Cinta Sabrina

Cinta Sabrina
Ep. 63


__ADS_3

Pesawat jet pribadi Nicholas mendarat sempurna di bandara Sumarmo, mata tajam menatap jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul sepuluh malam. Dia segera turun dari pesawat jet pribadinya, melangkah lebar menuju keluar bandara di mana mobil miliknya sudah terparkir.


Mata Nicholas menatap Arman dan Adelia yang datang ikut menyambut kedatangannya. Mereka berdua langsung terbang dari Jakarta menuju Surakarta sesuai instruksi Nicholas.


“welcome mr nicholas, (selamat datang tuan Nicholas)” sapa Arman ramah dengan maksud tertentu. Nicholas hanya memandang sebelah mata ke arahnya, bergegas masuk ke dalam mobil mewah miliknya.


Tangan kanan Nicholas ikut masuk ke dalam mobil itu, duduk tenang di samping supir yang sudah siap untuk membawa mereka.


“Jack, is everything ready? (Jack, apakah semua sudah di siapkan?)” Nicholas menatap layar ponsel miliknya.


“already boss, everything has been prepared by our people.( sudah bos, semua sudah di persiapkan oleh orang-orang kita.)” ujar Jack.


Segera mobil yang mereka naiki meluncur ke mansion salah satu milik Nicholas dengan di kawal ketat oleh anak buah Nicholas. Iringan mobil Nicholas meluncur cepat meninggalkan Arman dan Adelia begitu saja.


“pa, apakah rencana ini akan berhasil?” Adelia melihat mobil Nicholas yang menjauh pergi.


“ kita sudah memanggil kemari mafia nomor satu di Australia, kita serahkan saja semuanya pada tuan Nicholas. Sebaiknya sekarang kita ke hotel untuk beristirahat” ujar Arman berdiri di samping Adelia.


“o ya pa, gi mana kerja sama papa dengan mas Raka? Apakah sudah ada kabar?” Tanya Adelia penasaran.


Sudah berhari-hari Arman di Indonesia, namun belum ada tanggapan baik tentang kerja samanya dengan Raka. Dia membuka ponsel sambil mengecek emailnya, ada beberapa email yang masuk. Salah satu di antaranya ada email dari kantor Raka, mata Arman membelalak marah saat mengetahui jika kerja samanya di tolak oleh Raka.


“Breng**k” Arman memukul keras setir mobil miliknya membuat Adelia yang duduk di sampingnya terkejut dan menatap heran.


“Kenapa pa?” tanya Adelia.


“Raka menolak proposal kita, papa yakin jika si anak si*l itu yang merayu Raka untuk membatalkan kontrak kerja sama kita” Arman merasa sangat geram.


“breng**k, sekarang gi mana pa? Kesempatan ku untuk mendapatkan mas Raka akan semakin kecil” ujar Adelia gusar.


“Tenang sayang, papa sudah merencanakan sesuatu. Dengan datangnya mafia membantu memuluskan rencana kita” Arman tersenyum smirk sambil menyalakan mobil miliknya. Dia mengendarai mobilnya melaju menuju hotel yang sudah di pesan oleh Adelia.


Wajah Adelia tampak kusut, dia begitu marah dan kesal merasa kalah dengan Sabrina. Arman melihat ke arah Adelia, dia tahu jika saat ini putri kesayangannya begitu kesal.

__ADS_1


Tenang saja sayang, papa akan membuat anak si*l itu merasa hidup di neraka, gumam Arman dalam hatinya.


***


Pagi hari di Surakarta, setelah membantu bi Darmi dan eyang utinya, Sabrina menemani Adiwijaya untuk berjalan-jalan di sekitar kawasan komplek kediaman dan juga pabrik milik keluarga. Sabrina menggandeng lengan eyangnya, berjalan beriringan sambil menyapa ramah para tetangga, pekerja dan orang-orang yang mengenal keluarga Adiwijaya.


“ assalamualaikum selamat pagi tuan besar, euleh euleh neng Sabrina. Makin cantik pisan, kapan atuh balik dari jakarta?” sapa tetangga ramah yang sedang menyapu halama.


“selamat pagi juga bu... alhamdulillah kemarin siang bu... kalau begitu kami jalan duluan ya bu, assalamualaikum” sapa Sabrina dengan ramah dan senyuman manis.


“ o iya... silahkan atuh neng, tuan besar. Waalaikum salam...” ujar tetangga itu, terbesit rasa kagum di hati tetangga itu dengan keramahan dan sikap sopan santun Sabrina.


Beberapa tetangga menghampiri ibu-ibu yang menyapa Sabrina dan Adiwijaya.


“jeng.... jeng... itu tuan besar Adiwijaya sama istri barunya ya...” Tukas tetangga yang suka bergosip dan belum mengenal Sabrina.


“astagfirullah... si ibu... bukan atuh... itu cucunya tuan besar Adiwijaya. Namanya neng Sabrina, baru kembali dari Jakarta” bela si ibu itu.


“ Oooo.... aku kira itu istri mudanya tuan besar.... cantik ya... kerjanya apa?” Tanyanya penasaran


“ apa ana calon? (apa sudah ada calonnya?)” tanya salah satu ibu merasa tertarik.


Si ibu yang memuji Sabrina kebingungan saat ibu lainnya menanyakan dalam bahasa jawa. Ibu lainnya pun membantu menjelaskan pada si ibu itu,


“maksudnya jeng ini, apa cucunya tua besar Adiwijaya udah ada suami ato calon suami?” Tanya ibu tukang gosip.


“ abdi dengar dari penjaga kediamannya udah....” para tetangga pun sibuk menggosipkan keluarga Adiwijaya terutama Sabrina. Beberapa ibu itu merasa penasaran gerangan siapakah calon suami yang di pilihkan Adiwijaya untuk cucu kesayangannya.


Sabrina membantu Adiwijaya saat menaiki anak tangga untuk masuk ke pabrik pembuatan kain batik milik keluarga Adiwijaya. Seorang akuntan datang menghadap Adiwijaya dengan map berisi laporan peningkatan penjualan hasil kain batik. Para karyawan menyapa ramah Sabrina yang berdiri di samping Adiwijaya.


"nduk Sampeyan mrene dhisik yo, eyang pengin ngobrol luwih dhisik. (sabrina kamu di sini dulu ya, eyang mau bicara dulu dengan mereka)” ujar Adiwijaya mengajak akuntannya ke ruang kerja.


“ Iya eyang” ujar Sabrina, dia melangkahkan kakinya menuju halaman di mana kain-kain batik tampak di jemur di bawah terik matahari. Tangannya memegang dan membelai lembut kain batik dengan mata yang berbinar-binar.

__ADS_1


Tanpa di sadari Sabrina sepasang mata biru menatap ke arahnya dari balik kain batik yang terhembus oleh angin. Pemilik mata biru itu tidak lain adalah Nicholas yang sedang melakukan penyelidikan dengan berpura-pura menjadi pembeli. Nicholas berencana mencari kelemahan Adiwijaya lewat usahanya, agar dia bisa memanfaatkan hal itu untuk membuat Sabrina dengan sukarela menjadi jaminan Arman.


Dia berdiri tidak jauh dari tempat penjemuran kain batik , kain-kain itu bergerak seiring dengan hembusan angin. Matanya menatap lekat ke arah Sabrina, terpesona dengan kecantikan wajah dan senyuman menghiasinya.


Deg....deg.....deg....


Debaran jantung berdetak kuat di rasakan oleh Nicholas untuk pertama kalinya, perlahan tangan sebelah kanannya memegangi dada bidang merasakan debaran aneh. Mata biru itu terus menatap ke arah Sabrina yang tampak mengagumi kain-kain hasil dari pengrajin batik berpengalaman.


Angin bertiup sedikit kuat membuat kain-kain batik itu bergerak semua. Menghalangi pandangan Nicholas yang masih menatap ke arah Sabrina, angin kembali berhembus sepoi-sepoi. Pemilik mata biru itu mencari-cari keberadaan Sarina yang sudah menghilang entah ke mana.


Jack tangan kanan Nicholas menatap heran bosnya yang tampak mencari sesuatu.


“boss, are you missing something? (bos, apa anda kehilangan sesuatu?)” tanya Jack menghampiri Nicholas sambil menenteng paper bag berisi kain batik yang sengaja di belinya. Merasa sudah tidak memiliki kepentingan apa pun Nicholas bermaksud kembali ke mobilnya.


“no... how? did you find anything?( tidak... bagaimana? apakah kamu menemukan sesuatu?)” Nicholas melangkahkan kakinya menuju mobil yang terparkir di luar usaha batik milik Adiwijaya.


“Sorry boss, I didn't find Mr Adiwijaya's weakness. As reported by our team, Mr. Adiwijaya's business is growing at this time. but i got interesting information boss. (maaf bos, saya tidak menemukan kelemahan tuan Adiwijaya. seperti yang di laporkan anak buah kita, usaha tuan Adiwijaya sangat berkembang saat ini. tapi saya mendapatkan informasi yang menarik bos)”ujar Jack mengikuti dan berhenti seketika saat langkah Nicholas terhenti tepat di samping pintu mobil miliknya.


**************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


mohon maaf 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 jika kedua karya Author "terjebak cinta CEO dingin" dan "Cinta Sabrina" mengalami keterlambatan updatenya. di karenakan dalam rangka membantu bocil mengerjakan tugas-tugas sekolah yang sangat banyak jadi jarang update.


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2