
Kedua pemuda itu tentu saja tidak percaya begitu saja, mereka bisa melihat raut wajah ketakutan dan air mata di wajah cantik Dewi.
“Kalo emang adeknya, kagak musti gitu juga lu bawa dia. Minta baik-baik pastinya juga bakalan nurut,” ujar pemuda lainnya yang masih menatap penuh curiga.
"Eh kagak usah campur dah lu pergi kagak Lu" ujar salah seorang pria yang memegang tangan Dewi sebelah. Wajah pria itu tampak seram dan sangar, dia menatap dengan mata membesar dan melotot tajam ke arah para pemuda yang hendak membantu Dewi.
"weh nyantai Bang, Kagak usah ngegas juga Kita-kita ngomong baik-baik" ujar salah seorang pemuda itu.
"Udah lu pada mau pergi atau bogeman gua bakalan kena ke muka lo" ucap pria yang memegang tangan kanan Dewi mulai tampak kesal dan emosi.
Dewi terlihat begitu ketakutan, air matanya menetes dan menatap dengan meminta bantuan ke arah para pemuda itu. Kedua jantung para pemuda itu berdegup kencang, mereka sebenarnya sangat gugup dan takut akan mati konyol. Namun hati nurani dan tatapan mata Dewi yang meminta pertolongan memberikan keberanian pada para pemuda itu.
Kedua pemuda itu tampak sudah mengambil ancang-ancang untuk kemungkinan terburuk, para pria berbadan besar di samping kiri Dewi menatap dengan tajam.
“lebih baik lu lu pada segera angkat kaki dah, sebelum kesabaran gua abis” ujar pria berbadan besar dengan tangan merogoh ke belakang punggungnya.
Di tengah keributan besar lewatlah beberapa polisi mengendarai motor, salah seorang polisi melihat beberapa orang sedang berargumen dan seorang gadis tengah sedang di pegangi oleh pria berbadan besar. Polisi itu merasa curiga dan dia segera memberitahu kepada teman-temannya yang lain, para polisi pun menepikan motor mereka kendarai di badan jalan samping trotoar.
Para pria berbadan besar yang memegangi Dewi dan beberapa pria berada di samping mobil di depan terlihat sedikit panik, Mereka pun berusaha untuk tenang dan tidak terlihat panik agar para polisi tidak curiga kepada mereka.
"selamat sore?! ada apa ini?!" ujar salah seorang polisi menatap ke arah Dewi yang terlihat ketakutan. Para pemuda yang berniat membantu Dewi segera menghampiri polisi,
“kebetulan ada bapak polisi, begini pak.... “ para pemuda itu tampak lega sambil menjelaskan apa yang terjadi dan mengapa mereka berargumen. Sesekali polisi itu menatap ke arah para pria berbadan besar dan beberapa pria yang masih di samping mobil, para pria itu tampak saling mengode karena situasi yang sudah di luar kendali mereka.
Mampus gua, keadaan malah jadi kacau begini... gumam pria yang masih memegangi Dewi, pegangan pria itu melonggar memberi kesempatan pada Dewi menggigit tangan pria itu dengan kuat.
“aaaaaa... Breng**k” ujar pria itu kesakitan, Dewi segera berlari ke arah polisi.
__ADS_1
“ tolong saya pak.... “ ujar Dewi ketakutan, para pria berbadan besar itu tampak panik dan ingin mencoba kabur. Namun polisi segera bertindak dengan menodongkan senjata ke arah mereka, melihat kedua teman mereka sudah tertangkap para pria yang di samping mobil segera menaiki mobil dan tancap gas meninggalkan lokasi.
Melihat hal itu salah seorang polisi segera menghubungi markas untuk meminta bantuan, para pria berbadan besar itu berhasil di tangkap. Dewi merasa sangat bersyukur karena masih di beri keselamatan,
“terima kasih.... terima kasih” ucap Dewi penuh dengan kelegaan.
Sementara itu Raka, Bima dan Thio baru saja menghadiri pertemuan di salah satu hotel di Jakarta utara, saat akan kembali ke rumah mobil yang di kendarai Raka melewati jalan di mana ada keramaian di trotoar jalan.
Bima yang melihat-lihat pemandangan di balik kaca mobil Raka heran melihat beberapa polisi yang meringkus dua pria berbadan besar, matanya tidak sengaja melihat Dewi yang sedang di amankan oleh pihak kepolisian.
“kak.. kak Raka” ujar Bima memastikan apa yang di lihatnya tidak salah.
“apa Bim?” ujar Raka fokus ke jalanan.
“itu... gadis itu... bukannya...” Bima masih menatap ke arah kerumunan yang mereka lewati.
“gadis.... ya Ampun Bim? Emang si Jani masih kurang apa? “ canda Thio membuat Bima menatap ke arahnya.
“ yang itu maksud kamu Bim?” tanya Thio melihat beberapa polisi tampak melakukan tugasnya menangkap dua pria itu. Raka segera menepikan mobilnya di bahu jalan, para pria tampan itu segera turun dari mobil dan melangkah menghampiri tempat kejadian.
Dewi yang tengah di mintai keterangan oleh salah seorang polisi terkejut saat melihat Bima dan lainnya,
“tuan Bima... Tuan Raka...?!” sapa Dewi.
“nona Dewi...” Sapa Bima sambil menganggukkan kepalanya ke arah polisi, begitu juga dengan Raka. Thio termenung saat melihat sosok gadis cantik di depannya yakni Dewi,
“maaf pak, sebenarnya ada apa ini?” tanya Raka penasaran begitu juga dengan Bima dan Thio. Polisi itu lalu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, Mendengar apa yang menimpa Dewi para pemuda tampan itu saling berpandangan.
__ADS_1
Apa mungkin jika tuan Roy berbuat nekat? Gumam Raka dalam hati curiga pada Roy.
Badhum.... badhum.... badhum...
Detak jantung Thio berdetak dengan cepat seakan memberi peringatan jika dia sudah menemukan sesuatu yang selama ini di carinya,
“udah biasa aja kali lihatnya" sindir Bima dengan berbisik pada Thio yang diam-diam memperhatikan Dewi.
“haa... apaan?” ujar Thio yang baru tersadar dari dunia khayalnya. Senyuman penuh maksud tersungging di bibir Bima, dia menatap Thio sambil menaik turunkan alisnya membuat Thio menatap bingung. Dewi juga Raka ikut menatap ke arah Bima yang tersenyum menggoda Thio,
“kenapa?” tanya Thio begitu juga dengan Raka dan Dewi.
“tidak ada apa-apa kak Raka,” ujar Bima yang masih tersenyum senang, Thio hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Bima.
Polisi kembali melanjutkan penjelasannya pada Raka, Dewi sesekali menatap ke arah Raka dengan sebuah perasaan yang berbeda di rasakannya. Thio mengerti tatapan dari gadis yang diam-diam memperhatikan Raka, ada sedikit perasaan asing di hatinya saat melihat tatapan yang berbeda dan penuh makna itu.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...