Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 109


__ADS_3

“ok boss (baiklah bos)”ujar Jack mengakhiri pembicaraan mereka. Dia sangat tahu bagaimana perasaan Nicholas, dia pun merasa tidak akan mampu seperti Nicholas. Pria tampan, gagah, dan berkarismatik mampu melepaskan perempuan yang sudah membuatnya jatuh cinta demi kebahagiaan perempuan itu.


your heart is so noble boss, everyone knows you as a cold-blooded and cruel mafia. But no one knows if you can be deeply hurt by love (hatimu begitu mulia bos, semua orang mengenalmu sebagai mafia yang berdarah dingin dan kejam. Tapi tidak seorang pun tahu jika kamu bisa terluka dalam oleh cinta) gumam Jack dalam hati menatap layar ponselnya yang menghitam.


Nicholas segera mencari-mencari Sabrina, pandangannya terarah ke aman kecil Rumah sakit itu, seorang perempuan masih mengenakan pakaian pernikahan tengah duduk di salah satu bangku taman. Dia pun segera menghampiri perempuan itu dan menyapanya.


Mata indah Sabrina menatap ke arah Nicholas yang berdiri di sampingnya,


“not too long, I'm also just sitting here Mr. Nic... (tidak terlalu lama, aku juga baru duduk di sini tuan Nic...)” ujaran Sabrina terhenti saat Nicholas langsung memotongnya.


“Nic, just call me Nic don't wear frills sir (Nic, panggil saja aku Nic jangan pakai embel-embel tuan)” ujar Nicholas membuat Sabrina menatap ke arahnya. Tanpa di suruh Nicholas lalu duduk di bangku taman tepat di samping Sabrina.


Suasana kembali canggung membuat mereka kembali terdiam, jujur Nicholas sama sekali tidak pernah mendekati perempuan. Kebanyakan perempuan yang melemparkan diri mereka pada Nicholas, ini kali pertamanya dia merasakan perasaan yang berbeda.


Sesuatu yang tersembunyi pun ikut terbangkitkan, selama ini tidak satu pun perempuan yang berhasil membuat dia terbangun. Tapi hanya duduk di samping perempuan cantik itu membuat sang jagoan terbangun dan mulai bereaksi, saat angin nackal bertiup sepoi-sepoi mengantar bau harum dari Sabrina ada gejolak seperti ombak besar yang menghempasnya.


“eee... that.... (eee...itu...)” mereka berdua serempak akan mulai berbicara membuat suasana kembali canggung.


“You... (anda.. kamu)” Sabrina dan Nicholas kembali serempak berbicara membuat keadaan semakin canggung.


“you first (anda saja lebih dulu)” ujar Sabrina pada Nicholas yang tampak berusaha mengontrol dirinya.

__ADS_1


“before you wanted to talk something with me, what thing do you want to talk about (sebelumnya kamu ingin berbicara sesuatu denganku, hal apa yang ingin kamu bicarakan)”


"First of all I want to thank you for all your help, if you don't grab the antidote serum quickly, I don't know what will happen to Grandpa and Dad ( Sebelumnya aku ingin mengucapkan terima kasih dengan semua bantuann anda, jika anda tidak merebut serum penawar itu dengan cepat entah apa yang akan terjadi dengan kakek dan bapak )"


" You don't have to thank me, all I do is I'm not happy with the oppression that woman did to you (tidak usah kamu berterima kasih, semua aku lakukan semata aku tidak senang dengan penindasan yang di lakukan oleh perempuan itu pada mu)" ujar Nicholas memandang pemandangan di taman itu.


“that.... can you do nothing to mr. Arman and his family? (itu.... apakah anda bisa tidak melakukan apa pun terhadap tuan Arman dan keluarganya?)” ujar Sabrina membuat Nicholas terkejut dan menatap ke arahnya.


“You want me to just let them go? After they got you stuck like this (Kamu ingin aku melepaskan mereka begitu saja? Setelah mereka membuatmu terjebak seperti ini)”


“I.... I really don't want to have anything to do with them anymore. What's happening right now is just the payment of the debt they continue to collect, now everything has been paid off (aku.... aku benar-benar tidak ingin berhubungan apa pun lagi dengan mereka lagi. Apa yang terjadi saat ini semata pelunasan atas hutang yang terus mereka tagih, sekarang semua sudah terbayar lunas)” ujar Sabrina menatap pemandangan taman rumah sakit.


Nicholas menatap ke arah Sabrina, begitu banyak pertanyaan berkecamuk di benaknya.


“That's also the question I want to ask, why? Don't you feel really angry with their actions (pertanyaan itu juga yang ingin aku tanyakan, kenapa? Tidakkah kamu merasa sangat marah dengan tindakan mereka)”


“I'm angry, but.... should I take revenge for what they did? If I retaliate against them, won't I pave the way for them to continue to interfere with my life? I really don't want that (aku marah, tapi.... apakah aku harus membalas dendam dengan perbuatan mereka? Jika aku membalas mereka, bukankah aku membuka jalan untuk mereka terus mengusik kehidupanku? Aku sangat tidak menginginkan hal itu)” Sabrina menunduk sedih teringat betapa Arman begitu membencinya.


I know you don't want to reply to them because Arman is your biological father, he has been so mean to you but you are still calm and patient with people like Arman (aku tahu kamu tidak ingin membalas mereka karena Arman adalah ayah kandung mu, dia sudah begitu jahat pada mu namun kamu masih bersikap tenang dan sabar menghadapinya orang seperti Arman) gumam Nicholas dalam hati menatap kagum ke arah Sabrina. Dia tampak terdiam cukup lama larut dalam pikirannya, mata Elang itu melihat ke arah Sabrina yang memandang lurus ke depan.


"well... for now I won't take any action. but if he acts again, I will not hesitate to teach him a lesson ( baiklah... untuk saat ini aku tidak akan mengambil tindakan apa pun. tapi jika dia berulah lagi, aku tidak akan segan-segan memberinya pelajaran)" ujar Nicholas dingin, Sabrina kembbali terdiam memilih mengalihkan perhatiannya pada pemandangan di taman rumah sakit.

__ADS_1


“then we better go back now (kalau begitu sebaiknya sekarang kita kembali)” ujar Sabrina akan berdiri dan melangkah pergi.


“ only that? you just want to talk about that? Nothing else? (hanya itu? kamu hanya ingin membicarakan itu saja? Tidak ada hal lainnya?)” Nicholas menatap heran pada Sabrina, semula dia yakin jika Sabrina akan membahas tentang pernikahan mereka.


“talk about what? (membicarakan tentang apa?)” tanya Sabrina menatap bingung ke arah Nicholas, dia yang hendak berdiri dari tempat duduknya mengurung kan niatnya dan kembali duduk.


“about this marriage, I know if you are forced to choose this marriage and leave the man you love. I will not force you to be with me, your heart and feelings already belong to Mr. Raka. I'm ready if you... ( tentang pernikahan ini, aku tahu jika kamu terpaksa memilih pernikahan ini dan meninggalkan pria yang kamu cintai. Aku tidak akan memaksa mu untuk bersamaku, hati dan perasaanmu sudah menjadi milik tuan Raka. Aku bersedia jika kamu...)” ucapan Nicholas terhenti saat sebelah tangan Sabrina menempel di bibirnya. Mata elang itu menatap ke arah tangan Sabrina lalu melihat ke arah mata indah perempuan cantik itu.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2