Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 211


__ADS_3

Perlahan Raka memegang kedua pundak Asmirah sambil melepaskan pelukan itu, mereka saling menatap satu sama lain.


“Maaf Mirah, aku bisa saja balas memeluk dan menyentuhmu. Tapi aku masih belum meminta dan mengucapkan ikrar untukku menghalalkan mu, aku harap kamu mengerti Mirah” ujar Raka, tangan kanannya membelai lembut wajah Asmirah yang memerah.


“Mirah mengerti oppa.... Tadi hanya tindakan spontan Mirah yang sangat bahagia... “ ujar Mirah sambil tersenyum bahagia.


Perempuan manis itu mengerti dengan sikap Raka, dia sangat mengenal Raka yang begitu menghargai perempuan.


Kedua keluarga keluar dari persembunyian mereka, Helena dan Eliana segera menghampiri pasangan itu.


“uuuh Raka.... Mami terharu banget” ujar Helena sambil menyeka air matanya.


“Miraaah... Selamat ya... Akhirnya kamu sebentar lagi bakalan jadi bagian keluarga kami” ujar Eliana memeluk Asmirah.


Andhini, Wulan dan Eliana bergantian memeluk Asmirah sambil mengucapkan selamat, mereka larut dalam kebahagiaan pasangan yang akan segera menikah. Mereka semua seakan lupa dengan Sabrina yang masih dalam perawatan, Wiyasa melihat ke arah ruangan di mana Sabrina masih berada di sana.


Mata Wiyasa terbuka lebar saat menatap pria asing tampan berdiri di samping ranjang Sabrina,


“Nicholas” ujar Wiyasa sontak membuat lainnya serempak menatap ke satu arah, mereka semua terkejut dan tidak percaya dengan penglihatan mereka.


Nicholas yang mendengar namanya di panggil memalingkan wajahnya ke arah luar ruangan, dia menatap ke arah keluarga besar istrinya yang termenung.


Tangan Sabrina yang di genggam perlahan di tarik dan di kecup lembut oleh Nicholas,


“Brina sayang, wait a minute I'll be back after meeting our family (Brina sayang, tunggu sebentar aku akan kembali setelah menemui keluarga kita) “ ujar Nicholas sambil mengecup kening Sabrina, lalu sekali lagi dia mengecup tangan istrinya.


Dokter memeriksa Sabrina yang bernafas teratur, dia menatap wajah pasien yang terlihat tidak nyaman dan lelah. Dokter itu lalu meminta perawat untuk menyediakan infus vitamin, perawat itu mengangguk dan segera melaksanakan perintah dokter.


Nicholas melangkah keluar menemui keluarga besar Sabrina, pria tampan itu kini berdiri tepat di hadapan Adiwijaya yang berkali – kali mengucek matanya.

__ADS_1


“assalamualaikum grandpa (assalamualaikum kakek) “ sapa Nicholas sontak membuat tongkat yang senantiasa menemaninya terlepas dari pegangannya, tangan keriput itu perlahan mengarah ke arah Nicholas dan memegang tangan serta pundaknya. Kini mereka semua yakin yang di hadapan mereka benar – benar Nicholas, tanpa terduga Adiwijaya memeluk tubuh pria tampan itu.


Nicholas tidak lupa menyapa kedua orang tua angkat Sabrina, sambutan dan pelukan hangat di lakukan Wiyasa yang terlihat bahagia. Mereka semua berucap syukur dan berbahagia akhirnya keluarga kecil Sabrina kembali lengkap, keluarga Candra juga menyambut hangat Nicholas.


Mereka semua lalu duduk bersama, Nicholas pun segera di berondong dengan berbagai pertanyaan. Perlahan Nicholas mulai menjelaskan apa yang terjadi sedetail mungkin, tidak lupa juga dia mengucapkan maaf karena belum menjenguk Ningsih. Mereka semua memaklumi dan tampak senang dengan kehadiran Nicholas, setelah berbicara sejenak dengan Adiwijaya juga lainnya Wiyasa mengantarkan Nicholas untuk menemui Ningsih.


***


Selama dalam perjalanan menuju kamar Ningsih yang berada di lantai VVIP, Nicholas banyak bertanya tentang apa saja yang terjadi selama dia tidak bersama dengan Sabrina. Wiyasa dengan senang hati menjelaskan apa yang terjadi, tidak lupa dia juga menceritakan tentang Arman. Semula Nicholas sangat tidak senang mendengar tentang Arman, namun Wiyasa memberitahu jika Arman sudah berubah dan meminta maaf pada keluarga Adiwijaya juga Sabrina.


Sama seperti yang lainnya Ningsih sangat terkejut saat Nicholas datang menjenguknya, mata tua Ningsih terlihat berkaca – kaca. Nicholas duduk di kursi yang tersedia di samping ranjang Ningsih, dia memegang tangan dengan lembut dan menghiburnya. Ningsih terlihat tenang, tidak ingin mengganggu Ningsih yang dalam masa pemulihan Nicholas pun undur diri.


Mereka kembali menemui keluarga besar yang tengah berbincang, sebenarnya Wiyasa ingin mempertemukan Nicholas dengan Arman namun niat itu di urungkannya saat dia melihat sikap Nicholas saat mendengar nama Arman.


Sebaiknya Nicholas bertemu dengan Arman saat Sabrina sudah pulih saja gumam Wiyasa dalam hati.


Nicholas dan Wiyasa kini berada di ruangan di mana keluarga Adiwijaya dan Wiguna tengah berbincang, mata tajam Nicholas menatap ke arah Yohan yang berdiri di samping Hee Na dan baby Yusuf.


“Young Master.... Congratulations.... Welcome back sir (Tuan Muda.... Selamat.... Selamat datang kembali tuan) “ ujar Yohan menahan tangis, Nicholas memeluk tubuh Yohan dengan cara pria.


“thank you.... Thank you for taking care of Brina and my son (terima kasih.... Terima kasih karena sudah menjaga Brina dan putraku) “ ujar Nicholas.


“It's.... It's my duty, young master (Sudah.... Sudah menjadi tugasku, tuan Muda) “ ujar Yohan dengan mata berkaca - kaca.


Nicholas lalu melepaskan pelukannya, Matanya menatap ke arah baby Yusuf yang sedang di gendong oleh Hee Na. Baby mungil itu menatap dengan mata birunya ke arah Nicholas, mata bulat itu menghipnotis pria tampan itu.


Nicholas terlihat sangat ingin menggendong dan mengenal babynya bersama Sabrina. Wiyasa mengerti dengan tatapan mata Nicholas, dia lalu berdiri dan menghampiri Hee Na. Dia lalu menggendong baby Yusuf yang tersenyum polos, setelahnya Wiyasa bersama baby Yusuf menghampiri Nicholas.


“Yusuf... He is your father (Yusuf... Dia adalah ayahmu) “ ujar Wiyasa memperkenalkan Nicholas pada Baby Yusuf, Nicholas sejenak termangu menatap baby gembul itu. Tangan kanan Nicholas terangkat dan hendak menyentuh baby Yusuf, tapi tangan itu terhenti tidak jauh beberapa centi dari wajah tampan baby itu.

__ADS_1


Nicholas seakan di ingatkan dengan masa lalunya sebelum dia menjadi mualaf, dia merasa tangan miliknya sangat kotor. Wiyasa mengangkat tubuh Baby Yusuf dan hendak memberikannya ke tangan Nicholas, secepat kilat tangan itu segera di tarik oleh si empunya. Semua yang ada di sana menatap heran sekaligus bertanya – tanya dalam hati,


“what's wrong Nicholas? (ada apa Nicholas?) “ tanya Wiyasa bingung, Andhini menghampiri mereka dengan raut wajah yang sama dengan suaminya.


“Nicho, he is your son. Of course he also wants to know his father figure, why do you... (Nicho, dia adalah putramu. Tentunya dia juga ingin mengenal sosok ayahnya, mengapa kamu...) “ ucapan Andhini terhenti saat menatap tangan Nicholas yang di sembunyikan di belakang tubuh kekarnya.


“It's not like that ma'am, I.... These hands.... These hands are so dirty and I don't deserve to touch them (Bukan begitu bu, aku.... Tangan ini.... Tangan ini sudah sangat kotor dan aku tidak pantas menyentuhnya) “ ujar Nicholas.


Mereka semua kini mengerti dengan ke khawatiran Nicholas, Adiwijaya berdiri dari tempat duduknya dan melangkah menghampiri Nicholas.


“I know you've left it all, don't feel yourself dirty and despicable. Your son needs a father figure, hold him and hug him (aku tahu kamu sudah meninggalkan itu semua, jangan merasa diri kamu itu kotor dan hina. Putramu membutuhkan sosok ayahnya, gendong dan peluklah dia) “ ujar Adiwijaya.


Nicholas menatap Adiwijaya yang tersenyum hangat lalu kembali menatap ke arah baby Yusuf, tangan kanan baby mungil itu tengah di masukkannya ke dalam mulut. Mata bulat biru itu menatap ke arah Nicholas, perlahan tangan kanan Nicholas kembali terulur ke arah Baby Yusuf.


Tanpa terduga tangan itu langsung di pegang dan di tarik oleh baby Yusuf, telapak tangan Nicholas kini berada di pipi berkulit putih itu. Kedua tangan mungil baby Yusuf seakan memegang erat tangan Nicholas dan tidak membiarkannya terlepas, pemandangan itu terlihat begitu mengharukan.


.....................


Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....


Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2