Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 124


__ADS_3

“Alright miss, then me and the other maids will go shopping for necessities. Do you need goods or food? (baiklah nona, kalau begitu saya dan maid lainnya akan pergi berbelanja barang kebutuhan. Apa anda barang atau makanan yang dibutuhkan?)” tanya Yohan sambil melangkah menuju ke arah ruang tamu di iringi dengan beberapa maid.


“no... there's nothing I need right now (tidak... tidak ada yang aku butuhkan saat ini)” ujar Sabrina mengikuti mereka.


“Miss Sabrina is it okay if you live alone? Or are you just coming with us? (nona Sabrina tidak apa-apa jika tinggal sendirian? Atau anda ikut bersama kami saja?)” tanya salah seorang maid.


“it's okay, you guys just go. I will also rest for a while, just enjoy your rest time (tidak apa-apa, kalian pergi saja. Aku juga akan beristirahat sejenak, nikmati saja waktu istirahat kalian)” ujar Sabrina memberi izin kepada Yohan dan maid lainnya.


“are you sure miss? (Anda yakin nona?)” tanya Yohan sedikit cemas.


“I'm really okay, you all don't have to worry. There is a body guard guarding downstairs, you guys take it easy (aku benar tidak apa-apa, kalian semua tidak usah khawatir. Ada body guard yang berjaga di lantai bawah, kalian tenang saja)” ujar Sabrina tersenyum ke arah maid.


Dengan pengawalan yang sangat ketat seperti ini, semut atau lalat saja tidak akan berani masuk atau berbuat macam-macam di lantai ini gumam Sabrina teringat dengan penjagaan ketat di lantai bawah.


“ok miss, if you need anything immediately contact me or young master (baiklah nona, jika anda membutuhkan apa-apa segera hubungi saya atau tuan muda)” ujar Yohan yang sudah bersiap-siap, setelah mendapatkan jawaban anggukan dari Sabrina mereka semua lalu pergi keluar apartemen.


Yohan dan para maid menuruni tangga menuju lantai di tempat para body guard, tidak lupa Yohan berpesan untuk menjaga ketat apartemen bos mereka. Setelahnya mereka semua berdiri di depan lift, Yohan menekan tombol lift untuk menuju lobi.


Sabrina menatap ke sekeliling apartemen, tidak ada siapa pun hanya ada dia sendiri di apartemen itu. Dia pun membuka hijab melangkah menuju dapur, dia membuka kulkas hanya mendapati sekantong roti, sosis ayam, telur, keju dan beberapa sayur selada.


“ ternyata semua bahan sudah habis, hmmm.... sepertinya hari ini aku akan membuat roti isi saja” Sabrina mengeluarkan beberapa bahan dan mulai mengolahnya dengan terampil, bahan-bahan itu di potong dan di olah sesuai dengan seleranya. Tidak lupa Sabrina menambahkan saus tomat, saus cabe dan mayo untuk menambahkan rasa roti isi buatanya, setelah semuanya selesai roti itu di tata dengan baik di atas piring.

__ADS_1


Sabrina merasa gerah setelah membuat menu makan siang sederhananya, dia lalu melangkah menuju ke kamarnya untuk melakukan ritual mandinya. Rambut panjangnya tergerai saat terkena air shower yang mengalir, kesegaran di rasakan Sabrina seketika.


Di saat bersamaan Nicholas hari itu terpaksa kembali ke apartemen untuk mengambil barang yang tertinggal di kamarnya, dia bisa saja menyuruh anak buahnya mengambil namun semenjak ada Sabrina dia sama sekali tidak mengizinkan siapa pun masuk ke apartemen kecuali Yohan kepala maid dan Jack tangan kanannya. Maid yang bekerja di Apartementnya semua adalah perempuan pilihan yang memiliki ilmu bela diri yang tinggi, selain bertugas sebagai maid mereka juga body guard pilihan yang bertugas untuk melindungi Sabrina.


Nicholas keluar dari lift melangkah melewati apartemen body guardnya, beberapa orang tampak berjaga di depan lift dan tangga menuju apartemen miliknya.


“BOSSS” sapa para body guard yang langsung di angguki oleh Nicholas. Dia bergegas melangkah menaiki tangga menuju apartemen di mana hanya ada Sabrina sendiri di dalam sana.


Kriiiiuuuuuuk.....


Perut Sabrina berbunyi riuh meminta untuk segera di isi, dia pun segera menyudahi ritual mandinya. Jubah mandi melekat di tubuhnya yang polos, rambut panjangnya terlilit handuk putih bersih. Saat itu Sabrina benar-benar terlihat sangat cantik dan hot, bagian lehernya mengilat akibat air shower yang membasahi.


Krrriiiiiuuuukkk...


Untung saja tidak ada siapa pun di sini, aku akan mengambil roti di meja makan bersama segelas susu lalu akan ku bawa ke kamar...gumam Sabrina melangkah ke pintu kamarnya. Dia lalu melangkah menuju dapur membuka pintu kulkas untuk mengambil satu kota susu cair.


Pintu utama terbuka oleh Nicholas yang baru saja datang, mata biru nan tajam itu menatap heran apartemen yang terasa sangat sepi.


Kratak .... pletak...


Terdengar oleh Nicholas suara gaduh dari arah Dapur, dia lalu melangkah menuju dapur mendapati Sabrina yang membelakangi dirinya tengah bersimpuh di lantai mengambil sesuatu yang tidak sengaja terjatuh olehnya. Mata birunya terbuka sempurna saat melihat tampilan Sabrina yang berbeda, handuk yang terlilit di rambutnya sudah terlepas dan terlampir di kursi samping meja makan. Rambut panjangnya berada di sebelah kiri memperlihatkan kecantikan hakiki Sabrina yang masih memunguti sesuatu di lantai.

__ADS_1


Setelah semuanya terkumpul Sabrina berdiri dan menaruh benda itu kembali ke tempatnya, dia lalu membalikkan tubuhnya dan terkejut saat mendapati Nicholas tengah berdiri menatapnya.


“Nic...?! yo... you here.... since...when...yo.. you come... home?... (Nic..?! Ka... kamu di sini.... sejak... ka...kapan kamu... ke..kembali?)” tanya Sabrina gugup, dia tersadar saat Nicholas termenung menatap dirinya.


Pria tampan itu terpesona dengan kecantikan Sabrina, selama ini dia sama sekali tidak pernah melihat tampilan Sabrina tanpa hijab dan hanya menggunakan jubah mandi yang menutupi tubuh bagian atas hingga setengah paha mulus berwarna putih. Wajah cantik gadis itu merona saat di tatapi lama oleh pria yang sudah sah baginya, sebelah tangannya memegangi tengah-tengah jubah dan tangan lainnya memegang tepian jubah mandi itu. Dia menarik sedikit jubah mandinya ke bawah berusaha menutupi kaki jenjangnya yang terekspos dan tentu saja tidak akan bisa menutupinya.


Ada sesuatu yang terbangkitkan di dalam tubuh Nicholas yang selama ini tidak pernah dirasakan olehnya, bohong jika dirinya saat itu tidak terpancing saat melihat tampilan Sabrina yang menggoda imannya.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2