Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 168


__ADS_3

Pembantu itu juga memberitahu petugas ambulance perihal kondisi tiga jenazah yang berada di kamar lantai dua dan kamar utama, mereka segera mengevakuasi ketiga jenazah itu dengan memasukkan ke dalam kantong jenazah. Beberapa ambulance datang bersamaan dengan mobil dari kepolisian, mereka semua langsung melakukan investigasi memeriksa dan menginterogasi semua yang ada di rumah itu.


Adrian menemani Arman di mobil ambulance yang membawa mereka ke rumah sakit, alat bantuan pernapasan sudah terpasang di hidung Arman. Petugas Ambulance mengecek nadi dan detak jantung Arman yang sudah tidak sadarkan diri.


Suara sirine ambulance memecah keheningan malam melaju cepat menuju rumah sakit, sebelah tangan Arman di pegangi Adrian berdoa dalam hati untuk kesembuhan tuannya.


***


Mata Sabrina perlahan terbuka saat cahaya matahari menembus masuk dari celah gorden kamarnya, setelah melaksanakan sholat subuh berjamaah Sabrina kembali tidur karena merasa sangat mengantuk. Sebelum merebahkan tubuhnya Sabrina melangkah menuju walk in closet mencari keberadaan suaminya.


Sabrina terpesona saat menatap Nicholas tengah bercermin sambil mengenakan kemeja berwarna biru tua miliknya, saat akan mengancingkan kancing kemejanya Sabrina menghampiri Nicholas sambil memeluk tubuh pria tampan itu dari belakang.


Wajah Sabrina terlihat begitu imut menyandarkan kepalanya ke punggung Nicholas, dia meminta untuk menemaninya tidur sebentar. Nicholas membalikkan tubuhnya tersenyum manis sambil membelai lembut pipi Sabrina, dia lalu membopong tubuh istrinya dan meletakkan dengan hati-hati di atas ranjang.


Tangan kanan Sabrina berada di atas dada bidang dan di pegangi oleh Nicholas dengan tangan kirinya, Nicholas menatap penuh kasih sayang ke arah Sabrina yang membalas menatapnya sambil tersenyum manis.


“morning sayang...” sapa Nicholas lembut, tangan kanannya membelai rambut panjang Sabrina yang tergerai.


“morning sayang, you do not go to work today? (pagi sayang, kamu tidak bekerja hari ini?)” tanya Sabrina, dia bangun dari rebahannya meletakkan dagu di atas tangan kirinya yang berada di dada bidang Nicholas.


“I'm going to work soon, are you going to the hospital today? (sebentar lagi aku akan berangkat bekerja, apa kamu akan ke rumah sakit hari ini?)” Nicholas membelai wajah cantik Sabrina yang berada di hadapannya.


“hmm... hmm... after i got... hmmp....hmmpp... (hmm... hmm... (menganggukkan kepala) setelah aku mem... hmmp....hmmpp...)” Sabrina merasakan perutnya sangat mual, dia segera bangkit dari ranjang dan berlari menuju kamar mandi. Nicholas merasa khawatir segera mengikuti Sabrina ke kamar mandi dan mendapati istrinya tengah muntah di closet,

__ADS_1


Hueeekk.... hueeek...


Nicholas menghampiri istrinya di kamar mandi, kedua tangannya dengan sigap memegangi rambut panjang Sabrina. Dia juga mengurut lembut tengkuk dan punggung Sabrina untuk mengurangi rasa mual yang di rasakan, tidak ada rasa jijik bagi Nicholas yang dengan telaten membantu istrinya.


Setelah mengeluarkan apa yang ada di dalam perutnya Sabrina bangkit di bantu oleh Nicholas. Dia melangkah menuju wastafel dan berkumur-kumur, Nicholas menekan tombol flush dan menutup closet itu setelahnya dia menghampiri Sabrina yang sedang mengelap wajahnya dengan handuk. Sabrina menatap Nicholas dengan wajah sedih,


“sorry sayang, you should see... (maaf sayang, kamu harus melihat...)” ucapan Sabrina terhenti saat Nicholas mengecup lembut bibirnya, dia menatap ke arah Nicholas yang tersenyum jahil padanya.


“sayaaang...” ujar Sabrina memukuli lembut dada bidang Nicholas yang kemejanya sama sekali belum terkancing, kedua tangan pria tampan itu memegang pinggang Sabrina dan mendekat ke arahnya.


“Brina sayang, why should I feel disgusted? It is my duty to care for and protect the two of you (Brina sayang, kenapa aku harus merasa jijik? Sudah menjadi tugasku untuk merawat dan melindungi kalian berdua)” ujar Nicholas menatap Sabrina, dia lalu membungkukkan tubuh dan mengecup lembut perut datar istrinya.


Mereka berdua lalu keluar dari kamar mandi, Nicholas mendudukkan Sabrina di sofa. Kedua tangannya memegang kedua pipi Sabrina,


“wait a moment, sayang (tunggu sebentar, sayang)” ujar Nicholas melangkah menuju pintu kamar. Sabrina menganggukkan kepalanya menatap Nicholas yang keluar kamar, dia lalu menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa.


“ morning boss” sapa Jack berdiri dari tempat duduknya.


“good morning young master (selamat pagi tuan muda)” sapa Yohan dan para maid lainnya. Nicholas menganggukkan kepalanya dan langsung melangkah menghampiri kabinet yang berada di bagian atas, Jack, Yohan dan lainnya memiringkan kepala ke sebelah kiri menatap bingung ke arah Nicholas.


Mata Yohan dan lainnya terbuka besar saat melihat Nicholas tengah membuat susu coklat, mereka dapat melihat jelas pada kotak susu itu tertulis sebuah merek susu kehamilan yang ternama. Nicholas membaca petunjuk di belakang susu sambil mengaduknya,


“eeee Young master, let me just make it. It is my duty to serve you and the young madam (eeee tuan Muda, biar saya saja yang membuatnya. Sudah menjadi tugas saya melayani anda dan nyonya muda)” Yohan menghampiri Nicholas hendak membantu membuat susu, seketika itu juga tatapan tajam di layangkan Nicholas pada Yohan. Sebuah tatapan yang membuat siapa saja melihatnya akan bergidik seram,

__ADS_1


“No need, I will make it. In the future you and the maid will prepare Jack's needs as well as the other members, for Brina's needs I will prepare including the food and drinks (tidak perlu, aku yang akan membuatnya. Untuk seterusnya kamu dan maid mempersiapkan keperluan Jack juga anggota lainnya, untuk kebutuhan Brina aku yang akan mempersiapkan termasuk makan dan minumannya )” ujar Nicholas mengaduk susu itu dengan penuh perhatian sesekali senyuman tersungging di bibir **** itu. Jack, Yohan dan lainnya saling berpandangan satu sama lain, para maid senyum-senyum menatap Nicholas yang menyudahi pekerjaannya.


Mereka semua kembali menatap Nicholas yang melangkah masuk ke kamar dengan membawa segelas susu coklat di tangannya, raut wajah mupeng terlihat jelas di wajah para maid melihat kasih sayang Nicholas pada Sabrina.


“oooo.... So sweet.... if there is a coronation for the luckiest girl, surely the young madam will win (Sangat manis.... jika ada penobatan untuk perempuan paling beruntung, pastinya nyonya muda yang akan menang)” ujar maid A.


“It's true what you say, young master loves our young madam very much. It made a lot of changes to the young master (Benar yang kamu katakan, tuan muda sangat menyayangi nyonya muda kita. Hal itu membuat banyak perubahan pada tuan muda)” ujar maid D.


“change?! (perubahan?!)” Jack menatap ke arah maid D yang berdiri di samping Yohan.


“did Mr. Jack not feel it? Young master's attitude is already warm like spring (apa tuan Jack tidak merasakannya? Sikap tuan muda sudah terasa hangat seperti musim semi)” ujar maid C menatap ke arah pintu kamar Nicholas yang tertutup.


**********


dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2