali dia membalas jabatan tangan, Dia melihat ke arah Arman.


Putri satu-satunya.... beliau benar-benar sudah melupakan Sabrina gumam Raka dalam hati prihatin dan sedih. Dia mengabaikan Adelia yang sedari tadi mengulurkan tangannya, matanya menatap ke arah Arman.


“saya sudah tahu dengan maksud kedatangan anda, sebaiknya sekarang kita berbicara di ruang kerja saya saja” Raka mengajak Arman ke ruang kerjanya.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


Idul Fitri telah tiba di tahun 2021. Kita kembali menjadi suci setelah berperang melawan diri sendiri.


Taqobballahuminna wa minkum, taqobbal ya kariim.


Author mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin....


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2