
Arman sama sekali tidak memiliki foto Sabrina yang akan di perlihatkannya pada bos mafia itu, bagaimana pun caranya dia harus bisa membuat Sabrina menjadi jaminan agar perusahaan yang di bangunnya tidak bangkrut.
Setelah memberi instruksinya, anak buah Arman segera melaksanakan perintahnya. Saat mereka akan keluar dari ruangan Arman, mereka berpapasan dengan Nicholas yang baru saja datang untuk menagih janjinya. Mereka memberi hormat pada Nicholas menatap dingin pada mereka, dia pun segera berbisik di telinga anak buahnya untuk mengirim orang mengikuti apa yang di lakukan anak buah Herman.
“Sir... Sir... Nicholas” Arman hendak Uar dari ruangannya termenung melihat Nicholas berdiri dengan menatap sinis padanya.
“So where's the girl that is your guarantee? (Jadi, di mana gadis yang akan menjadi jaminan mu?)” Nicholas masuk ke ruangan Arman setelah tangan kanan Nicholas menghalau Arman.
Keringat dingin menetes dari dahinya, dia sangat gugup semua itu tampak sangat jelas di wajahnya yang ketakutan. Bayangan indah yang terkena tembakan Nicholas masih membekas dalam ingatannya. Anak buah Nicholas mendorong Arman hingga jatuh bersimpuh di depan Nicholas yang duduk di sofa ruangannya. Mata di balik kacamata hitam itu memandang sinis ke arahnya, tangan Arman tampak bergetar.
“so...so... sorry sir. Sorry sir, I will bring him here as soon as possible. give .... give me time (ma... ma...maaf tuan, secepatnya saya akan membawanya kemari. berikan.... berikan saya waktu)” Arman meremas tangannya berusaha kuat untuk mengurangi gemetaran di tangan dan seluruh tubuhnya.
“Time .... time .... and time again. Do you think I am a charity who will be generous waiting for you to pay all your debts? ( Waktu.... waktu.... dan Waktu lagi. apa kamu pikir aku pnti sosial yang akan bermurah hati menunggu mu untuk membayar semua hutang-hutang mu?) “ Nicholas sudah tidak bisa bersabar.
“I beg sir, I will send Sabrina as soon as possible (aku mohon tuan, aku akan mengirim sabrina secepatnya)” Arman menundukkan wajahnya memohon pada Nicholas untuk memberinya waktu.
Tangan kanan Nicholas menatap ke arah tuannya, mata tajam itu menatap balik seakan meminta pendapatnya. Nicholas diam dan tenggelam dalam pikirannya, dia menatap tajam pada Arman. Jai telunjuknya mengetuk-ngetuk di lengan sofa.
“OK, I'll give you this one month. Bring Sabrina to me asap, if within a month you don't succeed. you yourself know what I can do. (baiklah, aku akan memberimu waktu satu bulan ini. bawa sabrina secepatnya ke hadapanku, jika dalam waktu sebulan kamu tidak berhasil. kamu sendiri tahu apa yang bisa aku lakukan.)” Nicholas berdiri dari kursinya melangkah berdiri tepat di depannya.
Nicholas mengulurkan tangan ke arah orang kepercayaannya yang mengeluarkan sebuah amplop. Dia melemparkan tempat di depan Arman, sesuatu keluar dari amplop coklat itu.
Tampak beberapa foto seorang gadis berhijab yang sangat cantik, gadis itu tidak lain adalah Sabrina Zalfa Adiwijaya. Nicholas ternyata sudah satu langkah di depan Arman, dia berhasil mendapatkan informasi tentang dan di mana Sabrina kini berada.
Mata Arman terbuka lebar saat melihat foto serta informasi yang di dapat Nicholas, dia semakin terkejut saat melihat wajah Sabrina yang sekilas mirip dengan Almarhumah istrinya.
Nicholas setengah berjongkok di depan Arman sambil membuka kaca mata hitamnya, matanya yang sangat tajam tampak bersinar kemerahan. Terkesan sangat gelap dan jahat, tangannya meraih foto Sabrina.
“why are you so surprised? You think I won't investigate the woman that you will make the guarantee? You better use your brains to get him here as soon as possible ( kenapa kamu begitu terkejut? Kamu pikir aku tidak akan menyelidiki perempuan yang akan kamu jadikan jaminan? Sebaiknya pergunakan otak kamu ini untuk membawa dia kemari secepatnya)” ujar Nicholas memasukkan foto Sabrina ke kantong kemeja Arman. Keringat dingin terus mengalir deras membasahi keningnya, kepalanya mengangguk cepat menyanggupi perintah Nicholas.
“good boy...( bagus ) “ ujar Nicholas dengan nada seperti memberi pujian pada binatang peliharaan di saat berhasil melakukan suatu pekerjaan.
__ADS_1
Arman yang di perlakukan begitu sangat marah dan tampak memendam kebencian, dalam hatinya sangat ingin sekali dia menembak mati pria mafia di hadapannya. Namun dia tidak memiliki kekuatan dan keberanian sebesar itu, dia hanya bisa menunduk juga mematuhi semua perintah Nicholas.
Para mafia itu lalu pergi meninggalkan Arman yang masih berlutut di dalam ruangannya, sebelah tangannya meraih foto Sabrina. Matanya menatap penuh kebencian pada sosok gadis yang tersenyum manis itu.
Dasar brengs*k aku harus secepatnya membawa anak sial*n ini ke hadapan tuan Nicholas, demi perusahaan dan hidupku bagaimana pun caranya aku akan menyeretnya kemari gumam Arman dalam hati.
***
Sabrina mendadak merasakan rasa dingin mencekam di kuduknya yang tertutupi hijab syar’inya. Dia memegang kuduknya menatap ke segala arah, perawat yang senantiasa berada di samping Sabrina menatap heran. Pada name tag yang terpasang di baju bagian dada atas sebelah kanan perawat itu tertulis nama Siska.
“ kenapa dok?” tanya Siska penasaran, saat itu mereka akan pergi menuju bangsal rumah sakit untuk memeriksa pasien. Namun langkah mereka terhenti saat Sabrina merasakan dingin di tengkuknya.
“nggak tahu kenapa mendadak terasa dingin dan mencekam...” Sabrina merasa kurang yakin. Siska yang mendengar penuturan atasannya menjadi parno dan mendekat ke arah Sabrina.
“aduuh dok... jangan ngomong gitu dong, apa lagi sekarang kita nggak jauh dari...” mata Siska melihat penunjuk di dinding yang tertulis kamar Mayat.
Sabrina tersenyum melihat tingkah Siska yang tampak sangat ketakutan, timbul ide untuk menggoda Siska yang sibuk melihat ke kiri, kanan, depan dan belakang mereka.
“Siskaaaa” Sabrina memanggilnya pelan hampir terdengar seperti bisikan membuat Siska ketakutan.
Senyuman Sabrina semakin terkembang saat melihat asistennya semakin panik. Dia membelakangi Sabrina karena merasa parno dan merinding di tengkuknya.
“Siskaaaaaa...” Sabrina kembali memanggil Siska dengan suara yang pelan. Sebelah tangan Sabrina perlahan-lahan menyentuh pundak Siska, dia masih sibuk mencari sumber suara yang terus menerus memanggil namanya.
Merasakan sentuhan di pundaknya membuat Siska terkejut dan seketika berteriak kencang.
“AAAAAAAAAAAAAA” Siska segera berjongkok di lantai sambil menutupi mata dengan kedua tangannya. Tawa Sabrina pun meledak melihat tingkah laku Siska.
“hahahahaha” Sabrina tertawa sambil menutupi mulut dengan kedua tangannya. Siska mendengar tawa Sabrina perlahan-lahan membuka jari-jari tangannya, menatap di sela-sela ke arah atasan yang masih tertawa.
Kini dia menyadari jika dia sudah dikerjai oleh Sabrina.
__ADS_1
“iiiiih dokter... bikin jantung Siska hampir berhenti” Siska segera berdiri, pipinya membulat serta bibir manyun.
“maaf.... maaf.... aku hanya ingin menggoda mu saja, sudah jangan marah ya" ujar Sabrina sambil mengatupkan kedua tangannya.
Siska masih tampak manyun dan terlihat begitu menggemaskan di mata Sabrina.
"bagaimana jika Hari ini aku traktir boba thai tea kesukaan kamu, sebagai ucapan minta maaf. setuju?” bujuk Sabrina pada Siska. Senyuman terkembang di wajahnya dengan pipi sedikit chubby mendengar tawaran menarik dari Sabrina.
“setuju dok” ujar Siska semangat mendengar tawaran minuman favoritnya.
"tapi sebelumnya , kita harus menyelesaikan pekerjaan kita sekarang” ujar Sabrina sambil mendorong tubuh Siska menuju bangsal pasien.
“yaaaaa dokter..." Siska kembali manyun dan lesu.
“sudah, jangan berwajah gitu, ayooo” Sabrina lalu menarik tangan Siska menuju bangsal pasien.
"baiklah dok...” ujar Siska lesu.
Sudah dua minggu dia bekerja di rumah Sakit calon mertuanya. Sabrina di sambut baik oleh para staff dan dokter yang bekerja di rumah sakit Arbecio, sikapnya yang ramah, sopan dan santu juga humble memberi kesan tersendiri pada siapa saja. Para dokter muda dan perawat terutama pria bahkan berlomba-lomba mencari perhatian Sabrina.
*************
dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...
tetap terus dukung Author 😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...