
Mata Nicholas sejenak menatap ke arah Isaac lalu mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk yang terbuka lebar, dia merasa sudah sangat kesulitan bernafas.
“Bri.... Huh... Brina..... Haah...” panggil Nicholas dengan terengah-engah, Sebelah tangannya yang memeluk erat sedikit menggoyangkan tubuh Sabrina.
"Brinna... Brinaa...." panggil Nicholas sekali lagi tapi Perempuan cantik itu sama sekali tidak merespond, kepala dan tubuh Sabrina semakin di tarik Nicholas ke dalam pelukannya.
Pandangan Nicholas mulai memblur, dia sejenak menutupnya lalu perlahan membuka kembali menatap ke arah wajah istrinya.
“Bri.. na.... I don't know... Why... Right now.... I... Remember... When.... Hah... Hah... First.... This time... We... met.... hah... hah.... From... behind... blowing... cloth..... cloth... that... Flying ... I... saw.... an angel... (Bri.. na.... Entah... Mengapa... Saat ini.... Aku .... Teringat... Saat.... Hah... Hah.... Pertama.... Kali... Kita... Bertemu.... hah... hah.... Dari... balik... hembusan.... kain..... kain...yang... Berterbangan... aku...melihat....seorang bidadari...)” Nicholas teringat pertemuannya pertama kali dengan Sabrina. Ingatan itu seperti sebuah video yang memutar di benak Nicholas, senyuman lemah tersungging di bibirnya yang sudah memucat.
“ hatiku... Yang... Mati kembali.... Berdetak.... saat.... Melihatmu...aku... sangat... bersyukur... pada Allah.... karena... telah... mempertemukan kita.... Brina... terima... kasih... dan... aku... Mencintaimu.... Untuk... Selamanya... (hatiku... Yang... Mati kembali.... Berdetak.... saat.... Melihatmu...aku... sangat... bersyukur... pada Allah.... karena... telah... mempertemukan kita.... Brina... terima... kasih... dan... aku... Mencintaimu.... Untuk... Selamanya...)” Ujar Nicholas yang sudah merasakan lelah, dalam samar-samar penglihatannya dia melihat ada dua orang yang mendekat.
Tangan yang masih memegang senjata api di todongkan kembali oleh Nicholas ke arah orang-orang itu, matanya yang sempat terlihat sayu berubah tajam dengan tangan mendekap Sabrina erat dalam pelukan. Jarinya akan menekan pelatuk pada senjata itu terhenti saat telinganya mendengar suara yang akrab.
“Boss”
“Young Master (tuan muda)”
Jack dan Yohan datang menghampiri Nicholas juga Sabrina, mereka berdua terlihat kacau dengan luka di bagian bahu juga Lengan mereka. Nicholas masih menodongkan senjatanya dengan tatapan tajam ke arah mereka, pandangan tidak fokus membuatnya tidak mengenali Jack dan Yohan.
“Boss, it's us... Jack and Yohan (Bos, ini kami... Jack dan Yohan)” ujar Jack menenangkan Nicholas. Yohan melihat ke arah Isaac yang sudah tidak bernyawa, matanya terbuka lebar menghadap langit-langit apartemen.
__ADS_1
Jack memegang pundak Yohan yang langsung di tatap olehnya, Jack mengode dengan mengarahkan kepalanya ke depan. Yohan menatap ke arah Sabrina yang di peluk erat oleh Nicholas dalam keadaan tidak sadarkan diri, mereka berdua lalu perlahan-lahan mendekati Nicholas juga Sabrina.
“boss” Jack berjongkok di hadapan Nicholas sambil memegangi tangan yang sedang menodongkan senjata ke arah mereka.
“boss... calm down boss... (bos... Tenang bos... )” ujar Jack meraih senjata di tangan Nicholas, senjata itu kini di pegangi Jack yang langsung memeriksa isinya. Yohan melihat darah yang menggenang di lantai, dia menebak kalau Nicholas menderita luka yang cukup parah.
“Young master, we have to go to the hospital now. your wound is very serious (Tuan muda, kita harus ke rumah sakit sekarang. luka anda sangat parah )” ujar Yohan memegangi tangan yang mendekap Sabrina. Tangan semula yang memegang senjata sudah beralih ke tangan Jack, tangan berlumuran darah itu membalas memegang tangan Yohan.
“no... huk... huk... It's... Too late... For me... Huh... Huh... (tidak....huk... Huk... (Darah segar mengalir dari sudut bibir) Sudah... Terlambat... Untukku... Huh... Huh...)” ujar Nicholas terbata-bata. Matanya perlahan menatap ke arah wajah Sabrina,
"You guys... save... Brina... (Kalian...selamatkan... Brina...)" Ujar Nicholas kembali.
“boss... No no no, boss wake up. Wake up as***le... Nicholas wake up, we have to go to the hospital now (bos... Tidak tidak tidak, bos bangun. Bangun breng**k... Nicholas bangun, kita harus ke rumah sakit sekarang)” bentak Jack marah. Nicholas sejenak tersenyum ke arah Jack,
Tangan Nicholas yang memegang tangan Yohan langsung terlepas, tubuhnya hampir terjatuh segera di pegangi oleh Jack yang sedikit mengguncangkan agar dia terbangun.
“Nicho... Nicho... Wake up you as**ole... Wake up.... D*mt it (Nicho... Nicho... Bangun kamu breng**k... Bangun.... D*mt it)” Jack akan berusaha mengangkat tubuh Nicholas langsung di tahan oleh Yohan, dia langsung memeriksa hidung dan denyut nadi yang berada di samping leher Nicholas.
“Nicho wake up, if you don't wake up I will beat you right now. Wake up you bas**rd (Nicho bangun, kalau kamu tidak bangun aku akan menghajar dan memukuli mu sekarang juga. Bangun kamu baj**gan)” ujar Jack penuh amarah, matanya menatap nanar dan berkaca-kaca. Dia terus berusaha membangunkan Nicholas yang sudah tertidur dengan damai dan tenang, Jack memegang kerah baju Nicholas dan menggoyangkan tubuhnya.
Tubuh Sabrina yang berada di pelukannya sama sekali tidak terlepas dari tangan kekar Nicholas, tangan Yohan terkepal kuat saat dia memeriksa keadaan Nicholas yang Sudah tidak ada denyut nadi dan hembusan nafas yang di rasakan.
__ADS_1
Yohan sangat sedih mengetahui tuan yang di hormati dan sudah di anggap saudara telah pergi meninggalkan mereka untuk selamanya, dia lalu menatap ke arah Jack. Tangan Yohan terulur dan memegang tangan Jack yang mencengkeram kuat kerah baju Nicholas, perlahan dia menggelengkan kepalanya memberi tahu Jack jika Nicholas sudah tidak ada atau meninggal dunia.
“We have to accept the fact that the young master has... (kita harus menerima kenyataan jika Tuan muda sudah...)” perkataan Yohan terhenti saat Jack memegang kuat batang lehernya, Jack yang sangat setia tidak bisa menerima kenyataan jika bos, saudara dan temannya telah meninggalkan mereka untuk selamanya.
“Shut up you bas**rd... How dare you say our master is dead, I will pull and cut your tongue now (Diam kamu Baji**an... Beraninya kamu mengatakan tuan kita sudah meninggal, aku akan menarik dan memotong lidahmu sekarang)” Jack menatap nanar ke arah Yohan.
“Kill me now... Uuugggh... But first please save... Madam and... Baby... young master... huk... (Bunuh aku sekarang... Uuugggh... Tapi sebelumnya tolong selamatkan... Nyonya dan.... Bayi...tuan muda...huk...)” Yohan merasakan sesak saat pegangan Jack semakin erat, mendengar ucapan Yohan membuat Jack tersadar dengan kondisi Sabrina.
Perlahan tangan yang memegang batang leher Yohan mengendur, tatapan Jack beralih ke arah Sabrina. Sebelah tangannya terulur meraih pergelangan tangan Sabrina, dia masih merasakan denyut nadi lalu tangannya bergerak ke arah hidung mancung Sabrina dan masih terasa hembusan nafas yang melemah.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...