Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 185


__ADS_3

Semua mata tertuju pada baby yang di gendong oleh Sabrina yang langsung mengerti dengan arti tatapan itu,


“Namanya Yusuf, Tante” ujar Sabrina memperkenalkan baby Yusuf pada keluarga Wiguna.


“Yusuf... nama yang bagus ( menatap ke arah baby Yusuf) halo Yusuf...” ujar Helena menyapa ramah. Baby Yusuf menatap ke arah Helena sambil tertawa khas baby, wajah tampan Yusuf saat tertawa mampu memikat hati setiap anggota keluarga.


Seluruh barang sudah tersusun rapi dalam bagasi mobil mewah yang terparkir tepa di depan pelataran bandara, Yohan kembali masuk ke dalam Bandara dan menghampiri Sabrina.


“madam... the car is ready (nyonya... mobil sudah siap)” ujar Yohan.


“Okay... hmm wait a minute (baiklah... (meliat ke arah keluarga Wiguna) tunggu sebentar)” ujar Sabrina menganggukkan kepalanya.


“Mas Raka, Tante dan semuanya, jika tidak keberatan aku ingin mengundang anda semua untuk makan siang bersama, apakah boleh?” ujar Sabrina.


Helena menatap ke arah Adrian dan keluarga lainnya lalu kembali menatap ke arah Sabrina yang tersenyum padanya,


“ Hmmm Sepertinya kami harus menolak undangan kamu Sabrina, begitu banyak pekerjaan yang harus di kerjakan. Hmm kamu pastinya sudah tahu jika sebentar lagi... Raka akan bertunangan dengan Asmirah dan beberapa hari ke depannya mereka akan menikah” ujar Helena menolak halus undangan makan malam dari Sabrina.


Perkataan Helena sangat di pahami dan juga di mengerti oleh Sabrina, dia mengerti jika Helena dan keluarga Wiguna lainnya tidak ingin ada masalah apa pun menjelang hari pernikahan Raka dan Asmirah.


****


Beberapa waktu sebelum kepulangan Sabrina ke Indonesia...


Banyak hal yang sudah terjadi di antara keluarga Wiguna dan Adiwijaya, terutama rencana pernikahan tidak terduga antara Raka dan Asmirah. Semua itu terjadi berawal dari penugasan Asmirah ke sebuah desa terpencil yang masih memegang teguh adat istiadat, di desa terpencil itu juga Raka berlibur sambil melakukan Healing berusaha untuk move on dari perasaannya pada Sabrina. Liburan Raka tentu saja di temani Thio dan Dewi, pasangan pengantin baru yang memutuskan untuk menunda honey moon mereka demi menemani bos yang patah hati.


Dewi yang sudah menyerah dengan perasaan pada Raka yang tidak pernah tersambut akhirnya jatuh hati dengan Thio, kesabaran dan ketulusan hati pria tampan itu mampu meluluhkan perasaan Dewi hingga akhirnya berbuah manis. Thio dan Dewi memutuskan untuk membawa hubungan mereka ke jenjang pernikahan, pernikahan mereka pun digelar secara sederhana namun terkesan mewah dan elegan.


Suatu pagi yang indah, Raka memutuskan untuk berjalan – jalan mengelilingi desa sendirian. Dia melangkah menelusuri sebuah jalan setapak yang menghubungkan ke jalanan besar di desa itu, matanya berkeliling menatap situasi dan kondisi desa yang masih asri itu. Beberapa penduduk menyapa sambil tersenyum ramah pada Raka, wajah tampan pria itu menjadi buah bibir dan alhasil dia pun menjadi selebriti dadakan. Di tengah kehebohan para penduduk desa, sekilas Raka menatap seorang gadis yang mengenakan seragam perawat melintas di jalanan itu.

__ADS_1


Raka mengenali sosok perempuan itu dan segera menyapanya,


“Mirah?!” sapa Raka pada Asmirah yang kebetulan melintas, gadis manis berhijab itu menolehkan kepala ke sumber suara yang memanggilnya. Asmirah terkejut saat melihat Raka yang menyapanya,


“oppa Raka... oppa kenapa bisa ada di sini?” tanya Asmirah yang terkejut.


“aku sedang liburan di sini. capek juga kerja terus jadi... sejenak refreshing nggak ada salahnya, kebetulan karyawan di kantor merekomendasikan desa ini” Raka terdiam saat melihat Asmirah yang menatapnya dengan sedikit memicingkan mata. Dia sangat tahu jika Raka berbohong,


Ternyata oppa Raka masih belum bisa move on dari mbak Sabrina, kasian banget... gumam Asmirah dalam hati menatap iba pada Raka.


“Mirah ucapin selamat datang di desa kemuning, oppa” ujar Asmirah tersenyum hangat pada Raka yang membalasnya dengan tersenyum khas seorang pebisnis.


Asmirah sudah beberapa minggu berada di desa Kemuning, bersama teman barunya penduduk asli desa Kemuning Asmirah di ajak bertualang ke setiap spot tempat indah dan keren. Dia juga mengajak Raka, Thio dan Dewi bertualang di desa itu, dari bermain menjelajahi perkebunan teh hingga bermain di air terjun yang merupakan sumber mata air penduduk desa kemuning.


Kedekatan Asmirah dengan Raka membuat beberapa pemuda desa merasa iri, pernah suatu ketika Asmirah yang baru saja pulang dari bertugas di goda oleh para pemuda. Asmirah memilih tidak mencari ribut dengan mereka dan pergi begitu saja, para pemuda itu semakin menjadi dan mencegat langkah Asmirah.


Para pemuda itu tampak berniat buruk pada Asmirah, tapi mereka mengurungkan niat mereka saat tidak sengaja melihat beberapa penduduk yang melintas. Asmirah merasa sangat tertolong bergegas pergi ke bungalaw Raka dan Thio,


“waalaikum salam Mirah... kamu kenapa?” tanya Dewi.


“Kak Dewi?!” ujar Asmirah langsung memeluk Dewi, tubuhnya bergetar karena ketakutan. Raka dan Thio lalu ikut menghampiri ke depan pintu menatap heran pada Asmirah.


Dewi lalu mengajak Asmirah masuk dan duduk di sofa yang tersedia, Raka lalu bergegas menuju dapur kecil dan membuat secangkir teh hangat untuk Asmirah. Teh itu lalu di berikan Asmirah yang terlihat masih ketakutan,


“kamu kenapa Mirah?” tanya Dewi membelai lembut punggung Asmirah yang perlahan mulai menceritakan apa yang terjadi. Thio dan Raka yang mendengar penuturan Asmirah tampak emosi, mereka berdua bermaksud akan mencari para pemuda itu tapi di cegah oleh Asmirah.


“Breng**k mereka, aku akan hajar mereka sekarang” ujar Thio akan melangkah menuju keluar bungalaw, Raka tidak banyak bicara memilih mengikuti Thio.


“Oppa Raka... kak Thio... please nggak usah meladeni mereka. Salah seorang dari mereka adik dari atasan Mirah. Beliau sangat sayang dan percaya ama adiknya, beliau tidak akan mempercayai apa yang Mirah katakan” Ujar Asmirah.

__ADS_1


“Tapi Mirah, kita nggak bisa membiarkan para pemuda itu. Mereka bisa berbuat lebih dan bahkan bisa menyakiti mu” ujar Dewi.


“tapi kak...” ucapan Amirah terpotong saat Raka kembali menghampiri mereka.


“ apa yang di katakan Dewi benar Mirah, lebih baik sekarang kita temui kepala desa setempat untuk melaporkan hal ini” ujar Raka yang di dukung penuh oleh Thio dan Dewi.


Mereka pun bergegas menuju kantor kepala desa dan menjelaskan apa yang telah menimpa Asmirah, mendengar penuturannya kepala desa bertindak dengan memanggil dan menyidang para pemuda itu. Terlihat jelas raut wajah penuh dendam dari para pemuda itu yang menatap tajam ke arah Asmirah, Raka, Thio dan Dewi.


Atasan Asmirah merasa sangaat tidak enak hati pada Asmirah dan berjanji akan mendidik adiknya untuk menjadi lebih baik lagi, permasalahan pun di akhiri dengan permintaan maaf dari para pemuda itu.


Deg... deg... deg...


Jantung Asmira berdetak cepat saat melihat sikap gentleman Raka, seakan dia bar menyadari dan merasakan pesona Raka yang berbeda dari pemuda mana pun.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Author mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H, mohon maaf lahir Bathin... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻



Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2