
Tidak hanya bibir yang beraktivitas, tangan kekar itu juga ikut melakukan senam jari memberi massage yang membuat perempuan cantik itu bernafas tidak beraturan.
“Isssh..... Hmmm... Aaassshh hmmmppp...” pekik tertahan Sabrina sambil membulatkan mata, tanpa sengaja puncak pegunungan di capit lembut oleh deretan gigi putih. Senyuman nackal tersungging di bibir Nicholas saat melihat Sabrina yang kepayahan menahan suaranya, dia tidak ingin suara nyanyian mereka mengganggu nyenyaknya tidur baby Yusuf.
Kegiatan di atas ranjang empuk itu sangat panas dengan aktivitas yang di dominasi oleh Nicholas, namun Perlahan massage yang semula sedikit tergesa – gesa dan memberi sensasi berbeda mulai memelan dan berhenti. Mata Sabrina yang terpejam kembali terbuka dan menatap ke arah langit – langit kamar.
Kening Sabrina terlihat berkerut saat tangan dan Bibir Nicholas berhenti beraktivitas, perlahan dia menatap ke arah bawah dan sejenak termenung menatap Nicholas.
Sabrina menghela nafas panjang sambil tersenyum menatap suaminya yang ternyata sudah tertidur pulas di tengah aktivitas, Nicholas tampak tertidur nyenyak di atas pegunungan bagian atas.
Detak jantung Sabrina bagaikan lantunan lagu lullaby mengantarkan Nicholas menuju dunia mimpi, perlahan Sabrina memegang kepala Nicholas dan di taruhnya di atas bantal empuk.
Sepertinya Nicho sangat kelelahan, lebih baik aku tidak membNgunkannya.... ( membelai wajah Nicholas) selamat tidur sayang dan Selamat datang kembali rajaku gumam Sabrina dalam hati menatap wajah Nicholas yang terlihat damai, dia lalu mengecup kening dan pipi pria tampan itu.
Setelahnya Sabrina berbaring di samping Nicholas setelah menarik dan menyelimuti tubuh mereka, Sabrina tidak lupa menghidupkan lampu tidur dan lalu ikut tertidur menuju ke dunia mimpi di samping suaminya.
***
Nicholas terbangun tatkala mendengar suara rengekkan dari baby Yusuf yang terbangun, baby mungil itu menatap ke arah Sabrina yang tertidur pulas di samping Nicholas. Saking letihnya Sabrina tertidur dan tak mendengar rengek baby Yusuf,
“Aaaaaaaa.... Aaaaa... Mmaaaa.... Aaammmaa.... “ terdengar celotehan baby Yusuf yang terlihat cemberut tidak senang, baby Yusuf terlihat kesal saat ibunya berada dalam pelukan Nicholas.
Kepala Sabrina yang berada di atas lengan Nicholas perlahan di pindahkan olehnya ke bantal, dia lalu turun dari ranjang dan menghampiri boks baby itu.
Tangannya terulur mengambil dan menggendong baby Yusuf, mata Nicholas sempat melirik ke arah jam yang sudah menunjukkan pukul setengah lima subuh.
__ADS_1
*It's half past five.... It's almost dawn, d*mn I fell asleep* (Jam setengah lima.... Sudah hampir masuk waktu subuh, si*l*!n aku ketiduran) gumam Nicholas dalam hati saat melihat Sabrina yang tertidur pulas, gaun tidur yang di kenakannya sudah kembali ke keadaan seperti semula.
“mmmmaaaaa..... Aaaaaammm..... maaamama”
Baby Yusuf bersuara terdengar mengomel tidak senang saat melihat ibunya di peluk oleh Nicholas, tangan mungilnya menepuk – tepuk pelan tangan kekar daddynya. Kening Nicholas berkerut menatap tingkah Baby Yusuf yang berusaha untuk lepas dari gendongan Nicholas,
“what's wrong Yusuf? Don't disturb your mother who is still sleeping, let her rest for a while (ada apa Yusuf? ( menatap ke arah Sabrina yang sedikit menggeliat) jangan mengganggu umi mu yang masih tidur, biarkan dia beristirahat sebentar lagi)” ujar Nicholas sedikit memelankan suaranya agar tidak mengganggu tidur Sabrina.
“Hmmmma.... Aaaaaa... Bababaaaaa... Babaa...gagagaga..... “ celoteh baby Yusuf semakin kesal, dia berusaha untuk lepas dari gendongan Nicholas.
Melihat tingkah baby Yusuf menggemaskan membuat Nicholas meletakkannya di atas ranjang beralaskan Seprai abu – abu bercorak bunga berwarna putih, lepas dari gendongan daddynya dengan cepat baby Yusuf merangkak menuju ke arah Sabrina yang masih tertidur pulas. Mata Nicholas membulat sempurna saat baby itu merangkak menghampiri Sabrina lalu naik ke atas tubuhnya, tangan mungil baby Yusuf mendekap tubuh Sabrina dengan posesif.
Sorot matanya baby Yusuf terlihat mengatakan jika Sabrina adalah miliknya, hal itu membuat urat di kepalanya terlihat jelas akibat rasa kesal Nicholas.
“aaaaa mamamama... Aaaeeaaa.... (Umi punya Yusuf bukan punya daddy)” ucap Baby Yusuf dengan bahasa bayinya yang seakan dapat di mengerti oleh Nicholas.
“n*ught* boy... You have mastered your mother for two years and I, who was only able to hug her for a few hours, you will take.... It won't be that easy (anak nackal... Kamu sudah menguasai umi mu dua tahun dan aku yang hanya baru beberapa jam saja bisa memeluknya, sudah akan kamu rebut.... Tidak akan semudah itu)” ujar Nicholas mengecilkan suaranya, dia duduk di samping ranjang dengan tangan terulur ke arah putranya.
"Yusuf, come here?! (Yusuf, ayo kemari?!)" bisik Nicholas.
Baby Yusuf mengalihkan pandangannya ke arah berlawanan di mana Nicholas duduk, kepalanya mendarat nyaman di bagian atas pegunungan. Nicholas semakin terpancing kesal dia lalu memegang tubuh baby Yusuf yang mendekap erat ibunya, namun pergerakannya terhenti saat perlahan mata Sabrina terbuka.
Matanya melihat ke arah samping di mana Nicholas dengan tangan terulur ke arahnya,
“Nico?! what are you doing? (Nicho?! kamu sedang apa?) “ tanya Sabrina menatap bingung.
__ADS_1
“I am.... Ooo... That....(aku itu.... Ooo... Itu....) “ Nicholas terlihat kebingungan, merasa ada sesuatu yang menekan d*d*nya mata Sabrina menatap ke bagian d*d* dan menemukan Yusuf yang mendekap manja.
Baby gembul itu terlihat nyaman tiduran di atas tubuh ibunya,
“Yusuf.... Kamu sudah bangun sayang” sapa Sabrina tersenyum manis, kedua tangannya mendekap tubuh baby imut sambil perlahan bangun dari tidurannya. Sabrina menatap ke arah Nicholas yang duduk di tepian ranjang,
“sayang.... Why didn't you wake me up? (sayang... Kenapa kamu tidak membangunkan ku?) “ ujar Sabrina, tangannya membelai rambut lebat baby Yusuf.
“I was just about to wake you up, but you look so tired that it makes me stop. Not long ago Yusuf woke up and I picked him up and brought him to you (Aku baru saja akan membangunkan mu, tapi kamu terlihat begitu lelah jadi membuat ku mengurungkan niat. Tidak berselang lama Yusuf terjaga lalu aku menggendong dan membawanya padamu) “ Nicholas menatap ke arah baby Yusuf yang sudah terlihat nyaman dalam dekapan Sabrina, tanpa di sadari perempuan cantik itu senyuman nackal tersungging di wajah tampan baby gembul dan imut itu.
N*ught* boy... You're acting like that on purpose to heat up your daddy, we'll see who wins (Anak nackal... Kamu sengaja bertingkah seperti itu untuk memanasi daddy mu, kita lihat saja siapa yang akan menang) gumam Nicholas dalam hati.
Jari jempol baby Yusuf masuk ke dalam mulut mungilnya sambil mengeluarkan suara khas baby, tingkah lakunya begitu menggemaskan telah membuat cupid melepaskan panah tepat ke arah sasaran yakni hati Sabrina.
......................
Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...