Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 246


__ADS_3

Baby Yusuf terlihat bergerak berusaha melepaskan diri dari pegangan Andhini, tubuhnya menggeliat meronta meminta untuk turun dari pangkuan neneknya.


“Ada apa Yusuf?!” ujar Andhini lembut meregangkan pegangannya, baby Yusuf segera meluncur turun ke bawah membuat Andhini sigap berdiri sambil terus memegangi tangan mungil baby tampan itu.


Baby Yusuf di pegangi Andhini melangkah menuju Sabrina dan Nicholas yang tengah berbincang, pasangan itu terkejut saat melihat baby imut langsung memegangi lengan Sabrina.


"yeeaaaa... Yaaa...um... Um.." baby Yusuf menggapai lengan Sabrina dan berusaha untuk naik ke pangkuan uminya.


“yusuf” seketika Sabrina melepaskan rangkulan mesra Nicholas yang tatapannya langsung berubah tajam, dia menatap datar ke arah baby Yusuf yang tengah berusaha naik ke pangkuan Sabrina. Andhini dan Sabrina tersenyum gemas melihat tingkah laku baby Yusuf yang berhasil duduk dengan tenang dalam pangkuan uminya,


“sepertinya cucu ibu ini kangen dengan uminya,” ujar Andhini mengelus lembut pipi tembam Baby Yusuf sambil tertawa senang.


John duduk di samping lain Sabrina menyapa sambil mengulurkan tangannya ke arah baby Yusuf yang terlihat sangat posesif,


“ little prince, come here with grandpa (pangeran kecil, mari sini dengan kakek) “ ujar John hendak menggendong baby Yusuf, mata bulat baby imut itu melihat ke arah tangan John sejenak lalu dengan cepat dia memalingkan dan menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Sabrina.


Nicholas menatap tidak senang ke arah putranya yang bersikap posesif, di dalam penglihatan Nicholas seolah melihat baby Yusuf tersenyum penuh kemenangan dan memandang smirk padanya.


“ How could he come so fast? ..... Fortunately you are my son (Bagaimana dia bisa datang secepat itu? ( menatap lama baby Yusuf yang seolah membalas menatap dengan tatapan smirk dengan senyum imut menggemaskan) untung saja kamu putraku) “ gumam Nicholas mengalah sambil menghela nafas panjang.


“ haha... what's wrong, sayang? You said something (hah... Ada apa sayang? Kamu mengatakan sesuatu) “ ujar Sabrina menatap ke arah Nicholas bingung, begitu juga dengan Andhini.

__ADS_1


“ No...nothing Sayang (Tidak.... (Menatap sejenak ke arah Baby Yusuf yang bersandar ke arah Sabrina seakan dia adalah raja) tidak ada apa – apa) “ ujar Nicholas hendak merapatkan duduknya ke samping Sabrina, namun tidak jadi di lakukannya karena aksi Baby Yusuf yang memberi respon tidak senang. Andhini tersenyum senang melihat kecemburuan dari kedua pria tampan yang sangat berarti bagi putrinya, dia mengalihkan dan melihat ke arah Ningsih yang di temani Adiwijaya juga Wiyasa. Andhini kembali menatap ke arah Sabrina dan Nicholas,


“Nduk, ibu balik ke tempat eyang dulu ya” ujar Andhini yang langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Sabrina.


Senyuman hangat tersungging di wajah Andhini menyapa John yang membalas dengan tersenyum dan anggukan kepala, baby Yusuf berlaku manja mendekap uminya dengan hangat. Dia sempat melihat ke arah Nicholas yang menatap dengan pandangan datar, baby Yusuf menarik tangan Sabrina dan di peluk dengan erat olehnya.


Acara terus berlanjut dengan penyerahan mahar dari Raka pada Asmirah, kedua keluarga besar larut dalam keharuan saat Raka dan Asmirah saling mengucapkan janji. Semua sesi acara inti berjalan lancar tanpa hambatan, kini kedua keluarga besar tampak larut dalam acara yang di atur oleh pihak Wo.


Anjani mendekat ke arah Asmirah yang tengah asyik berbicara bersama Raka dan teman- teman mereka,


“Maaf permisi mas Raka, di pinjam sebentar ya Mirahnya” ujar Anjani tersenyum manis sambil memegangi lengan dan menarik Asmirah yang memasang wajah cemberut sedikit menjauh. Raka dan teman – temannya hanya menatap bingung saat kedua kakak beradik itu berdiri beberapa langkah dari mereka,


“kenapa si mbak?” ujar Asmirah.


“uppss... mirah lupa mbak... “ Asmirah memegangi tangan Anjani dan bergegas menghampiri Mc yang tengah berbicara dengan temannya, beberapa anggota Wo tampak mengatur sebuah layar putih berukuran besar di tengah tempat acara.


Anjani dan Asmirah sejenak berdiri menunggu MC yang tampak sibuk mengatur beberapa alat,


“Mirah ndak sabar mo lihat gi mana ekspresi mas Nicholas saat melihat surprise dari mbak Sabrina ” ujar Asmirah penasaran.


“Mbak juga sangat penasaran dengan kejutannya, kira – kira apa ya?! Apa mungkin bulan madu keluar negeri?!” Anjani berusaha menerka kejutan dari Sabrina.

__ADS_1


“ bulan madu?! Beneran?! Mbak Jani tahu dari mana?” tanya Asmirah semakin penasaran.


“hanya menebak aja, kamu ingat kan saat kita pergi fitting baju nikahan kamu?! Pas itu mbak lihat mbak Sabrina beli lingerie baru dan...” pembicaraan Anjani terhenti saat Mc menghampiri mereka berdua.


“Lingerie?!” seketika wajah Asmirah bersemu merah, teringat dengan hadiah yang di berikan Sabrina sehari sebelum akad nikah. Ekspresi wajah itu di tangkap oleh Anjani yang menatap dengan senyuman nackal tersungging di bibirnya,


“ayoooo... mikirin apa itu?” goda Anjani membuat Asmirah salah tingkah, MC acara tampak masih menunggu kedua beradik ini selesai berbicara. Anjani tersadar saat melihat MC yang berada di depan mereka tersenyum canggung karena tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka,


“maaf kakak... itu saya mau nanya, apa acara Surprisenya di mulai sekarang saja? ” tanya MC itu.


“eh.. iya kak, maaf ini karena ke asyikkan ngobrol jadi lupa. Kakak bisa mulai aja “ ujar Asmirah meminta MC untuk memulai acara yang sudah tersusun sempurna.


Baby Yusuf yang duduk di pangkuan Sabrina terlihat bosan dan mulai rewel, dia berusaha untuk melepaskan dirinya dengan meluncur turun dari pangkuan. Sabrina dengan sigap memegangi tangan mungil baby Yusuf,


“Yusuf, kenapa nak?” tanya Sabrina sambil berdiri dari tempat duduknya, Nicholas ikut memegangi tubuh baby Yusuf agar tidak terjatuh.


“ looks like he's bored, I'll accompany him to play there (sepertinya dia kebosanan, aku akan menemaninya bermain di sana)” ujar Nicholas yang hendak bangkit menemani baby Yusuf. Jack dan lainnya yang duduk semeja terkejut lalu hendak mencegah niatan Nicholas, dengan cepat Sabrina mengode ke arah mereka untuk tidak bertindak apa pun yang akan membuat pria tampan itu curiga.


“ don't worry sayang, let me accompany Yusuf. It's better for you to accompany Daddy and the others. Come on, Yusuf can just play with Umi... (tidak usah sayang, biar aku saja yang menemani Yusuf. Lebih baik kamu menemani Daddy dan lainnya. Ayo Yusuf main sama umi saja ya....)” ujar Sabrina langsung menggendong baby Yusuf dan meninggalkan Nicholas begitu saja yang menatapnya kebingungan.


NIcholas menatap ke arah John dan lainnya yang langsung mengalihkan pandangan menatap ke arah depan di mana layar putih besar sudah terpasang.

__ADS_1


Langkah seribu segera di ambil Sabrina mengajak putranya yang imut bermain di sisi taman tempat acara tengah berlangsung, baby Yusuf terlihat senang dengan melangkah sambil memegangi kuat jari jemari Sabrina.


hampir saja kejutannya gagal... Semoga Nicholas menyukainya... Gumam Sabrina dalam hati menatap ke arah tempat acara dari kejauhan.


__ADS_2