
Nicholas yang di tatap kesal oleh baby Yusuf tampak bingung, dia lalu mengulurkan tangannya hendak menggendong baby Yusuf. Namun tangan mungil baby itu segera menepis,
“wawawawa um... wawawa... Wawawa”
Baby Yusuf terlihat sangat kesal dan melayangkan protes ke pada Nicholas sambil terus menepuk – tepuk tangan kekarnya. Ketiga pria dewasa itu saling berpandangan bingung dengan sikap baby Yusuf yang seakan mengomel memarahi daddynya, kedua tangan Nicholas segera mengambil dan menggendong baby Yusuf. Sikap Baby Yusuf sama sekali tidak di acuhkan oleh Nicholas, tangan baby Yusuf segera bertindak menarik rambut Nicholas yang sama sekali belum kering.
“are you getting married? (apa kamu akan menikah?)”tanya Nicholas pada Jack sambil tangan kanannya melepaskan pelan tangan mungil baby Yusuf, rambut basahnya terlihat berantakan akibat ulah putranya yang kesal.
“you're kidding, boss. How am I going to get married if the girl isn't there yet?! Who's getting married... (kamu bercanda, bos. Bagaimana aku akan menikah jika perempuannya saja belum ada?! Yang akan menikah itu...) “ Jack menunjuk dengan kodean mata ke arah Yohan, Nicholas menatap ke arah orang kepercayaannya setelah Jack.
Yohan dan Jack termenung saat melihat penampilan Nicholas yang berubah, mulut mungil baby Yusuf sudah mendarat di tepian dagu Nicholas dengan kedua tangan yang memegang erat kedua sisi di samping. Baby Yusuf terlihat menggigit gemas dagu daddynya dengan sorot mata kesal, gigitan itu sama sekali tidak berpengaruh bagi Nicholas. Gigi – gigi mungil Baby Yusuf tampak membekas di dagu dari pria tampan dan maskulin itu, Nicholas tampak tidak bergeming dan membiarkan begitu saja.
“are you getting married? (kamu akan menikah?) “tanya Nicholas pada Yohan, sebelah tangannya membelai lembut punggung baby Yusuf yang masih melampiaskan kekesalannya.
“Ha.... Ye... Yes young master, I plan to propose to Hee Na soon.. (Ha.... I.. Iya tuan muda, aku berencana akan melamar Hee Na secepatnya..) “ ujar Yohan yang masih menatap baby Yusuf, dia seakan dapat merasakan rasa sakit saat gigitan gemas dari Baby Yusuf di dagu Nicholas. Tidak memberi respon apa pun yang berarti dari Nicholas membuat baby Yusuf kesal dan melepaskan gigitannya, Nicholas menatap ke arah baby yang dalam gendongannya.
“pleased?! (Puas?!) “ ujar Nicholas menatap ke arah mata putranya.
“wawawawa... Wawawawaa...”
Baby Yusuf kembali berbicara melayangkan protes kekesalannya, senyuman smirk terlukis di bibir pria tampan seakan mengerti dengan apa yang di kesalkan putra semata wayangnya.
__ADS_1
“don't be upset anymore, daddy will take you to umi (jangan kesal lagi, daddy akan membawamu pada umi) “ ujar Nicholas menenangkan baby Yusuf, pipinya terlihat menggembung menggemaskan. Nicholas kembali menatap ke arah Yohan dan Jack yang menatap heran ke arah baby Yusuf, mereka berdua keheranan karena tidak pernah melihat baby imut itu sekesal dan bertingkah ajaib seperti mereka saksikan sekarang.
“are you sure about your choice? (kamu yakin dengan pilihanmu?) “ tanya Nicholas membuat kedua pria tampan itu serentak menatap ke arahnya, senyuman tersungging kembali di wajah tampan Nicholas saat dia melihat keyakinan dan ketetapan hati Yohan asisten pribadi yang setia padanya.
“yes, I'm sure young master. I want to grow old together and love him with all my heart (ya, aku yakin tuan muda. Aku ingin menua bersama dan mencintainya setulus hati) “ ujar Yohan.
“OK, I support your decision and don't worry, everything will be fine. Just prepare yourself and your Bride (baiklah, aku mendukung keputusanmu dan tenang saja semua tentunya akan beres. Persiapkan saja diri dan juga calonmu) “ ujar Nicholas hendak beranjak pergi, langkahnya kembali terhenti saat Yohan dengan raut wajah senang membungkukkan tubuh memberi penghormatan padanya.
“thank you young master, thank you.... Thank you (terima kasih tuan muda, terima kasih.... Terima kasih) “ ujar Yohan bahagia tidak terkira, dia sangat bahagia saat Nicholas membantu persiapan pernikahannya.
“I already consider you a brother, you take it easy. Decide when you will get married ..... Jack informs the others and find the best Wedding Organizer in town, make sure everything runs smoothly (Kamu sudah ku anggap saudara, kamu tenang saja. Tentukan kapan kamu akan melangsungkan pernikahan (menatap ke arah Jack yang terlihat bersikap siaga) Jack informasikan pada lainnya dan cari Wedding Organizer terbaik di kota ini, pastikan semuanya berjalan lancar) “ ujar Nicholas membuat Yohan semakin specheeles, dia sama sekali tidak menyangka tuan mudanya akan bertindak jauh untuk pernikahannya.
“Thank you.....I.....I...I don't know what to say....I can only...To express my gratitude to young master (Terima kasih.....aku..... Aku... Aku tidak tahu harus berkata apa.... Hanya bisa... Mengucapkan rasa terima kasihku pada tuan muda) “ ujar Yohan duduk bersimpuh di lantai memberi hormat pada Nicholas, Jack mengalihkan pandangannya ke arah lain berusaha menyembunyikan matanya yang berkaca – kaca. Dia bukannya terharu akan pemandangan yang ada di sampingnya, matanya berkaca – kaca lantaran debu yang masuk tanpa mengucapkan permisi dan membuat perih mata berwarna hijau ke kuning- kuningan.
“you stand up. What I do is not comparable to you who always look after and protect my son and wife, this is only a small form of appreciation to thank you (kamu berdirilah. Apa yang aku lakukan tidak sebanding denganmu yang selalu menjaga dan melindungi putra juga istriku, ini hanya sebagian kecil bentuk apresiasi terima kasih padamu) “ ujar Nicholas mengulurkan tangan kanannya ke arah Yohan.
Nicholas meminta Yohan untuk bangkit kembali, dengan patuh dia menuruti berdiri ke posisi semula.
“It's my job, young master. You have saved me from the rigors of street life and... (sudah menjadi tugasku, tuan Muda. Anda sudah menyelamatkanku dari kerasnya hidup jalanan dan.. ) “ ucapan Yohan terhenti saat tangan kanan Nicholas memegang pundaknya.
“all that was in the past, no need to remember anymore (semua itu masa lalu, tidak usah di ingat lagi) “ ujar Nicholas menepuk pelan pundak Yohan yang tersenyum ke arah Nicholas, matanya menatap ke arah baby Yusuf yang sibuk mengemut jari jemarinya.
__ADS_1
Nicholas akan melangkah pergi sempat melihat ke arah Jack yang berpaling ke arah lain sambil mengucek matanya, sikap Jack itu di tangkap dan di salah artikan oleh dia yang mengira jika Jack menangis sedih karena Yohan akan menikah.
“you should accompany and comfort him, he must be very sad that you are getting married and leave he alone (sebaiknya kamu menemani dan menghiburnya, dia pastinya sangat sedih karena kamu akan menikah dan meninggalkannya sendiri) “ ujar Nicholas membuat Jack segera menatap ke arah dua pria yang ada di depannya, sorot matanya terlihat kebingungan.
“nonononot like that boss... This... (Bububu bukan begitu bos... Ini...) “ belum juga Jack selesai menjelaskan apa yang terjadi padanya, Nicholas sudah melangkah pergi melintasi ruang makan menuju ke ruang dapur bersama baby Yusuf.
Yohan menatap ke arah Jack dengan tatapan aneh begitu juga sebaliknya, Yohan bergidik dan segera mengikuti Nicholas. Melihat tingkah Yohan dan bosnya membuat Jack mengikuti mereka bermaksud untuk menjelaskan jika mereka salah paham, namun dia hanya bisa menghela nafas saat kedua pria itu sudah pergi begitu saja.
Di dapur Nicholas meminta chef untuk membuatkan sarapan untuknya dan Sabrina, setelah semua tertata rapi pada troli kecil Nicholas kembali memastikan jika semuanya sudah lengkap. Yohan bermaksud akan mendorong troli itu namun dia mengurungkan saat Nicholas menyuruh seorang maid perempuan yang ada di dapur, maid itu segera mendorong troli menuju kamar utama.
......................
Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...