
Anak buah Nicholas membukakan pintu di sisi lain mempersilahkan bosnya untuk duduk tepat di samping Sabrina, wajah perempuan cantik itu masih terlihat kesal dengan pipi putih yang terlihat menggelembung. Nicholas tersenyum seraya menggeser duduknya untuk lebih dekat dengan Sabrina, tangan kekar tidak pernah absen merangkul pinggang ramping dan sedikit menariknya agar tidak ada lagi jarak.
Bibir seksi Nicholas kembali mengecup pipi putih yang terlihat menggemaskan, Sabrina sedikit bergerak berusaha untuk menjauh dari suaminya. Namun rangkulan dari tangan kekar Nicholas membuatnya tidak bisa menghindar, rangkulan itu semakin menariknya untuk lebih dekat lagi. Dia mengalihkan pandangannya ke arah lain membuat sebelah alis mata Nicholas terangkat,
“you're angry? (Kamu marah?)” tangan Nicholas yang lain meraih dagu runcing Sabrina dan menatap wajah cantik dengan penuh cinta, mata Sabrina menatap ke arah Nicholas yang wajahnya sudah sangat dekat.
“I don't like (aku tidak suka)”
“You do not like? Hhmmmm.... That kiss?! Sayang, are you not happy that I kissed you?! (kamu tidak suka? (mengingat dengan tindakan spontannya) Ciuman itu?! Sayang, kamu tidak senang aku mencium mu?!) “ tanya Nicholas menatap dalam ke arah mata Sabrina.
“No....hmm... That's one of them.... (Bukan....hmm... Itu salah satunya....)”
“Then? (lalu?!) “
“I.... I....I don't like you getting close to that girl (aku.... Aku....Aku tidak suka kamu dekat dengan perempuan itu)” Sabrina semakin kesal saat teringat dan melihat perempuan lain yang berusaha mencuri perhatian suaminya, senyuman manis semanis madu terukir di wajah tampan Nicholas saat melihat istrinya.
Lagi dan lagi bibir seksi itu mendarat sempurna pada bibir pink natural Sabrina, ciuman lembut dan terasa panas saat tounge menjelajah setiap sudut ruang yang ada di mulut mungil itu. Ciuman itu perlahan berhenti saat pemilik bibir pink itu kepayahan bernafas, matanya terlihat sayu akibat efek dari suasana romantis.
“I'm hah.... get....ting annnnoyed at you (aku hah.... Sema.... Kin kesaal mmdamu)”
“annoyed?! Why? (kesal?! Kenapa?)” Nicholas bingung saat mendengar ucapan Sabrina.
“because you make me more helpless and restless (karena kamu membuat ku semakin tidak berdaya dan gelisah) “ wajah Sabrina merona, kedua tangannya mencengkeram kuat kerah jas yang di kenakan Nicholas. Gejolak dari gelombang dahsyat tengah menghempas membuat gua dalam lembah mulai mengeluarkan mata air, jantung Sabrina berdetak cepat dengan ada rasa panas yang menjalar ke seluruh tubuhnya.
Tidak ingin rencana awal yang sudah tersusun rapi dan apik menjadi gagal, Nicholas sedikit menarik diri dan mengambil penutup mata yang ada dalam saku jasnya. Penutup mata itu langsung di pakaikannya pada Sabrina,
“sayang.... Why do you close my eyes? (sayang... Kenapa mataku kamu tutup?) “ ujar Sabrina hendak melepaskan penutup mata, Nicholas langsung memegang tangan dan mencegahnya untuk melepaskan penutup mata itu.
__ADS_1
“be patient Sayang, soon you will find out..... go straight there (bersabarlah sayang, sebentar lagi kamu akan mengetahuinya ( menekan sebuah tombol pada remote yang ada di samping Nicholas) langsung menuju ke sana)” ujar Nicholas penuh teka – teki membuat Sabrina semakin penasaran tingkat dewa, supir yang mendengar perintah melalui alat khusus pada mobil itu segera menjalankan mobil menuju sebuah tempat spesial.
Sabrina ingin bertanya kembali namun di urungkannya, dia bersabar mengikuti semua instruksi yang di berikan Nicholas. Iringan mobil mewah itu melaju menuju sebuah hotel mewah di Jakarta, semula Nicholas ingin membawa Sabrina keluar negeri. Mengingat Baby Yusuf yang masih kecil membuat Nicholas membatalkan rencana dan menggantinya dengan membawa Sabrina menuju salah satu hotel mewah di negara zamrud khatulistiwa, tidak lupa Nicholas meminta para staff penting hotel untuk menghiasi kamar president suit dengan indah.
Iringan Mobil mewah itu pun berhenti di tengah jalan yang terkena kemacetan, Nicholas lalu meminta supir untuk mencari mesjid agar mereka bisa melaksanakan kewajiban mereka. Mobil itu lalu parkir di parkiran mesjid, penutup mata Sabrina sementara di lepaskan oleh Nicholas agar bisa melaksanakan ibadah dengan khusyuk.
Beberapa menit setelah melaksanakan ibadah, supir Nicholas menghampirinya dan memberi tahu jika jalanan masih terlihat ramai juga macet. Nicholas terlihat berpikir sejenak, dia lalu meraih ponselnya menghubungi pihak Hotel untuk memberitahu para staff jika kedatangan mereka akan sedikit terlambat.
Nicholas menelepon pada ponsel Sabrina yang beribadah di saf perempuan, dia menjelaskan jika tidak memungkinkan bagi mereka untuk melanjutkan perjalanan karena macet. Dia lalu memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka setelah Shalat Isya yang sebentar lagi akan masuk, Sabrina melihat ke arah pintu masuk mesjid di mana suaminya berdiri menatap ke arahnya. Kepala Sabrina mengangguk setuju, tidak berapa lama suara adzan pun berkumandang.
Nicholas dan Sabrina menjalani kewajiban mereka dengan sangat khusyuk, setelah selesai Sabrina keluar dari mesjid lalu duduk di sebuah bangku yang di sediakan untuk tempat para jamaah. Saat akan memakai sepatu, Sabrina membuka ponselnya lalu mencari kontak John.
Setelah telepon itu tersambung, Sabrina segera bertanya tentang baby Yusuf.
“daddy, how's Yusuf? Is he fussy? Or.... ( daddy, bagaimana Yusuf? Apa dia rewel? Atau....)”
Kepala baby Yusuf sedikit miring ke kanan menatap penuh tanya ke arah kakeknya, Hee Na datang menghampiri baby Yusuf dengan makanan di tangannya.
“Yusuf.... 먹을 시간 (Yusuf.... Saatnya makan)” terdengar oleh Sabrina suara Hee Na memanggil baby Yusuf.
John kembali berbicara pada Sabrina dan memintanya untuk tidak perlu khawatir, Nicholas datang menghampiri Sabrina yang tampak menyudahi pembicaraannya dengan seseorang di seberang telepon sana. Belum juga Nicholas bertanya gerangan dengan siapa Sabrina berbicara, perempuan cantik langsung menjelaskan jika dia baru saja menghubungi John.
Mereka kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan, Nicholas lalu kembali meminta Sabrina untuk mengenakan penutup matanya. Sabrina menurut dan mengenakan penutup mata berwarna hitam, dalam benaknya timbul berbagai pertanyaan.
Mobil – mobil mewah memasuki pelataran gedung hotel mewah Di Jakarta, bellboy hotel segera membantu membukakan pintu mobil yang ada di samping Nicholas.
“sayang, are we there yet? (sayang, apa kita sudah sampai?)” tanya Sabrina yang merasakan mobil di tumpanginya berhenti.
__ADS_1
“yes Sayang, we have arrived. Hold my hand?! Careful (Iya sayang, kita sudah sampai. Pegang tangan ku?! Hati – hati)” Kedua tangan Nicholas memegangi tangan Sabrina dan menuntunnya untuk turun dari mobil, sebelah tangan kekar Nicholas memegangi kepala Sabrina agar tidak terantuk pada atap mobil.
Para Staff hotel menyambut ramah kedatangan Nicholas dan lainnya,
“sayang...Can I open the blindfold already? (Sayang.... Apa penutup matanya sudah bisa aku buka?)” tanya Sabrina dengan kedua tangan memegangi penutup mata.
“we'll be there soon, Sayang. Wait...(sebentar lagi kita akan sampai, sayang. Sabar )” Nicholas memegangi tangan Sabrina lalu menuntun memasuki lift.
Para anak buah Nicholas tampak berjaga di area lobi hotel memastikan tidak ada yang mencurigakan, melihat pengamanan ketat itu membuat para tamu hotel yang berada di lobi hotel merasa penasaran. Paras tampan Nicholas sempat membuat atmosfir di lobi itu memanas, berbagai komentar berdengung di antara mereka yang begitu penasaran pada tamu yang baru saja datang.
Sebelum pintu lift menutup Nicholas memberi perintah pada anak buahnya, dia memberi tahu jika untuk mengecek kembali keamanan di hotel itu dan setelahnya mereka bisa beristirahat pada kamar yang telah di sediakan. Perlahan pintu lift tertutup dan mulai bergerak ke atas, setelah itu para anak buah Nicholas menjalani tugas mereka.
Pintu lift terbuka tepat di lantai teratas hotel mewah itu, tepat di depan lift ada taburan bunga mawar merah yang membentuk jalan menuju kamar president suit. Tangan Sabrina di pegang oleh Nicolas dan dia di papah keluar dari dalam lift, tangan kirinya tampak menggapai ke sisi dinding lift dan sambil memegang erat tangan suaminya.
......................
Dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...