
“tentu saja boleh mbak, malahan aku kepingin ikut membantu mbak” ujar Asmirah.
“bukan Mirah aja mbak, aku juga siap membantu. Rencananya nanti gi mana mbak? “ ujar Anjani semangat, Wulan dan Andhini mengangguk memberi tanda dukungan dengan rencana Sabrina. Tanpa ragu dan sungkan lagi Sabrina lalu menjelaskan rencana dari A sampai Z, tidak lupa Asmirah dan lainnya memberi masukan ide – ide brilian untuk acara kejutan nanti.
****
Nicholas tengah duduk di ruang rapat dengan baby Yusuf duduk di pangkuannya, semua yang ada dalam ruang rapat itu menatap ke satu arah yakni baby Yusuf. Baby imut itu terlihat tenang dan asyik dengan mainan yang di pegangnya, mata tajam Nicholas tampak fokus dengan file dokumen yang ada di tangannya.
Sosok Nicholas mengenakan setelan jas berharga di atas jutaan terlihat berkarisma dan berbeda begitu juga dengan baby Yusuf yang berada dalam gendongannya, hal itu terbukti beberapa saat kedatangan Nicholas ke perusahaan miliknya yang berada di jantung ibu kota Indonesia. Semua mata tertuju ke arah dua pria yang terpenting dalam kehidupan Sabrina, radiasi Pesona dari mereka mampu menumbangkan begitu banyak kaum hawa.
Penampilan Baby Yusuf yang juga mengenakan setelan sama persis dengan Nicholas membuat para kaum hawa semakin terpesona dan nyaris pingsan, wajah tampan, mata bulat berwarna sama dengan Nicholas terlihat begitu menggemaskan serta rambut hitam lebat yang di tata menambah ketampanan hakiki baby Yusuf.
Di ruang rapat respond para kolega juga sekretaris mereka tidak jauh berbeda, mereka terpana saat melihat Nicholas yang begitu sigap menjaga serta mengasuh baby Yusuf dengan sangat telaten. Mereka terus memperhatikan tanpa mengedipkan mata pemandangan yang ada di hadapan mereka, contohnya saja saat baby Yusuf yang sudah waktunya meminum susu dengan sigap serta cekatan Jack membantu membuatkan susu. Bak seperti seorang bartender yang sudah memiliki jam terbang, Jack menyelesaikan dan memberikan botol susu ke tangan Nicholas dengan sedikit atraksi keren. Jack melemparkan botol susu itu lalu di tangkap dengan baik oleh Nicholas, setelah menyimpan semua kebutuhan baby Yusuf Jack kembali duduk di kursinya.
Botol susu di pegang Nicholas yang terus melanjutkan membaca lembaran terakhir kerta yang ada di depannya, tidak lupa sebelum memberikan botol susu pada Baby Yusuf Nicholas terlebih dahulu mengetes rasa panas di lengan Jack. Tanpa menunggu aba – aba Jack menyisihkan lengan jas serta kemejanya, tangan kiri Jack meraih kertas file dan membacanya teliti.
__ADS_1
Semua pemandangan itu tidak luput dari perhatian para kolega, Setetes dua tetes susu itu menetes di atas kulit lengan Jack yang perhatiannya terfokus pada lembaran dokumen, dia memberikan kode dengan mengancungkan ibu jari menandakan jika suhu susu itu pas.
Botol susu di berikan Nicholas pada baby Yusuf yang langsung dengan lahap meminumnya, dia terlihat tenang sambil sesekali memukul – pukul lembut tangan kekar daddynya. Nicholas mengalihkan pandangannya ke arah para kolega yang masih setia menatap ke arah mereka, file dokumen yang ada di tangannya sudah di baca juga di pelajari.
Kening Nicholas berkerut saat mendapat tatapan dari para koleganya,
“ What? (Ada apa?!)” tanya Nicholas dengan raut wajah bingung, Jack turut menatap ke arah para kolega dengan raut wajah yang sama dengan bosnya.
“no..... It's nothing sir Nicholas (tidak..... Tidak ada apa – apa tuan Nicholas) “ ujar beberapa kolega hampir bersamaan. Raut wajah mereka telukis dengan jelas rasa kagum sekaligus takjub, Jack dan Nicholas saling bertatapan bingung lalu kembali menatap ke arah para kolega yang mulai tersenyum dengan pemandangan di hadapan mereka.
“is there a problem with the document? (apa ada masalah dengan dokumennya?)” tanya Jack.
"right sir, we agree with what is written in this document (benar tuan, kami menyetujui dengan apa yang tertulis dalam dokumen ini)" ujar kolega lainnya yang duduk di samping Jack.
“And of course we are very happy to be working together and investing in this project. To be honest, when we saw Mr. Nicholas' attitude towards your son, it made us work together in the long term (Dan tentunya kami sangat senang bisa bekerja sama sekaligus berinvestasi dalam proyek ini, Jujur saja saat kami melihat sikap tuan Nicholas pada putra anda semakin membuat kami untuk bekerja sama dalam waktu jangka panjang)” ujar salah seorang Kolega, mendengar hal itu tentu saja sebuah kabar baik bagi perusahaan Nicholas.
__ADS_1
Tanpa berlama – lama para kolega ikut menanda tangani dokumen lalu berdiri dari tempat duduk mereka dan menghampiri Nicholas, baby Yusuf tampak nyaman duduk di pangkuan Nicholas sambil meminum susunya dengan tenang.
Nicholas hendak berdiri namun di cegah oleh salah seorang kolega lain, mereka menatap ke arah baby Yusuf yang terlihat nyaman.
“You don't have to stand up Mr. Nicholas, we don't want your comfortable son to be disturbed. We'll be back now. You don't have to stand up, Mr. Nicholas, we don't want your comfortable son to be disturbed. We will come back now, I wish our cooperation project a success (Anda tidak usah berdiri tuan Nicholas, kami tidak ingin putra anda yang sudah nyaman merasa terganggu. Kami akan kembali sekaranAnda tidak usah berdiri tuan Nicholas, kami tidak ingin putra anda yang sudah nyaman merasa terganggu. Kami akan kembali sekarang, semoga proyek kerja sama kita sukses) “ ujar kolega mengulurkan tangan menyalami yang langsung di sambut baik oleh Nicholas, setelah itu para kolega keluar dari ruang rapat di antar langsung oleh Jack.
Nicholas menatap ke arah baby Yusuf yang juga menatap ke arahnya dengan mulut mungil masih sibuk meminum susu,
“thanks to you this meeting went well, now we can meet your mother sooner (berkatmu rapat ini berjalan dengan baik, sekarang kita bisa menemui umi mu lebih cepat)” ujar Nicholas dengan tangan kanan membantu memegangi botol susu milik baby Yusuf. Tidak menunggu lama botol susu itu kosong, Nicholas lalu menggendong baby Yusuf dan menepuk – tepuk lembut punggungnya.
“Heeaarrgh” terdengar suara sendawa baby Yusuf yang menandakan sudah kenyang.
“are you full?! Should we go to umi's place now? ( kamu sudah kenyang?!(menatap baby Yusuf yang membalas menatap dengan mata bulat menggemaskan) apa sekarang sebaiknya kita ke tempat umi?)” tanya Nicholas berdiri sambil menggendong baby Yusuf, ponsel yang tergeletak di meja di masukkannya ke dalam saku jas dengan sebelah tangan.
Baby Yusuf menguap dengan kedua tangan mungilnya mengusap mata memberi tanda jika dia sudah mulai mengantuk, namun keinginannya untuk bermain mengalahkan rasa kantuk.
__ADS_1
“Boss, I have brought them all down and all the documents have been signed. Are you going back to the mansion or to the boutique to meet the boss lady? (bos, mereka semua sudah aku antar ke bawah dan juga semua dokumen sudah di tanda tangani. Anda akan kembali ke mansion atau ke butik menemui nyonya bos?)” tanya Jack yang baru saja kembali dari mengantar para kolega perusahaan Nicholas.
“boutique!!! (butik!!!)” ujar Nicholas yang sudah tampak rapi dengan baby Yusuf yang terlihat tenang dalam gendongan yang di kenakan daddynya, Jack termenung menatap bosnya yang tengah mengetik sesuatu di ponsel canggih di tangannya.