Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 213


__ADS_3

Wajah Sabrina terlihat sendu mendengar luka parah yang di alami suaminya, dia merasa sangat sedih harus meninggalkan Nicholas dalam keadaan sekarat.


“ sayang.... It's all for your safety as well as our son's, I can't imagine if anything happened to you(sayang.... Ini semua demi keselamatan mu dan juga putra kita, aku tidak bisa membayangkan jika sesuatu terjadi pada mu) “ ujar Nicholas menghibur Sabrina.


“But... Still I feel very sad, you have to die and while I... (Tapi... Tetap saja aku merasa sangat sedih, kamu harus merenggang nyawa dan sedangkan aku...) “ Sabrina menunduk sedih karena tidak bisa melakukan apa – apa, kedua tangan Nicholas mendorong tubuh Sabrina dengan lembut dan mengatur posisi mereka saling berhadapan sekarang. Tangan kanan Nicholas mengangkat dagu perempuan cantik itu perlahan, kedua telapak tangannya menempel pada pipi putih yang kemerahan.


“To me, the safety of both of you is paramount. I can get my hands dirty for the enemies out there, but I can go crazy and even die if you both get hurt by even a fingernail. I'm willing to sacrifice... (Bagiku, keselamatan kalian berdua yang terpenting. Aku bisa mengotori tangan ini untuk musuh – musuh di luaran sana, tapi aku bisa menjadi gila bahkan meregang nyawa jika kalian berdua terluka walau hanya seujung kuku. Aku sanggup harus mengorbankan....) “ ucapan Nicholas terhenti saat jari jemari Sabrina menempel di bibir Nicholas.


“don't say that again... (jangan berkata seperti itu lagi...) “ ujar Sabrina, jari jemari itu di genggam Nicholas dan di genggamnya. Mereka saling berpandangan, tangan kiri Nicholas membelai wajah Sabrina lembut. Sejenak mata cantik Sabrina terpejam merasakan kehangatan yang tidak berubah sama sekali, kembali mata saling memandang satu sama lain.


Wajah Nicholas kembali mendekat ke arah wajah Sabrina, dia kembali merasakan kelembutan bibir istrinya. Ciuman itu terhenti sejenak segera Tangan kanan Nicholas merangkul pinggang langsing Sabrina, dia lalu menarik dan mendudukkan istrinya dalam pangkuan.


Bibir Sabrina terlihat memerah begitu juga pipinya, jantung berdebar cepat dan matanya menatap sayu ke arah Nicholas. Wajah mereka sangat dekat, Bibir Nicholas kembali mengecup pipi kemerahan itu.


Mata Sabrina memejam sebentar saat merasakan ciuman lembut Nicholas, bibir mereka kembali menyatu satu sama lain. Kedua tangan Nicholas bergerak aktif membelai lembut punggung Sabrina yang tertutup baju Syar’i, akibat dari pergerakan itu membangunkan king cobra yang sudah lama berhibernasi.


Begitu lamanya sang king kobra berhibernasi dia bangkit dan mulai memberontak, Nicholas berusaha menenangkan king kobra mengingat mereka masih di rumah sakit.


Mata Sabrina terbuka lebar saat ada sesuatu yang mengganjal, dia sedikit terburu – buru melepaskan ciuman itu. Sebuah tanda merah namun tidak berdarah membekas di bibir bagian bawah Nicholas,


“ssssstttsss I didn't think my angel could act n*u**ghty too** (ssssstttsss aku tidak menyangka jika bidadari ku juga bisa bertindak nackal) “ Nicholas setengah berbisik di telinga Sabrina yang tertutup hijab, tangan kanan Sabrina memukul perlahan dada bidang suaminya. Tingkah manja perempuan cantik itu hampir saja membuat Nicholas lepas kontrol, dia menarik dan menghela nafas panjang.


Pipi Sabrina merona saat merasakan king kobra yang berada dalam penangkaran, dia terlihat malu dan salah tingkah. Hal itu semakin membuat pertahanan Nicholas melemah, pemandangan di hadapannya membuat dia menelan ludah kasar.


Begitu lama dia tidak bertemu dan menyentuh perempuan cantik di pangkuannya, pertahanannya terkikis oleh pergerakan yang membuat King kobra berdemo semakin kuat. Perlahan wajahnya kembali mendekat dan...


Tok... Tok.... Tok...


Terdengar ketukan di pintu kamar VVIP Sabrina, Nicholas mengabaikan dan meneruskan niatnya.


“Nicho....“ panggil Sabrina saat Nicholas ingin melanjutkan kembali kegiatan mereka.


Aktifitas di lakukan Nicholas terhenti atau sengaja di hentikan oleh Sabrina yang menahan pundak kokoh dengan kedua tangannya, ketukan di pintu sukses mengalihkan pandangan Sabrina yang menatap ke arah pintu.

__ADS_1


“someone came, maybe it's grandparents or something (ada yang datang, mungkin saja itu eyang atau lainnya) “ ujar Sabrina.


Wajah Nicholas terlihat mendung, aktifitas yang akan di lanjutkan terhenti karena gangguan di depan pintu. Sabrina lantas turun dari pangkuan Nicholas, wajahnya semakin merona saat melihat pemandangan yang sudah lama tidak di lihatnya. King kobra sudah terbangun sepenuhnya membuat bagian penangkarannya menggelembung ketat, ketukan kembali terdengar di pintu masuk.


Tok.... Tok... Tok...


“I will open it (Aku akan membukanya) “ ujar Sabrina hendak turun dari ranjang, tangan kekar Nicholas menarik tubuh Sabrina hingga kini posisi perempuan cantik itu berada di depannya.


Sabrina tampak kebingungan saat Nicholas menarik pundaknya untuk bersandar di dada bidangnya, karena posisi itu Sabrina dapat merasakan kerasnya tubuh king kobra.


“Sayang.. “ wajah Sabrina benar – benar memerah kali ini, dia merasa panas di wajahnya.


“Just a moment.... Stay like this sayang....(Sebentar saja.... Tetap seperti ini sayang) “ ujar Nicholas dengan kedua tangan melingkar di pinggang ramping Sabrina, perempuan cantik itu tampak duduk mematung membelakangi Nicholas yang tersenyum di belakangnya.


Tangan Sabrina menarik perlahan selimut yang tidak jauh darinya, selimut menutup bagian kaki mereka berdua. Ketukan di pintu kembali terdengar membuat Nicholas sedikit merasa kesal,


“come in... (masuk) “ ujar Nicholas ketus.


“what happened? ( ada apa?) “ tanya Nicholas dingin membuat perawat itu gugup, mata birunya menatap dari atas hingga ke bawah kaki perawat itu.


“that... That.... I... I hmmm ordered by the doctor to check the patient's infusion (itu... Itu.... Saya... Saya hmm di perintahkan oleh dokter untuk memeriksa infus pasien) “ ujar Perawat memberanikan diri, Sabrina dapat melihat raut wajah gugup dari perawat. Tangannya memegang lembut tangan Nicholas, memberi isyarat agar Nicholas bersikap tenang.


Sabrina melihat ke arah kantong infus yang sudah hampir habis,


“berikan saja cairan pembersihnya, kapas dan plesternya, aku akan melepaskannya sendiri” ujar Sabrina membuat perawat itu terkejut.


“tidak nona, akan sangat berbahaya jika nona sembarangan mencabut dan lagi nona bukan petugas medis itu akan mendatangkan masalah untuk saya” ujar perawat itu membuat Sabrina tersenyum.


“baiklah, kamu lakukan tugasmu” ujar Sabrina pada perawat itu yang langsung melakukannya.


“Nicho...." panggil Sabrina saat Nicholas masih belum melepaskan pelukannya.


“sayang.... There's no way I can let go, the nurse will be even more shocked when she sees it (sayang.... Tidak mungkin aku melepaskannya, perawat itu akan semakin shock saat melihatnya) “ bisik Nicholas di telinga Sabrina, kepalanya tersandar di bahu sebelah kanan perempuan yang kini wajahnya semakin memerah.

__ADS_1


Wajah perawat itu ikut merona dengan pemandangan mesra di depannya, mata Nicholas melirik ke arah perawat yang masih berdiri menatap ke arah mereka.


“will you just stand there? (kamu akan berdiri terus di sana?) “ ujar Nicholas sejenak memejamkan mata dan memeluk tubuh Sabrina erat.


“Nicho...“ Sabrina merasa tidak enak hati pada perawat yang menatap dengan wajah mupeng.


Perawat itu tersentak dan tersadar dari lamunannya, dia segera mengerjakan tugas dengan wajah yang merona. Sabrina terpaksa membiarkan Nicholas di posisinya, dia masih merasakan king kobra yang menunjukkan kekuatannya. Walaupun tidak enak hati Sabrina berusaha bersikap tenang, dia tidak ingin nantinya perawat mengalami serangan yang membuatnya langsung shock.


Perawat itu mengerjakan pekerjaannya dengan hati – hati, pintu kamar VVIP itu kembali di ketuk dari luar.


Tok... Tok... Tok...


Tidak perlu menunggu pintu itu langsung di buka langsung oleh Adrian yang khusus datang secara langsung menemui Sabrina, dia tercenung sesaat saat melihat pemandangan di ranjang pasien.


“assalamualaikum dokter Sabrina” sapa ramah Adrian.


Perawat yang sedang mencabut jarum infus terkejut saat melihat kepala rumah sakit masuk menemui pasien yang di tanganinya, darah sedikit mengalir keluar dari bekas selang infus yang tadi terpasang di tangan Sabrina.


......................


Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2